Vita Nova

Vita Nova
Episode 15 "Undangan"



Flashback


Ian yang tadinya memelukku, mendongakkan kepalaku ke arahnya sehingga wajahku berada sangat dekat dengannya. Lalu Ian mencium keningku dengan lembut dan hangat. Aku sempat terkejut karna tingkahnya itu,tapi aku senang dia melakukannya.


"Tidurlah Lily" ucapnya halus,


"Iya, Ian" jawabku,


Kami berdua tidur pulas sambil berpelukan,hal itu lah yang membuatku tetap hangat walau sedang musim dingin,dan turun salju.


.


.


Episode 15


Setelah malam itu,hubunganku dengan Ian menjadi lebih dekat,bahkan selama sisa 2 hari aku disana,dia menemaniku.Tapi anehnya,kalung yang diberikan Dewa Lucitus tidak bereaksi sama sekali sejak saat itu,bahkan tidak ada kabar lagi dari Dewa dan Dewi Beyola.Aku mencoba melakukan komunikasi dengan kalung itu, tapi tidak ada reaksi sama sekali,aku juga tidak menemukan kucing reinkarnasi Dewa dan Dewi Beyola.


"Nona", Rina memanggilku dengan nada agak kebingungan,


"Ada apa Rina?" tanyaku padanya,


"Anuu,itu.." ucap Rina terbatah batah,lalu muncul dua ekor kucing berwarna putih keemasan dari belakangnya,


"Kucing?" gumamku kebingungan sama dengan Rina,


"Kucing kucing ini mengikuti saya setelah saya kembali membeli barang di pasar tadi" jelas Rina,


Lalu tiba tiba,kalung yang kupakai memancarkan cahaya yang lebih terang dari sebelumnya,


"Nona,saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan kucing kucing ini" ucap Rina dengan muka tidak tega jika membuang mereka,


"Aku akan merawat mereka,kau tidak usah khawatir Rina" ucapku,


"Baiklah nona,kalau begitu saya undur diri dulu" ucap Rina,dan aku menganggukkan kepala,lalu dia keluar,


"Kalian Dewa dan Dewi Beyola kan?" tanyaku dengan tampang datar seakan sudah tau sejak awal,


"Dasar kau ini!kami kesusahan sampai Kesini tau!" ucap salah satu kucing yang sudah pasti Dewa Beyola,


"Kesusahan? bukankah anda sendiri yang bilang akan langsung teleport ke depan kediaman Grand Duke Darvin?" tanyaku tidak percaya pada mereka,


"Kekuatan teleport kami tidak berjalan sesuai yang kami inginkan!Seseorang mencoba memblokir kekuatan kami sebelum kami tiba kesini" jelas Dewa Beyola,


"Seseorang memblokir kekuatan dewa?apa itu mungkin?" tanyaku,


"Hanya pengguna sihir yang berlawanan dengan sihir kami yang bisa melakukan itu,karna sihir kami cahaya,maka kegelapan lah yang melakukan itu" jelas Dewi Beyola agak murung,


"kegelapan?..jangan jangan-!" ucapku berhenti melanjutkan,


"Iya,tidak lain adalah salah satu dari keluarga Darvin.Aku juga merasakan kekuatan sihir yang sama dengan kekuatan sihir yang memblokir kekuatan kami" jelas Dewi Beyola,


"Tapi,seseorang yang ingin memblokir kekuatan Dewa menggunakan sihir kegelapan,harus menggabungkan nya dengan sihir Viridis yang tidak salah lagi hanya kau orangnya Lily" ucap Dewa Beyola


"Kakak,Dewa Kegelapan tertidur selama 1500 tahun,bahkan sampai sekarang belum terbangun" ucap Dewi Beyola mengatakan sebuah fakta baru,


"Tertidur??" tanyaku,


"Iya,dia tertidur selama itu karna kekuatan nya yang terblokir.Dewa Kegelapan atau Dewa Iblis ,pelindung Tanah Malterra sekaligus Dewa asal sihir Nigeros milik Grand Duke Darvin." ucap Dewi Beyola,


"Tanah Malterra?benua paling misterius dan sudah tidak berpenghuni selama 1000 tahun lamanya?" tanyaku penasaran,


"Siapa yang bilang begitu?disana ditempati banyak Bangsa Elf dan Dwarf,walau ada beberapa ras Naga disana" ucap Dewa Beyola,


"Menurut buku yang saya baca,mereka sudah punah ratusan tahun lalu" jawabku,


"PUNAH APANYA!?KLAN SEBANYAK ITU KAU BILANG PUNAH?!APA KAU TIDAK PERNAH KESANA?!BUKANKAH KAU INI BANGSAWAN ATAS!?SEHARUSNYA LEBIH TAU SOAL BENUA LAIN!!" teriak Dewa Beyola mengomel sambil marah marah dengan ekspresi sangat menyebalkan,


"Diamlah kakak!" ucap Dewi Beyola lalu memukul kakaknya itu,


"Cih.." gumam Dewa Beyola agak sedih,


"Tapi bagaimanapun juga,ini sangat aneh,kita harus menyelidikinya lebih dalam" ucapku,


"Benar sekali" jawab mereka berdua bersamaan,


"Oh ya Lily,hanya kamu lah yang bisa mendengar kami berbicara karna memakai kalung itu" jelas Dewi Beyola,


"Tapi, bagaimana dengan cahaya yang keluar dari kalung ini?" tanyaku,


"Hanya kau dan kami juga yang bisa melihatnya" jawab Dewa Beyola,


"Oh begitu,baiklah" ucapku,


"Kau tidak memberi kami nama?" tanya Dewa Beyola,


"Benar juga ya,kalau begitu...Vel dan Bel,bagaimana?" tanyaku,


"Nama yang bagus!aku suka itu" ucap Dewi Beyola senang,


"Yah lumayan" ucap Dewa Beyola biasa saja tapi tampak senang,


"Huhu,kalian imut sekali" gumamku,


"Wah! terimakasih" ucap Dewi Beyola sangat senang,


"Kami tidak imut!" ucap Dewa Beyola menyangkal,


"Iya iya" ucapku mengalah,


Selama beberapa jam,kami berbincang mengenai kekuatan Viridis dan sihir sihir lainya.Dewa dan Dewi Beyola akan mengajarkan ku cara menggunakan sihir Viridis itu,tapi tetap mengatakan kalau aku tidak boleh menggunakannya sembarangan. Selama 1 hari penuh itu,aku tidak keluar kamar karna sibuk dengan pelatihan dan pelajaran yang harus ku pahami dari Bel dan Vel.Aku bahkan meminta tak seorang pun masuk kekamar tanpa izin dariku.


Ketika malam tiba,mereka berdua akan keluar kamar lalu menyusuri setiap lorong dirumah untuk mencari keberadaan energi sihir yang memblokir kekuatan mereka.Walau mereka bilang itu hal sepele karna teleport adalah sihir tingkat rendah milik Dewa,aku tetap khawatir dengan apa yang terjadi kedepannya.


2 hari pun berlalu,sudah waktunya aku kembali ke Duchy Everon dan meninggalkan Ian untuk 2 bulan kedepan. Saat mengantarku ke gerbang,dia tampak sedih, raut wajahnya tidak baik,dia terlihat ingin menangis,


"Kau akan pergi meninggalkan ku.." jawabnya dengan nada rendah,


"Aku tidak meninggalkan mu,aku hanya pulang kerumah selama beberapa bulan bukan?tidak usah seperti itu,aku akan kembali" ucapku sambil tersenyum kearahnya,


"Baiklah..jaga dirimu baik baik" ucap Ian lalu mencium keningku,


"Iyaa,kau juga" ucapku,


Aku juga berpamitan pada Grand Duke dan Grand Duchess serta Yusto dan Yesra.Yesra sangat sedih karna aku tidak lagi menemaninya, sedangkan Yusto terlihat biasa saja tapi juga sedih,


"Lily,aku ada sesuatu untukmu" ucap Yusto sebelum aku pergi,


"Apa itu?" tanyaku lalu mendekati Yusto,


Yusto mengeluarkan sesuatu dari saku nya,Sebuah cincin permata berwarna Putih yang bersinar,


"Jangan pakai di jarimu, gunakan saja sebagai kalung,aku tidak mau melihat kakak ku yang menyedihkan itu tampak lebih menyedihkan" ucap Yusto sambil mengejek Ian,


"Siapa yang kau maksud kakak menyedihkan?" tanya Ian datar,


"Siapa lagi kalau bukan kau dasar bodoh!" ucap Yusto emosi,


"Pftt,hahaha..Terima kasih banyak Yusto,aku akan menjaganya dengan baik"ucapku sambil tertawa lalu tersenyum kearah Yusto,


"T-tidak perlu berterima kasih!" ucapnya menyangkal dengan muka sedikit memerah,


"Baiklah" jawabku bengong,


"Kalau begitu saya pamit dulu,saya sangat berterima kasih atas kebaikan kalian selama saya tinggal disini" ucapku pada Grand Duke dan Grand Duchess,


Aku pun beranjak pergi ke kereta kuda,lalu pergi meninggalkan Grand Duchy Darvin.Tapi,Bel dan Vel mengikuti ku,padahal seharusnya mereka tetap disana untuk menyelidiki lebih lanjut tentang sihir yang memblokir kekuatan mereka,


"Kenapa kalian mengikuti saya?" tanyaku pada mereka berdua,


"Tentu saja untuk mengajarimu lebih banyak hal!" ucap Vel ngomel,


"Kami juga sudah lumayan mendapat petunjuk dirumah itu" ucap Bel tenang,


"Begitu kah? baguslah.Tapi kalian harus bertahan selama 6 jam dikereta kuda ini ya" ucapku pada mereka,


"6 jam!?kita bisa gila ditempat sempit ini terus!" oceh Vel tidak tahan berada di kereta kuda,


"Mau bagaimana lagi, memang sudah begini" ucapku mengatakan kenyataan,


"Baiklah.." jawab Vel lemas,


"Hehe" gumamku tertawa,


6 jam berlalu,tak terasa aku sudah didepan gerbang kediaman Everon. Para pelayan menyambut kembali kedatangan ku dengan gembira,bahkan Ayah yang masih sibuk di ruang kerjanya sengaja berlari keluar untuk menemui ku,


"Lily!!!" teriak ayah terisak tangis sambil berlari ke arahku yang baru turun dari kereta,


"Ayah!jangan berlari seperti itu!" ucapku memperingatkan ayah,tapi ayah tidak menghiraukan perkataan ku,dan langsung memelukku,


"Syukurlah kau baik baik saja,ayah sangat khawatir dengan kondisi mu disana. Walau kau mengirim surat seminggu sekali,tetap saja 1 bulan terasa 1 abad" ucap ayah sambil menangis seakan kehilangan sebuah permata milyaran gold,


"Ayah,aku baik baik saja,tidak usah khawatir seperti itu" ucapku menenangkan ayah,


"Ya ampun suamiku,kenapa kau bersikap seperti anak anak begitu?Lily sudah dewasa,dia bisa menjaga diri" ucap Ibu dari belakang ayah menghampiri ku,


"Yang dikatakan Ibu benar Ayah,aku sudah dewasa" ucapku,


"Tapi..Ibu sangat khawatir padamu Lily!!" teriak Ibu sambil menangis seperti ayah,


"Apa lagi ini.." gumamku,


'Apakah aku harus mengurus orang tua yang seperti anak anak begini?eit! dasar Lily bodoh!mereka orang tuamu!' pikirku sambil menepuk kening,


"Saya baik baik saja ayah,Ibu" ucapku sambil tersenyum lebar,


"Baiklah,kami percaya jika kamu berkata begitu" Ucap Ibu,dan ayah mengangguk,


"Kalau begitu ayo kita masuk" ucapku pada ayah dan Ibu,


"Baiklah.Oh ya Lily,3 hari lalu saat kamu masih berada di Grand Duchy Darvin,ada beberapa surat dari Kaisar dan Istana Ratu untukmu" ucap Ibu,


"Dari Kaisar!?" tanyaku kaget,


"Iya,lambang keluarga Kaisar dan lambang istana ratu terdapat pada cap surat-surat itu, siapa lagi kalau bukan Baginda kaisar?" ucap Ibu,


"Apakah aku melakukan kesalahan ya?..aku agak takut" gumamku,


"Tidak apa apa Lily,kau anak yang baik pasti akan baik baik saja" ucap Ayah menyemangati ku,


"Hum, baiklah" jawabku,


'Apa yang Baginda Kaisar dan Yang Mulia Ratu ingin katakan padaku ya?..apa mereka tau sesuatu soal sihir Viridis milikku?..ya dewa lindungi lah aku' pikirku,


'Lily,kau harus berhati hati jika pergi kesana,karna para penyihir istana berada dimana mana dan bisa merasakan sebuah sihir' ucap Vel melalui telepati,


'benar benar kekuatan dewa ya..jadi,bagaimana saya menyembunyikan kekuatan sihir saya?' tanyaku pada Vel melalui telepati,


'Tenang saja,selama kalung itu ada padamu,kekuatan sihirmu tidak akan mencolok' ucap Vel,


'Begitukah? baiklah terimakasih' balasku pada Vel,


'Aku menantikan hal yang terjadi kedepannya'


Bersambung...


Yo Minna(╥﹏╥)✨maaf ya baru up,dan up nya gak nentu:( harusnya 1 minggu 6x,tapi author sibuk sama ujian kelulusan sama ujian masuk SMA •́ ‿ ,•̀ dan makasii buat para readers yang support dan bantu komen😳✨ membantu banget buat sering up:3 sekian dulu,terima gaji 🗿✨