Trapped in Love

Trapped in Love
97. Akhir bahagia



“Iya aku mengerti nara, kami akan segera kesana.” Fira terlihat memutuskan sambungan teleponnya yang terhubung beberapa saat dengan Nara.


Wanita itu buru-buru menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda karena harus menjawab telepon dari sahabatnya. Memakaikan baju di tubuh Dimas, menyisir rambut lembut anaknya, lalu memakaikan sepatu di kaki pria kecil itu. “Selesai! Ayo sayang!”


Dengan wajah riang keduanya berjalan keluar rumah dengan tangan Fira mengampit jari-jari Dimas. Di depan rumah tampak Keanu yang bersandar pada body mobil menunggu mereka.


“Ayo Ayah, kita berangkat!!” Teriak Dimas Bersemangat.


.


“Dah nenek kakek, hati-hati di jalan” Adelia tampak mengerakan tangan Axel melambai mengarah pada mama dan papa nya. Setelah dua jam melepas rindu pada kedua orang tuanya, akhirnya Adelia harus membiarkan ke dua orang tuanya untuk pulang.


Sampai saat inipun, Adelia belum bisa mempercayainya. Hidup terpisah dari kedua orang tuanya, memiliki suami dan melahirkan dua anak kembar yang sangat tampan dan cantik. Semuanya berjalan dengan sangat cepat tanpa Adelia sadari kapan saja semua perubahan itu terjadi.


“Ayo sayang”


Adelia mengehela lembut, tatapannya tersorot jelas pada pria disamping tubuhnya. Alva yang ikut mengantarkan kedua orang tua Adelia ke mobil akhirnya mengajak wanita itu kembali memasuki rumah mereka. Tangan pria itu melingkar dipinggang Adelia, menuntunnya pergi bersama.


“Mereka sudah jalan?”


“Sepertinya begitu, Ervan tadi menghubungiku saat dia sudah siap. Berikan Axel padaku”.


“Tapi sayang, kamu sudah menggendong Alexa”


“tidak apa aku kuat bahkan menggendongmu ke ranjang juga sangat juat” goda alva.


Alva mengambil alih tubuh Jino dari dekapan Adelia untuk di gendongnya bersama Alexa. Mereka berada di dalam lift dalam suasana hangat penuh canda. Sesekali tertawa saat Adelia berhasil menggoda Axel yang sedang merajuk, mengundang senyuman pria itu. Baik Adelia maupun kedua anak kembarnya, keduanya tampak menggemasakan dimata Alva.


Dengan satu tangannya yang lain Alva memeluk tubuh istrinya, mengecup sayang kepala wanita itu.


‘Terima kasih Tuhan’ ucap syukur alva dalam hatinya.


.


-Ting Tong-


“Sepertinya mereka datang?”‘


Adelia buru-buru menuju pintu, membiarkan Alva mengambil alih Axel dari awasannya yang sedang bermain diatas sofa bersama robot-robotan milik bocah itu. Sedangkan Alexa sedang bermain robot robotan di lantai.


“Kalian sudah datang?”


Tanpa di perintah, keempat orang itu plus Dimas yang tak terhitung dalam orang dewasa melangkah masuk kedalam apartement. Suasana seketika menjadi ramai satu detik setelah kehadiran mereka.


“Axel Alexa!!!”


Tidak hanya Dimas, Nara, Ervan bahkan kedua orang tua Dimas berseru bersamaan menghampiri Prince dan princess, bergantian mencubit pipi bocah bocah kembar itu, menciumnya sesekali yang membuat Axel dan Alexa memalingkan kepalanya saat lagi-lagi pipinya akan diserang.


“Hah! Alva! kau terlalu berlebihan” Cibiran Ervan mengundang tatapan pria itu menoleh ke arahnya. Dengan buru-buru Ervan pergi dari sana, kebalik tubuh Nara.


“Ah sudahlah, biarkan dia tetap seperti itu. Ayo kita kedapur.” Adelia yang sejak awal tidak peduli dengan sikap suaminya mengajak Nara dan juga Fira. Setidaknya mereka harus menyiapkan beberapa makanan untuk makan malam.


“Alva, aku belum selesai denganmu. Ayo kita lanjutkan yang kemarin” ujar Keanu bersemangat. Sudah tidak ada dendam atau amarah lagi diantara mereka semua, masa lalu yang terjadi sudah mereka lupakan untuk menggantikan masa depan yang lebih baik, Fira dan Keanu sudah mengakui kesalahan mereka dan mereka sudah tampak berubah ke arah yang lebih baik sejak kedatangan Dimas dalam hidup mereka.


Sedangkan Jeremy sudah tidak pernah lagi mengganggu kehidupan adelia dan alva, sepertinya wanita yang ditemuinya waktu itu sudah mengajarkan banyak hal tentang kehidupan pada Jeremy, hingga dia tidak pernah lagi mengungkit alva untuk tetap mencintai adiknya dia juga melarang Luna untuk mengganggu hidup Alva dan adelia. Wanita itu sekarang sibuk mengurus karir nya sebagai model di luar negeri, dia juga sudah melupakan alva karena larangan dari Jeremy.


Alva yang merasa mendapat nada tantangan dari mulut Keanu, akhirnya beranjak dari sisi Axel dan Alexa maupun Dimas. Kedua pria itu berjalan mendekati layar LCD yang masih berada diruangan yang sama dengan anak-anak mereka.


Keanu dan Alva terlihat menjatuhkan tubuhnya duduk di atas karpet bulu, tangan keduanya sudah siap dengan senjata masing-masing saat layar datar di depannya menunjukan urutan kata ‘READY’.


Kedua pria itu akhirnya sibuk sendiri bermain game. Keanu yang memang memiliki rasa penasaran yang tinggi tidak pernah mau menyerah untuk dapat mengalahkan Alva. Sudah berapa kali mereka bertarung, dan sebanyak itu juga Keanu selalu kalah, gimana mau menang bos pemilik perusahaan game di lawan, mau main berapa kalipun tetap saja selalu mendapatkan kekalahan.


Merasa dirinya adalah satu-satunya orang yang terabaikan di tempat itu, akhirnya Ervan memutuskan untuk bergabung bersama Axel, alexa dan juga Dimas.


“Uncle, ayo kita main kejar-kejaran.” Dimas terlihat antusias mengajak pria dewasa itu bermain. Karena tidak mau mengecewakan anak itu, Ervan akhirnya setuju dengan ajakan Dimas. Pria itu terlihat menurunkan Axel dari atas sofa.


“Siapa yang mengejar?” tanya Ervan pada ketiga bocah kecil di hadapannya.


“Uncle” serentak ketiga bocah itu menunjuk dan berbicara secara serentak.


“Uncle?”


Dimas mengangguk pasti berulang kali. “Ya! paman yang jadi harimau”


“alimau” beo Alexa.


“Harimau?” Ervan mendadak jadi orang bodoh di depan ketiga anak kecil itu. Dimas terlihat menganggukkan lagi kepalanya.


“Aku, alexa dan Axel adalah anak kecil yang mau uncle makan” Seru Dimas lagi bersemangat.


“uncle akannn!” beo Alexa lagi.


“Oh baiklah, jika begitu bersiap-siaplah paman makan” Ervan langsung memperagakan dirinya sendiri layaknya harimau yang sedang mengaum dan mendekati anak anak kecil yang sudah berlarian kesana kemari.


“Waaaaaaa”


Saat itu juga ruangan ramai di penuhi teriakan Dimas, Axel dan Alexa. Keduanya berlarian tidak jelas menghindari kejaran Ervan, pria itu tidak berada di posisi berdiri, Ervan merangkak layaknya seperti harimau berjalan mengincar mangsanya.


Axel yang nampak masih terlihat ragu saat berlari akhirnya memilih ikut merangkak sama seperti Ervan. Bocah itu terlihat merangkak cepat menghindari kejaran Ervan yang sebenarnya tidak benar-benar cepat. Teriakan-teriakan histeris keluar dari bibir Dimas maupun axel dan Alexa apa lagi bocah kecil itu dia yang paling bersemangat merangkak dengan cepat menjauhi Ervan.


...🧩🧩🧩🧩🧩...