Trapped in Love

Trapped in Love
15. Perjanjian Pernikahan



Alva dan Ervan sempat pandang pandangan, lalu ervan tersenyum, “dia mah jago dalam acting, dan tidak apa dia tidak akan tertarik padamu” tunjuk Ervan pada Alva sambil tertawa keras.


Adelia langsung merengut mendengar ucapan Ervan, ‘dasar mentang mentang percaya sama pacarnya, aku yang cantik ini di bilang gak mampu menggoda dia’ umpat adelia dalam hati.


“Ahh baiklah” gumam adelia acuh.


Nara menepuk pelan bahu adelia dan mendekatkan wajahnya pada telinga adelia, “baru kali ini wajah cantikmu tidak bisa menggoda pria” bisik Nara sambil menahan tawa.


“berisik” balas Adelia sambil berbisik juga.


“Del, jadi kapan sesi fotonya?” tanya ervan.


“Lusa gimana? Apa bisa?” balas adelia.


“Hmmm lusa ya… bisa kok, si alva gak ada jadwal lusa ini” ujar Ervan. Alva hanya geleng-geleng kepala karena adelia bertanya padanya malah ervan yang menjawab. “dan bagaimana kalau sekalian lusa tanda tangan surat perjanjian kontrak kalian?” usul ervan.


“Surat kontrak?!” seru adelia.


“Ya, bukannya kalian menikah hanya untuk statuskan, tentu harus ada batas Batasan dalam pernikahan” ujar Ervan.


“Aku tidak akan menyentuh dia, kenapa harus pakai surat kontrak, kalau pakai itu bagaimana kalau ketahuan” protes adelia.


“Nona adel, sekarang kita menikah karena bisnis, anda bisa saja membuat masalah setelah menikah tidak sesuai dengan apa yang telah dibicarakan, jadi tentu saja harus ada surat kontrak” jelas Ervan tegas.


Adelia menghela nafas berat, “baiklah, sampai jumpa lusa” ujar adelia pasrah.


“baik terima kasih” ucap ervan.


...🏑🏑🏑🏑🏑...


Dua hari kemudian Adelia sudah menunggu kedatangan Alva dan Ervan ke kantornya, dia sudah menatap selembar kertas yang berisi perjanjian darinya untuk Alva.


“nar~ aku benar benar menikah dengan pria tidak normal” lirih adelia menatap Nara.


Nara hanya tertawa mengejek adelia, “salah siapa yang membuat masalah duluan, udah di kasih peringatan tapi masih ngeyel, mending pasangannya tampan bisa untuk tameng dari Keanu” ledek nara lagi.


“Tampan sih tampan kalau tidak normal apa gunanya coba, aku bakal jadi perawan tua, gak di sentuh suami aku sendiri” ucap adelia sendu.


“kenapa tidak buat perjanjian sampai kapan menikah?” usul Nara.


Adelia menatap perjanjian pernikahan yang dia buat, “aahhh aku lupa, tapi papa dan mama gak boleh aku bercerai jadi gimana dong?”


“Tanggung sendiri nasibmu adel” kekeh Nara, sambil berjalan menuju pintu masuk karena pintu itu baru saja di ketuk.


.


“Selamat pagi” sapa Ervan.


“pagi” jawab Nara, sedangkan adelia hanya diam tidak mengatakan apapun, pikirannya masih tentang pernikahan dan ingin mengubah Alva menjadi normal secara tiba tiba. “ayo duduk, kita bicara tentang surat kontraknya” lanjut Nara.


“baik” angguk ervan. Setelah duduk bersama Alva, ervan menyerahkan surat kontrak yang dia pegang pada Adelia. “Ini surat kontrak kami, kalau surat kontrak dari adelia mana?”


“Ini” adelia dan Ervan bertukaran surat kontrak, adelia mulai membaca surat kontrak yang dibuat pihak alva.


🧩🧩🧩


Perjanjian pernikahan


Pihak Pertama : Alva Dio Pratama


Pihak Kedua : Adelia Embun Chalandra


- Pernikahan paling singkat akan dilakukan selama 2 tahun lebih dari dua tahun itu tergantung pihak pertama dan kedua mau tetap lanjut atau bercerai.


- Selama masa pernikahan Pihak pertama dan pihak kedua tidak boleh saling jatuh cinta.


- Pihak pertama dan pihak kedua tidak boleh memberitahu tentang perjanjian pernikahan pada siapapun, hanya Nara dan Ervan yang menjadi saksi yang tau tentang perjanjian pernikahan ini.


- Pihak kedua harus membantu pihak pertama dalam membersihkan nama baik pihak pertama.


- Skinship dan ciuman hanya dilakukan saat dibutuhkan.


Jika perjanjian di atas di langar pihak pertama atau kedua harus terkena sanksi berupa denda sebesar 50 milyar dan pihak pertama atau pihak kedua yang melanggar harus mengabulkan keinginan dari pihak yang dirugikan atas pelanggaran perjanjian.


Perjanjian ini di saksikan oleh Nara Inez Nuria dan Ervan Rasendriya, sebagai saksi mereka tidak boleh membocorkan apa yang ada di dalam surat perjanjian jika mereka membocorkan mereka akan denda 100 milyar.


🧩🧩🧩


Adelia mendengus kesal membaca surat perjanjian yang di tulis pihak alva, “kenapa harus pakai denda atau mengabulkan keinginan” gerutu Adelia kesal.


“Karena bisa saja adelia melanggar perjanjian ini, anda bisa membongkar bahwa ini pernikahan kontrak dan anda juga bisa semakin menghancurkan nama baik kami” balas Ervan.


“tapi bukannya 50 milyar itu terlalu murah untuk kalian? Jadi kalian bisa saja melanggar perjanjian ini” gerutu adelia.


“Tapi bukannya ada tiket mengabulkan keinginan apapun, kamu bisa meminta surat perjanjian ini di publikasikan dan kami tidak bisa menolak karena sudah tertulis dalam surat perjanjian” ujar Ervan.


“Baiklah, bagaimana surat perjanjian yang aku tulis?” tanya Adelia.


Alva dan Ervan mulai membaca surat perjanjian yang adelia buat.


🧩🧩🧩


Surat perjanjian Pernikahan


Pihak A : Adelia Embun Chalandra


Pihak B : Alva Dio Pratama


- Pihak A dan Pihak B harus bisa berakting mesra dan saling mencintai di depan orang lain, termasuk kedua orang tua dan keluarga pihak terkait.


- Pihak A dan pihak B harus hidup di dalam kamar yang sama, untuk menghindari ketahuan oleh orang orang.


- Pihak A akan membantu pihak B dalam membersihkan nama baiknya tapi Pihak B harus bisa meyakinkan keluarga pihak A untuk menikah, jika tidak bisa maka pernikahan akan batal.


Perjanjian ini tidak boleh di ketahui oleh siapapun termasuk orang terdekat, sahabat atau keluarga, hanya Nara dan Ervan yang boleh mengetahui ini


Sekian perjanjian yang pihak A tulis.


🧩🧩🧩


“ini perjanjian atau hanya coret coretan?” Alva akhirnya buka mulut dan langsung mengkritik tuisan Adelia.


“Suka suka aku dong, aku yang membuat perjanjiannya, anggap saja kalau ada yang melanggar pernikahan kita langsung batal atau denda seperti yang kamu tulis” Bela Adelia.


“dan kenapa aku harus meyakinkan keluargamu?!” amuk Alva, kalau acting berpura pura mesra dia setuju tapi alva yang irit bicara dan sulit bicara tidak bisa meyakinkan orang lain, dia bukanlah pria romantis.


“karena papa ku tidak akan membiarkan aku menikah jika pria itu tidak terlihat baik di matanya” ujar adelia.


“sudahlah Al, lakuin aja apa susahnya meminta anak orang untuk di pinang?” protes Ervan.


“betul tu, terima atau tidak, kalau tidak mending kalian cari orang lain yang mau bersedia menerima perjanjian pernikahan kalian, ingat! aku hanya satu satunya wanita dengan kriteria yang pas, bisa menerima suami tidak normal sepertimu” tantang adelia.


Dalam hati gadis itu berharap alva menolak dengan begitu pernikahan dia bisa batal.


“Alva, terima saja, dia sudah menerima perjanjian yang kita buat” perintah Ervan meyakinkan alva.


...🥁🥁🥁🥁🥁...