
Flashback
"Benar sekali, seperti kasus yang terjadi pada Veda.Ia menyadari kasih sayang yang ada di sekitarnya dan perasaan yakin yang terjalin antara saudara.Tapi dia hanya menyembunyikan,bukan mencabutnya, tapi konsepnya sama saja!" jelas Raja Iblis sambil memakan rambut Vel.
"BERHENTILAH MEMAINKAN RAMBUTKU DASAR BOTAK!!",Vel memanjangkan rambutnya lebih panjang dari tubuhnya lalu mengikat Raja iblis.
"Cabut saja kutukannya lalu pergi..",ucap Vel kesal sambil menatap mata Raja iblis dengan dingin.
"Tidak mau..itu salah dia sendiri jadi lakukan sendiri..",balas Raja iblis dengan senyuman kas iblis.
"Kau..!"
"Apa?..mau membunuhku?.."
.
.
Episode 74
'Entah kenapa..mereka seperti teman dekat dibandingkan musuh..',batin orang-orang disana.
"Raja iblis,saya mohon cabut kutukan itu dari putra saya.Saya tidak ingin melihatnya menderita seperti ini..",ucap Permaisuri memohon pada Raja iblis.
"Boleh saja.Tapi dengan dua syarat,dia harus memberikan seluruh kekuatan mananya sampai habis padaku dan berjanji tidak akan menginjakkan kaki di kekaisaran ini dan Tanah Malterra sampai akhir hayatnya.Dengan begitu dia tidak akan bisa lagi menggunakan sihir,kutukan,atau bahkan aura." balas Raja iblis.Permaisuri tertegun dengan syarat Raja iblis.Jika Pangeran Arhen tidak memiliki mana dalam tubuhnya,itu artinya dia hanya 'manusia biasa'.Terlebih,Pangeran Arhen tidak dapat kembali ke kekaisaran.
"Kenapa anda harus mengambil seluruh mananya?",tanya Ian penasaran.
"Jika aku membiarkan mana masih mengalir di tubuhnya yang merupakan wadah bekas kutukan milikku,dia bisa memanggil para iblis tanpa dia sadari karna mana di dalam tubuhnya sudah tercemar.Aku melakukan ini juga
karna sadar sudah mengecewakan Ashila." jawab Raja iblis sedikit sedih.
"Ashila?",Lily menatap Ian bingung.Itu adalah nama yang asing di telinganya.
"Nama penyihir wanita pertama,Ashila Yuric.Ada sejarah tersirat yang tidak diketahui banyak orang,hanya beberapa.Sumpah raja iblis pada wanita manusia pertama yang mengambil hatinya.",jelas Ian.
'Bahkan raja iblis bisa jatuh cinta?..',pikir Lily heran.
"Baiklah.. lakukanlah..aku sudah lelah..",ucap Pangeran Arhen lemas.
Raja iblis menganggukkan kepalanya.Ia menutup mata dan membaca sebuah mantra.Perlahan wujud Pangeran Arhen kembali seperti sedia kala.Dalam kesempatan itu,Raja iblis juga mengambil seluruh kekuatan mana Pangeran Arhen.
"Sudah selesai,aku harus kembali",ucap Raja iblis sedikit merajuk.
"Anak baik!Aku akan mentraktir mu macaroon nanti!",balas Vel girang.Raja iblis hanya menatap datar dan kosong lalu menghilang.
"Argh!Dasar tidak tahu diri!".
Lily dan Bel segera menghampiri Pangeran Arhen dan menyembuhkannya.Tulang tangan kanan Pangeran Arhen retak,dan tulang punggungnya patah.
"Dia hebat juga masih bisa berteriak tadi,padahal tulangnya hancur seperti ini." gumam Bel sambil mengobati tulang Pangeran.
"Setelah ini dia harus istirahat penuh sebelum mendapat hukuman.",ucap Lily.
Lily benar,walau Pangeran Arhen sudah bertobat dan meminta maaf pada seluruh penjuru negeri bahkan sampai kehilangan kekuatan mananya,tapi hukuman tetap tidak bisa ia hindari.
"Maaf..ibu..ayah.."
"Tidak apa-apa Putraku..ibu akan terus bersamamu dan dimana pun kamu akan pergi.."
Begitulah akhir dari perang pemberontakan Pangeran Arhen di istana.Para iblis yang ada di wilayah Darvin juga menghilang bersamaan dengan menghilangnya kutukan Pangeran yang dicabut Raja iblis.Yang Mulia Ratu dan Yusto serta para Elf yang datang membantu mereka.
Kerusakan yang terjadi di ibu kota dan wilayah Darvin juga tidak kecil.Dampak yang dibawa dari perang pemberontakan itu membuat masyarakat tidak bisa kembali ke rumah mereka sementara dan harus dialihkan ke wilayah lain.
Kaisar secara tegas menempatkan seluruh pemberontak dan orang yang bersangkutan di penjara, terkecuali Pangeran Arhen yang masih dalam tahap pemulihan dan tidak bisa keluar dari istananya.
Keadaan Yesra yang masih trauma dengan kematian ibunya masih belum membaik.Pemandangan yang Yesra dan Ian lihat waktu itu adalah pemandangan yang sangat menusuk hati dan jiwa mereka.Ian juga tampak merasa bersalah selama pemakaman Grand Duchess dilakukan.Begitu juga Yusto,ia benar-benar kecewa dengan dirinya sendiri yang tidak bisa melindungi keluarganya.
Soal Lady Arina dan Lady Fei masih dirahasiakan dari publik.Apalagi Lady Arina yang saat ini sedang mengandung anak dari Pangeran Arhen.Hukuman mati jatuh pada mereka berdua tepat saat anak dari Lady Arina telah lahir,maka dari itu Lady Arina saat ini di tempatkan di Paviliun Istana yang tidak jauh dari tempat Permaisuri.
Selama perang berlangsung,Zergan lah yang memperbaiki kristal mana dengan bantuan dari Damian yang menjaga Lady Arina.Sekarang kristal mana sudah kembali seperti semula dan portal teleportasi bisa digunakan kembali.
Butuh waktu lama untuk memperbaiki kerusakan akibat perang singkat itu.Banyak korban anak kecil dibawah umur yang kehilangan nyawanya.Tanah lapang disediakan langsung oleh Kaisar di bukit Archera disebelah timur yang terkenal dengan pemandangan indahnya untuk dijadikan makam para warga yang meninggal akibat perang itu.
Bangsa Elf meminta agar Yang Mulia Ratu,Yusto dan seluruh pasukan yang terlihat untuk tidak mengungkap mereka membantu perang di wilayah Darvin.Ternyata dibalik kesembuhan Ratu yang sangat cepat itu ada keajaiban dari elf yang setia pada Putri Elf,sahabat Ratu.
Disela itu semua,Ian menjelaskan apa yang terjadi di wilayah Darvin pada Lily,Ken,Zergan,dan si kembar.Terlebih cerita tentang kematian Grand Duchess yang sangat mengenaskan.Lama kelamaan cerita dibalik kematian Grand Duchess Darvin sebelumnya sudah menyebar sampai ke pelosok kekaisaran dan membuat gempar seluruh warga kekaisaran.Mereka turut berduka cita yang sangat dalam,dan merasa iba pada Yesra yang benar-benar trauma dengan kejadian itu.
5 bulan berlalu, pembangunan di ibu kota dan wilayah Darvin juga sudah hampir selesai.Masalah kristal mana dan portal teleportasi juga sudah terselesaikan.Hari ini adalah hari hukuman mati untuk Lady Fei dan partai bangsawan pihak Pangeran Arhen.
/Dipenjara Istana
Lucas tiba disana dengan pakaian formal. Sangat rapi,bahkan terbilang terlalu rapi untuk hari eksekusi mati.
"Bawa satu persatu ke alun-alun,waktu kita tidak banyak.",
"Sisakan Lady Chartina,aku yang akan mengurusnya.",
"Baik!".
Para pasukan membawa para penjahat keluar dari sel mereka,menyisakan Fei sesuai perintah Lucas.
Lucas berjalan perlahan menuju sel milik Fei.Tampak Fei yang duduk lemas dengan tangan diborgol,pakaian yang kusut dan rambut yang berantakan.
"Kau tampak sangat buruk.",ucap Lucas datar dan dingin.
"Ini memalukan..apa yang sebenarnya ku buat selama ini..",balas Fei memalingkan wajahnya tak berani menatap Lucas.
"Seharusnya aku yang bertanya.Hari ini eksekusi mu,jangan melakukan hal yang macam-macam.",Lucas membuka sel Fei dan menarik paksa tangan kecil dan rapuh itu.
"Padahal aku mencintaimu dengan tulus.. kenapa kau berkhianat?..",Lucas yang mendengar kata-kata itu terdiam.
"Tatap mataku.", ucap Lucas.
"...", perlahan Fei memberanikan diri menatap mata Lucas.Begitu melihatnya,Fei bergidik ketakutan.Mata tajam yang dingin dan hasrat membunuh dapat dirasakannya.Ujung pedang yang sudah ada di lehernya entah sejak kapan.
"Seharusnya kau melihat dirimu di cermin dan intropeksi dirimu.Aku tidak pernah mencintaimu sejak awal karna aku tau,itu hanya efek samping dari sihir yang selama ini ku pendam.Jadi jangan berharap terlalu tinggi.",Lucas menarik tangan Fei dengan sangat kasar selama berjalan menuju alun-alun kota.
Disana sudah hadir ratusan warga di jalan kota,keluarga kekaisaran di tenda khusus, serta Lily,Ian dan Zergan yang turut hadir dengan tempat khusus yang disediakan untuk mereka bertiga.Keadaan sangat ramai hanya untuk menyaksikan eksekusi mati yang dilakukan 'Grand Duke pada mantan kekasihnya sendiri'.
"Cepat bunuh mereka!",
"Dasar pembuat onar!",
"Kalian pantas mendapat hal itu!".
Sorakan dari seluruh warga begitu keras.Mereka sangat mendukung eksekusi mati yang dilakukan Lucas.
"Kakak..apa tidak apa-apa?..",gumam Lily sedikit cemas.
"Dia tidak ada perasaan terhadap Lady Chartina sedikitpun.Aku yakin dia akan dengan senang hati melakukannya." ucap Zergan sambil menopang kepalanya karna bosan.
"Entah dia ada perasaan atau tidak,eksekusi harus tetap berjalan,tidak ada toleransi sedikit pun bagi mereka." ujar Ian.
Tak lama kemudian Kaisar berdiri dari tempatnya.Sebuah pidato singkat sebelum eksekusi mati.
"Para rakyat kekaisaran yang sangat aku sayangi.Hari ini adalah hari yang sangat tidak terduga,hari dimana dilaksanakannya eksekusi mati untuk para pemberontak yang sudah merugikan kita semua.Ini adalah hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka yang membahayakan seluruh rakyat.Eksekusi ini akan dilakukan langsung oleh Grand Duke Everon."
Seluruh rakyat bersorak semangat begitu Lucas di perkenalkan.Pujian dari setiap sudut terdengar.
"Kalau begitu eksekusi hari ini, dimulai!".Begitu Baginda Kaisar menyatakan eksekusi akan dimulai,sorakan makin kencang.Lucas mengeluarkan pedangnya yang sangat tajam,pedang yang selalu ia gunakan di medan perang.Mata hijau cerah itu menatap para pemberontak dengan datar.Satu persatu pemberontak di seret maju ke papan depan dan dipaksa duduk berlutut dihadapan semua orang.Lucas dengan ringannya memenggal kepala orang-orang itu dan membiarkan kepala mereka menggelinding dimana-mana.
Zergan bersiul kagum,"Dia memotong kepala manusia seperti memotong angin.Apa dia memang manusia?",ucapnya.
"Pasukan khusus Istana yang dipimpin Lucas lebih mengandalkan energi mana ke lengan dan pedang sehingga membuat ayunan pedang lebih kuat,itu sebabnya ia sangat mudah memotong kepala manusia.Berbeda dengan pasukan khusus yang ku pimpin,aku mengandalkan mana diseluruh tubuh agar bergerak lebih cepat." jelas Ian.
"Bisa-bisanya kalian membahas hal seperti itu dengan tenangnya..",gumam Lily sedikit merinding.
Beberapa saat berlalu,tiba-tiba suasana menjadi sunyi dan tenang.Angin berhembus lembut dan awan mendung makin tebal.
"Ini saatnya." gumam Zergan.
Pemberontak terakhir yang dieksekusi hari ini.Wanita yang merupakan mantan kekasih Lucas.Waktu yang sangat dinanti-nantikan oleh para rakyat yang menyaksikan.
"Kak Fei..",bola mata Lily bergetar.Ia tidak tega melihat kak Fei yang sudah dia anggap kakaknya sendiri itu akan mati dihadapannya saat ini juga,dan dilakukan langsung oleh Lucas.
'Ini akhirnya..semua kesalahan ku akan ditebus dengan kematian ku ini..',Fei menatap Lily.Ia tersenyum pada Lily untuk terakhir kalinya.Lily pun membalas senyuman itu dengan tulus tapi tampak menahan kesedihan yang mendalam.
SRAT!.
Sontak Lily menutup mulutnya dan Ian memeluk Lily, hendak menahan air mata yang tak lama lagi akan keluar dari mata wanita itu.
"Wow.",ucap Zergan spontan sedikit kaget.
Pedang Lucas langsung memenggal kepala Fei dengan ringan.Senyuman tulus tidak menghilang dari wajah Fei.Seluruh rakyat bersorak gembira dengan eksekusi mati terakhir hari ini.
"Seperti julukannya,dia Dewa Kematian yang tidak kenal toleransi pada musuh." ucap Putra Mahkota.
"Melibatkan perasaan pada musuh adalah hal yang harus dijauhi.Entah musuh itu adalah teman,keluarga,atau bahkan kekasih.",balas Baginda Kaisar.
"Saya harap anak itu tidak menyalahkan dirinya sendiri setelah ini." ujar Yang Mulia Ratu.
"Tidak akan,aku jamin itu." balas Baginda Kaisar.
Tak lama kemudian hujan turun, membasahi tempat eksekusi yang bersimbah darah.Lucas masih disana.
'Sekarang benar-benar berakhir Fei...'
Bersambung...