Trapped in Love

Trapped in Love
34. Adelia Sakit



Adelia sampai di apartemen alva, pria itu masih belum pulang ke rumah padahal sudah pukul 7 malam, adelia tau penyebabnya adalah ciuman mereka kemarin.


“dasar pria gila, dia mencium ku dia juga yang menghindari ku” umpat adelia kesal, gadis itu berjalan ke dalam kamar dan mulai mandi serta mengganti bajunya.


Gadis itu duduk di kasur sambil mendesain baju yang dia bisa, sesekali gadis itu terbatuk dan memijat kepalanya karena mulai terasa berat.


Adelia sedikit tersentak saat melihat segelas air putih ada dihadapannya, dia melirik tangan yang menyerahkan air putih padanya.


“minum dulu, kamu udah makan?” ujar alva.


Adelia mengambil minum itu dan menggelengkan kepalanya, “belum”.


“ tidur dulu, aku akan buatkan bubur, nanti aku bangunkan dan setelah makan lanjut istirahat” perintah alva.


“Aku masih banyak pekerjaan alva” balas adelia sambil melanjutkan pekerjaannya.


Alva mengambil buku sketsa dan pensil milik adelia, pria itu menatap lekat mata adelia, “ikuti apa kataku adel, atau aku akan menciummu seperti kemarin” ancam alva dingin.


“dasar pria gila” umpat adelia, gadis itu segera menarik selimut dan menutupi wajahnya dengan selimut itu.


Alva tersenyum dan mengusap kepala adelia yang sedikit terlihat lalu pria itu mulai memasak di dapur.


.


Hampir satu jam, alva menyiapkan makanan untuk adelia, dia memang sengaja masak dengan lama, karena melihat adelia yang kelelahan dia ingin adelia agak lama tertidur.


“del, adel, adel bangun” panggil alva dengan lembut.


Perlahan mata adelia terbuka, gadis itu melihat ke arah alva dan tersenyum canggung pada alva.


“Kepalanya masih sakit?” tanya alva.


“hmm” adelia hanya mengangguk pelan sambil berusaha untuk duduk.


“Buka aja mulutnya biar aku yang menyuapkan” perintah alva.


Tanpa banyak bicara adelia membuka mulut, memang benar dia sedang tidak ada tenaga untuk menyuap makanannya sendiri. Beruntung dia memiliki suami yang baik dan perhatian hingga mau menyuapkan dia makanan.


Dengan sangat telaten alva membantu adelia makan lalu meminumkan gadis itu obat. Pria itu menyesal akhir akhir ini pulang larut malam, dan tidak mengetahui kondisi fisik istrinya, padahal dia berjanji akan menjaga gadis itu.


Sebenarnya alva pulang tengah malam bukan untuk menghindari adelia, malam pertama iya dia memang menghindari gadis itu tapi malam malam berikutnya bukan karena menghindari tapi karena pekerjaannya.


Kantor alva baru mulai beroperasi seperti biasa setelah berita pernikahannya tersebar, mulai banyak Kerjasama yang masuk untuknya, apa lagi sebelumnya banyak pekerjaan yang tertunda karena rumor buruk tentangnya, makanya alva sering pulang malam untuk membereskan pekerjaan yang dulu belum bisa dia selesaikan karena masalah rumor itu.


Alva mengelus kening adelia yang sudah kembali tertidur setelah minum obat, gadis itu benar benar cepat sekali terlelap, mungkin karena kecapekan.


Setelah adelia tidur, alva baru mulai mandi dan Bersiap siap untuk tidur di sebelah istrinya.


...🎹🎹🎹🎹🎹...


Pagi harinya alva yang lebih dulu bangun dan mempersiapkan sarapan untuk mereka.


“Wahhh aku telattt” adelia bangun dan berteriak dari arah kamar menuju dapur, rencananya dia ingin mengambil minum saja, setelah itu langsung pergi ke kantor.


“mau kemana?” tanya alva.


“ke kantor” jawab adelia.


“di rumah saja untuk hari ini” tahan alva.


Alva mengukung tubuh adelia hingga menyudutkan gadis itu, “harus nurut sama suami, balik kembali ketempat tidur”.


“Tapi ada desain baju yang harus aku perlihatkan hari ini pada pelangganku” protes adelia.


“aku yang akan mengantarnya pada nara, kamu hari ini harus beristirahat, nanti tambah sakit” perintah alva sekali lagi.


Adelia tersenyum senang karena kembali mendapatkan perhatian alva, dia sekarang sudah tidak peduli dengan ciuman kedua mereka, yang penting sekarang alva kembali menjadi alva yang perhatian padanya.


“Ini sarapan dulu, kalau ada apa apa telepon aku, jangan pergi ke butik untuk hari ini” ujar alva.


“baik, tapi janji nanti siang pulang ke rumah ya” kekeh adelia.


Alva duduk di pinggir kasur sambil menatap adelia, pria itu mengambil sendok dan menyuapkan makanan pada istrinya, “baiklah nanti siang aku akan pulang tapi jangan pergi keluar hari ini”.


“baik” angguk adelia sambil tersenyum senang.


...🎸🎸🎸🎸🎸...


Nara sejak tadi sibuk menelpon adelia tapi teleponnya terus tidak masuk, gadis itu mulai merasa cemas, apa lagi Keanu dan Fira sudah datang untuk menagih desain baru yang adelia buat.


“Kak nara, itu suami kak adel datang” ujar nia.


“hah? Suruh masuk nia” teriak nara cepat.


Tidak lama alva masuk sambil membawa buku sketsa milik adelia, memang adel hanya bisa membuat 3 buah desain dress baru, karena dia terlanjur di tahan alva untuk beristirahat.


“nar, ini buku sketsa Adel, dia sakit jadi aku melarangnya untuk melanjutkan pekerjaannya, mungkin baru selesai setengahnya, coba aja kamu lihat dulu” terang alva, pria itu tidak sengaja bertatapan dengan mata dingin Keanu, tapi alva hanya bersikap santai.


“kamu suaminya adel ya, kenalin aku fira sahabatnya adel” Fira menyodorkan tangannya pada Alva sambil tersenyum semanis mungkin dan sedikit berpose layaknya model.


“alva” jawab alva dingin dan singkat tanpa menyambut tangan alva.


Nara dan karyawan adelia yang lain tersenyum senang melihat cara alva membalas fira.


“yup benar ada beberapa desain baru yang sudah dia buat, apa benar adel sakit? Apa aku nanti ke rumah aja ya?” sela Nara.


Alva menggelengkan kepalanya, “gak usah, biarkan dia istirahat aja dulu, aku sudah menyuapkan dia makanan dan obat, aku yakin dia sedang tidur sekarang, nanti siang aku juga akan pulang untuk mengurusnya, jadi tidak perlu menjenguknya” terang alva.


Nara tersenyum semakin lebar mendengar ucapan alva, “wahhh romantis banget pasangan pengantin baru kita, adel kalau sakit memang manja banget tolong di maklumi ya al” nara sengaja menguatkan volume suaranya agar Keanu dan Fira mendengar ucapannya.


“iya romantis banget kak nara, pengen deh kayak kaka del yang diperhatikan suaminya” tambah nia ikut memanas manasi.


“ehem, nar gimana desain yang aku minta!” sela Fira dengan suara keras.


Nara berusaha menampilkan senyum menjual pada pelanggan, dia memberikan desain baru pada Fira, “mohon maaf desainer kami sedang sakit, jadi dia hanya bisa membuat 3 desain baru anda bisa memilih yang mana yanga anda suka”.


Fira melihat desain desain itu dan mendengus kesal. “aku tidak suka dengan desainnya, kenapa masih tidak bagus!” fira kembali melempar buku sketsa milik adelia hingga terjatuh dari meja.


Alva yang melihat itu segera mengambilnya dan menatap dingin Fira, “anda bisa keluar dari butik ini sekarang juga!” usir alva dengan suara tinggi.


...🎮🎮🎮🎮🎮...


Bonus Pict


Alva yang sedang menjaga istri sakit