Trapped in Love

Trapped in Love
16. Rumor buruk



“Sebelum aku setuju, aku ingin bertanya, kenapa kita harus tidur dalam satu kamar yang sama?” ujar Alva.


“orang tuaku itu suka berkunjung tiba tiba ketempatku, aku tidak mau susah susah memindahkan barang barangku ke kamarmu atau sebaliknya, jika mereka tau aku menikah kontrak maka aku akan dipecat jadi anak mereka” ujar adelia. “seharusnya tidak masalah kan? toh kamu tidak akan tertarik padaku mau aku telanjangpun, itu kamu tidak akan berfungsi pada wanita sepertikukan?” lanjut adelia dengan sedikit menantang.


“benar” jawab Alva singkat.


Dalam hati adelia mengumpat mendengar jawaban alva, seperti dirinya sudah tidak memiliki daya tarik lagi sebagai wanita.


“Jadi apa lagi yang ditunggu? Silahkan tanda tangani tuan muda yang terhormat, atau kita tidak menikah sama sekali, tenang saja aku tidak akan membongkar pembicaraan kita dan aku akan menulis surat perjanjian tidak akan mengatakannya kalau perlu” tantang adelia sekali lagi.


Semua mata kini menatap Alva menunggu jawaban dari pria itu, Alva sendiri menghela nafas berat, “mana pena” ucap alva dingin sambil mulai menandatangani surat perjanjian yang adelia buat serta surat perjanjian dia sendiri. “apa harus sekarang meminta persetujuan keluargamu?” lanjut alva dingin.


Adelia menatap jam di tangannya, “kita ambil foto saja dulu, ayo ikut pergi ambil foto pra-wedding”


“Apa gunanya ambil foto kalau aku tidak di setujui keluargamu?” ujar alva.


Adelia mendengus kesal, “ya sudah ambil fotonya di tunda sampai izin dari keluargaku keluar, apa kamu ada waktu malam ini?” ujar adelia sewot, dia ikutan dingin karena alva yang berbicara dingin duluan padanya.


“Baiklah nanti malam aku akan ke rumah mu” ucap alva.


“mohon perhatian jangan membawa kekasihmu itu” peringat Adelia sambil menunjuk Ervan.


“apa?! Dia asistenku, dia pasti selalu ikut kemana aku pergi” bantah Alva.


“kamu bukan anak kecil kan? apa kamu harus di temani kalau mau pergi pacaran? Orang tuaku akan curiga dengan kehadiran dia” ujar Adelia.


Alva menatap ervan yang tersenyum sambil mengedikkan bahu, lalu dia mengangguk pelan, “baiklah, sekarang apa drama yang mau kamu mainkan”.


Adelia langsung tersenyum cerah, “dramanya adalah Alva akan datang ke rumahku, karena aku mengatakan kalau alva mau menikah denganku harus meminta persetujuan orang tuaku, alva sudah sangat lama mencintaiku, tapi karena perbedaan umur, alva menungguku untuk lulus sekolah namun setelah lulus sekolah kamu terlambat karena aku sudah punya kekasih jadi alva bersedih, karena aku alva tidak mau mendekati wanita, karena alva masih sangat mencintaiku, bahkan alva rela di bilang pria tidak normal hanya untuk membuktikan bahwa tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan posisiku, dengan begitu sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, ini juga bisa menjadi alasan kenapa kamu selama ini diam dan tidak menjawab awak media” jelas Adelia.


Alva diam, lalu menatap Ervan dengan pandangan sendu, hal itu malah membuat Nara dan adelia salah paham dan saling berpandangan dengan bibir yang menahan senyuman. Rasanya Nara dan adelia merinding melihat tatapan alva pada Ervan.


“Al, ini demi kebaikan orang banyak, cukup hanya kamu yang tau siapa yang kamu cintai, ingat alva ini demi kebaikan banyak orang, kamu tidak bisa egois, hidup di masyarakat harus seperti ini”.


Ucapan yang keluar dari mulut ervan semakin membuat Adelia dan nara merinding dan berusaha menahan tawanya. Seandainya ini adalah ucapan wanita pada kekasih pria nya masih mending, tapi ini ucapan dari seorang pria untuk kekasih pria nya.


“ya baiklah” ucap alva setelah mendapat pencerahan dari Ervan.


Tanpa berbicara adelia menyodorkan kartu namanya.


“untuk apa ini?” tanya ervan dan Alva serentak.


Adelia mengambil nafas panjang sebelum membukanya, “alamat rumahku” ucapnya dengan cepat dan dalam satu tarikan nafas lalu dia segera memalingkan wajahnya ke arah samping karena sedetik kemudian senyuman muncul dari bibir gadis itu. Dia tadi tidak mengeluarkan suara karena sedang menahan diri untuk tidak tertawa melihat pasangan kekasih di depannya, tapi karena harus bicara mau tidak mau dia harus memalingkan muka karena dia tau bibirnya tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum.


“Baiklah kalau begitu kami pergi dulu, nanti malam pria ini akan datang ke rumah mu, apa dia harus membawa sesuatu untuk menyogok orang tuamu?” tanya Ervan.


Adelia menggelengkan kepalanya, “orang tuaku bukan orang yang menikahkan anaknya karena uang, mereka melihat ketulusan bukan kekayaan, lihat saja mantan calon suamiku, aku lebih kaya dari nya dan bahkan semua persiapan pernikahan aku yang membayarnya” ungkap adelia.


...🎷🎷🎷🎷🎷...


“Papa! Mama! Putri cantik, manis dan sexy ini pulang!” teriakan Adelia menggelegar ke dalam rumahnya. “Yuuhuuuu papa mama dimana?!” teriak Adelia sekali lagi karena tidak mendengar jawaban dari orang tuanya.


“Papa sama mama di ruang tengah sayang!” teriakan mama Santi membuat Adelia segera berlari kea rah orangtuanya.


“Ada apa mencari papa dan mama?” tanya papa Aditama.


Adelia langsung duduk di dekat orang tuanya, dan gadis itu dengan cepat menggenggam tangan mama Santi. “ma, pa dengarin Adel dulu jangan menyela ya”


“iya”


“mama sama papa sudah pernah adel bilangkan soal pria yang mengejar ngejar adel sejak lama”.


“iya lalu?”


“Adel sudah bilang sama dia, kalau mau mendapatkan adel harus minta persetujuan orang tua adel, jadi nanti malam dia akan datang, tapi mama dan papa jangan marah padanya” seru adel.


“Loh bagus dong kenapa mama dan papa harus marah, justru mama senang dia mau serius dan mendatangi kami” tanya balik mama santi.


“itu dia..” adelia menjeda ucapannya dan menggaruk sebentar kepalanya yang tiba tiba terasa gatal, “kalau mama dan papa melihatnya mama dan papa pasti langsung mengenalnya, kemungkinan besar mama dan papa tidak percaya pada dia dan langsung curiga padanya” lanjut adelia.


“kenapa kami marah?” tanya papa aditama lagi.


“karena gara gara adel, dia terkena rumor buruk” ucap adelia berbohong.


“Rumor buruk apanya?”


“Karena untuk membuktikan cintanya pada adel, dia menjauh dari para wanita dan malah di rumorkan penyuka sesama, karena itu jangan salah paham padanya, saat papa dan mama melihatnya” peringat adelia lebih dulu.


“siapa dia adel? Apa dia pengusaha ini?” papa aditama memperlihatkan majalah yang sedang dia baca dan sedang ada foto alva di dalam sana, beserta rumor buruk tentangnya.


Perlahan kepala adelia menunduk lalu mengangguk pelan, “iya pa” jawab adelia pelan tanpa mengangkat kepalanya.


“ya ampun sayang! Kenapa kamu membuat pria jadi terkena rumor seperti ini, kasian dia!” pekik mama santi, dia merasa kasihan dengan pria yang ada dalam majalah itu.


“kan adel udah cinta buta sama Keanu jadi adel tidak mau menerima cintanya ma” bohong adelia sekali lagi.


“ya ampun kamu ini” mama santi mencubit gemas pipi adelia, “hebat juga ya putri mama bisa membuat pria jadi seperti ini” puji mama santi di akhir ucapannya.


“Hahh, mama mama tadi dia marah sekarang dia malah memuji” keluh papa aditama.


...🎹🎹🎹🎹🎹...