Trapped in Love

Trapped in Love
55. Salah paham



Adelia sampai di butiknya sangat siang, karena dia memilih mandi setelah alva selesai mandi, dia juga memang sengaja tidak ikut dengan alva, karena takut pria itu sudah sangat telat ke kantor. Adelia memang sengaja tidak buru buru mandi karena ingin menyiapkan sarapan buat alva. Dia juga sempat berdiam diri memikirkan pembicaraannya dengan Ervan semalam, ditambah pembicaraannya dengan Ervan dan sikap Alva tadi pagi.


Sejak dikhianati oleh Keanu, dia bahkan tidak pernah sampai seperti itu memikirkan seorang pria, memang adelia sempat depresi sesaat tapi dia bisa melepaskan hatinya untu Keanu, tapi saat memikirkan alva dia tidak bisa membayangkan untuk melepaskan pria itu. Tadi malam bahkan dirinya langsung patuh begitu merasakan pelukan alva.


Kenapa Alva selalu memberikan kejutan padanya. Kejutan yang membuat perasaan wanita itu jungkir balik tidak jelas seperti ini.


Apa yang harus Adelia lakukan sekarang? Dia sudah jatuh terlalu dalam. Rasanya adelia ingin lari, meninggalkan semua harapan semu yang ia bayangkan.


Tapi Adelia benar benar tidak ingin pergi dari Alva. Dia masih ingin berada di sana, di dekat pria itu. Entah apa alasannya, adelia masih belum mau mengakui perasaannya yang sudah sangat jelas terlihat. Adelia sekarang hanya ingin mengikuti keinginan hatinya saja saat ini.


Semua lamunan adelia langsung lenyap saat tiba tiba saja Nara mengetuk pintu ruang kerjanya.


‘Tok tok tok’ Nara membuka pintu sambil memasukkan kepalanya ke dalam sana, melihat adelia dengan cengiran khas nya.


“Kenapa? Tumben pakai ketuk pintu” kekeh adelia.


“Ada paket untukmu” ujar Nara sambil membawa kotak yang lumayan besar di tangannya.


Adelia melirik kotak itu dan keningnya berdenyut bingung dia seperti mengetahui kotak apa itu, tapi di saat yang bersamaan dia juga ragu.


“Buka aja dulu” ujar Nara sambil mengulum senyumannya.


Adelia akhirnya mengikuti perintah nara untuk membuka kotak itu, “apa pemilik dress ini tidak suka dengan desainnya?” tanya Adelia setelah melihat isi kotak yang dibawa Nara.


Nara mengedikkan bahunya dan mengulum senyum, “aku tidak tau, apa kamu menyukainya?” tanya balik nara.


Adelia semakin menatap Nara dengan kening berkerut, “Tentu saja aku suka, tapi permasalahannya adalah ini dress pesanan orang bukan? Kamu yang bilang orang itu ingin memesan dengan ukuran tubuhku dan malas untuk mengukur kesini, apa dress nya tidak muat dia pakai makanya dibawa kesini lagi?”


Adelia memang mendapatkan pesanan dari anonym yang disampaikan oleh Nara, wanita itu mengatakan bahwa si anonym ini terlalu malas datang kesini, dan dia memberikan adelia kesempatan untuk membuat dress yang sangat dia impikan dan ukuran tubuh wanita itu bahkan si anonym ini meminta Adelia mengeluarkan inspirasi dress yang sangat dia inginkan harga tidak akan menjadi masalah buatnya.


Karena hal itu harga dress di tangan adelia cukup mahal, ditambah jas pasangan untuk pria, tapi yang ada di hadapan adelia sekarang hanya dress yang akan digunakan untuk wanita tidak ada jas pria nya.


“Tadi aku mengatakan apa? Saat aku datang kesini padamu?” tanya Nara sambil terus tersenyum.


“Paket untukku?” adelia berkata seperti orang yang sedang bertanya karena dia masih juga tidak mengerti dengan ucapan Nara.


“Ini dari suamimu” ungkap nara.


“Apa?!” pekik adelia tidak percaya.


“Iya ini dari suami kamu, dia bertanya padaku, kamu lebih suka dress buatanmu sendiri atau dress yang dibeli dari luar, dan aku mengatakan kamu lebih suka dress yang kamu rancang sendiri” ujar Nara sambil tersenyum lebar.


“Mana aku tau, coba saja dulu dress nya” ujar nara sambil mengedikkan bahunya.


Adelia cepat cepat mengangkat dress yang ada di dalam kotak besar itu, dan di bawahnya memang ada selembar kertas yang ditulis oleh alva.


‘Pakai gaun ini, karena aku akan menjemputmu jam 7 malam nanti’ isi pesan yang alva selipkan di bagian bawah dress.


“Apa apaan ini?!” Adelia mengerjab tak percaya dengan nota kecil yang di tulis oleh suaminya, tiba tiba pikirannya berkeliaran tidak jelas.


“cieee cieee ada yang mau diner dengan suami nih, romantis banget sihh” ledek Nara, gadis itu salah arti dengan keterkejutan adelia, Nara mengira adelia saat ini terkejut karena sedang berusaha menahan malunya dengan sikap romantic alva.


‘Alva, sebenarnya kamu kenapa sih, dasar pria kulkas kalau bicara dan bertindak suka sesuka hatinya, apa maksudnya dia mengajakku diner? Ahh itu tidak mungkinkan, lalu ini ajakan untuk apa? Apa ada sesuatu hal yang ingin dia katakan padaku?’ adelia terus termenung menatap dress ditangannya dan memikirkan alasan alva menyuruhnya memakai dress itu.


‘Maaf’ Adelia tiba tiba teringat dengan ucapan yang di katakan oleh alva sebelum dia menutup matanya dan tertidur lelap.


‘Maaf? apa ini arti dari ucapan maaf yang dia ucapkan kemarin?’ tanya adelia dalam hatinya, tiba tiba perasaannya menjadi kacau dan jantungnya terasa sangat sakit, hanya ada pikiran negative di dalam otaknya, dan dia sangat takut untuk menghadapi kenyataan itu.


“Del, adel kenapa diam saja?” tanya Nara kebingungan karena dia tidak melihat wajah bahagia dari adelia.


“hahh?! A-aku hanya bingung untuk apa dress ini” lirih adelia.


“Tentu saja makan malam menyenangkan atau sesuatu romantis lainnya” tebak Nara.


“Atau ucapan selamat tinggal untukku” tambah Adelia dengan suara pelan.


“del! Jangan berpikiran negative dulu! Alva sendiri loh yang bertanya pada aku yang mana kamu sukai, pokoknya kamu harus dandan yang cantik agar bisa menunjukkan pada alva bahwa kamu suka dengan gaun itu” omel Nara.


‘Maaf’ kata kata alva tadi malam terus muncul dalam kepalanya, ketakutan adelia untuk di tinggalkan oleh alva semakin besar.


Adelia tiba tiba terduduk lemas memikirkan hal buruk yang sedan gada dalam kepalanya, dia juga sudah kehilangan semangat yang tadi ia pancarkan saat mendengar gaun untuk dirinya dari Nara.


Jika berpakaian indah hanya untuk sebuah perpisahan itu sangatlah keterlaluan bukan?


“Adel kamu kenapa!” pekik Nara khawatir.


Adelia langsung memeluk Nara dan terisak kecil dalam pelukan sahabatnya itu. “Nar, aku takut” lirih adelia.


“Ini nih hal yang paling aku benci darimu adelia, khayalan dalam otak mu itu sangat mengerikan, aku bisa melihat alva sangat menyayangimu, jangan memikirkan hal yang membuatmu sedih, pikirkan hal yang membuatmu bahagia, semua hanya dugaan otak kamu saja, belum tentu terjadi, kalaupun terjadi emangnya kenapa?! dia yang akan menyesal membuang berlian di depan matanya adel” omel Nara sambil terus berusaha menenangkan Adelia yang masih terisak di pelukannya.


...🎸🎸🎸🎸🎸...