
Nara sudah menemukan ruangan dimana dia bisa bertemu dengan Ervan. Wanita itu bahkan sudah berdiri persis di depan pintu besar, dimana di balik pintu besar, dimana di balik pintu itu ada sosok pria yang ingin Sekai dilihatnya. Dengan tidak sabaran Nara menarik pintu itu tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Persetan dengan tata krama yang diajarkan orang tua dan guru gurunya di sekolah. Dia hanya akan membuat kejutan pada pria itu, pria yang akhir akhir ini berhasil mengobrak abrik perasaannya.
Sepertinya bukan dia yang memberikan kejutan, dialah yang mendapat kejutan dari Ervan. Pemandangan yang ia dapati saat pintu ruangan itu terbuka bukan hanya mengejutkan matanya, tapi juga mengejutkan hatinya. Membuat system kerja jantungnya sendiri tidak cukup baik untuk memompa darah ke otak.
Ada apa ini? apa dia baru saja di tusuk sesuatu? Kenapa rasanya begitu sakit.
“Kak ervan” panggil Nara tanpa sadar.
“nara?” panggil Ervan juga.
Nara langsung berbalik dan berlari keluar dari ruangan Ervan.
“Nara! Berhenti di sana!” teriak Ervan dengan suara kencang.
Ervan terus berlari mengejar Nara yang keluar dari gedung perusahaan itu dengan begitu cepat. Teriakan dari pria itu tidak dihiraukan oleh nara. Gerakan Ervan yang terlambat untuk menahan nara pergi, membuat jaraknya dengan wanita itu sedikit jauh.
Ervan mengumpat kesal, dia merasa harus membuat jarak jauh dari nara, dia yakin nara melihatnya tadi, melihat dirinya sedang bercum-bu dengan seorang wanita di ruangannya. ‘Sial itu kesalahanmu Ervan! Tidak seharusnya tadi aku tergoda dengan wanita sialan itu!’ umpat ervan dalam hatinya. Tadi memang salah satu karyawannya berusaha menggodanya dan bodohnya pria itu tergoda. Tapi mau bagaimanapun alasannya itu adalah kesalahannya, karena dia tidak mampu menahan dirinya yang buaya, buaya yang akan selalu tergoda melihat mangsanya menyerahkan diri dengan sukarela.
Tapi permasalahan disini adalah, kenapa Nara harus lari darinya? Lalu kenapa dia mengejar gadis itu, Ervan dan Nara jelas bukan sepasang kekasih hanya orang yang sedang PDKT, lalu apa yang akan Ervan katakan atau penjelasan apa yang akan pria itu ucapkan untuk menjelaskan kejadian tadi pada Nara.
Mengingat tatapan Nara padanya, hati Ervan merasa sakit. Gadis itu bahkan menangis melihatnya.
“nara! Aku mohon berhenti!” teriak Ervan sekali lagi.
Ervan masih tetap berusaha mengejar gadis itu, bahkan saat ini mereka sudah keluar dari halaman luas dari perusahaan milik Ervan. Nara berlari menuju penyebrangan jalan. Tanpa memperdulikan rambu lalu lintas yang sedang menyala, wanita itu terus berlari berusaha menulikan telinganya.
Yang dipikirkan oleh Nara hanya satu, yaitu menjauh dari pria itu, lari dari rasa sakit yang dibuat oleh pria itu, lari dari kenyataan yang baru saja dia lihat. Padahal adelia sudah memberikan peringatan padanya berkali kali tapi tetap saja Nara mengabaikan peringatan itu, ini adalah cinta pertamanya, dan dia baru saja hancur melihat cinta pertamanya.
“Nara! Awass!” teriak Ervan.
...🎻🎻🎻🎻🎻🎻...
“Jadi apa yang baru saja seorang wanita bersuami lakukan pada mantan kekasihnya?” suara Fira menyindir adelia yang hendak berjalan menuju mobilnya.
Adelia mendongak setelah tadi dia menundukkan kepalanya keluar dari café dimana dia bertemu dengan Keanu, belum hilang rasa terkejutnya dengan sikap Keanu, sekarang ia dikejutkan oleh fira yang tiba tiba muncul di hadapannya
“Apa kau menikmati pelukannya?” sindir Fira dingin.
“bagaimana jika aku memberitahu kejadian ini pada suamimu? Apa dia akan marah? Atau dia akan Kecewa karena istrinya bermain di belakangnya bersama pria lain, ohh tidak lebih tepatnya mantan kekasih, mantan kekasih yang sebentar lagi akan menikah denganku, dia sudah menghamiliku, dan kamu masih berusaha mendekati dia!” tuduh Fira.
“itu tidak benar Fira, kau telah salah paham fir, ini tidak seperti yang kamu lihat, aku dan Keanu tidak seperti yang baru saja kamu katakan” adelia berusaha membela dirinya.
Namun Fira tidak menghiraukan penjelasan adelia yang menurutnya sama sekali tidak merubah keadaan. Pria itu, Keanu mulai berubah, fira mulai menyadari bahwa Keanu mulai sadar bahwa dia menyukai adelia, Fira tau dia bersalah karena ingin menyakiti adelia sekarang dia lah yang tersakiti, tapi bukankah adelia sudah menikah, dia sudah bahagia bersama pria pilihannya kenapa adelia masih mau mengejar calon suaminya.
Fira semakin benci pada adelia ketika melihat suaminya sendiri berpelukan dengan mantan kekasihnya. Seharusnya dia tidak mengikuti Keanu tadi, jadi dia tidak perlu melihat pemandangan yang membuat hatinya sakit.
Apa cinta Keanu benar benar sudah hilang padanya? Apa dia tidak bisa mendapatkan pria itu lagi, apa pengorbanan yang ia berikan belum cukup untuk membuat Keanu bertahan di sisinya, Fira benar benar mencintai Keanu.
Tiba tiba Fira merasakan hatinya memanas. Kepalan tangannya sudah sangat memerah. Semua yang dia lakukan untuk pria itu sama sekali tidak berarti untuk Keanu, dia sudah terkena karma yang dia buat sendiri, tapi bukankah dia sudah bertobat, dia tidak lagi mengganggu Adelia.
‘Plak’ Satu tamparan mendarat mulus tepat di pipi putih adelia, sekarang bercak tangan Fira menempel dan memberikan tanda merah pada pipi putih mulus milik adelia. Reflek atau tidak Fira ingin sekali menampar wanita itu, wanita yang menurutnya sudah menghancurkan seluruh kebahagiaannya.
“Fira_”
“diam kau! Tutup mulutmu jika kau tidak ingin aku kembali menamparmu!” potong Fira sambil menunjuk ke arah adelia.
Satu tangan Fira sudah kembali naik ke udara dan akan kembali mendaratkan tangannya di pipi adelia, namun sesuatu menahannya. Pergelangan tangan Fira sudah di tahan lebih dulu sebelum tangan itu kembali menampar pipi adelia.
“Hentikan Fira” ucap Keanu dingin.
“Sayang~ hiks hiks” Fira bergumam lirih. Air matanya yang memang sejak tadi sudah mengenang di pelupuk mata, akhirnya keluar jatuh membasahi pipi mulusnya. Pertahanannya runtuh saat pria itu berdiri di sampingnya, untuk menahan gerakan tangannya untuk menampar adelia. “Apa wanita ini begitu berarti untukmu? Kau menyakitiku, hiks hiks, tapi kau tidak rela aku menyakitinya, kau kejam kak” isak Fira semakin terdengar menyakitkan.
“ini bukan kesalahannya, ini semua adalah kesalahanku” ujar Keanu.
“Apa?! alasan kau tidak mencintaiku lagi karena dia bukan? Bagaimana bisa dia tidak bersalah!” amuk Fira.
“Aku yang begitu mencintainya, aku yang menyakitinya, bukan kita yang mempermainkan dia sejak awal, tapi dia sudah memaafkanku, dia juga sudah melepaskanku bahkan sebelum dia menikah, dia rela memintaku menikahimu untuk mempertanggung jawabkan kesalahanku, sejak awal kita yang salah fira, jadi jangan menyakiti dia” jelas Keanu.
Fira terdiam lemah, dia menarik tangannya sendiri dari pegangan tangan suaminya. Bagaimanapun dia masih belum bisa menerima adelia yang sudah berhasil mengambil hati Keanu, padahal awalnya dia sangat yakin membiarkan Keanu untuk berpacaran dengan adelia dan merencanakan semua rencana jahat untuk adelia, tapi sekarang pernikahannya terancam batal karena Keanu mulai sadar akan perasaannya pada adelia.
Tiba tiba saja Fira merasakan pergelangan tangannya tertarik, Keanu membawanya pergi dari sana, dari tempat perdebatan mereka, dari tempat di mana dia menampar adelia yang bahkan sama sekali tidak melakukan kesalahan pada mereka.
...🎮🎮🎮🎮🎮...