Trapped in Love

Trapped in Love
43. Adelia kembali luluh



“Kau ingat perjanjiannya Adelia! Kita tidak bisa bercerai sebelu dua tahun!” pekik alva marah, ini pertama kalinya pria itu berkata kasar pada adelia.


“Aku tidak meminta bercerai, aku hanya ingin pergi beberapa hari, pekerjaanku sangat banyak hingga aku tidak punya waktu untuk pulang pergi dari apartemen ke butik, jaraknya cukup jauh, dan aku tidak sempat memasak sarapan, karena itu_”


“karena itu kau ingin pergi dengan koper itu?!” potong alva.


“Benar” jawab adelia singkat.


“Bukan karena ingin menjauhiku, sebenarnya apa yang terjadi padamu adelia!” bentak alva lagi.


“Aku kenapa? Terus kamu mau aku bagaimana? Aku sedang ingin keluar alva” bantah Adelia.


“Adel kamu harus tetap di sini, tidak boleh kemanapun, kalau kamu lelah menyetir biar aku yang mengantarkan setiap hari, kalau kamu tidak mau memasak sarapan biar aku yang membuatkannya untukmu, kalau kamu tidak mau melihatku aku akan menghilang tapi jangan pernah tinggalkan tempat ini” ujar alva lalu berbalik pergi.


Adelia terdiam dan berjongkok dia hanya diam membiarkan alva kembali pergi. “kamu jahat alva, kenapa kamu bersikap seperti ini padaku” isak adelia. Gadis itu mulai menangis terisak.


...🎷🎷🎷🎷🎷...


Besok paginya adelia bangun sedikit lebih siang, semalaman alva tidak pulang dan itu membuat gadis itu menjadi semakin sedih.


Entah siapa yang salah tapi Adelia hanya ingin menenangkan dirinya, entah kenapa kemarin alva marah besar padanya, melarang dia untuk keluar dari rumah.


Adelia berjalan keluar dengan sangat malas, mata gadis itu terbuka sempurna saat melihat alva ada di dapur dan sedang memasak di sana.


“alva?” tanya adelia untuk memastikan bahwa memang benar yang ada didepannya adalah suaminya yang dia rindukan padahal baru beberapa jam dia tidak bertemu.


“pagi istriku, bagaimana rasanya tidur tanpa suamimu ini?” sapa alva sambil mendekati adelia.


Adelia tidak menjawab, dia langsung memeluk alva dengan senyuman yang sudah merekah indah, “maaf” gumam adelia yang kembali luluh dengan sikap hangat yang ditunjukkan oleh suaminya.


Alva melepaskan pelukannya sebentar dan mengusap puncak kepala adelia, “kenapa kamu yang minta maaf, harusnya aku yang minta maaf karena sudah bersikap kasar padamu tadi malam, maaf selama ini aku selalu bersikap dingin, kalau kamu gak suka Ervan datang ke rumah, kamu boleh mengusir dia, aku tidak akan marah, Kalau kamu ingin marah padaku juga boleh, aku akan menerima semuanya” ujar alva dengan lembut.


Adelia mengangguk dan kembali memeluk Alva.


“Sekarang siap siap, aku akan mengantar kamu pergi kerja” ucap alva.


Adelia mengangguk cepat dan kembali ke dalam kamarnya. Alva sendiri tersenyum senang melihat kegembiraan adelia.


📳📳📳📳


Dering ponsel di sakunya membuat alva yang mau melanjutkan memasak kini berhenti, pria itu mengambil ponselnya lebih dulu.


📲“ya van ada apa?” tanya Alva.


📲“Cepatlah ke kantor, ada Jeremy dan Luna, mereka bilang kalau kau tidak segera datang, mereka akan mendatangi apartemen mu” ujar Ervan dari sebrang telepon.


Alva menghembuskan nafas sedikit berat.


📲“baiklah sampaikan pada mereka, bahwa aku akan datang sebentar lagi” bohong alva, padahal dia akan menunggu adelia dan menepati janjinya pada adelia untuk mengantar gadis itu pergi kerja dan membuatkan sarapan untuknya.


.


Adelia menatap alva yang sudah selesai menyantap sarapannya, “apakah kamu terburu buru?” tanya adelia heran.


Alva tersenyum dan menggeleng pelan, “aku akan ganti baju dulu sebentar, tunggu sebentar ya” ujar alva.


Setelah selesai mengganti baju alva baru mengantarkan adelia menuju butiknya.


“Al, ponsel kamu terus bunyi” tegur adelia.


“biarkan saja” jawab alva santai.


“mau aku angkat kan? Mungkin kamu susah karena menyetir” tawar adelia.


Alva menggeleng, “tidak usah tidak perlu” tolak alva lagi.


Adelia akhirnya mengangguk pasrah dan melihat lihat ke arah jalan, mengabaikan suara ponsel alva yang terus berbunyi nyaring.


...🪕🪕🪕🪕🪕...


‘Bugh bugh bugh’


“kak berhenti! Kau bisa membunuhnya!” teriak Luna pada jeremi yang saat ini sedang memukuli Alva.


“tidak akan! Aku tidak akan berhenti memukulnya!” pekik Jeremy dengan emosi yang sudah memuncak.


Ervan langsung menahan tangan Jeremi yang hendak memukul alva lagi. “Sudah cukup Jeremy, kau bisa membunuh alva, apa kesalahan dia” tahan Ervan.


“Dia tidak salah katamu?! Kalau dia tidak ada adikku masih hidup sampai sekarang! Karena dia adikku mati dan sekarang dia sudah punya wanita lain yang dia cintai bagaimana nasib adikku sekarang?!” maki Jeremy dengan amarah yang memuncak.


Jeremy, alva dan Ervan adalah sahabat sejak mereka SMP, dan Lana adalah adik Jeremy yang berbeda 3 tahun darinya,


“kakak sudah cukup kasian kak Alva” Luna menangis sambil mendekat ke arah alva. Hal itu membuat alva melotot dan terkejut melihatnya, bukan hanya wajah tapi sampai suara pun sangat mirip, mungkin karena Luna melakukan operasi pada wajah dan pita suaranya agar mirip dengan Lana.


Luna mengulum senyum melihat alva yang terdiam menatapnya, inilah yang dia harapkan melihat wajah terkejut alva, dan melihat reaksi Alva saat melihat Lana muncul di hadapannya.


“Tolong jangan menyentuhku” tolak alva, dia memang sempat terkejut tadi, tapi beberapa saat kemudian Alva mulai sadar bahwa wanita yang di hadapannya bukanlah Lana, karena jantungnya tidak berdetak sama sekali. Atau memang karena nama lana sudah berganti dengan nama Adelia.


Mungkin jika alva belum bertemu dengan adelia dia akan luluh dengan kehadiran Luna, tapi sekarang karena sudah ada adelia yang ada dipikiran alva hanya tentang gadis itu.


“Apa alva yang meminta untuk diselamatkan? Apa alva yang menyebabkan kematian Lana?! Lana sendiri yang memilih mendorong alva untuk menyelamatkannya itu jelas kecelakaan Jeremy!” Bentak Jeremy.


“hiks hiks, tapi Lana sangat mencintai Alva hingga dia rela mati demi alva, kenapa kak alva dengan mudahnya melupakan Lana, Hiks hiks” Luna terisak dengan air mata yang mengalir deras.


“benar! Lana sangat mencintai alva! Sekarang katakan padaku kalau pernikahan itu hanya pernikahan palsu, kamu masih mencintai lana sepenuhnya!” tambah Jeremi.


“Bunuh saja aku, kalau itu yang kamu inginkan” ujar alva. Dia tidak menjawab pertanyaan Jeremy, alva memang sudah siap dengan semua konsekuensi atas pernikahan yang dia lakukan.


“kau mencintai istrimu alva!” pekik jeremi.


“ya, aku menikahinya karena aku mencintainya, apa yang salah dari itu?” tanya alva, jantungnya berdetak keras saat mengucapkan perasaannya, ‘apa yang salah dengan jantungku’ batin alva.


‘Bugh’ Jeremy kembali melayangkan pukulan pada perut alva hingga membuat pria itu kembali terbaring di lantai.


“Salah! Seharusnya kau menikah dengan Luna, bukan dengan wanita itu! Luna adalah saudara Lana, jika kau menikah dengannya Lana tidak akan menolaknya!” maki Jeremy.


...🎻🎻🎻🎻🎻...


Bonus pict