
Flashback
Sebelum sampai di pintu,kepala pelayan datang menyampaikan sebuah pesan,
"Permisi Tuan dan Nona,saya ingin menyampaikan pesan dari Tuan Muda Levian yang baru saja sampai" ucap Kepala Pelayan,
"Cepat katakan" ucap Lucas,
"Beliau meminta Nona Lily datang ke Grand Duchy Darvin besok,
"Kenapa tiba tiba?" tanyaku,
"Saya tidak tahu Nona,Tuan bilang urusan mendesak" ucap Kepala pelayan,
'Ada apa ya tiba tiba? perasaanku tidak enak'
.
.
Episode 20
Besoknya aku berangkat ke Grand Duchy Darvin dengan Vel dan Bel atas panggilan Ian,karna jalan yang bersalju,agak susah untuk sampai kesana.
/Skip di kediaman Grand Duke Darvin/
"Selamat datang Nona Lily" ucap Irvan yang sudah menungguku di gerbang,
'Baru pertama kali dia menemuiku langsung'
"Terimakasih Irvan" jawabku,
Irvan mengantarku masuk ke mansion untuk bertemu Ian.Entah kenapa aku sangat gugup,tidak biasanya aku seperti ini saat bertemu Ian.
Tak lama kemudian,kami sampai di depan ruang kerja Ian lalu Irvan mengetuk pintu,
"Tuan Muda,Nona Lily sudah tiba" ucap Irvan memberi tau Ian,
"Masuklah" ucap Ian dari dalam ruangan,
Lalu Irvan membuka pintu ruangan itu dan mempersilahkan ku masuk. Tampak Ian sedang duduk di kursi dengan Beberapa lembar berkas dan raut wajah yang sangat suram. Dia terlihat lelah dan kesal.
"Duduklah Lily.." ucap Ian dingin,
"Baiklah" jawabku lalu duduk di sofa di depan meja kerjanya,
"Jadi,ada apa kau memanggilku kemari?" tanyaku ragu,
"Tolong aku.." ucap Ian dengan nada rendah tapi sedih,
"Ada apa?.." tanyaku merinding,
"Ibu..tidak bangun sejak 1 minggu lalu.."ucap Ian sangat lesu tapi dia tidak menangis,
"Huh?!apa yang terjadi pada beliau?!" tanyaku,
"Setelah beliau mendengar kabar kematian ibumu..dia syok berat dan terbaring sakit selama 2 hari..lalu 1 minggu lalu..Ibu sama sekali tidak bergerak..sampai hari ini." jelas Ian,
"Bolehkah aku melihat kondisi beliau?" tanyaku khawatir,
"Baiklah..aku akan mengantarmu.." ucap Ian lalu beranjak dari kursi nya dan mengantarku ke kamar Grand Duchess,
Ian mengetuk pintu kamar beliau tapi tidak ada balasan.Tentu saja Ian merasa sedih,melihat Grand Duchess yang sudah lama koma.Lalu Ian terpaksa membuka pintu tanpa izin,
Disebuah ranjang yang mewah,terbaring seorang wanita,tak lain adalah Grand Duchess Darvin yang terlihat kurus,lemah,dan pucat.Sekarang aku paham kenapa Ian sangat sedih, bahkan aku yang bukan anak Grand Duchess terasa tercabik cabik melihat kondisi Grand Duchess sekarang,
Ian mendekat kearah Grand Duchess,lalu duduk dipinggir ranjang dan menggenggam tangan Grand Duchess,
"Ibu..Lily datang melihatmu..tolong bukalah mata anda.." ucap Ian penuh harapan,aku bahkan tidak menyangka,Ian yang digosipkan tanpa perasaan bahkan pada keluarganya sendiri,berbeda jauh dengan kenyataannya,
'Lily,jiwa wanita itu terjebak di alam bawah sadar' ucap Vel lewat telepati,
'Ada sesuatu yang menjebaknya disana, sepertinya ini ulah suatu sihir kegelapan' lanjut Bel,
'Sihir kegelapan?maksud anda Nigreos?' tanyaku,
'Benar sekali,tapi..beliau adalah Grand Duchess Darvin,istri dari Grand Duke Darvin dan Ibu dari Levian penerus Grand Duke Darvin,apa akan mungkin mereka tega melakukan ini?' ucap Bel terheran,
'Trisela,coba cari tahu apa yang membuatnya terjebak di dunia alam bawah sadar itu' ucap Vel pada Bel,
'Padahal namaku itu Bel..hmp!' ucap Bel cemberut,
'Apa apaan kau ini?sudah jelas kau iu Tri-' 'BEL'ucapan Vel terpotong perkataan Bel yang terkesan menekan,
"Baiklah Bel,cepat periksa' ujar Vel mengalah,
'Hehe baiklah!' ucap Bel,
Setelah itu,Bel membulatkan matanya yang mengeluarkan cahaya,sambil melihat Grand Duchess lekat lekat.Tak lama kemudian,Bel selesai dan sedikit murung,
'Ada apa Bel?' tanyaku,
'Anu.. itu..jiwanya sudah gelap' ucap Bel,
"Apa?!" teriakku bukan dari telepati melainkan dari mulut,
"Kenapa kau tiba tiba berteriak Lily?kau membuatku kaget" tanya Ian dengan raut wajah terheran sekaligus terkejut,
"A-ah?!Tidak!bukan apa apa!lupakan kejadian barusan.." ucapku,
"Haa,baiklah" ucap Ian menurut,
'Jadi apa yang harus kulakukan?' tanyaku pada Vel dan Bel,
'Kau harus menggunakan sihirmu' ucap Vel,
'Tapi,aku masih belum terbiasa menggunakan sihir ini' ucapku resah,
'Yakinlah pada dirimu sendiri,kau pasti bisa' ucap Bel menyemangati ku,
'Berapa lama?' tanyaku,
'Sekitar 2 hari nonstop' ucap Bel polos,
'2 HARI?!Yang benar saja,aku butuh tidur juga!apa tidak ada cara lain yang lebih cepat?' tanyaku,
'Gunakan teknik sihir buatanmu sendiri' ucap Vel
'Tunggu,apa?!tentu saja tidak mungkin!' ucapku tidak yakin dengan perkataan Vel,
'Aku sudah bilang sebelumnya bukan?Sihir tidak memiliki Teknik,semua itu tergantung isi pikiran dan niat pemilik sihir.Semua yang aku ajarkan padamu selama ini bukanlah teknik,itu hanya sebatas anak sihir.' jelas Vel serius mengatakan hal itu,
'Baiklah..' jawabku kurang yakin,
"Ian, biasakah kau ambilkan bunga kesukaan Grand Duchess di taman?setidaknya 20 tangkai" ucapku meminta tolong pada Ian,
"Tapi masalahnya sekarang adalah musim dingin,aku tidak tahu apakah bunga itu ada atau tidak karna tidak pernah ke taman" jawab Ian agak lesu,
"Cek saja dulu,ini demi Grand Duchess juga,aku sudah bilang akan membantumu bukan? percayalah padaku",
"Baiklah,aku percaya padamu. Aku akan segera kembali setelah mendapatkan bunga itu",
"Terimakasih Ian",
"Sama sama,tolong jaga Ibu dulu ya",
"Tentu saja",
Setelah itu, Ian keluar dari Kamar menuju Taman mencari bunga kesukaan Grand Duchess,
"Aku akan mengawasinya.Bel kau disini bersama Lily" ucap Vel lalu beranjak pergi mengikuti Ian,
"Lily, genggam lah tangan Grand Duchess,dan kumpulkan niat serta isi pikiran mu dengan energi positif yang akan membantu beliau" ucap Bel,
"Baiklah",
Aku melakukan seperti apa yang dikatakan Bel.Tangan Grand Duchess ku genggam dengan erat,lalu aku menutup mata.Aku mencoba mengumpulkan energi positif di sekeliling ku dan mengucap sebuah kata kata yang langsung keluar dari mulutku dengan pelan.Entah bagaimana, aku mengucapkan kalimat kalimat itu dengan lancar.
Setelah beberapa detik,tangan ku memancarkan cahaya yang sangat aneh.Cahaya yang sangat terang itu mengeluarkan suhu yang hangat.
"fokuslah" ucap Bel mengingatkan ku,
Semakin aku fokus,aku semakin merasakan tubuhku yang gemetar,tubuhku serasa akan pecah,tapi aku harus bertahan demi beliau dan Ian,
Lalu selang beberapa lama,cahaya itu menghilang dan tubuh Grand Duchess yang awalnya sangat pucat mulai kembali normal. Aku terjatuh lemas setelah melakukan hal itu,nafasku sangat berat,tubuhku bahkan tidak bisa digerakan,
"H-hah..ugh..",aku pun pingsan seketika dan tidak tahu apa yang terjadi setelah itu,
.
.
Aku membuka mata setelah sadar aku pingsan waktu menolong Grand Duchess dengan sihir ku. Tampak langit langit kamar yang bukan kamarku,tapi tidak asing bagiku.Tubuhku terasa berat..aku melihat ke samping tubuhku,Ian..dia tertidur di sebelahku,
'lho?Ian? kenapa dia disini??' pikirku,
Aku mencoba menggerakkan tubuh pelan pelan karna masih terasa sakit,
"Lily?..",suara Ian terdengar lemah,dia terbangun karna gerakan ku,
"Maaf,aku tidak sengaja membangunkan mu" ucapku sambil mengelus rambut nya,
"Kau baik baik saja?" tanya Ian sambil menghentikan tanganku yang mengelus rambut nya,
"Aku baik baik saja" jawabku,
"Kau pingsan setelah aku kembali ke kamar Ibu,jadi aku membawamu ke kamarku..kau tahu betapa khawatirnya aku melihatmu lemas seperti itu?..apa yang kau lakukan sampai terjatuh lemas dan pingsan seperti itu?.." jelas Ian dan bertanya dengan ekspresi yang hampir menangis,
"Aku mengembalikan sesuatu,tidak ada yang lain" jawabku tersenyum,
"Mengembalikan?" tanya Ian,
"Bukankah Grand Duchess sudah sadar?" tanyaku,
"Tadi aku hanya melihat muka beliau yang tidak pucat lagi,aku terlalu memikirkan mu sampai lupa memeriksa keadaan ibu setelah membawamu kesini" jelasnya,
"Kalau begitu ayo kita periksa keadaan beliau" ucapku lalu mencoba turun dari ranjang,
"Tidak boleh" ucap Ian menghentikan ku,
"Tapi keadaan Grand Duchess harus kupastikan" ucapku,
"Aku akan memastikannya,kau tunggu saja disini,aku akan segera kembali" ucap Ian lalu beranjak keluar,
'Apa Grand Duchess akan baik baik saja ya?..'
/skip selang beberapa lama/
Ian kembali dengan Grand Duchess yang sudah sadar,
"Ian?Grand Duchess!syukurlah anda baik baik saja" ucapku senang,
"Lily.." Grand Duchess menghampiri ku lalu memelukku sambil menangis,
"Ya ampun Grand Duchess!anda tidak boleh seperti ini,anda masih harus istirahat!" ucapku khawatir pada keadaan Grand Duchess,
"Terimakasih Lily.. terimakasih banyak.." ucap Grand Duchess sambil mengelus rambutku,
"Tidak,anda tidak perlu seperti ini.Ini kewajiban saya" ucapku,
Hari itu,Grand Duchess menangis puas sambil memelukku. Ian senang melihat Ibu nya yang sudah kembali sehat,dia merawatku sampai pulih setelah siuman dari pingsan. Aku sudah mengirimkan surat ke Kak Lucas dan Kak Ken kalau aku akan menginap sekitar 3 hari di Mansion Ian,dan mereka mengizinkanku,tentu saja Ian tidak tahu aku mengirim surat pada mereka karna dia juga sibuk dengan urusannya.Pada akhirnya,aku memang bisa menjalani hidup ini lagi.
Bersambung..
Hai hai hai⊂((・▽・))⊃✨maaf author telat up,lagi sakit(lagi),-" jadi author minta maaf udah telat up:( mungkin bakal hiatus lagi,maaf(╥﹏╥)sekian dulu dari author sering Hiatus minus akhlak gak ada niat,terima gaji
•́ ‿ ,•̀💔✨