Vita Nova

Vita Nova
Episode 42 "Ambang Perpisahan"



Flashback


"Lily..?" tak lama kemudian Lily menangis.Lucas langsung terkejut karna Lily menangis tiba tiba,setelah dia sadar ternyata mata Lily sangat gelap,


"Lily?!Ada apa?!",


"Kakak..aku tidak mau pergi dari sini..",


"Apa maksudmu?..kenapa kau harus pergi?..",


"Jika aku menikah maka aku akan tinggal dengan Ian..",


"Tentu saja begitu..apa maksud-!? kau tidak mau tinggal bersamanya?..",


"Kakak..aku ada 1 permintaan..",


"Apa itu?katakan saja.."


"Aku ingin membatalkan pertunangan dengan Ian..",


"Eh??..",


.


.


Episode 4**2**


Lucas terkejut dengan permintaan Lily kali ini,dia berpikir kalau Lily dan Ian saling mencintai,tapi apa rasa itu menghilang?,


"Apa maksudmu??bukankah kau mencintainya??kenapa kau ingin membatalkan pertunangan dengan nya??" Lucas menghujani Lily dengan pertanyaan yang membuat dia penasaran,


"Sepertinya begitu,tetapi.. hanya aku yang mencintainya.." Lily membalas pertanyaan Lucas sambil tersenyum,Lucas tau itu bukan senyum ikhlas dari Lily,


"Apakah..Ian tidak mencintaimu??" Lucas bertanya dengan hati hati,takut pertanyaan nya akan menyakiti Lily,


"Kakak memang hebat.." jawab dan senyuman terpaksa dari Lily mencabik cabik dada Lucas,rasanya sesak dan sulit untuk bernafas,


"Kakak akan lakukan apapun keinginan mu..walau nyawa ku taruhannya, kebahagiaan mu lebih penting.." Lucas memeluk dan mengusap kepala Lily pelan,bahkan dia dapat merasakan badan Lily yang gemetar,


"Terimakasih kak.." Lily membalas lembut pelukan Lucas dan menangis sambil tersenyum,


/Skip esoknya di Grand Duchy Darvin,


"Yusto,kau ini keras kepala sekali",


"Apanya??aku hanya mencoba berjalan",


"Kakak sudah bilang kalau kau akan pulih jika sihir Lily sudah bisa beradaptasi dengan inti sihir mu!",


"Aku tetap ingin mencoba!",


Yesra dan Yusto sedang berdebat hanya karna Yusto ingin belajar jalan.Setelah ujian ke 2 waktu itu,Yusto dan Yesra langsung kembali ke Grand Duchy karna panggilan orang tua mereka,setelah kembali ke Grand Duchy,Yusto perlahan bisa berdiri sendiri walau masih belum bisa berjalan,


"Yusto,Yesra,apakah Ian sudah mengirim kabar??" Grand Duchess datang ke kamar mereka berdua dengan wajah yang agak cemas,


"Kak Ian belum mengirim kabar lagi padaku atau Yusto,kenapa Ibu??",


"Hah,sejak kemarin firasat ibu tidak enak,entah apa yang terjadi pada anak itu,tapi ibu sangat khawatir..",


"Apa kakak juga tidak mengirim kabar ke ayah atau ibu?? sebenarnya sejak kemarin aku dan Yesra juga merasakan hal yang sama",


"Tidak ada kabar sama sekali,sebenarnya kemana anak itu?",


Suara kaki terdengar di lorong,seperti berlari menuju ke kamar Yusto dan Yesra ,semakin lama suara itu makin besar.Datang lah Grand Duke yang merupakan ayah 3 bersaudara itu sambil membawa sebuah surat,


"Ya ampun suamiku,ada apa kau berlari di lorong seperti itu?!tunjukan etika mu sebagai Grand Duke!",


"Bukan saatnya untuk mementingkan hal itu...hah..hah.." Grand Duke Darvin terengah-engah setelah berlari lari,


"Ayah,surat apa itu??ada lambang keluarga Grand Duke Everon" Yesra penasaran dengan surat yang dibawa ayahnya itu,


"NAH!ITU DIA MASALAHNYA!!TUAN BESAR GRAND DUKE EVERON MEMBATALKAN PERTUNANGAN IAN DENGAN LILY!!" sontak seluruh orang yang ada di ruangan itu dan beberapa pelayan di lorong terkejut dengan ucapan Grand Duke,


"Ya ampun..bagaimana bisa..?"


"Apa maksud ayah?! Kenapa Grand Duke Everon meminta pembatalan pertunangan Lily dengan kakak?!",


"Benar!bukankah Lily dan Kak Ian saling menyukai?!kenapa kakak Lily meminta pembatalan?!",


"Tuan Besar!!Saya sebagai kepala pelayan disini sangat menentang pembatalan pertunangan nona Lily dan Tuan muda!",


"T-tunggu!diam dulu!!..hah..aku bahkan tidak tahu kenapa Tuan Grand Duke Everon tiba tiba mengirim surat ini..tetapi..dia bilang ini atas permintaan Lily sendiri.." Ucapan Grand Duke makin membuat semua orang terkejut,yang ada dipikiran mereka saat ini hanya 'kenapa Lily meminta pembatalan?'


"Suamiku,apa lagi yang tertulis disurat itu?..",


"Ugh.. tertulis juga kalau Lily akan menetap di Gradina selama beberapa waktu..tapi entah sampai kapan..dia akan berangkat 1 minggu setelah dia pilih",


"Lho?? Lily sakit??dan kenapa menetap di sana??" Yusto penasaran alasan dibalik kepergian Lily ke Gradina,


"Apakah kau belum tahu??saat Lily dinobatkan menjadi Domaine Miscess kemarin,dia mendapat gelar Marchioness Gradina juga",Grand Duchess,Yusto dan Yesra terkejut bukan main mendengar Lily menjadi Marchioness Gradina.Sebenarnya wilayah Gradina diurus langsung oleh Kaisar karna kematian keluarga Gradina yang masih menjadi misteri sampai sekarang,tapi kepercayaan itu diberikan pada Lily hingga dapat menjadi Marchioness Gradina sekarang.


"Tapi bagaimana kalau kita menolak pembatalan pertunangan itu??,Ian bahkan belum mendengar kabar ini",


"Hah.. sepertinya aku harus ke Ibu kota untuk bertemu langsung dengan Grand Duke Everon,aku akan pergi sekarang",


"Suamiku,jangan lupa berikan surat itu pada Ian,dia harus tau hal ini..",


"Tentu saja,kalau begitu aku pergi dulu",


/Disisi Lucas dan Lily,


Lucas bekerja di kamar Lily,dia tidak ingin meninggalkan Lily sendirian 1 detik pun,sedangkan Lily kebingungan karna Lucas bekerja di kamarnya,


"Kakak,sampai kapan kakak akan bekerja di kamarku??",


"Sampai keadaanmu membaik,atau mungkin sampai pertunangan mu dengan Ian dibatalkan",


"Aku baik baik saja,lagian aku sudah lebih baik karna kakak",


Suara kaki terdengar di lorong depan kamar Lily,dan tiba tiba seorang pria mendobrak kamar Lily dengan sangat keras,


"Lily!!",


"Lho?kak Ken?kenapa kakak disini??",


"Syukurlah kau ba-!?" "Jangan masuk seenaknya dasar bodoh!!", Lucas langsung memukul wajah Ken begitu masuk ke kamar Lily,


"Aduh duh..Apa apaan kau ini?!kenapa kau memukulku begitu saja?!",


"Seharusnya aku bertanya kenapa kau masuk sembarang ke sini hah?!",


"Apa salahnya aku menjenguk adikku sendiri?!"


"Dimana etika mu itu?!",


"Jangan membawa etika!",


"Diamlah kalian berdua..aku masih lemas nih..",


Lucas dan Ken langsung diam dan tidak bergeming,duduk manis di kursi mereka masing masing,


"Pft,hahaha,kalian ini..omong omong Kak Ken,kenapa kakak kemari??" Ken yang duduk di depan meja Lucas berpikir sejenak,


"Oh sebenarnya aku kemari untuk menjengukmu,Vel yang memberi tahuku kalau kau terbaring lemas di tempat tidur,maka dari itu aku meninggalkan pekerjaan ku yang menggunung demi melihat mu" Ken berkata seperti itu dengan tampang polosnya seolah dia tidak melakukan kesalahan,


"Kak,bukankah kakak sibuk?kenapa malah meninggalkan pekerjaan demi ku??aku jadi merasa bersalah",


"Tidak apa apa,kesehatan adikku yang utama" senyum manis Ken membuat Lily tenang, setidaknya begitu sebelum dia meninggalkan ibu kota dan menetap di Gradina.


"Oh ya Lucas, bagaimana dengan Lady Viona??apakah dia sudah membawa ibunya ke vila Everon??",


"Walau agak lama tapi dia berhasil membawa ibunya ke vila kita dan mendapat perawatan yang baik,dan saat Lily nanti pergi ke Gradina,Lady Viona akan ikut bersamanya."


"Tapi Duke Ricardo sepertinya juga tidak peduli dengan Duchess atau Lady Viona",


"Benar,dia pria kejam dan dingin,aku jadi kasian dengan Lady Viona",


"Lily,apa kau mau ku temani sampai ke Gradina??" Lucas menawarkan diri untuk menemani Lily sampai ke Gradina minggu depan,


"Tidak perlu,Zergan bilang akan meminta pendeta untuk membuka portal",


"Apa?!Portal?!" Lucas dan Ken language terkejut begitu Lily berkata tentang portal,


"Emm,iyaa kenapa??",


"Sangat jarang portal itu dibuka,biasanya hanya keluarga kerajaan atau para pasukan yang menggunakan itu untuk pergi ke medan perang",Lucas menjelaskan semua yang dia ketahui tentang portal itu pada Lily,dan pada dasarnya portal itu hanya bisa dibuka atas perintah Saint/Saintess,Kaisar, dan Penyihir Agung.


"Wah itu artinya aku tidak perlu meminta bantuan Zergan untuk mendapat izin membuka portal kan??",


"Tentu saja harus,karna kau belum punya cincin portal",


"Cincin portal??apa itu??",


"Sebuah cincin yang sangat putih,bahkan lebih putih dari susu,dan hanya dimiliki ketiga orang tadi",jelas Ken pada Lily,


'Sial,harusnya aku meminta cincin juga!'


/Di mansion Darvin


"Tuan Muda!!", Kepala pengurus mansion berlari ke ruang kerja Ian dan membuka pintu tanpa izin,


"Ada apa?aku tidak ingin diganggu,jadi pergilah.." Ian menjawab panggilan itu dengan datar dan dingin,dia bahkan hanya melihat langit langit ruangan,


"Tuan Besar datang Tuan!",Ian berbalik dengan ekspresi kebingungan,


Setelah Pengurus mansion menyampaikan itu,Ian langsung pergi ke aula mansion dan menyambut ayahnya,


"Selamat datang ayah,anda datang cepat,pasti menggunakan portal kristal",


"Tidak ada waktu untuk itu Ian!!" Grand Duke berjalan mendekati Ian sambil membawa surat yang dikirim Lucas,


"Lihat ini! bacalah!" Ian yang tidak tau apa apa mengambil surat itu dan membacanya.Raut wajahnya berubah,Ian syok berat membaca surat dari Lucas itu,


"Apa yang kau lakukan sampai sampai Grand Duke Everon meminta pembatalan pertunangan!?" Ian tidak bergeming,ayahnya sangat khawatir sekarang,


"Apa benar.. Lily yang meminta ini?..",


"Tentu saja..Grand Duke Everon tidak akan melakukan hal yang merepotkan jika tidak menyangkut adiknya..",


"Aku harus segera bertemu dengan Lily" Ian beranjak keluar dari mansion dan membawa kudanya menuju mansion Everon,


'Ini salahku..harusnya aku menghargainya..sial!'


Bersambung...