Vita Nova

Vita Nova
Episode 9 "Si Kembar//1"



Flashback


A-apa yang kau lakukan dasar bodoh?!!" teriakku sambil menendang 'kelemahan' pria itu sampai dia terjatuh kesakitan,


"D-dasar I-iblis.." ucapnya sambil menahan sakit,


"Kau itu yang Iblis!" teriakku marah,


"Dasar anak muda" gumam Grand Duchess sambil tertawa kecil.


.


.


Episode 9


2 Minggu setelah acara pertunangan itu,Ian memintaku datang ke Grand Duchy untuk membahas tentang Pernikahan.


/Skip di Grand Duchy/


"Saya memberi salam kepada Grand Duke dan Grand Duchess,semoga Dewa memberkati kalian" ucapku memberi salam pada Grand Duke dan Grand Duchess yang sudah menunggu di depan pintu,


Ini pertama kalinya aku melihat Grand Duke, rambut Hitam seperti Ian dan mata kuning emas,sekilas mirip dengan kaisar.


"Semoga Dewa memberkati mu juga Lily" jawab mereka berdua,


"Ayo masuklah,sekarang masih musim gugur,kau akan kedinginan" ucap Grand Duchess,sambil menarik tanganku pelan masuk ke dalam,diikuti Grand Duke dan Ian dari belakang sambil berbisik bisik.


Kami membicarakan soal pernikahan di ruang kerja Grand Duchess,banyak hal yang harus kami siapkan,


"Bagaimana kalau pernikahan kalian 1 minggu lagi?" tanya Grand Duchess berpendapat kegirangan,


"Istriku,bukankah itu terlalu cepat?banyak hal yang harus mereka persiapkan dalam waktu sesingkat itu,mereka juga butuh istirahat" jawab Grand Duke agak ragu,


"Aku ingin segera memiliki cucu" jawab Grand Duchess pada Grand Duke,


Aku yang sedang minum teh dengan tenang,terkejut dengan perkataan Grand Duchess sampai tersedak,


"Ya ampun,Lily kau tidak apa apa?" tanya Grand Duchess khawatir,


"S-saya tidak apa apa,jangan khawatir" ucapku,


"Ibu,Lily masih 16 tahun,dia bahkan lebih muda dari Yusto dan Yesra,bukankah terlalu cepat untuknya jika harus memiliki anak di umur semuda itu?" ucap Ian agak ragu,


"Benar juga ya,Ibu melahirkanmu saat umur 18 tahun, dan ayahmu 20 tahun" ucap Grand Duchess dengan polos,


'18?!berarti Grand Duchess masih 38!?' pikirku tercengang dengan fakta itu,


"Tapi Lily berbeda dengan Ibu,dia masih 16 Bu" jawab Ian,


"Kalau begitu kalian bisa menikah lebih cepat tapi tidak memiliki anak lebih dulu" ucap Grand Duchess,


"Iya,mungkin itu bisa" ucap Grand Duke,


"Kalau begitu sudah ku putuskan, pernikahan kalian berdua akan dilaksanakan 3 bulan lagi" ucap Grand Duchess sangat senang,


"Baiklah" jawab Ian pasrah,


'Yang benar saja! aku ini masih 16 tahun!' pikirku,


Tak lama kemudian,seorang pelayan datang membawa pesan untuk Grand Duke dan Grand Duchess,


"Yang Mulia Grand Duke dan Grand Duchess,kaisar mengirim perintah" ucap pelayan itu,


"Perintah?tidak biasanya,apa isi perintah itu?" tanya Grand Duke,


"Kaisar berkata agar Grand Duke dan Grand Duchess pergi ke perbatasan Kekaisaran Timur selama 2 Minggu" ucap pelayan itu,


"Yang benar saja, perjalanan dari kesini kesana saja butuh waktu 1 Minggu,mau bagaimana lagi,kapan kami harus berangkat?" lanjut Grand Duke,


"Hari ini yang mulia" ucap pelayan itu,


"Hari ini!?yang benar saja..Baiklah, tolong minta pelayan untuk mempersiapkan barang barang kami" ucap Grand Duke,


"Baik Yang mulia" jawab pelayan itu lalu pergi,


"Jika aku ikut pergi,bagaimana dengan Yusto dan Yesra?mereka tidak bisa apa apa tanpaku" ucap Grand Duchess dengan khawatir,


"Apa yang kau khawatir kan istriku?ada Lily yang bisa menjaga mereka berdua" ucap Grand Duke tenang,


"Eh?" gumamku bertanya,


"Benar juga!Lily,maukah kau tinggal disini selama kami pergi? Yusto dan Yesra butuh seseorang untuk membantu mereka,kau pasti bisa melakukannya" ucap Grand Duchess meminta,


"Bukankah ada Ian yang bisa menjaga mereka?" tanyaku pada Grand Duchess,


"Waktu itu pernah 1x mereka ku tinggal bersama Ian,tapi yang terjadi malah, mereka merusakan barang barang karna melemparnya ke Ian" jawab Grand Duchess sambil menghela nafas,


"Pokoknya jaga mereka selama kami pergi ya Lily,kami percayakan semua padamu" lanjut Grand Duchess,


"Saya akan berusaha" jawabku,


"Baguslah,kalau begitu kami pergi dulu ya. Ian,jaga calon menantu Ibu,jangan sampai kau menyakitinya" ucap Grand Duchess agak tegas,lalu pergi dengan Grand Duke.


"Iya" jawab Ian,


"Ian, beritahu aku bagaimana Yusto dan Yesra" ucapku pada Ian,


"Lalu bagaimana dengan sifat mereka?",tanyaku


"Mereka dulu ceria,jahil,dan suka merengek pada Ibu.Tapi sejak mereka lumpuh, tidak ada lagi tawa mereka di rumah ini,mereka tidak pernah tertawa dan hanya berada di kediaman selama 4 tahun terakhir ini." lanjutnya,


"Sudah lama juga" ucapku,


"Mereka bukan anak yang jahat,hanya saja mereka masih trauma dengan Iris. Aku tidak pernah melihat cahaya di mata mereka lagi.Mereka akan marah jika dipaksa keluar dari kediaman untuk menghadiri acara,waktu itu juga aku memaksa mereka,dan mereka melempari ku dengan barang barang" lanjutnya,


"Apa makanan kesukaan mereka?" tanyaku,


"Yusto menyukai Kue Stroberi,Yesra sangat suka Pudding Vanilla.Sering kali mereka bertengkar jika makanan penutup tidak sesuai dengan keinginan mereka." jelas Ian,


"Baiklah,tunjukan padaku kamar mereka berdua" mintaku pada Ian,


"Kamar mereka bersebelahan,tepat berada di depan kamar Ibu" jawab Ian,


"Baiklah,aku akan kesana" ucapku lalu pergi ke kamar mereka berdua,


Setelah sampai di depan kamar,aku masih ragu untuk mengetuk pintu. Lalu Ian tiba tiba datang dan mengetuk pintu,


"Yusto,ini kakak,bisakah aku masuk?" tanya Ian dari depan pintu kamar Yusto,


"Masuklah kak" jawab seseorang dari dalam kamar itu.Ian masuk tanpa ragu sambil menarikku,


Tampak kamar yang mewah tapi gelap karna tidak ada cahaya matahari yang masuk, sepertinya Yusto tidak suka cahaya matahari.


"Ada apa kak?" tanya seorang anak laki laki yang duduk dikasur dengan datar,


"Kakak ingin memperkenalkan mu dengan gadis ini,dia adalah Putri dari Duke Everon sekaligus tunangan Kakak" ucap Ian memperkenalkan ku pada Yusto,


"Salam kenal Yusto" ucapku pada Yusto,


"Terserah,dimana Ibu?" tanya Yusto pada Ian,


"Ibu dan ayah sedang pergi ke kekaisaran timur,mereka akan pulang 1 bulan lagi" jawab Ian,


"Kenapa kakak tidak memberi tau aku dan Yesra!?",tanya Yusto sambil marah


"Karna mereka baru saja pergi,dan ini sangat mendadak atas kehendak kaisar" Jawab Ian tenang,


"Cih..aku tidak ingin dirawat kakak" ucap Yusto,


"Siapa juga yang ingin merawatmu" jawab Ian tanpa dosa,


"Apa katamu!?" teriak Yusto,


"Sudahlah jangan bertengkar" ujarku menenangkan perkelahian kakak adik mereka berdua,


"Jadi?apa mau mu disini?" tanya Yusto dingin,


"Grand Duchess meminta ku menjaga kalian berdua selama pergi" jawabku agak ragu,


"Hmp!kami tidak perlu dirawat oleh orang seperti mu" ucap Yusto lalu bersembunyi dibalik selimut,


"Bagaimana kalau kita ke kamar Yesra sekarang?" tanya Ian padaku,


"Baiklah" jawabku,lalu Ian membawaku ke kamar Yesra,


"Yesra,ini kakak" ucap Ian dari depan pintu kamar Yesra,


"Masuklah kakak" jawab Yesra kurang jelas dari dalam kamar,


Ian masuk lalu aku mengikutinya dari belakang,


"Kenapa kak?" tanya gadis yang duduk dipinggir kasur dengan suara pelan tapi dingin,


"Kakak ingin mengenalkan mu pada gadis ini" ucap Ian,


"Gadis?oh,apakah dia tunangan kakak,dia cantik sekali" jawab Yesra dengan sedikit senyum tipis


"Salam kenal Yesra,saya Putri keluarga Duke Everon,Lily de Everon" ucapku sambil membungkuk,


"Salam kenal Lily.Aku dengar kamu lebih muda dariku,apa itu benar?" tanya Yesra datar,


"Iya,saya masih 16 tahun" jawabku,


"Jangan formal begitu,kita ini akan menjadi keluarga bukan? bicaralah dengan santai" ucap Yesra sedikit lembut


"Baiklah" jawabku agak ragu karna tidak terbiasa,


"Sebentar lagi makan malam,apakah kalian mau ikut makan bersama di meja makan?"Tanya Ian pada Yesra,


"Aku akan ikut,tapi tidak tau kalau Yusto" jawab Yesra


"Baiklah, kalau begitu kakak akan menunggu kalian di meja makan" ucap Ian lalu keluar sambil menarikku


"Iya kak" jawab Yesra singkat tapi sempat terlihat raut wajahnya yang agak sedih,


'Apakah Yesra dan Yusto saling bertolak belakang?aku harus berusaha akrab dengan mereka'


Bersambung...


Halo semua!makasih banyak dah baca Vita Nova sampai episode ini,untuk 2 hari kedepan,Vita Nova akan Hiatus karna ada hal mendesak buat author,Itu aja yang author sampaiin,sekian terima gaji 👌🏻✨