
Tanpa merubah ekspresi wajahnya, Keanu menghentakkan tangan Alva menjauh dari tubuhnya. Dia berniat memukul Alva meskipun ingin. Keanu berusaha keras untuk menahan itu, “aku tak melakukan apapun kepada wanita itu jika itu yang kau maksud”. Ujar Keanu.
Tatapan keduanya tak berubah. Kebencian begitu jelas terbaca di sana. Alva benar benar lepas kontrol. Kejadian seperti ini bahkan pertama kali Ervan saksikan, Tindakan Alva yang sama sekali tidak pernah ervan bayangkan itu justru terjadi di hadapannya.
Ervan kini yakin adelia adalah wanita yang sangat berharga bagi Alva, itu sebabnya alva bisa semarah itu pada Keanu hanya karena sebuah pelukan saja.
“Tenang Al, kita bicarakan baik baik masalah kalian, kenapa kamu menjadi orang seperti ini sih?” tanya Ervan heran.
“tidak perlu” Keanu menolak. Matanya masih menatap tajam membalas tatapan Alva. Ervan benar benar terabaikan sekarang. Jika yang kau takutkan wanita itu kembali padaku, kau sebaiknya membuang jauh kecemasanmu itu” lanjut Keanu.
Alva cukup tertegun dengan pernyataan itu, Tapi Alva tetap mempertahankan tatapan tidak Sukanya pada pria itu. Pria yang seenaknya saja sudah memeluk istrinya. ‘Sialan, seharusnya aku tidak pernah membiarkan adelia keluar rumah’ umpat alva dalam hati.
“Jangan pernah menyentuhnya lagi” ujar alva dingin
Alva memberikan peringatan yang hanya di tanggapi sunggingan bengis dari satu sudut bibir Keanu.
“Dia bahkan menolak sentuhanku” balas Keanu.
“Kau memeluknya” ujar alva sekali lagi.
“Anggap saja itu pelukan terakhir untukku: Alva berujar ringan, tapi kalimat itu justru seperti menamparnya. Pelukan terakhir? Jadi dia harus benar benar kehilangan wanita itu.
Melepaskan adelia? Sepertinya itu terlalu sulit. Keanu tidak yakin jika dia mampu mengontrol dirinya untuk tidak melihat Adelia dalam waktu yang lama. Bahkan setelah wanita itu menikah dengan Alva. Keanu selalu mengawasi adelia secara diam siam hanya demi melepaskan perasaan rindunya terhadap wanita itu.
Keanu tidak sanggup berdiri di sana lebih lama, hanya mengingat nama wanita itu saja dia menjadi begitu lemah, semua penyesalannya sudah terlambat, tidak mungkin jika dia harus menjatuhkan air matanya di hadapan alva dan Ervan. Tanpa berniat pamit terlebih dahulu pada kedua pria itu, Keanu melangkah pergi meninggalkan tempat perdebatannya dengan alva begitu saja. Setidaknya pukulan yang alva berikan padanya bisa menjadi bayaran untuk tamparan yang adelia dapat karena dirinya.
“Al~” Ervan berniat menenangkan Alva dengan menyentuh Pundak pria itu, tapi alva menolaknya dengan pergi begitu saja, meninggalkan ervan berdiri di sana, sama seperti apa yang Keanu lakukan.
“Kau akhirnya merasakan perasaan itu lagi al, kau kembali menjadi alva yang dulu” Ervan berguman pada dirinya sendiri. Senyuman aneh itu kembali terlihat di wajah tampannya. Perasaannya bergemuruh tidak jelas. Jadi.. Apa usahanya membuat alva jatuh cinta sudah berhasil?
Keanu berdiri mematung didepan ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Ruangan itu dilapisi dinding kaca sepenuhnya, jadi dia bisa dengan mudah melihat kesana, ke arah salah satu Inkubator yang terletak berjejer dengan Inkubator lainnya.
Di sana ada seorang bayi laki-laki, anaknya. Bayi yang baru lahir beberapa jam yang lalu secara prematur. Bayi itu nyatanya selamat meskipun dia harus mendapatkan perawatan medis untuk sementara waktu.
Jangan tanyakan kenapa Fira sudah melahirkan padahal kandungannya baru berusia sekitar 5 bulan seharusnya bayi mereka belum terbentuk, tapi kenyataannya Fira menyembunyikan kehamilannya, entah bagaimana caranya perut fira tidak seperti wanita yang sudah mengandung 8 bulan, dia hanya terlihat seperti wanita yang sedang mengandung usia 4 bulanan, wanita itu ternyata menipu semuanya keluarga hingga Keanu sendiri.
Awalnya keanu tidak percaya bahwa itu adalah putranya tapi setelah melihat wajah anaknya sendiri, Keanu yakin itu adalah putranya, jadi tidak perlu melakukan tes DNA dia sudah yakin itu anaknya.
‘Ibunya atau anaknya?’
‘Tidak bisakah kau menyelamatkan keduanya Dokter?’
‘Kondisi tubuh istri anda begitu lemah. Putuskan sekarang kami tidak memiliki banyak waktu.’
Keanu teringat perdebatannya dengan dokter kandungan beberapa jam yang lalu.
Keanu menghela samar. Beberapa jam yang lalu adalah hal tersulit. Memutuskan hidup mati kedua orang yang sebenarnya berperan cukup penting dalam kehidupannya. Pria itu tersenyum.
‘Tuhan, terima kasih’ ucapnya dalam hati.
...🏸🏸🏸🏸🏸...
“terima kasih”
Fira membungkukkan kepalanya pada perawat yang memeriksa kondisinya dalam posisi tidur di ranjang rumah sakit. Setahunya dia baru saja tersadar setelah pingsan cukup lama karena harus menjalani operasi.
Operasi? Benar dia harus melakukan operasi untuk menyelamatkan dirinya dan juga malaikat kecilnya. Bahkan belum waktunya dia melahirkan, karena kondisi tubuhnya yang tidak memungkinkan untuk
bertahan lebih lama, akhirnya membuat Fira harus menjalani operasi sesar untuk bayi pertamanya. Bahkan disaat usia kandungannya baru saja memasuki bulan kedelapan minggu pertama. Fira kehilangan harapan untuk bayinya terlebih saat pria itu membuat keputusan untuk menyelamatkan dirinya dari pada bayi mereka.
Tapi Tuhan berkehendak lain. Di hari ini di hari kelahiran anaknya, Fira menyaksikan sebuah keajaiban itu terjadi, terlebih pada dirinya sendiri. Tuhan membuktikan kebesarannya dengan menyelamatkan kami berdua, bahkan saat Dokter bicara kemungkinan selamat untuk diriku sendiri saja hanya 50%. Tuhan benar-benar memberikan kesempatan untuknya, tidak apa jika anaknya lahir prematur, yang penting anak itu selamat.
Mata Fira terpejam diikuti satu linangan air mata yang jatuh membasahi pipinya. Saat Keanu memutuskan untuk menyelamatkan dirinya di bandingkan bayi mereka, Wanita itu hampir putus asa. Fira tidak dapat berbuat banyak saat itu, di sela rasa sakit yang dia tahan dia terus menggelengkan kepalanya kepada Keanu berharap pria itu mengerti. Tapi saat itu Keanu seperti membutakan matanya, dan tetap memilih untuk kehidupan Fira dibandingkan bayi mereka.
Pikiran Fira begitu kacau sampai akhirnya dia tidak bisa merasakan dirinya lagi akibat pengaruh obat. Di detik-detik kesadarannya yang semakin menipis, Fira hanya bisa memohon dan berdo’a pada Tuhan.
Jika dirinya selamat dia tidak hanya akan kehilangan bayinya, tapi Fira juga akan kehilangan pria itu. Bukan berarti Fira memanfaatkan keberadaan bayi itu untuk tetap mempertahankan Keanu disisinya. Fira mencintai bayinya, sangat mencintainya. Setidaknya jika bayi itu selamat dia memiliki bukti adanya sosok lain dari Keanu. Hasil kasih cintanya terhadap pria itu. Anak mereka berdua meskipun dia tidak bisa ikut merasakan kehadirannya nanti di dunia. Fira benar-benar menginginkan keselamatan bayinya tanpa mempedulikan keselamatannya. Itulah do’a-nya.
“Fir” panggil Keanu lembut.
Fira mendongak mendapatkan pria yang sejak tadi dipikirkannya dalam diam kini sudah berdiri dihadapannya. Pria itu masih sama, dingin dan sudah tidak memancarkan rasa suka terhadap dirinya. Hanya sebuah perasaan tanggung jawab saja yang Keanu tunjukan selama hidup dibawah satu atap bersama dirinya.
“Bayinya___” gumam fira pelan
“Tidak apa, dia akan baik-baik saja.”
Fira menghela lega. Setidaknya dia tahu jika pria ini baru saja berkunjung ke ruangan dimana bayi mereka menjalani perawatan khusus. Perawat memberitahunya tentang keberadaan pria itu ketika dirinya tak menemukan Keanu saat siuman.
“kau kenapa? apa kau merasakan sesuatu yang sakit?”
Fira menggeleng kecil. Senyuman wanita itu terbit tak tertahankan. Dia seperti mendapat jenis perhatian dari suaminya. Sesuatu yang tak pernah dia dapat secara tulus. Tapi kali ini, pria itu berucap tulus, bahkan sangat tulus. “Tidak apa” gumam Fira pelan, dia seperti kembali menemukan Keanu yang dulu mencintainya.
...🩰🩰🩰🩰🩰...