Trapped in Love

Trapped in Love
32. Pulang Malam



‘ting tong ting tong’


“bentar!” teriak Ervan dari dalam apartemen miliknya.


Pria itu melotot dan melongo begitu membuka pinta yang ada didepannya adalah alva.


“Kenapa kau disini?” pekik Ervan.


“berisik” alva berucap acuh sambil langsung masuk ke dalam apartemen milik Ervan.


“kau gak diikuti wartawan kan Al?!” teriak Ervan sambil melirik kiri dan kanan sebelum menutup pintu apartemennya.


“gak tau!” jawab Alva asal sambil membaringkan badannya di sofa milik Ervan.


“ya elah ni anak, kalau mau tidur sana di rumah sendiri! Aku mau pergi alva!” usir Ervan.


“Berisik kalau mau pergi, pergi aja sana!” usir alva balik.


“Alva! Kamu bertengkar dengan Adel?” tebak Ervan.


“. . .” tidak ada jawaban dari alva, pria itu sudah memejamkan matanya tidak mau memberikan jawaban.


Ervan geleng geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu, “jangan jadi tunawisma di apartemenku! Kau punya apartemen sendiri alva!” bentak Ervan.


“berisik! Ini salahmu! Kamu yang memasukkan gadis itu ke dalam kehidupanku! Sekarang tanggung jawab! Aku beru saja menyakitinya!” umpat alva kesal.


“apa?!” Ervan kini duduk di sofa sebelah alva dan menatap pria itu serius, “kau memukulnya alva?!” tebak ervan, setahu ervan, alva bukanlah pria yang suka bermain tangan pada wanita, jadi dia tidak pernah membayangkan alva akan bermain tangan pada Adelia.


“tidak, pokoknya aku menyakiti gadis itu, jadi kalau kau mau pergi, pergi sana! Aku ingin disini dulu” usir alva.


“baiklah aku pergi!” ujar Ervan, mengalah.


...🎸🎸🎸🎸🎸...


“arrggghhh.. “ adelia melenguh sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit, gadis itu baru saja bangun dari mabuk yang baru pertama kali dia hadapi.


“nih minum dulu” nara meletakkan segelas air putih ke hadapan Nara agar gadis itu meminumnya.


“hmm thank you” ucap adelia lemah dengan suara seraknya khas orang baru bangun tidur. “arrggghh” adelia kembali melenguh merasakan sakit kepala yang baru pertama kali dia rasakan seperti orang orang yang baru habis mabuk.


“Sakitkan, rasain, sekarang makan dulu baru minum obat” nara berjalan ke dapur untuk memanaskan sup yang sudah mulai dingin, dia juga meletakkan sup itu ke hadapan adelia agar gadis itu segera memakannya tidak lupa obat yang ada di sana.


“Sorry nar, aku nyusahin ya waktu mabuk?” lirih adelia.


“enggak, kamu hanya mengoceh panjang lebar tentang suamimu, betapa kamu mencintai pria itu” bohong Nara.


“Apa?! Aku mengatakan bahwa aku mencintainya?!” pekik adelia tidak percaya.


Adelia cepat cepat menggelengkan kepalanya, “enggak gak mungkin itu, aku tidak mencintai dia! Nara aku tidak mencintainya!” tolak Adelia sekali lagi, dia sama sekali tidak percaya dengan ucapan nara padanya yang mengatakan dia menyukai alva.


“Ahhh sayang sekali coba aku merekamnya, lain kali aku akan merekam mu yang meracau mengatakan suka pada alva” bohong Nara lagi, gadis itu berusaha menahan tawanya karena wajah adelia yang tidak percaya dengan ucapannya. “udah lanjut makan dulu, habis itu kamu pulang sana” usir nara.


“nar, aku menginap di sini aja ya satu hari ini aja” pinta adelia dengan wajah memelas.


“kamu ada masalah dengan alva?” tebak Nara.


“enggak, gak ada” elak adelia, dia masih belum mau mengatakan pada Nara bahwa dia merasa canggung dengan Alva yang menciumnya mendadak, itu adalah ciuman keduanya yang Adelia tau, padahal itu entah ciuman ke berapa yang alva lakukan padanya.


Alva memang cocok dibilang sebagai pria jahat seperti yang biasa adelia umpatkan untuk pria itu, alva dan adelia sama sama keras kepala dan susah untuk mengungkapkan isi hati mereka. Karena itu kedua nya akan bersikap canggung setelah ciuman itu.


“Del, gimana aku bisa memberikan solusi pada masalahmu, sementara kamu tidak mau jujur padaku” ujar nara.


“Please nar, tolong jangan tanya tanya tentang alva aku sedang tidak mau bicara padanya” elak Adelia.


Nara mengangkat kedua tangannya ke atas, “oke maafkan aku, sekarang masalahnya kapan kalian berdua akan melakukan konversi pers? Kamu sudah menjadi celebrity dadakan Adel” canda nara.


“entahlah aku sedang tidak mau berbicara padanya untuk membahas hal seperti itu, dia pria gila” umpat adelia kesal sambil memegangi bibirnya, rasa hangat dari bibir alva masih bisa dia rasakan, sebenarnya Adelia bukannya marah tapi dia ingin lebih dari ciuman itu, adelia ingin merasakan ciuman itu lagi, dan adelia ingin tau arti ciuman panas mereka tadi pagi.


...🎤🎤🎤🎤🎤...


Alva baru pulang ke apartemennya pukul 11 malam, dilihatnya adelia sudah tertidur di tempat tidur, semalam dari rumah ervan, alva juga pulang pada pukul 11 dan dia mendapati adelia juga lebih dulu tertidur. Saat pagi harinya alva terbangun dengan keadaan Adelia tidak ada di kamar, dan dimanapun, yang ada hanya segelas kopi dan sarapan pagi untuk alva di meja makan, adelia dan alva memang masih belum berbicara sejak kasus ciuman itu.


Alva memang sengaja pulang agak malam karena dia bertemu dengan salah satu teman wanita ervan, pria itu ingin mengetahui bahwa detak jantungnya yang berdetak aneh saat adelia juga akan terasa sama dengan teman wanita ervan.


Tapi saat teman wanita ervan mencoba mendekatinya alva malah merasa jijik dengan wanita itu, jangankan alva terangsang pada wanita sexy itu, jantungnya berdetak kencang saja tidak.


Alva mendekati adelia dan menunduk menatap wajah gadis itu, “aku merindukanmu” ucap alva pelan.


Padahal baru sehari mereka diam diaman dan tidak bertemu dalam keadaan sadar, tapi alva sudah merasa rindu pada gadis itu.


Alva duduk di lantai sambil menatap wajah adelia yang terpejam, tangan pria itu terangkat untuk mengelus pipi adelia, “maafkan aku telah membawamu masuk ke dalam duniaku, maafkan aku adel” lirih alva sambil terus memperhatikan adelia.


Tangan alva kini menjalar ke bibir adelia dan pria itu mengusap pelan bibir adelia, “bibir ini, selalu menggodaku, aku sudah berkali kali menahan diri untuk tidak menciumnya, tapi aku tidak dapat menahan diri lagi, salah sendiri kenapa bibir ini sangat menggoda, Aku tidak tau kenapa aku seperti ini, tapi berikan aku waktu untuk memikirkan semuanya adel, aku sedikit lama dalam masalah seperti ini tapi saat jawaban itu sudah ada aku akan segera memberi tahumu adel, jadi aku mohon tolong bertahan sedikit lagi” gumam alva pelan.


Seandainya adelia mendengarnya, gadis itu pasti akan merasa senang, namun sayang gadis itu benar benar tertidur nyenyak, hingga tidak tau alva sudah pulang ke rumah.


...🎻🎻🎻🎻🎻...


Bonus Pict