
Adelia segera berlari cepat sambil memegang kucing yang ada di tangannya menuju tempat alva duduk.
“Alva~ kita jalan jalan yukkk aku sudah bosan di sini seharian” adelia kembali bersikap manja sambil menyandarkan kepalanya pada alva, untung saja alva tidak pernah bersikap kasar pada perempuan, dia membiarkan saja adelia bersikap sesuka hatinya bahkan bermanja manja seperti itu.
“Siap siap sana, kita akan pergi” ujar alva.
Adelia tersenyum senang dan segera tegak dari kursinya, “Ini titip sama kamu” adelia menyerahkan kucing ditangannya pada alva, lalu segera berlari menuju kamar untuk segera berganti baju.
.
‘Ting’
Adelia mengambil ponselnya yang berbunyi notifikasi pesan yang baru masuk, sambil mencari cari baju yang akan dia gunakan.
📩 ‘Aku dan Fira akan menikah, seperti permintaan kamu tapi kamu tau adel, selamanya hatiku hanya akan menjadi milikmu, walaupun aku dan fira menikah tapi aku menikah dengannya karena permintaanmu, maaf aku tidak bisa membahagiakan fira, karena yang aku cintai hanya kamu, aku tau kamu menikah dengan pria gay itu karena aku, aku akan mengambil kembali dirimu dari dia adel, aku tau kau masih mencintaiku’ isi pesan panjang yang dikirimkan oleh Keanu.
Mendapatkan pesan dari Keanu bukannya membuat adelia bernostalgia memikirkan Keanu kembali tapi malah membuat mood adelia menjadi down. Gadis itu tiba tiba malas untuk melakukan hal apapun saat ini.
Yang dikenang adelia sekarang bukan kenangannya bersama Keanu tetapi kenangan bertemu dengan Alva dan kenapa pernikahan itu terjadi serta perjanjian yang sudah dia buat dengan alva.
‘Aku tidak boleh jatuh cinta pada alva, tidak boleh, aku melakukan semua ini bukan karena mencintai alva tapi hanya karena penasaran, apa pria gay bisa menjadi normal, ya Cuma karena alasan itu’ adelia membatin, dia terus berusaha keras untuk mencari alasan atas semua tindakannya selama ini, adelia masih tidak mau mengakui bahwa dirinya mulai tertarik pada alva.
Adelia dan alva sama sama memiliki sifat keras kepala yang tinggi, mereka juga sama sama memiliki harga diri yang sangat tinggi.
Dua sifat itu yang membuat dua orang ini masih tidak mau mengakui diri mereka saling tertarik.
“del, udah siap?” tanya alva yang sudah mengganti bajunya.
“Hah? Iya bentar lagi” adelia memasukkan ponselnya dengan sembarangan ke dalam tas lalu gadis itu kembali Bersiap siap.
.
“Ada apa?” alva yang sudah mulai hapal dengan sikap adelia segera bertanya pada gadis itu begitu adelia merangkul lengannya.
“Gak ada apa apa, ayo jalan, tapi kita gak naik bus lagi kan?”
“tenang aja, kali ini, pakai mobil milik nenek” ujar alva.
“baguslah, ayo jalan_” adelia langsung kaku dan semakin mendekatkan pegangannya pada lengan alva.
“kenapa?” tanya alva lagi.
“Kita udah ketahuan, sama wartawan” bisik adelia.
“Acuh kan aja, anggap saja mereka tidak ada” balas alva.
“tapi_”
Alva segera membuka pintu mobil dan mengiring masuk adelia ke dalamnya, “bersikap saja seperti adelia biasanya, tapi jaga mulut agar tidak berucap sembarangan” ujar alva lembut lalu segera berpindah ke pintu supir.
“baiklah aku akan bersikap seperti adel biasanya” ucap adelia berusaha acuh.
Perjalanan terasa canggung karena adelia dan alva terus diam, “ehemm, al menurut kamu nyamuk di china sama nyamuk di Indonesia itu sama gak?” adelia yang tidak bisa dalam keadaan hening akhirnya membuka pembicaraan.
“Nyamuk? Kenapa tiba tiba bilang nyamuk?” tanya balik alva tidak mengerti.
“ehem, dimana mana nyamuk itu sama jenisnya” jawab alva datar, dia bersyukur terlahir dengan kemampuan menahan emosi dan tetap tenang di segala macam kondisi.
Adelia masih tampak merasa tidak puas dengan jawaban alva tapi akhirnya gadis itu mengangguk setuju dengan ucapan alva.
“Del, nara itu punya kekasih?” tanya alva tiba tiba untuk mengganti topik pembicaraan, bisa berabe kalau ketahuan dialah pembuat bercak merah keunguan di badan adelia.
Kepala adelia cepat menoleh ke arah alva dan tersenyum misterius ke arah alva, “ada apa nih kok tiba tiba tanyain Nara?” goda adelia sambil mencolek lengan alva.
“Ada teman bisnisku yang bertanya tentang nara, dia bilang mau kenalan, tapi aku bilang aku tanya kamu dulu kalau mau dekat sama dia” ujar alva.
“Siapa?! Nara itu sudah seperti saudara kandungku, kami itu sudah sangat dekat jadi aku harus tau siapa orang itu” Adelia langsung memberondong alva dengan banyak pertanyaan.
“Ada deh teman bisnis aku pokoknya, dia mau tanya Nara itu sudah punya kekasih atau belum, itu aja sih” sebenarnya itu adalah Ervan, pria itu mulai tertarik dengan sahabat adelia, karena gadis itu terlihat manis di mata Ervan, tapi kalau alva mengatakan itu adalah Ervan pada adelia maka semua rahasia nya akan terbongkar, kenyataan bahwa dirinya adalah pria normal dan bisa menyentuh wanita.
“dia belum pernah pacaran sekalipun, jadi aku tidak akan membiarkan Nara pacaran dengan pria yang tidak jelas, kalau mau kenalan dengannya harus melewati aku dulu” Adelia bersungut kesal karena alva tidak mau memberi tahu siapa orang yang naksir dengan Nara. “Al itu apaan? Ada festival?” tanya adelia saat melihat penjual yang berjejer di jalanan dan jalanan itu sangat indah seperti sedan gada festival.
“Bukan, itu memang daya tarik kota ini, mau lihat?” tanya alva.
Adelia segera memutar kepalanya kearah belakang, “kita masih diikuti sama wartawan” lirih adelia yang melihat mobil wartawan yang masih mengikutinya.
“aku bilang abaikan adel, biarkan saja mereka” nasehat alva.
“tapi aku tidak bisa selamanya jaga image, nanti aku akan mempermalukan mu”.
“bersikap saja seperti adel biasanya, aku yang akan menghapus rumor buruk tentang mu, kalau masih awal mudah untuk menghapusnya” kata alva dengan lembut.
.
“Heran deh sama wartawan model sekarang, gak ada capek capeknya ngikuti, padahal sudah ketahuan sama kita” omel adelia kesal.
“Udah abaikan saja, liat liat aja barang barang yang kamu inginkan, nanti aku akan belikan” kata alva.
“yakin belikan? Apapun itu, kalau gitu” adelia berhenti di sebuah tempat yang cukup sederhana, dia mengambil gantungan kunci berbentuk boneka orang, “ini lucu aku mau yang ini” tunjuk adelia.
“Ini aja? Gak mau yang lain?” tawar alva lagi.
“mau dong, kalau di tawarkan oleh milyader siapa yang gak mau, kalau gitu suamiku, siap siap kantongmu bolong” kekeh adelia lalu memberikan belanjaannya pada alva dan mulai mencari pernak Pernik lainnya.
Alva tersenyum menatap punggung adelia yang tampak sangat gembira, ‘untung mood nya sudah kembali’ ucap alva dalam hati.
...🎰🎰🎰🎰🎰...
Bonus Pict
Adel lagi ngerayu pak suami
Adel dan Alva jalan jalan