Trapped in Love

Trapped in Love
38. Konversi Pers 2



“Selama ini pak alva selalu diam tentang rumor rumor nya kenapa pak alva baru mau angkat bicara sekarang?” tanya wartawan itu.


Alva menganggukkan kepalanya pelan, dia mulai membuka mulutnya. “terima kasih pada bapak wartawan kita yang terhormat, jadi begini jarak umur kami sangat jauh, adelia sekarang umur 21 tahun dan aku 31 tahun, kalian bisa bayangkan berapa jauh jarak kami, apa lagi adelia sudah memiliki kekasih waktu itu, apa kalian akan percaya kalau aku mengatakan aku menunggu adelia untuk menangkap hatiku, kalaupun kalian percaya, kalian akan mengganggu kehidupan adelia, dan mungkin akan menyalahkan ku atau malah mengatakan aku cuma berbohong, jadi untuk apa aku melakukan klarifikasi?” jelas alva panjang. Ini pertama kalinya pria itu berbicara sepanjang itu.


Adelia menatap alva kagum dia sangat ahli dalam berakting, entah dirinya akan mampu seperti alva.


“Baik bagaimana pak, apa sudah puas dengan jawaban dari pak alva?” tanya Nara.


Wartawan itu terlihat menganggukkan kepalanya.


“ya, sekarang siapa lagi yang ingin bertanya?” tanya nara.


Seorang wartawan wanita mengangkat tangan lebih dulu, dia memperkenalkan dirinya lalu memulai pertanyaannya, “Saya mendapat kabar bahwa mbak adelia ini harusnya menikah dengan pria lain, kenapa anda memilih pak alva? Apa karena pak alva kaya?” sindir wartawan wanita itu.


“Disini adalah konversi pers mengenai masalah saya, tolong jangan menyangkut pautkan dengan adelia” sela alva tidak terima, dia tidak masalah jika dirinya yang dipojokkan dan dihina tapi alva tidak suka adelia dipojokkan dan di hina oleh wartawan itu.


Adelia segera menggenggam tangan alva dan tersenyum pada alva, “Baik saya akan menjawabnya” ujar adelia sambil menatap wartawan wanita itu dengan senyum ramah, “Memang benar sebenarnya calon suami saya bukan alva, tapi kekasih saya dimana kami sudah berpacaran selama 4 tahun dan kami sudah merencanakan pernikahan jauh jauh hari, semua pembayaran sudah dibayar lunas oleh keluargaku, karena memang pernikahan kami sudah sangat dekat, tapi ternyata saya mendapatkan kenyataan kekasih saya berselingkuh dengan seseorang, tidak perlu saya jelaskan bagaimana perselingkuhan yang dia lakukan, tapi karena hal itu pernikahan saya sudah dibatalkan oleh papa saya…” adelia menjeda ucapannya dan menatap alva sambil tersenyum.


“dan saya bertemu alva lagi setelah bertahun tahun kami tidak bertemu, alva mulai mengejar saya, dan saya akhirnya menerima dia, orang orang pasti akan penasaran kenapa saya mudah sekali pindah hati pada alva, coba kalian berada di posisi saya, pria tampan dan setia seperti ini dimana lagi kalian bisa mendapatkannya, kalau uang saya juga adalah putri dari pengusaha terkenal di Indonesia, siapa yang tidak kenal Chalandra aditama, ya memang tidak sekaya suami saya yang sekarang, tapi saat seseorang sedang patah hati dan merasa sakit karena pengkhianatan, hadis pria sebaik ini yang masih mengejar kalian, apa kalian akan menyia nyiakannya? Karena kalian dia harus menerima semua rumor buruk tanpa membongkar siapa saya pada public, makanya saya menerima alva menjadi suami saya” jawab adelia tulus memang dari dasar hatinya.


“Sekarang apa masih ada yang mau bertanya?” tanya nara berusaha mengatur nada suaranya sedatar mungkin, karena dia sedikit emosi saat wartawan itu memojokkan sahabatnya.


Seorang wartawan lagi tegak sambil memperkenalkan dirinya lalu seperti wartwan wartawan sebelumnya dia mulai bertanya pada alva, “pak alva, rumor anda yang terparah adalah saat anda bertemu dengan pria di klub malam tanpa wanita di sisi anda, dan sekarang pria itu anda akui sebagai asisten dan sahabat kecil anda, bisakah anda menjelaskan kenapa anda datang ke klub malam itu?” tanya wartawan itu.


Adelia mengulum senyumnya mendengar pertanyaan itu, karena dia ingat dialah penyebab rumor tentang alva semakin menyebar.


Bukan hanya adelia, alva juga tersenyum, “sebenarnya lucu jika saya menjelaskan ini, saya saat itu datang ke klub untuk bersenang senang karena saya mendengar wanita yang saya cintai akan menikah sebulan lagi, tapi begitu sampai di sana bukannya bersenang senang dengan wanita saya justru tidak bisa mencari wanita pengganti dia, saya hanya bisa minum minum saja di temani sahabat saya yang sekaligus merangkap sebagai asisten saya, lalu entah itu takdir atau apa..” Alva menjeda ucapannya dan menatap adelia sambil tersenyum.


Adelia ikutan tersenyum membalas senyuman alva.


“Dan saat bertemu, aku tidak tau bahwa dia dikhianati kekasihnya aku pikir dia ke klub ingin pesta bersama temannya, dengan pikiran itu aku semakin merasa tersiksa, tapi dia malah memarahiku kenapa aku seperti itu, dan disitulah aku mulai kembali mengejarnya setelah tau dia ternyata sudah tidak ada yang memiliki” bohong alva.


“kalian bisa meminta bukti pada pemilik klub malam, bahwa memang ada adelia di dalam klub itu, dan para wartawan datang setelah adelia dan temannya pergi dari sana” tambah ervan.


Semua wartawan mulai mencatat di catatan yang mereka bawa, nara kembali membuka pertanyaan kepada wartawan yang ingin mengajukan pertanyaan, seperti biasa yang mendapatkan giliran yang pertama kali mengangkat tangan.


“Pak alva, kenapa tidak segera klarifikasi setelah mendapatkan nona adelia? Kenapa tetap diam sampai hari pernikahan kalian baru diberitahu kepada public?” tanya wartawan lainnya.


“Sebenarnya waktu pernikahan sudah sangat dekat, apalagi harus banyak hiasan pernikahan yang diganti, kami juga sibuk mempersiapkan pernikahan, jadi saya lebih memilih untuk menunda dulu semuanya dan fokus dengan pernikahan saya, kalau ditanya setelah pernikahan harusnya bisa melakukan klarifikasi, kalau kalian ada di posisi saya, apa kalian akan melakukan klarifikasi duluan atau malam pertama duluan?” jawab alva sambil tertawa kecil.


“Oke saya rasa pertanyaan para wartawan sudah terjawab semuanya ya, jadi kami akan menutup sesi tanya jawab ini.


“Mbak satu pertanyaan lagi, kapan pak alva dan nona adelia bertemu? Apakah bisa beritahu itu secara bersama?” teriak salah satu wartawan yang belum diberikan mike, dia sepertinya masih merasa janggal dengan pernikahan adelia dan alva, walau sudah mendengar penjelasan itu karena sangat tidak mungkin cerita yang di katakana alva dan adelia, karena cerita itu mirip dengan cerita karangan.


“ 7 tahun yang lalu” jawab adelia dan alva serentak lalu mereka berdua saling berpandangan dan tersenyum.


“sudah saya katakan, umur kami berbeda jauh, kalau kalian tanya kenapa aku tidak mengejarnya saat dia belum memiliki kekasih jawabannya adalah saya menunggu dia dewasa, lalu saya fokus dengan pekerjaan saya, lalu saat saya mau melamarnya ternyata saya sudah keduluan, dia sudah berpacaran, sekian dulu dari saya saya rasa sudah tidak ada lagi yang perlu diklasifikasikan, terima kasih semuanya”ucap alva sambil menggandeng lengan adelia untuk pergi.


Masih banyak wartawan yang berteriak mengajukan pertanyaan tapi alva dan adelia tetap keluar dari ruangan itu mengakhiri sesi konversi pers nya.


...🏑🏑🏑🏑🏑...