Trapped in Love

Trapped in Love
56. Pesta



Pukul 7 malam,


Dan pada akhirnya Adelia tetap memakai pakaian itu juga, dia sudah berdiri di depan cermin besar yang bisa memperlihatkan seluruh lekukan tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Sempurna, dari gaun hingga sepatu yang melekat di tubuh mungil adelia terlihat sempurna. Itu adalah gaun yang sangat pas di tubuhnya dan itu adalah gaun yang sangat ingin adelia buat dan kenakan untuk dirinya sendiri, dia mempersiapkan gaun itu dengan membayangkan akan pergi makan malam dengan alva, dan ingin menggoda suaminya dengan gaun indah yang dia kenakan.


Seharusnya Adelia tersenyum, namun sekarang tidak ada senyuman di bibirnya, hanya ada aura tidak menyenangkan di raut wajahnya.


Nara membantu adelia Bersiap dan tersenyum manis pada adelia, “kau sangat cantik del” puji nara.


Adelia hanya membalas ucapan Adelia dengan tersenyum getir. Setelah cukup lama berdiri di sana, Adelia menemukan bayangan maya lainnya selain dia dan nara di ruang kerjanya itu. Wanita itu berbalik dan menemukan Alva berdiri di ambang pintu dengan tangan pria itu masukkan ke dalam saku celananya.


Pria ini semakin terlihat sempurna saat adelia mengetahui jika Alva bukanlah pria tidak normal. Dia terlihat tidak normal hanya untuk menyembunyikan alasan, alasan yang membuat dia hanya mencintai satu wanita saja.


Haruskah adelia mensyukuri saja keadaan Alva yang tidak normal. Dengan begitu pria itu tidak akan mencintai seorang wanita. Awalnya dia berdoa agar alva menjadi pria normal, sekarang wanita itu menyesali doa yang terus dia sebutkan itu.


‘Kau terlalu egois adelia’ ucap adelia dalam hati.


“apakah sudah siap?” tanya alva datar.


“Hmm” adelia mengangguk dan berusaha tersenyum manis.


“Ayo” alva mengulurkan sebelah tangannya pada adelia, “kami pergi nar” pamit alva pada nara yang masih ada di ruangan itu.


“hati hati! Jaga sahabatku baik baik” seru Nara.


“pasti” jawab alva.


Adelia dan Nara saling berpandangan sebelum wanita itu benar benar pergi dari hadapan Nara. Nara memberikan kode ‘semangat’ pada sahabatnya sementara adelia hanya membalas dengan senyuman saja.


...🩰🩰🩰🩰🩰...


Adelia dan Alva sudah berdiri di tengah luasnya aula hotel, ditengah kerumunan orang banyak. Selama perjalanan ke sana hanya ada kesunyian antara Alva dan Adelia, Alva yang tidak bisa mencari pembicaraan hanya bisa diam karena dia memang tidak pernah memulai pembicaraan, lagian alva masih takut membahas malam pertama mereka, alva masih takut Adelia meminta cerai.


Sedangkan adelia yang biasanya cerewet, kali ini ikutan diam seperti alva yang membisu, jika mood wanita itu sedang tidak bagus dia memang selalu seperti itu.


Setelah turun dari mobil adelia sedikit terkejut karena di sambut begitu banyak orang dengan berjalan di red carpet layaknya artis papan atas, akhirnya adelia tau alasan alva memintanya memakai dress itu. Dan sekarang di sinilah mereka berada di kerumunan banyak orang yang sama sekali tidak adelia kenali.


‘Jadi, ini bukan pesta perpisahan seperti yang aku pikirkan’ gumam adelia dalam hati, wanita itu sedikit bernapas lega karena apa yang dia pikirkan ternyata salah. Menurut pria di sampingnya yang adalah suaminya sendiri, itu adalah acara sebuah pesta undangan para pengusaha besar di seluruh dunia. Makanya karena itu begitu banyak wajah asing yang tidak adelia kenali di sana. Lagi pula dia tidak suka menghadiri pesta seperti itu.


Adelia di perkenalkan pada banyak orang yang dikenal oleh suaminya. Bersyukurlah dia adalah gadis yang pintar sehingga dia memiliki keterampilan beberapa bahasa asing, Adelia jadi tidak mempermalukan suaminya yang menjadi pusat perhatian hari ini. Alva juga bahkan memperkenalkan dirinya sebagi istrinya pada orang orang yang selalu saja menghampirinya meskipun hanya sekedar untuk menyapa dan memberi salam penghormatan.


Malam ini, Adelia benar benar menemukan bukti jika suaminya adalah raja dari ribuan raja di dunia bisnis. Mereka semua berada di tempat ini begitu bersikap sopan dan hormat pada alva suaminya. Meskipun umur alva jauh lebih muda dari para undangan di tempat itu.


“Alva~!”


“Ternyata kita bertemu disini, aku senang melihatmu” sapa wanita itu sambil tersenyum manis pada alva. Tapi Alva tetap mempertahankan wajah datarnya, dia sama sekali tidak tersenyum malah semakin mengeratkan genggaman tangannya agar adelia tidak menjauh darinya.


“Tidak mengenalkan istrimu padaku?” tanya pria di sebelah wanita yang menyapa alva.


“ini istriku, adelia” Alva akhirnya mengeluarkan suaranya setelah tadi cukup lama terdiam.


“halo, aku Jeremy, aku tidak menyangka kamu begitu cantik, pantas alva tergila gila padamu” Jeremy mengulurkan tangannya pada adelia, namun saat adelia hendak membalasnya, alva lebih dulu menyambut tangan Jeremy.


“dia tidak salah apapun, aku sudah memberimu kesempatan kemarin, tapi kau tidak melakukannya, jadi jangan macam macam pada istriku” ucap alva dingin.


“hahahhaha” Jeremy tertawa keras dan cukup menarik perhatian, “Aku tidak menyangka ternyata kamu benar benar berubah alva” sambung Jeremy.


Luna menatap tidak suka pada adelia yang masih berdiri di samping alva. Adelia yang melihat tatapan itu mulai sadar bahwa wanita di depannya menyukai suaminya.


‘Apa mereka kenal sejak lama?’ tanya adelia dalam hatinya.


“Baiklah baiklah, aku tidak akan menggoda istrimu, tapi apa dia sudah mengenalku, Alva?” sindir Jeremy.


Adelia menatap Alva minta penjelasan tapi sayang pria itu belum menatap adelia, dia masih menatap dingin Jeremy, “tentu saja, dia adalah istriku” balas alva berbohong.


.


Adelia memilih meninggalkan alva sebentar karena dia ingin ke kamar kecil, ketika wanita itu kembali dia memilih hanya berdiri tegak di dekat tempat makanan melihat alva yang sudah berbincang dengan orang lain, adelia merasa sedikit lelah menemani alva, berbohong, mata wanita itu menangkap sosok Jeremy dan wanita cantik disebelahnya yang juga masih berbincang dengan alva dan rekan yang lain, dua orang itu tampak tertawa tapi alva sejak tadi hanya menampilkan wajah datarnya.


“Namanya Luna, dia adalah saudara kembarnya Lana, dan pria disebelahnya adalah abangnya Luna dan Lana, tentu saja mereka tau jika alva pria normal”


Seperti mendapatkan keberadaan dan bisikan setan. Adelia merasakan hawa disekitar tubuhnya terdeteksi mengerikan. Dia memutar kepalanya sedikit dan benar saja, Pria menyebalkan itu berdiri begitu dekat dengan dirinya.


“kau membaca pikiranku?” sinis adelia.


“dengan Hanya melihat raut wajahmu saja aku sudah dapat menebak apa isi pikiranmu itu” Ervan menggeser tubuhnya agar sejajar berada di sisi adelia. Pria itu tanpa dosa merangkul tubuh mungil wanita disampingnya. “Apa kabar adikku sayang” kekeh ervan.


“Cih! Siapa yang kau sebut adikmu” adelia mendengus kesal dan memukul tangan Ervan yang berada di bahunya.


“tentu saja kau?” Ervan membeo polos, “dan mulai sekarang panggil aku abang atau kakak, kau mengerti?” sambung pria itu sambil menaik turunkan alisnya.


“Tidak mau, aku sudah punya abang yang lebih baik dari pria menyebalkan dan menjengkelkan sepertimu” tolak adelia dingin.


...🎻🎻🎻🎻🎻...