Vita Nova

Vita Nova
Episode 48 "Lady vs Lady"



Flashback


"Aku akan beli semua gaun dari pojok atas sana sampai...pojok sana,semua yang ada di ruangan ini,akan ku beli",


Seketika satu ruangan hening tidak ada yang bicara,Lily membuka matanya lebar lebar sakit terkejutnya,Rina bahkan pingsan mendengar kata kata Ian,dan Madam Sena memecahkan kacamatanya tanpa berkata apa apa.Butik paling mahal di Ibu kota yang bahkan harga gaunnya bisa setara 1 rumah sederhana di Ibu kota sudah diborong seorang pria yang mencintai tunangannya,


"Semuanya,kirim ke tempat Marchioness Gradina atas namaku",


"DASAR GILA!!APA YANG KAU LAKUKAN?!",


"Apanya??aku melakukannya karna bosan dan sekalian membelikannya untukmu",


'Dia benar benar gila! apa yang dia pikirkan sebenarnya?!'


.


.


Episode 48


Usai Ian membayar semua gaun,ia mengajak Lily berjalan jalan sebentar di sebuah taman kecil tanpa alasan,Lily mengiyakan ajakan Ian dan pergi bersamanya,


/Di taman


"Ian",


"Hm?"


"Ada sesuatu yang harus ku tanyakan padamu",


"Apa itu?",


Lily sedikit ragu untuk menanyakan kejadian setelah dari perpustakaan,dia tidak bisa berpikir jernih dan membuat Ian menunggu,


"A-anu..emm sebenarnya tadi pagi setelah bangun tidur punggung ku sakit,dan aku tidak bisa tidur dengan nyenyak..apa kita melakukan sesuatu?..",


Ian membatu dengan pertanyaan Lily,keringat dingin mulai bercucuran dari wajahnya,dan memalingkan pandangannya dari Lily,


"A-aku tidak berniat menyalahkan mu! sebenarnya..aku hanya terkejut..ahahaha",


"Sebenarnya,bukankah itu hal yang wajar?"


Lily terkejut layaknya tersambar petir,dia tidak menyangka Ian berani melakukannya,


"K-kita memang bertunangan dan tidak jadi pembatalan t-tapi..itu sudah kelewat kan?..",


"Hm, seperti nya aku yang salah karna tidak memberikan posisi yang benar saat itu",


Ian berpikir serius dan mulai merasa bersalah,disisi lain Lily menunjukan ekspresi yang sulit dijelaskan dengan wajah merah padam,


"Kenapa kau malu?"Ian pun menyadari tingkah Lily yang aneh,


"A-apa?!aku tidak malu!",elaknya


"Maafkan aku,seharusnya aku membenarkan posisi saat itu,hal ini juga tidak akan terjadi jika kuda milikmu tidak melarikan diri",


"Ah iya aku pa-eh? melarikan diri??apa maksudmu?",


"Hum?Kuda yang membawa kereta kudamu terlepas dari ikatannya dan kabur,jadi aku membawa mu yang masih tertidur pulang menggunakan kudaku,sepertinya kau tidak terbiasa naik kuda jadi punggung mu sakit,aku meminta pelayan pribadimu untuk mengganti pakaian mu dan aku pulang,apa kau tidak tau?apa yang kau pikirkan?",


Ian menjelaskan semua yang terjadi kemarin dengan datar dan tanpa rasa bersalah, sedangkan Lily makin malu karna ternyata hanya dia yang berpikiran 'aneh',


"S-sudahlah!ayo kita kembali!"


Lily beranjak pergi sambil bergumam kesal,Ian menatap Lily dari belakang dengan ekspresi datarnya,


'Apa kepalanya terkena batu?' pikir Ian,


/Skip di mansion Ian,


Seorang gadis dengan rambut hitam bergelombang dan mata kuning keemasan berlari menuruni tangga dan menghampiri Ian,


"Kakak!",


"Hm?Yesra,ada apa?",


Gadis itu adalah Yesra,usianya sudah menginjak 21 tahun,dia sudah jadi seorang gadis yang sangat cantik dan manis sekarang,


"Apa kakak membawa pesanan ku?",


"Pesanan?",


"Jangan bilang.. kakak lupa?!",


Ian mencoba mengingat-ingat apa pesanan yang dikatakan Yesra dengan sangat keras,


"Hah..aku minta pudding vanilla dari toko roti yang sedang tren di ibu kota!!sekarang pasti sudah habis!!"


Yesra sangat marah pada Ian dan mengoceh terus terusan,Ian tidak meminta maaf dan memalingkan wajahnya membuat Yesra makin kesal,


"Yesra sudahlah,kau bisa meminta kepala koki untuk membuatnya,jangan kekanak-kanakan",


Pemuda tinggi dengan rambut pirang dan mata biru tua berjalan mendekati Ian dan Yesra yang berdebat di ambang pintu,


"Yusto,kenapa kau membela kakak?",


"Aku akan membelikanmu,sabar lah",


"Humm,baik..",


Yusto mengusap kepala Yesra pelan agar tidak terlalu emosi lagi,dan Yesra menurut kata Yusto,


"Yesra,kau akan pergi ke Pergaulan Kelas Atas besok kan?"tanya Ian,


"Tentu saja,aku akan datang dengan Yusto karna kali ini berpasangan,tidak masalah kan jika datang dengan saudara sendiri",jawab Yesra sambil merangkul Yusto,


"Kalau begitu aku harus datang ya" gumam Ian sambil berpikir,Yesra dan Yusto menunjukan ekspresi penasaran,


"Kenapa kakak harus datang?",tanya Yusto,


"Benar,lagian siapa yang akan kakak dam-ah..Lily?!",lanjut Yesra menebak pasangan Ian besok,


"Tentu saja,memangnya siapa lagi?",


"DIA SUDAH KEMBALI?!" Ian terkejut begitu Yusto dan Yesra menanyakan hal yang sama sambil berteriak ke arahnya,


"Kalian mengagetkan ku.Benar, Lily sudah kembali sekitar 5 hari lalu, tapi aku baru bertemu dengannya kemarin di perpustakaan istana",


Yusto dan Yesra ikut terkejut mendengar cerita Ian, tapi mereka juga senang karna Lily datang ke Ibu kota,


"Kita bisa bertemu Lily setelah sekian lama!",


"Benar!Aku harap dia tidak berubah sama sekali",


"Aku tidak sabar besok hari,Yusto ayo kita cari baju baju baru!",


"Ayo kita berangkat sekarang!!",


"T-tunggu Yesra!!",


Yesra menarik tangan Yusto dan berlari keluar, pergi berbelanja untuk acara besok dan meninggalkan Ian di ambang pintu,


'Dasar mereka ini..'


/Esoknya di mansion Lily,


"Nona,Tuan Muda Levian sudah menunggu anda di depan",


"Begitukah??baiklah aku akan segera kesana",


"Anda sangat simple hari ini,apa cukup menggunakan kalung permata dari Tuan Besar?",


"Rambutku cukup diurai saja,apa kau ada ide??",


Rina tersenyum tipis dan mendekat ke arah Lily,


"Nona sangat cantik walau diurai,tapi saya suka rambut nona yang hanya mengikat rambut depan ke belakang",


Rina mengikat sedikit rambut Lily dengan pita berwarna ungu pastel yang terkesan sangat mahal walau harganya murah,


"Pita itu..",


"Saya membuat pita ini dengan kain sisa gaun gaun lama nona,apakah aneh??",


"Tidak,ini sangat cantik,aku suka manik nya, terimakasih Rina",


"Sama sama Nona!",


Usai bersiap siap,Lily pergi menemui Ian yang menunggunya di pintu depan.Ian menggunakan setelan jas berwarna putih yang elegan,sangat cocok dengan wajahnya yang tampan menawan meluluhkan hati.


"Apa kau menunggu lama?"


"Tidak terla-?!"


"Kenapa wajahmu seperti itu?apakah aku terlihat aneh??"


Ian mendekati Lily sambil menunjukan ekspresi agak kesal.


"Kenapa kau berdandan terlalu cantik? bagaimana jika pria lain melirikmu?",


Lily menatap datar kearah Ian yang terlalu serius.


"Aku ini memang cantik,jadi mengaku lah,ahahaa."


Lily berjalan keluar denan ekspresi bangga,dan Ian tersenyum tipis lalu mengikutinya dari belakang.


/Skip di mansion Duke Wilen.


Aula utama mansion milik Duke Wilen itu sudah dipenuhi para bangsawan dengan gaun mereka yang mewah dan penuh dengan manik manik permata,tidak terkecuali penggelar acara itu,Arina Wilen.


Gaun biru muda dengan sentuhan mawar berwarna merah muda dan putih,serta kalung yang mengikat leher dengan renda putih terlihat sangat indah dan mewah,tapi terkesan kurang cocok dengannya.Dengan rambut hitam dan mata silver rasanya kurang berpadu dengan gaun.


"Lady Arina,anda cantik sekali."


"Gaun yang indah,sangat cocok untuk anda."


Pujian demi pujian menghujani Arina yang jadi bintang utama acara kali ini.


"Yusto,apa kau tidak tertarik dengan Lady Arina?",tanya Yesra sambil memandang Arina yang dikerumuni banyak gadis.


"Tidak.",jawab Yusto cepat.


"Kenapa?dia cantik,berwibawa,anggun."


"Dia jelek.",


'Apa apaan dia ini?.. kenapa dia menjawab nya dengan sangat cepat?..', Yesra menatap datar Yusto yang tak acuh pada topik tentang Arina.


Tak lama kemudian,Lily dan Ian datang dengan pemberitahuan.


"TUAN MUDA LEVIAN DE DARVIN DAN MARCHIONESS LILY FIDUCIA VI GRADINA MEMASUKI RUANGAN!!",


Sontak seluruh ruangan heboh dan menunggu mereka berdua masuk,


"Mereka datang,Yusto!"


"Iya aku tau",


Lily memasuki aula bersama dengan Ian disampingnya,semua orang diruangan sangat terkejut dengan kedatangan mereka berdua yang sangat serasi,tak terkecuali Arina yang sedikit kesal,lalu mendatangi mereka berdua,


"Selamat datang Lady Lily,ah..maksud saya Marchioness Gradina,senang bertemu dengan anda setelah sekian lama",


"Terimakasih banyak atas perhatian anda Lady Arina,suatu kehormatan bagi saya bisa datang ke acara ini setelah beberapa kali saya menolak acara seperti ini",


"Tidak,saya yang merasa terhormat bisa bertemu dengan Marchioness,saya tau anda sangat sibuk setelah menjadi Marchioness",


"Ya ampun anda pengertian sekali",


Para lady bangsawan lain merasakan hawa yang kurang enak dari mereka berdua walau hanya sekedar menegur sapa,


"Wah,Lily cantik sekali!Aku curiga dia bukan Lily,tapi pesona itu tetap milik Lily,benarkan Yusto?eh?",


Yusto memalingkan wajahnya dengan telinga memerah,Yesra tidak tau kenapa Yusto tiba tiba seperti itu,


"Lily,aku akan mengambil minum,kau berbincang lah dengan lady yang lain", ucap Ian sambil mencium tangan Lily,


"Baiklah,nikmati waktumu",


Ian pun pergi meninggalkan Lily dan Arina,


"Tuan Muda Levian sangat perhatian ya",ucap Arina sambil melihat Ian yang berjalan menjauh.


"Benar sekali,dia memang tunangan saya yang perhatian dan baik hati."


Lily mulai membuat Arina panas karna masih saja mengincar Ian.


"Saya dengar anda berdua sudah hampir membatalkan pertunangan,sayang sekali."ucap Arina dengan wajah memelas.


'Sayang sekali untukmu yang tidak bisa mendapatkan nya kan?kau pikir aku bodoh?'pikir Lily,


"Benar,tapi untungnya kami bisa saling mengerti,dan tidak jadi membatalkan pertunangan,dia terus terusan memohon pada saya agar tidak membatalkan pertunangan,hal itu membuat hati saya meleleh,usahanya demi saya sangat keren",


"Indah sekali kisah cinta kalian berdua,saya harap beliau menemukan pasangan yang cocok", Arina mulai menyindir Lily dan secara tidak langsung berkata kalau Lily bukan pasangan yang sesuai dengan Ian,


"Begitu ya.. sepertinya saya bukanlah pasangan yang cocok untuknya..hiks.." Lily mulai merendahkan nada bicaranya dan pura-pura nangis,para bangsawan mulai membicarakan Arina yang tidak sopan berkata seperti itu langsung didepan Lily,


'Kau pikir aku akan menyerah?'


Bersambung...