
Flashback
'Anna?..kenapa wanita itu..?'
"Saya tidak bisa membiarkan kasus Anna ditutup tanpa menemukan bukti untuk pangeran ke 2" jawab Ian sedikit dingin,
"Tapi itu sedikit keterlaluan,kau sudah punya tunangan dengan pangkat tertinggi setelah Baginda Kaisar,Yang Mulia Ratu,dan aku Putra Mahkota",Putra Mahkota mencoba mengingatkan Ian tentang Lily,
"Saya..ugh..entah kenapa saya tidak bisa melupakan Anna diwaktu yang sama dimana saya mencintai Lily..",
Air mata keluar dari mata Lily,tatapannya kosong mengetahui fakta yang langsung dikatakan Ian,
"L-Lily?..",
'Bodohnya aku..benar-benar....',
.
.
Episode 4**1**
"Hoi,kau harus memikirkannya sekali lagi,bagaimana bisa kau mengkhianati perasaan tulus seorang wanita seperti Lily?" Putra Mahkota kembali mengingatkan Ian,tetapi Ian tetap keras kepala,
"Saya tau itu,tetapi saya tidak bisa mengelak dari kenyataan ini Yang Mulia" Ian memegang dadanya,berkata dengan serius arti ucapannya,
"Dasar pria breng*sek..!" Zergan yang muak dengan sikap Ian hendak menghampiri nya tetapi di tahan oleh Lily,
"Lily..?" Lily terdiam dengan tatapan kosong dan menarik tangan Zergan untuk kembali menemui Vel dan yang lain,
"Anggap saja tidak ada apapun yang terjadi hari ini..jangan katakan apapun pada siapapun..ini rahasia kita berdua.." suara Lily terdengar dingin dan menusuk, pembicaraan Putra Mahkota dengan Ian sangat menyakiti nya,
"Baiklah..apapun untukmu.." Zergan terpaksa menuruti perkataan Lily,dia tidak mau menambah beban pikiran Lily yang sedang terguncang,
'Cika..aku harap kau bisa bahagia bersama orang yang kau cintai di dunia ini..'
"Hum??" cincin permata yang Ian pakai di lehernya berkedip,
"Lho?sejak kapan kau menggunakan cincin sebagai kalung??" tanya Putra Mahkota keheranan,
"Saya meminjamnya dari Yusto karna hari in lily bersama saya",
"Kenapa cincin itu berkedip??",
"Yusto berkata cincin ini berkedip jika Lily berada di radius 100 meter dari saya,semakin terang cahaya nya maka makin dekat jarak Lily dengan saya, entah bagaimana dia bisa melakukan hal seperti itu pada kalung ini",
"Kenapa adikmu yang membuatnya?",
"Dia menghormati Lily yang sudah menjaganya dan Yesra selama di Grand Duchy Darvin,dia memberikan cincin yang dikalungkan sepasang dengan Lily,tapi karna Yesra yang mendapatkan ide itu jadi saya tidak masalah",
"Unik juga", perlahan cahaya yang berkedip itu meredup dan akhirnya mati,
"Lho?mati" Putra Mahkota mengambil cincin itu dari Ian dan melihatnya lekat lekat,
"Anda tidak sopan" Ian langsung mengambil kembali cincin itu dan memasukannya ke saku,
"Apa Lily ada di sekitar sini??" Putra Mahkota mulai curiga kalau Lily ada disekitar mereka,
"Hem..ntahlah,kalau begitu saya kembali dulu, Lily sudah menunggu",
"Ah baiklah,pikirkan baik baik peringatan ku" Ian hendak kembali ke pusat kota tanpa memikirkan perkataan Putra Mahkota,
Saat melewati gerbang keluar taman,Ian merasakan sihir yang tidak asing walau samar samar,
'Sihir??apa barusan ada seseorang masuk??' Ian mencoba melihat warna sihir yang samar itu dengan kemampuan nya,
'Hum?hijau?? sepertinya tidak asing..siapa yang-..!?!Lily?!' Ian langsung berlari secepat mungkin menuju kudanya dan pergi ke pusat kota,
/Disisi Lily dan Zergan di pusat kota,
"Cika..kau tidak apa apa?..",
"Tidak apa apa,jangan pedulikan aku.",
Zergan berusaha mengajak Lily berbicara tapi hasilnya nihil.Nada bicara Lily sangat dingin dan datar, dan tidak ada senyum yang terukir di wajahnya.Sejak keluar dari taman,Lily selalu tertunduk dan tidak menunjukan wajahnya
"Zergan!!Lily!!" suara pria memanggil mereka berdua.Vel,Kel,dan Bel berjalan kearah mereka berdua setelah lama mencari Ian,
"Kami tidak menemukan nya dimana pun,kami sudah bertanya pada para pengawal tapi mereka juga tidak tahu" Vel menjelaskan semua yang mereka lakukan selama mencari Ian,
"Tidak apa apa,kalian tidak perlu mencarinya lagi." Vel, Kel dan Bel terkejut mendengar nada suara Lily yang dingin,datar, dan terasa hampa,
"Lily,kau baik baik saja?..!?" mereka ditambah terkejut setelah Lily mengangkat wajahnya,siapa yang tidak terkejut dengan tatapan kosong dan dingin dari Lily,bahkan Vel tidak melihat cahaya di mata Lily seperti biasanya,
"LILY!!" suara seorang pria yang turun dari kuda hitamnya memanggil Lily dan berlari kearahnya,
Saat meraih tangan Lily,Ian terkejut melihat tatapan Lily terhadapnya,dingin dan menusuk,pertama kali selama hidup Ian,dia tidak pernah mendapat tatapan seperti itu dari orang lain,
"Lily..apa yang terja-" "Jangan sentuh aku" Lily melepaskan tangannya dari Ian dan berjalan menuju kereta kudanya,
"Vel,Kel, Bel,kita pergi sekarang",
"E-eh tapi..bagaimana dengan festival nya?..",
"Aku bilang kita... KEMBALI SEKARANG" Lily menekankan kata katanya,mau tidak mau Vel tidak bisa membantah,mereka bertiga mengikuti Lily dan pulang ke mansion.
"Aku tidak bisa membantumu,karna aku hanya berpihak pada Lily apapun keputusannya" Zergan memperingati Ian dengan nada bercandanya sambil berjalan melewati Ian kearah kereta kuda dari Kuil Suci dan meninggalkan Ian disana,
Ian sangat menyesal dengan perbuatannya kali ini,dia sudah mengkhianati wanita yang mencintainya dengan tulus,dia merasa sangat bodoh.
"..." Lily duduk terdiam sambil melihat ke arah luar jendela,Vel yang duduk di sebelahnya tidak tau apa yang harus dia perbuat,
'Apa yang harus kita lakukan??'-Vel
'Sepertinya Lily bertengkar dengan Ian..tadi sangat mengejutkan..'-Bel
'Yang paling membuatku terkejut adalah nada bicaranya..bisa bisanya dia membuatku merinding..'-Kel
'Kita tidak bisa ikut campur urusan mereka begitu saja..'-Bel
'Benar,kita tidak bisa melakukan apapun untuk kali ini..'-Kel
'Aku khawatir dengan Lily..dia pasti lelah'-Vel
Mereka bertiga berbincang lewat telepati karna tidak mau Lily mendengar pembicaraan mereka tentangnya.
"Emm,Lily..kau tidak apa apa?.." Vel mencoba membuka mulut hendak mengajak Lily berbicara,tetapi tidak ada respon darinya,
"Lily?" Vel menyentuh pundak Lily hendak menyadarkannya dari lamunan,tetapi bukannya menjawab tapi kepala Lily jatuh ke arah pundak Vel yang tidak jauh darinya,
"E-EHH!?!?" Vel sangat terkejut begitu Lily menjatuhkan kepalanya ke pundak Vel.Ternyata Lily tertidur dari tadi,
"Dia tidur" ucap Kel dan Bel bersamaan,
"Sial..aku pikir dia akan menebas leherku dan menusuk jantungku.." Vel terlanjur bercucuran keringat dingin dan merinding di sekujur tubuhnya,
"Kau terlalu berlebihan,Lily tidak sekejam itu"-Bel
"Tapi dia tertidur dengan sangat pulas,sepertinya dia sangat lelah"-Kel
"Benar, kita tidak bisa mengganggunya sekarang"-Vel
Sesampainya di mansion,Lucas langsung berlari ke luar dari ruang kerjanya menjemput Lily di gerbang.Tapi Lily yang tertidur diangkat oleh Vel, karna Lucas tidak terima,dia langsung merebut Lily dari Vel dan membawanya ke kamar,
"Sepertinya akan susah jadi adik iparnya ya Tristan??" Kel mencoba menggoda Vel yang kesal karena Lucas,
"HAH?!YANG BENAR SAJA!AKU INI DEWA DAN TIDAK MUNGKIN PUNYA KETURUNAN!" Vel mengelak godaan Kel dengan wajah yang sudah merah padam,
"Siapa bilang?bukankah ayah sudah bilang?" Bel ikut ikutan menggoda Vel sama seperti Kel,
"berhentilah mengganggu ku!!"
/Disisi Lucas dan Lily,
"Irvan",
"Ya Tuan??",
"Ambilkan dokumen yang harus ku kerjakan ke sini",
"Ya?kenapa anda mau mengerjakannya di kamar nona??",
"Aku harus menjaganya,lakukan saja perintah ku",
"Baik Tuan",
Lucas menunggu Irvan di samping Lily yang tidur pulas.Lucas menatap Lily sambil tersenyum tipis(aduh damage nya..)
"Kakak.." Lily terbangun dari tidurnya dan memanggil Lucas,
"Apa aku membangunkan mu??maaf",Lucas mengusap kepala Lily pelan,
Lily merasa tubuhnya sangat lemas dan lelah,dia mencoba memegang tangan Lucas pelan,
"Hum?Kenapa??",
"Aku senang ketika kakak mengusap kepala ku seperti ini.." suara Lily terdengar lemah dan kesakitan, Lucas langsung cemas mendengar nya,
"Apa kau sakit??suaramu terdengar aneh",
"Aku baik baik saja kak..aku hanya terlalu lelah dan senang" Lily masih bisa tersenyum tipis dengan wajah yang sangat pucat,
"Aku akan panggilkan dokter,tunggu saja disini",
"Tidak..aku akan membaik jika kakak selalu ada disampingku",Lily menggenggam tangan Lucas erat erat,
"Lily..?" tak lama kemudian Lily menangis.Lucas langsung terkejut karna Lily menangis tiba tiba,setelah dia sadar ternyata mata Lily sangat gelap,
"Lily?!Ada apa?!",
"Kakak..aku tidak mau pergi dari sini..",
"Apa maksudmu?..kenapa kau harus pergi?..",
"Jika aku menikah maka aku akan tinggal dengan Ian..",
"Tentu saja begitu..apa maksud-!? kau tidak mau tinggal bersamanya?..",
"Kakak..aku ada 1 permintaan..",
"Apa itu?katakan saja.."
"Aku ingin membatalkan pertunangan dengan Ian..",
"Eh??..",
Bersambung...