Trapped in Love

Trapped in Love
73. Pingsan



Adelia terduduk di atas tanah, kakinya merasa lemas dan kepalanya tiba tiba merasa pusing, wanita itu hanya memandang kemana Keanu dan Fira pergi, setelah cukup merasa mendapat energi wanita itu perlahan masuk ke dalam mobilnya. Adelia mulai merasakan kepalanya berkunang kunang, wanita itu merasa menjadi wanita terjahat di dunia, dia merasa lelah sekarang. Dia memejamkan matanya sejenak sebelum melajukan mobilnya menuju jalanan.


Adelia berhasil kembali ke apartemen dengan selamat, tapi sepertinya kondisi wanita itu tidak terlihat cukup baik, dia mengarahkan seluruh kekuatannya untuk mengemudi dan berusaha untuk tidak menabrak sesuatu meskipun kepalanya masih saja terasa begitu pusing, seperti seluruh tenaganya benar benar tersedot habis.


Entah apa yang salah dengan dirinya, dia tidak melewatkan makan siangnya, dia bahkan makan dengan baik dan teratur. Tidak mungkin jika hanya karena tamparan dari Fira kepalanya terus terasa berputar seperti itu, hal itu sama sekali tidak masuk akal.


“kau sudah pulang” suara dingin yang adelia membuat adelia merasa merinding.


Adelia mendongakkan kepalanya dengan ragu, Apa dia berhalusinasi mendengar suara Alva. ‘Memangnya ini jam berapa?’ tanya adelia dalam hati. Perasaannya ini masih terlalu siang untuk alva berada di rumah. Tapi sekarang adelia benar benar menemukan keberadaan pria itu, dia sedang berdiri dihadapan adelia. Raut wajah pria itu ada yang salah, ekspresi nya tampak sangat mengerikan.


“Alva?” panggil adelia lemah.


“kemana kau pergi?” tanya alva dingin.


Mata adelia melotot sempurna, dia sekarang sadar kenapa alva menatapnya dengan wajah seperti itu. “Alva aku_” adelia tidak dapat melanjutkan ucapannya lagi, karena di potong oleh alva.


“Apa kau pergi mengunjungi kekasihmu? Pria yang paling kau cintai?” bentak alva.


Adelia terdiam. Ada tadi Alva menyuruh orang mengikutinya, bagaimana pria itu bisa tau, kenyataannya alva tidak menyuruh orang mengikuti wanita itu, dia mendapat kabar dari orang lain.


*Flashback On*


Alva sampai di kantornya, pria itu mengeluh kesal karena dokumen di ruang kerjanya sangat bertumpuk, karena ingin menyelesaikan semua itu dengan waktu singkat alva menyuruh ervan untuk kembali ke ruangannya dan dia akan mengerjakan pekerjaannya dalam kesendirian.


‘Drrttt Drrttt’


Saat sedang serius sebuah notifikasi pesan masuk dan membuat buyar konsentrasi pria itu, perlahan alva mengambil ponselnya.


From : Jeremy


📩‘ini yang dilakukan istrimu saat kamu tidak ada? Apa pantas seorang wanita yang sudah punya istri memeluk pria lain?’


Pesan itu juga berisikan foto dimana adelia sedang berpelukan dengan Keanu.


Mata alva melotot tajam menatap pesan yang dikirimkan oleh pria yang sangat dia kenali. Kepalanya menggeleng berusaha acuh untuk tidak percaya dengan pesan yang baru dia terima. Alva berusaha kembali fokus


‘Drrttt Drrttt’


Kembali satu pesan masuk alva terima dari orang yang sama.


📩‘Silahkan saja untuk tidak percaya, mereka bertemu di café XXX, aku kasihan padamu yang memilih wanita seperti itu yang menggantikan posisi adikku’


Pesan Jeremy berisi dengan penghinaan pada istrinya membuat darah alva semakin mendidih, ditambah pria itu marah ada pria lain yang memeluk istrinya. Pena ditangannya sudah patah menjadi dua, pria itu melempar kasar pena di tangannya.


*Flasback Off*


“Apa yang kalian berdua lakukan? Berpelukan di depan umum? Atau mungkin kalian juga berciuman!” bentak alva emosi.


“Al, tolong dengarkan aku, aku bisa menjelaskan semuanya” ujar adelia lemah, kepalanya semakin terasa berdenyut sakit perutnya juga mulai terasa melilit.


Alva tertawa sinis menatap Adelia, “Apa Nara sekarang telah berubah menjadi pria yang bernama Keanu? Itu yang mau kau jelaskan padaku?” sindir alva, pria itu sudah sepenuhnya diliputi emosi.


Alva memang tidak berteriak keras, tapi suara pria itu lebih mengerikan dengan pertanyaannya yang sinis dan membabi buta, nada suaranya juga terdengar jauh lebih dingin dari biasanya, Adelia dapat merasakan kemarahan dari Alva. Adelia tau dia salah, tapi alva tidak memberikan dia waktu untuk menjelaskan.


“kau tidak bisa mengelak lagi!” Alva melemparkan ponselnya kelantai tepat di hadapan adelia tanpa memperdulikan nasib benda itu. Sekarang ponsel itu sedang memperlihatkan foto adelia berada dalam pelukan pria lain, pria yang alva kenal sebagai mantan kekasih adelia, foto yang awalnya alva anggap hanya foto editan, namun kenyataannya itu adalah foto asli yang di ambil oleh Jeremy, entah dari mana pria itu bisa mengetahui bahwa adelia keluar dan bertemu dengan Keanu, informasi Jeremy memang patut di acungi jempol.


Mata adelia menatap tidak percaya, melihat fotonya yang terpampang jelas di layar ponsel alva, “ini tidak benar, kau salah paham al” ucap adelia dengan wajah memelas.


Ujung bibir alva tertarik sinis, dia merasa dirinya sedang di bodohi saat ini. oleh istrinya sendiri, oleh wanita yang bahkan akhir akhir ini memenuhi pikirannya tanpa sisa, wanita yang membuatnya merasakan kebahagian lagi, tapi yang harus dia dapatkan adalah kenyataan bahwa wanita itu masih mencintai mantan kekasihnya.


“Apa kau tidak punya harga diri? Apa kau wanita murahan? Kau lupa jika dirimu sudah menikah? Kau lupa janjimu padaku?” tanpa sadar alva menuduh hal hal yang membuat adelia sakit padahal sebenarnya alva juga merasakan itu, dia tidak tau kenapa mulutnya harus berucap seperti itu, emosi sudah membutakannya dalam sekejap mata.


“Cukup Alva!” pekik adelia.


“Lucu sekali kau bahkan berteriak di depanku” untuk beberapa alasan , lagi lagi alva kehilangan kontrolnya, pria itu tersenyum miris, “yang harusnya berteriak dan marah itu aku!”


‘Brakk!!’


‘Prang’


Dalam hitungan detik berikutnya, beberapa benda di ruangan itu melayang bebas dalam sekejap mata. Bahkan dari beberapa pecahannya melayang ke arah adelia tanpa sengaja, dan itu menyisakan beberapa luka di tubuh wanita itu hingga ada yang mengenai keningnya. Kemarahan Alva seperti sudah di ambang batas. Pria itu menepis apa saja yang berada di sekitarnya untuk melampiaskan kemarahannya sendiri, sebenarnya dia tidka bermaksud untuk mengenai adelia, dia hanya ingin melepaskan kemarahan yang ada dalam dirinya dan siapa yang tau kalau pecahan itu mengenai istrinya.


“alva~” adelia sudah tidak bisa menahan air matanya lagi, bukan karena luka yang ia dapat di beberapa tubuhnya, tapi kemarahan pria itu yang justru menjadi luka bagi adelia, dia tau alva terluka, hati pria itu hancur, tapi seharusnya dia mendengarkan penjelasannya bukan?


Tanpa takut sedikitpun dengan amarah pria itu, adelia mencoba mendekat, untuk menghentikan pria itu agar tidak berbuat lebih jauh, Alva bahkan sudah memecahkan meja kaca di ruangan itu dengan tangannya sendiri, membiarkan darah mengalir di tangannya tanpa henti, dia masih belum sadar kemarahannya sudah membuat istrinya juga terluka.


“Al~ tolong berhenti” pinta adelia lembut.


Adelia berhasil memeluk alva, menghentikan gerakan tangan pria itu saat akan memukul televisi, tidak lama hanya dalam waktu beberapa detik, alva menghentakkan paksa tubuhnya agar terlepas dari pelukan adelia.


“Pergilah, jika memang itu yang kau inginkan mari kita berpisah” ucap alva dengan air mata yang mengalir membasahi wajahnya.


“Alva__” adelia sudah kehilangan kesadaran sepenuhnya, entah karena perkataan yang keluar dari mulut suaminya atau luka yang dia derita atau memang karena wanita itu sedang kurang enak badan, membuat dia jatuh pingsan begitu saja. Alva reflek menahan tubuh adelia agar tidak jatuh mengenai pecahan kaca yang berserakan, wajah pria itu langsung berubah cemas, dia berlari menggendong adelia dengan kaki yang berdarah akibat terkena pecahan kaca. Alva tidak peduli dia menyesal telah melakukan kesalahan lagi.


...🏒🏒🏒🏒🏒...