Vita Nova

Vita Nova
Episode 38 "Orang Asing"



Flashback


"Apa apaan hawa ini..sangat tidak enak..aku harus segera keluar.." Lily langsung keluar sebelum sesuatu yang tidak diinginkan terjadi padanya,dan segera kembali ke kamarnya,


"Ian,ini teh..eh?" Lily mendapati Ian sudah tertidur pulas di ranjangnya.Jas,dan pedang nya sudah dilepas, hanya memakai kemeja yang sedikit terbuka dan celana kerjanya,


"Dasar,dia bisa sakit jika begini" Lily meletakan teh yang dibawanya dan menutupi Ian dengan selimut hangat,


Lily duduk di seblah Ian yang tertidur dan mengusap kepala nya pelan,


"Terimakasih, Ian"


.


.


Episode 3**8**


Hari baru dimulai,hari dimana Lily akan melakukan Pemurnian yang dilakukan langsung oleh Baginda Kaisar dan Yang Mulia Ratu.Para pendeta wanita menyiapkan Hyrule Gown putih,dan pita untuk mengikat rambut depan Lily kebelakang,


"Ya Dewa!Cantiknya!",


"Benar-benar seperti malaikat!",


"Lady sangat cantik,pantas saja Tuan Muda Levian jatuh cinta pada anda",


"Aku tidak secantik itu..haha",para pendeta wanita sibuk terpukau dengan Lily,disisi lain,Lily merasa para pendeta terlalu memujinya,


"Lady,anda sudah siap?" suara pendeta agung terdengar dari balik pintu diluar kamar,


"Ah,iya saya sudah siap,silahkan masuk pendeta", Pendeta Agung masuk setelah Lily mengizinkan,


"Ya Dewa,Lady seperti Dewi Beyola" puji Pendeta Agung ketika melihat Lily,


'Pendeta membicarakan Bel? mungkin beliau belum melihat Bel yang sebenarnya jauh lebih cantik' pikir Lily,


.


/disisi Bel Vel,


"Hatchi!",


"Ada apa?",


"Entahlah..sepertinya ada yang membicarakan ku",


"Hah? siapa yang mau membicarakan gadis cerewet sepertimu? mungkin kau hanya alergi",


"Siapa yang kau maksud gadis cerewet?!",


"Tentu saja kau!siapa lagi!",


"Tristan..",


"Ap-KHK!?" pukulan kecil dari Bel melayang tepat ke perut Vel,dan..ya..7 tulang rusuknya patah.


"A-apa yang kau l-lakukan.." Vel tersungkur lemah di lantai,tidak bisa bergerak sama sekali setelah menerima pukulan Bel,


"Hmp!aku hanya memukulmu sedikit" Bel memalingkan wajahnya seolah tak berbuat sesuatu yang salah.Tak lama kemudian Kel datang dan masuk ke paviliun mereka berdua,


"Oi,kita harus berangkat seka-.." Kel berhenti di depan pintu setelah melihat Vel yang tersungkur ke lantai tak berdaya dan Bel yang tak acuh padanya,


"Apa yang terjadi lagi..?" Kel menatap mereka berdua datar,tidak tau lagi apa yang mereka berdua perbuat,


"Aku hanya memukul Tristan sedikit.Dia memang lemah" ucap Bel yang masih marah,


"Veda..t-tulangku..p-patah..ugh..",


"EH?!DASAR KALIAN INI!APA YANG KALIAN LAKUKAN DI HARI PENTING!",


/Back to Lily


"Lady,kita harus pergi ke Kolam Air Suci Pemurnian sekarang",


"Baiklah,mari kita pergi",Lily dan para pendeta yang mendampingi nya menuju Kolam Air Suci setelah selesai bersiap siap,


Sebuah ruangan tanpa atap dengan Kolam berisi air yang sangat jernih dan tampak bersinar dengan patung Dewa dan Dewi Beyola,tak lain adalah Vel dan Bel.Disekitar kolam terdapat beberapa kursi mewah yang sudah dipenuhi para bangswan,dan di sisi lain ada 3 kursi khusus untuk Keluarga Kaisar.


Tak lama kemudian,Baginda Kaisar,Yang Mulia Ratu dan Putra Mahkota memasuki ruangan dan duduk dikursinya disambut para bangsawan, Pendeta,dan Penyihir.


'Aku gugup..dimana Ian ya?' Lily mencari Ian di sekitar para bangsawan selama beberapa menit,seharusnya dia bisa menemukan Ian dengan cepat karna rambut hitam legam yang dimilki Ian sangat mudah dikenali,


'Dimana dia sebenarnya?!Dia sudah janji akan datang tadi pagi!' Lily mulai emosi karna tidak menemukan Ian dimanapun,


Selama Lily sibuk mencari Ian, ternyata Pendeta Agung sudah selesai berpidato dan meminta Lily memasuki Aula Kolam,


"Apa??sudah selesai?huh..tenang lah Lily..kau pasti bisa.." saat Lily hendak menuju Aula Kolam, seseorang memegang tangannya dari belakang,sontak Lily sempat kaget tetapi langsung kembali tenang setelah mengetahui Ian lah yang menggenggam tangannya,


"Aku ditugaskan Baginda Kaisar dan Pendeta Agung untuk menemanimu sampai aula" ucap Ian datar seperti biasa tapi ekspresinya tampak senang,


"Pft,Tentu saja!" Lily menerima uluran tangan Ian dengan senang hati,mereka berdua berjalan berdampingan menuju kolam,banyak mata tertuju pada mereka yang sangat serasi layaknya pasangan yang akan menikah,


'Ini ritual pemurnian atau pernikahan..?' pikir Pendeta Agung sambil tersenyum tipis,


"Lily sangat cantik!"-Bel


"Cih!Kenapa dia harus bersama pria itu?.."-Vel


"Kenapa?kau cemburu?"-Kel


"A-apa maksudmu?!"-Vel,


Si Kembar Tiga sedang duduk di patung yang ada Kolam Air Suci,tentunya tidak ada yang bisa melihat mereka.


"Kenapa hanya patung kalian berdua yang dibangun?..dimana patungku?.." Kel menggerutu kesal karna patung yang ada di kolam hanya patung Vel dan Bel,tidak ada dirinya,


"Cih!aku juga mau!" Kel makin kesal karna Vel menyombongkan diri nya,


"sudahlah,kita akan menurunkan titah lagi nanti",Bel mencoba melerai mereka berdua yang adu mulut sejak tadi,


"Oh ya sudah lama kita tidak menurunkan titah",Vel berpikir serius setelah perkataan Bel tentang titah mereka,


"Diamlah!aku sedang melihat Lily" Kel fokus dengan Pemurnian untuk Lily dibawah mereka,


Lily duduk di kolam sambil berdoa di depan patung,Baginda Kaisar dan Yang Mulia Ratu berdiri di sampingnya sambil menyiram Lily dengan Air Suci di kolam secara perlahan,membasahi seluruh tubuh Lily.


Setelah selesai,para pendeta dan penyihir melakukan pemberkatan serta pengendalian sihir Lily secara bergantian.Sekitar 2 jam, Lily terus terbasahi oleh air,setelah selesai Pemurnian,para pendeta mengganti gaun Lily dengan gaun putih panjang dengan layers berwarna biru muda,dan lengan pendek serta tambahan jubah sutra tipis di belakang,tidak lupa rambut Lily di sanggul dengan manik permata biru muda,


"Setelah ini adalah penobatan anda,saya harap anda bisa menjadi seorang utusan Dewa yang baik untuk rakyat" ucap salah satu pendeta yang membantu Lily berganti pakaian,


"Saya bukan utusan Dewa.." Lily ragu untuk membalas perkataan pendeta karna dia bukanlah utusan Dewa yang dimaksud,


"Apa maksud anda?sebentar lagi anda akan dinobatkan sebagai Miscess,anda harus bangga dengan gelar itu" ucap pendeta lain yang terlihat antusias,


"Begitukah?kalau begitu aku akan berusaha sebaik mungkin" 'Walau aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan setelah menjadi Miscess',


Setelah selesai bersiap siap,Lily,Pendeta Agung,dan para pendeta pergi ke Magaefici untuk penobatan.


*Magaefici adalah tempat paling agung di Kekaisaran Raveldra setelah Kuil Suci,tempat itu hanya digunakan 1x sebelumnya,yaitu saat Kaisar pertama menyatakan Kemerdekaan setelah peperangan dengan bangsa Iblis bersama dengan Penyihir wanita pertama.


'Apa kau tegang?' suara terdengar di pikiran Lily,suara yang tidak asing baginya,


'Ini..oh!Vel?!',


'Benar,ini aku.Aku sudah di Madgaefici,cepatlah sampai'


'Iyaa aku tahu,tunggu sebentar lagi',


'Baiklah,aku menunggumu', tanpa sadar Lily mengeluarkan semburat merah tipis dari telinganya.


Tak lama kemudian,kereta kuda yang membawa Lily sampai di tempat yang dijuluki tempat suci keramat ,tempatnya akan dinobatkan sebagai Miscess pertama dalam sejarah,


"Selamat datang Yang Mulia Agung Miscess" seorang pria tua dengan pakaian formal berdiri di depan gerbang putih menuju Magaefici menyambut Lily yang baru saja datang,


"S-saya masih belum resmi.. terimakasih telah menyambut saya.." Lily makin dibuat pusing karna panggilannya yang aneh(?)


"Saya pengelola Magaefici,nama saya Hans,saya akan mengantar Yang Mulia sampai ke Aula" ucap pria tua yang merupakan pengelolaan Magaefici,


"Baiklah, terimakasih banyak",


"Lady,saya harus menemui Baginda Kaisar lebih dulu,jadi silahkan anda pergi ke Balkon yang akan anda gunakan untuk penobatan nanti" Ucap Pendeta Agung pada Lily,


"Umm, baiklah Pendeta, kalau begitu saya duluan" Lily dan para Pendeta yang mendampingi nya langsung pergi ke Magaefici,


Sejak di gerbang tadi,Lily sudah melihat ratusan bahkan ribuan orang yang berada di depan Magaefici.Dia sangat gugup melihat orang sebanyak itu akan menyaksikan penobatan nya,


"Lady,selamat telah menyelesaikan ujian anda" Putra Mahkota yang sudah berada di balkon,memberi ucapan selamat pada Lily yang baru saja sampai,


"Terimakasih banyak Putra Mahkota" balas Lily dengan senyum tulus walau dia kelihatan lelah,


"Apa anda baik baik saja?" tanya Putra Mahkota agak khawatir,


"Tidak apa apa,saya baik baik saja hanya saja saya belum minum daritadi" tidak sampai 10 detik setelah Lily mengatakan belum minum Putra Mahkota sudah meminta pelayan membawa minuman yang bisa memulihkan Lily,


"Silahkan diminum,anda tidak boleh terlihat lesu saat penobatan nanti",


"Eh?ah, terimakasih banyak Putra Mahkota" Lily menerima minuman yang ditawarkan Putra Mahkota dengan sedikit canggung,tapi dia harus minum agar tidak lesu nanti,


"Aku merasakan aura orang yang aneh" gumam Bel yang duduk di udara bersama Vel dan Kel,


"Benar,aku juga merasakannya,tapi aura ini mirip dengan Lily", Vel setuju dengan perkataan Bel,dia merasakan aura aneh disekitar mereka,


"Hoamm..aku mengantuk,bisakah kita pulang?" Kel yang tidak tertarik terpaksa ikut karna paksaan Vel dan Bel,


"Tahan sebentar lagi,sampai Lily dinobatkan, setelah itu tidurlah dan jangan bangun lagi!" Bel terlihat emosi menjawab perkataan Kel yang lemas karna ngantuk,


"Kenapa kau begitu kejam padaku?!",


"Shtt!!sudah dimulai!" Vel meminta mereka berdua diam karna penobatan akan dimulai,


Baginda Kaisar dan Yang Mulia Ratu berdiri didepan Lily yang tertunduk sambil membawa sebuah pedang putih dan beberapa pelayan di belakang membawa jubah Kaisar Wanita Pertama, mahkota dari Kuil Suci serta tongkat suci dari kristal sihir yang pernah digunakan Penyihir wanita pertama dulu.


"Lily Everon,Putri Bungsu Duke Everon terdahulu,Bunga Utara,Bintang Pergaulan Kelas Atas,Tunangan Tuan Muda Levian de Darvin,serta utusan Dewa Kembar Beyola dan penerus Penyihir Wanita Pertama.Setelah jasa mu dalam menyembuhkan penyakit kelumpuhan, menanggulangi kekeringan,dan menangkap pelaku penculikan beberapa waktu lalu,aku atas nama Kaisar Rubis Vendra de Raveldra,dan atas nama Ratu Isabella Frenchia vi Raveldra menobatkan mu sebagai Saintess dan Penyihir, sesuai Wahyu dewa secara turun temurun,Engkau akan dikenal sebagai seorang Miscess pertama dalam sejarah.Terimalah gelar mu sebagai Domaine Miscess dan memberimu gelar Marchioness Gradina." Baginda Kaisar mengarahkan pedang ke arah kedua bahu Lily,memberikan pemberkatan serta hadiah kecil yang pernah dikatakan Pendeta Agung sebelumnya.Seluruh saksi tak terkecuali Lily penobatan itu terkejut bukan main,setelah mendapat gelar Miscess,dan Domaine atau wanita terhormat,Lily juga mendapat gelar Marchioness Gradina yang mengurus bagian Timur Laut kekaisaran,sebuah pelabuhan yang sangat berpengaruh terhadap ekonomi impor dan ekspor ke luar kekaisaran.


"Saya Lily Everon akan menerima kemurahan hati Baginda,dan menyerahkan seluruh jiwa dan raga saya untuk Baginda dan seluruh kekaisaran Raveldra selama hidup saya" walau Lily menjawab titah Kaisar dengan baik,dibalik itu semua dia gugup level tertinggi,


'Pekerjaanku bertambah...' pikirnya,


"Bangunlah" Kaisar meminta Lily bangkit dari posisinya,dan meminta Ratu Isabella memakaikan Jubah,Mahkota,serta memberikan tongkat pada Lily,


"Gadis baik,kau pantas mendapat semua ini" ucap Yang Mulia Ratu sambil memberikan tongkat kristal sihir pada Lily.Lily menerima nya dengan setulus hati dan sangat berterima kasih,


"Saya akan melakukan yang terbaik demi kekaisaran ini Yang Mulia" Lily tersenyum lebar menjawab perkataan Ratu Isabella,


"Yang Mulia,silahkan" Pendeta Agung meminta Lily menunjukan diri ke hadapan seluruh rakyat Kekaisaran dan menunjukan dirinya.Dengan tenang,Lily berjalan ke ujung balkon,dan melihat semua orang yang menatapnya kagum.Lily tahu apa yang harus dia lakukan,dia mengangkat tongkatnya ke atas dan seluruh rakyat bersorak gembira atas penobatan Lily,


'Pertama kalinya..ada yang menghargai usahaku..' Lily terharu karna usahanya tidak sia-sia,dia melakukan semuanya dengan baik.


"SELAMAT LADY!ANDA MEMANG PANTAS MENGGANTIKAN SAYA SEPERTI INI!" seseorang berteriak dari arah pintu balkon dengan sangat senang, sontak seluruh orang di balkon melihat kearahnya.Seorang pria tinggi,berambut hitam,mata coklat, menggunakan jubah putih panjang dengan merpati di bahunya mengagetkan semua orang,


"T-tuan Saint?.." Baginda Kaisar sangat terkejut melihat pria aneh itu,


"Eh?apa aku salah?..etoo..emm" pria itu berdiri dengan tampang bodoh di ambang pintu,dia bahkan tidak sadar apa yang dia lakukan sebenarnya.


"Huh?..Zergan?.."


Bersambung...