Vita Nova

Vita Nova
Episode 10 "Si Kembar//2"



Flashback


"Sebentar lagi makan malam,apakah kalian mau ikut makan bersama di meja makan?"Tanya Ian pada Yesra,


"Aku akan ikut,tapi tidak tau kalau Yusto" jawab Yesra


"Baiklah, kalau begitu kakak akan menunggu kalian di meja makan" ucap Ian lalu keluar sambil menarikku


"Iya kak" jawab Yesra singkat tapi sempat terlihat raut wajahnya yang agak sedih,


'Apakah Yesra dan Yusto saling bertolak belakang?aku harus berusaha akrab dengan mereka'


.


.


Episode 10


Sebelum makan malam,Ian mengajakku berjalan jalan di taman untuk menenangkan diri,


"Sebentar lagi Musim Dingin tiba,bunganya juga akan diganti" ucap Ian,


"Kenapa harus diganti?" tanyaku penasaran,


"Tidak semua bunga bisa bertahan di musim dingin bukan,hanya beberapa bunga saja yang bisa bertahan" Jawabnya,


"Lalu,bunga apa yang akan menggantikan bunga bunga musim gugur ini?" tanyaku,


"Sebagian besar akan ditanam Bunga Amaryllis" jawabnya,


"Ohh, lalu bunga apa yang kalian sukai?" tanyaku lagi,


"Kalian?maksudmu aku dan si kembar?" Tanya Ian memastikan,


"Tentu saja",jawabku,


"Yusto tidak terlalu menyukai bunga,tapi dia memakai bunga Dahlia berwarna kuning untuk kamarnya. Yesra sangat suka dengan bunga Hortensia berwarna Biru" jelas Ian,


"Terus kau apa?,kau tidak mengatakan bunga kesukaanmu" ujarku,


"Aku tidak tahu bunga apa yang aku sukai,tapi aku sering ke taman untuk melihat bunga" jawabnya,


"Dasar aneh,ayo masuk,sebentar lagi sudah makan malam" ucapku,lalu menarik tangan Ian masuk ke dalam,


"Tidak sabaran,selapar itu kah dirimu?" tanya Ian mengejek,


"A-aku hanya mecoba tepat waktu!"jawabku mengelak,


/Di meja makan/


Yusto dan Yesra datang menggunakan kursi roda,kupikir di zaman ini belum ditemukan kursi roda.


Mereka berdua duduk di seblah kiri Ian,tepatnya Yesra berada di depanku dan Yusto diseblahnya,


Setelah ku lihat lihat,aura mereka terkesan berbeda,Yesra memiliki aura yang lebih tenang sedangkan Yusto memiliki aura yang tidak mengenakan,hal itu sedikit menganggu ku,


"Lily,apakah ada makanan yang kau tidak sukai?" tanya Ian sambil melihatku,


"Enak kok,aku hanya sedikit kurang enak badan" jawabku agak ragu,


"Begitukah?kalau begitu makan dessert saja,aku akan memanggil pelayan untuk membawakannya" ujar Ian lalu memanggil pelayan untuk membawa dessert ke meja makan,


Tak lama setelah itu,para pelayan datang membawa makanan manis berupa macaron,cookies, dan Pudding Vanilla kesukaan Yesra,


"Kenapa pudding?!aku kan mau kue stroberi!" teriak Yusto marah,


"Apa apaan kau ini?bukankah Ibu sudah bilang kalau musim gugur dan musim dingin ini Kue sedang langka?bersabarlah sedikit" ucap Ian datar seperti biasa,


"Cih" decih Yusto dan tidak melanjutkan makannya,


"Makanlah Yusto,kau tidak perlu memakan dessertnya" ucap Yesra membujuk Yusto,


"Tidak akan" jawab Yusto datar,


'Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi' pikirku,


Aku beranjak dari tempat duduk,dan permisi ke Dapur,tentu saja tidak ada gadis bangsawan lain yang menginjakkan kaki di dapur selain aku,


/Didapur/


"Nona Lily,ada hal apa anda kemari?" tanya salah satu pelayan dapur disana,


"Apakah ada stok tepung gandum yang tersisa?" tanyaku mengabaikan pertanyaan pelayan tadi,


"Ada tapi tidak cukup hanya untuk membuat sebuah kue"jawab pelayan itu


"Bawa kemari" ucapku,


Lalu seorang pelayan pria membawa sekarung tepung gandum yang hanya tinggal setengah,


"Ini sangat cukup!apa maksud kalian?!" tanyaku marah marah tidak jelas,


"Karna Tuan Muda Yusto makan kue dengan porsi yang banyak,walau selalu tidak dihabiskan" jawab pelayan agak ragu,


"Benar benar pemborosan" gumamku,


"Kalian bantu aku mempersiapkan bahan bahan!" perintahku pada para pelayan,


"Baik nona" jawab mereka agak terkejut,


/30 menit kemudian/


Aku langsung menuju dapur dengan membawa sebuah nampan berisi makanan yang istimewa untuk si kembar,


"Aku datang!maaf aku terlambat" ucapku masuk ke ruang makan,


"Darimana saja kau ini?kita sudah menunggu daritadi" tanya Ian,


"Aku membuatkan sesuatu untuk si kembar" ucapku dengan senang,


"Apa yang kau lakukan?" tanya Yusto dingin sambil menghadap ke arahku,


"Hehe,sesuatu yang akan kalian sukai" jawabku dengan tersenyum,


Sekilas mukanya sedikit memerah, lalu memalingkan wajahnya,


"Aku ingin tau apa yang kau bawa Lady,bisa kau tunjukkan padaku?" tanya Ian,


"Tentu saja,tapi ini hanya untuk Yusto dan Yesra" jawabku,


"Eh?untuk kami?aku ingin melihatnya" ujar Yesra penasaran,


Karna tidak sabar,aku meletakan makanan yang ku bawa diatas meja dan membuka penutupnya,


"Ini apa?pudding/roti?" tanya Ian keheranan dengan mukanya seperti orang bodoh,


"Pudding dan roti? sepertinya menarik" ucap Ian,


"Apa apaan makanan itu?jelas jelas terlihat tidak baik bagi kesehatan" ucap Yusto,


"Menurutku ini cantik, bolehkah aku mencobanya?" tanya Yesra,


"Tentu saja!" jawabku senang, lalu memotong makanan itu dan memberikannya pada Yesra


"Yesra!jangan sembarangan memakan makanan yang tidak jelas itu!" ucap Yusto mengingatkan Yesra,


"Tidak apa apa,lagian aku penasaran" ucap Yesra,lalu memakan makanan itu dengan agak ragu,


"Yesra!" teriak Yusto khawatir,


"Ini...Sangat enak!!aku tidak menyangka akan seenak ini.Pudingnya yang kenyal dan roti yang lembut sangat lezat,rasa nya juga sangat pas!" ucap Yesra kegirangan dengan senyum yang sangat lebar.Ian yang melihat Yesra tersenyum selebar itu sangat terkejut dan terlihat tidak percaya,


"Tidak mungkin seenak itu!" ucap Yusto mengelak dengan wajah terkejut,


"Cobalah ini!" ucap Yesra lalu memasukan makanan itu ke mulut Yusto,dengan terpaksa Yusto harus memakannya,


"Bagaimana?enak bukan?" ucap Yesra mengejek Yusto,


Ekspresi Yusto yang datar dan dingin berubah menjadi ekspresi terkejut dan cerah,seolah olah dia terkagum akan sesuatu,


"Yah,lumayan.." gumam Yusto setelah menelan Puding roti itu,dengan muka sedikit memerah,


"Terimakasih Lily!ini sangat enak" ucap Yesra memujiku dengan senyuman yang sangat tulus,matanya yang dulu tidak bercahaya mulai kembali,


"Sama sama Yesra,senang bisa membantu mu" jawabku,


"Aku ingin mencobanya.." gumam Ian suram,


"Eh?",aku baru sadar daritadi Ian terkucilan,


Ian langsung mengambil Puding roti itu dan memakannya,


"Tunggu Ian!itu kan milih Yusto dan Yesra!" ucap ku marah pada Ian,


"Ini luar biasa.." gumamnya,


"Apa?" tanyaku,


"Bisakah kau memberikan resep makanan ini pada Chef?aku sangat menyukai makanan ini" ucapnya dengan tersenyum lembut,


"B-baiklah" ucapku gagap karna malu,dan mukaku berubah merah padam hanya karna senyuman itu.


Setelah selesai makan malam,Ian kembali mengerjakan tugas yang harus diselesaikan nya,lalu Yesra mengajakku ke taman padahal hari sudah gelap.


/Di taman/


Sambil duduk di kursi roda,Yesra menikmati taman bunga musim gugur yang sudah lama tidak dia lihat,


"Benar benar Indah,aku menyesal tidak pernah keluar rumah" ucapnya bercanda,


"Kenapa kau memutuskan tidak keluar rumah?bahkan tidak kehalaman sekalipun"tanyaku pada Yesra,


"Aku takut,kejadian 4 tahun lalu masih tersimpan di kepala ku,betapa takutnya aku pada dunia luar" jawabnya sambil gemetar,


"Yesra,dunia ini memang jahat dan kejam,dunia ini adalah neraka" ucapku,


"Huh?",gumamnya


"Tapi,jika kau bisa menemukan orang yang benar benar tulus mencintaimu dan menerima semua hal tentang mu,baik buruk atau tidak nya dirimu,kau pasti bisa menemukan kebahagiaan" lanjutku dan tersenyum kearah Yesra,


"Begitu ya,baiklah, terimakasih Lily,aku sangat beruntung mengenalmu" jawab Yesra sambil tersenyum,


Setelah itu,aku memanggil Rina dan memintanya mengambil 'barang' yang kuminta dari kediaman keluarga ku,


"Apa yang kau minta?" tanya Yesra,


"Aku ada hadiah untukmu" jawabku,


"Hadiah??",


lalu Rina datang membawa buket Bunga Hortensia berwarna Biru yang besar,


"Lily!apa ini!?" tanya Yesra terkejut,


"Yesra,kau sangat menyukai bunga Hortensia ini bukan?aku meminta Ayah untuk mengirimnya kesini demi dirimu.Aku melihat Bunga di kamarmu sudah layu,jadi aku berniat menggantinya dengan ini,aku harap kamu suka" ucapku lalu memberikannya pada Yesra,


"Lily..Terima kasih banyak,aku menyukaimu" ucap Yesra dengan senyum lebar setelah menerima buket itu,


"Hanya Yesra?bagaimana denganku?kau tidak adil" ucap Yusto yang tiba tiba datang dengan kepala pelayan,


"Soal itu aku sudah menyiapkannya" ucapku lalu mengambil buket bunga Dahlia berwarna kuning yang dibawa Rina juga tadi,


"Ini,kau suka bunga ini kan?aku sudah meminta ayah untuk mengirim ini juga'' ucapku lalu memberikan buket bunga Dahlia itu pada Ian


"T-terima kasih" ucap Yusto dengan muka agak merah lalu menerima nya,


"Bukan berarti aku menyukaimu!aku sangat tidak menyukai mu!" lanjut Yusto terkesan memaksa,


"Iya iya" aku hanya bisa mengalah,


"Bunga kalian tidak seberharga bunga milikku" ujar Ian yang datang entah darimana,


"Darimana kau datang?" tanyaku pada Ian,


"Tidak usah pedulikan itu,aku bisa datang darimana saja" ucapnya,


"Kakak,bukankah kakak tidak memiliki bunga kesukaan?" tanya Yesra memastikan,


"Siapa bilang,bukankah kalian sudah melihat bunga itu?" ucap Ian dengan nada sedikit mengejek,


"Kau tidak pernah menunjukan nya" balasku, Lalu Ian tersenyum dan mendekati ku,


"Bunga favoritku sudah jelas,Lily"


"Oh!benar juga,Lily kan nama bunga,itu bunga yang indah" Ucap Yesra,


"A-apa maksudmu dasar bodoh!" ucapku menentang perkataan Ian sebelumnya dengan muka merah,


"Kau memang lucu Lily" ucapnya sambil mencubit pipiku,


"Hey!itu sakit bodoh!" teriakku,


Sekilas aku melihat muka Yusto yang murung,dan aku tidak paham apa yang dipikirkan nya saat ini.


Bersambung...


Telat up:') author masih agak sibuk akhir akhir ini🗿☕ jadi bakal sering telat post. Btw makasii buat Views nya ya,Sekian terima gaji 🗿✨