
Alva hanya membiarkan adelia memasangkan celemek itu padanya, lalu kembali fokus memasak, adelia yang masih ada dibelakang alva tiba tiba memeluk pria itu dari belakang. Alva menghentikan aktifitasnya, pria itu berbalik dan tersenyum menatap adelia.
“Kenapa?” tanya alva lembut.
Adelia langsung memeluk alva tanpa menjawab pertanyaan pria itu.
Alva membalas pelukan itu sambil tersenyum, “ada apa?” tanya pria itu sekali lagi.
“Gak ada, masak gak boleh meluk suami sendiri” ujar adelia.
Alva melepaskan pelukan itu dan menatap lekat mata adelia, “bukan tidak boleh, tapi kamu sedang memancing singa yang sedang tidur” ujar alva sambil menempelkan keningnya dengan kening adelia.
“benarkah? Setahuku ini singa tidak normal” tantang adelia, dia sama sekali tidak menjauhkan dirinya dari alva.
“Liat sendiri seberapa tidak normalnya suami kamu ini” Alva menggeser sedikit alat alat yang dia gunakan untuk memasak dan menggendong adelia untuk duduk di atas counter, pria itu mulai memberikan ciu-man panas pada adelia. Tangannya sudah menekan tengkuk adelia agar wanita itu tidak bisa melepaskan ciuman mereka.
Namun sayang ciu-man panas kedua pasangan itu harus terhenti karena ponsel alva dan adelia berbunyi nyaring.
Alva menempelkan keningnya dengan kening adelia dengan nafas yang tersengal akibat ciu-man panas dengan adelia. “sepertinya hari ini terlalu banyak pengganggu” ujar alva.
Adelia mengangguk pelan dengan wajah yang tersipu malu, dia turun dari counter dan berlari mengambil ponselnya yang berbunyi.
📲“halo” ujar alva dan adelia berbarengan.
.
Alva duduk di sofa dengan ponsel yang menempel di telinganya.
📲“bukankah sudah aku katakan kalau aku akan berangkat nanti siang” ujar alva.
📲“I-iya Al, aku tau tapi saat ini ada Jeremy disini, dia ingin bertemu denganmu” ujar ervan dengan suara pelan.
Alva mengusap wajahnya dengan kasar, nama Jeremy kembali membuat pria itu frustasi, rasa bersalah yang sudah hilang kembali muncul ketika mengingat pria itu, abang dari wanita yang pernah dicintainya, kenapa pernah, karena sekarang alva sudah menyadari dia sudah tidak mencintai Lana lagi karena nama Adelia sudah menggantikan posisi itu.
Namun untuk alasan kenapa alva masih belum mau jujur pada adelia tentang rahasianya karena dia tidak mau adelia merasa dirinya adalah pengganti Lana, alva ingin menunjukkan cinta nya pada adelia baru perlahan akan menjelaskan rahasianya, tanpa tau kalau adelia sebenarnya sudah mengetahui itu semua.
📲“Ada apa lagi? Aku sudah memberikan dia kesempatan, aku tidak akan membiarkan dia memukulku lagi” ujar alva sambil sesekali melirik ke arah kamar utama.
📲“Minggu depan kamu ingat hari apa?” tanya ervan.
📲“apa hubungannya dengan kedatangan Jeremy kesini?” bukannya menjawab alva malah balik bertanya pada Ervan.
Alva sama sekali tidak tau di tempatnya ervan sedang tersenyum mendengar jawaban dari Alva.
📲“Minggu depan adalah hari kematian Lana, apa benar kamu sudah melupakan itu?” tanya ervan.
Alva terdiam dan kembali mengusap wajahnya dengan kasar.
📲“hmm, aku lupa, aku akan ke kantor nanti siang, kalau Jeremy mau bicara padaku suruh dia menungguku” ujar alva dengan suara datar.
📲“baiklah aku akan menyampaikan itu pada Jeremy, titip salamku pada adelia” pamit Ervan.
📲“tidak akan” jawab alva dingin lalu langsung mematikan ponselnya. Pria itu kembali menoleh ke arah kamar utama di mana adelia masih belum keluar, dia memilih melanjutkan masakannya.
Alva sudah bertekad rasa bersalahnya tidak akan dia buat untuk menyakiti adelia lagi, dia tidak mau kehilangan wanita yang sudah berhasil dia dapatkan itu.
.
📲“Kenapa Nar?” tanya adelia sambil berbaring di kasur tempat dia dan alva menghabiskan malam panas berdua.
📲“kamu dimana? Kenapa sejak kemarin gak ke kantor? Jangan bilang kamu masih menggalau adel” omel Nara.
Adelia tersenyum lebar sambil memainkan ujung rambutnya dengan sebelah tangan yang tidak memegang ponsel.
📲“Gimana ya~”
📲“Adelia! Cepat beritahu aku, kamu sudah bertanya pada alva atau belum?!” teriak nara sekali lagi karena mulai emosi.
📲“hmm belum sih, soalnya dia duluan yang bicara padaku” aku adelia.
📲“Bicara? Pria itu menyatakan perasaannya padamu” pekik Nara tidak percaya.
📲“Bukan, belum atau sudah ya, dia belum mengatakan aku mencintaimu adelia, hanya saja dia mengatakan tidak bisa kehilanganku, bukannya itu sama saja kan artinya, dia mencintaiku makanya tidak bisa melepaskan ku” jelas adelia.
📲“Berbeda adelia! Tanya kan lagi pada alva dia cinta atau enggak! Lalu mau dikemanakan si ervan! Dia kan pacaran sama Ervan!” pekik nara. Gadis itu memang masih belum tau kalau pacarannya alva dan Ervan itu hanya bohongan saja.
📲“Aku akan membiarkannya saja Nar, aku tidak mau memaksanya, dia sangat payah dalam berbicara, yang penting dia sudah memintaku jangan meninggalkan dirinya, karena dia membutuhkanku, dan soal pacaran itu sebenarnya mereka berdua hanya pacaran bohongan” ungkap adelia.
📲“pacaran bohongan bagaimana?” pekik Nara tidak percaya.
Adelia duduk dan menoleh ke arah pintu kamar, wanita itu tegak dan berjalan ke arah balkon kamar, agar suaranya tidak terdengar oleh alva yang ada di luar kamar.
📲“Alva dan Ervan itu sama sama pria normal Nar” ungkap adelia.
📲“Apa?! Lalu rumor rumor itu?!” pekik nara tidak percaya.
📲“Hanya sekedar rumor untuk menjatuhkan alva, kau tau sendiri suamiku itu seorang milyader dan pengusaha terkenal di dunia, jadi dengan adanya rumor itu banyak orang yang senang dan bisa mengambil alih bisnisnya” jelas adelia.
📲“lalu yang ervan katakan selama ini, itu apa?” tanya Nara kebingungan, karena di depan Nara ervan juga berbohong tentang hubungannya dengan Alva.
📲“hmm.. Candaan pria itu, dia suka melihat wajahku yang ngeri melihat kemesraan dan ucapan manisnya pada Alva, dia adalah pria normal Nara” kata adelia berusaha sekali lagi meyakinkan sahabatnya itu.
📲“Baiklah kita bahas ini nanti di butik, sekarang kamu dimana? Banyak klien yang menunggu jadwal temu denganmu” gerutu Nara.
Adelia tersenyum lebar mendengar pertanyaan nara.
📲“Aku di apartemen, badanku sangat lelah sekali, suamiku menghajar aku satu malaman” ujar adelia.
📲“menghajar?! Adel sebaiknya kamu bercerai dengan pria itu! Kalau suami sudah memakai KDRT, itu bikan lagi pria yang baik, sekali dia memukul maka dia akan terus melakukannya!” pekik nara tidak percaya.
📲“nara! Menghajar maksud aku itu, seperti olahraga malam suami istri, itu loh hubungan s**” kata Adelia dengan suara yang pelan.
Nara langsung bungkam beberapa saat, gadis yang belum pernah pacaran itu masih terlalu awam dengan kata sandi para pasangan suami istri makanya dia bisa salah paham.
📲“Kamu benar benar melakukan itu dengan alva del?” Nara akhirnya berbicara kembali.
📲“iya, aku melakukan itu dengannya, dia sudah menjadi suamiku, jadi tidak apa kan” kekeh adelia.
...🎷🎷🎷🎷🎷...