
Alva melirik jam ditangannya, pria itu tersenyum kecut karena tidak bisa menepati janjinya pada adelia, untung saja adelia mengerti saat diberitahu jika pekerjaan pria itu sedang banyak dan tidak bisa ditinggalkan, kali ini alva tidak berbohong, karena memang pekerjaan pria itu sedang menumpuk, karena Jeremy sedikit memberi guncangan pada salah satu bisnisnya.
Begitu alva sampai di apartemen keadaan apartemen itu gelap, alva berjalan cepat menuju kamar utama dengan perasaan cemas yang tiba tiba muncul, begitu melihat di kamar tidak ada siapapun Alva semakin cemas, tangannya sudah merogoh ponsel untuk menghubungi nomor adelia, Alva bernapas lega karena mendengar suara dering ponsel adelia. Pria itu berjalan cepat menuju ruang tengah, di sana terlihat adelia yang sedang tertidur di sofa.
Ternyata alva melewatkan ruang tengah begitu saja karena perasaan cemas kalau adelia menghilang tiba tiba. Alva langsung menggendong adelia ala bridal style, dia sama sekali tidak sadar kalau adelia sedang mengerjainya. Saat Alva menggendongnya, wanita itu membuka mata dan tertawa tanpa suara.
*flashback On*
Beberapa menit yang lalu sebelum alva pulang ke apartemen. Adelia sedikit kesal dengan Alva yang membatalkan janjinya untuk pulang cepat, tapi mau bagaimana lagi dia tau alva memang pria yang sangat sibuk.
Wanita itu menatap pintu luar yang mulai berbunyi, adelia cepat cepat mematikan seluruh lampu dan berpura pura ketiduran di sofa ruang ramu, dia penasaran apa yang akan alva lakukan padanya.
Adelia merasa sangat senang saat mendengar dering ponsel miliknya dia tau alva cemas kalau dia menghilang. Adelia masih tetap dengan aktingnya yang berpura pura tidur. Dia merasakan Alva sedang menatap dirinya, dan tiba tiba saja Adelia merasa dirinya melayang, mata wanita itu terbuka, dia tertawa tanpa suara. Hatinya berasa sangat berbunga bunga karena alva menggendongnya menuju kamar utama mereka.
*Flashback Off*
Saat alva meletakkan adelia pada tempat tidur, pria itu mulai sadar adelia seperti tersenyum dan beberapa saat kemudian ia membuka matanya.
“baaa! Kejutan” seru adelia.
Alva mencubit gemas pipi adelia dan sambil tertawa pelan, pria itu duduk tepat disebelah adelia sambil menatap fokus pada mata adelia. “Kamu mengerjaiku”.
“habisnya Al, sudah berbohong padaku” balas adelia sambil merenggut kesal.
“Maaf aku benar benar sibuk, kalau sekarang aku sudah benar benar bebas, tidak ada lagi pekerjaan yang menumpuk” Alva mendekatkan wajahnya pada wajah adelia, pria itu berbicara dengan gaya se-duk-tif, membuat wajah adelia langsung memerah padam.
“la-lalu kenapa kalau sudah bebas” adelia berusaha mengalihkan pandangannya dari wajah alva, dia tidak sanggup di tatap begitu intens oleh alva, jantungnya masih belum kuat menerima itu semua, perutnya juga seperti ada sejuta kupu kupu yang berterbangan.
‘cup’ alva memberikan ciuman pada pipi adelia, pria itu tersenyum seduk-tif sambil mendekatkan bibirnya pada telinga adelia, “kita bisa melakukan olahraga malam sampai pagi” bisik alva.
Adelia merasa bulu kuduknya langsung berdiri, wanita itu menundukkan kepalanya sambil mendorong pelan tubuh alva agar bisa sedikit menjauh darinya.
“No! mala mini tidak ada olahraga malam” tolak adelia, padahal sebenarnya dia sangat ingin melakukan itu dengan alva.
“Kenapa? Kamu sudah siapkan?” alva menarik tali yang mengikat di bagian perut adelia dan begitu tali itu di tarik dia dapat melihat adelia memakai linge-rie se-xy di balik penutup bajunya, linge-rie itu sangat se-xy karena transparan dan alva bisa melihat jelas warna pink pada squisy adelia, linge-rie itu sama sekali tidak menutupi tubuh adelia, alva bahkan langsung merasakan celananya mulai mengetat begitu melihat tombol pink itu.
Adelia cepat cepat menutup kembali jubah yang menutupi linge-rie nya sambil melotot pada alva. “bukannya kamu tidak akan tergoda” adelia kembali mengingatkan kenangan saat mereka pertama kali berbulan madu.
Alva menggeleng dan mendekat memberikan ciuman pada rahang adelia, “jangan ingatkan aku dengan pria bodoh yang menolakmu terus, kau tau pria itu selalu bermain sendiri di kamar mandi sambil membayangkan kamu yang memuaskannya” aku alva.
Adelia mengulum senyum mendengar penuturan Alva, “Bohong, aku tidak percaya” ucap adelia sambil mundur sedikit agar menjauh dari alva.
Melihat istrinya yang perlahan menjauh alva langsung menindih tu-buh wanita itu, “mau lari kemana? Kau harus tanggung jawab telah membuat aku terang-sang sekarang” bisik alva.
‘cup cup cup’ alva mencium rahang leher dan belahan gunung kembar milik adelia, Pria itu sedikit tegak untuk melihat wajah adelia, “Apa benar tidak boleh?” kali ini dia bertanya menggunakan cara lain yaitu menunjukkan puppy eyes nya pada adelia.
Dengan ragu adelia menganggukkan kepalanya pelan. “hmm” deham adelia pelan.
Tampak kekecewaan terpancar dari wajah alva, tapi adelia berusaha untuk mengabaikan hal itu. Alva mengambil nafas panjang dan mengecup kening adelia cukup lama. “baiklah” ucap alva pasrah dia sedikit menjauh dari adelia dan duduk di sebelah wanita itu dengan bersandar pada pinggir ranjang.
Adelia melirik sedikit pada alva yang melepaskannya. Tidak mau banyak bertanya wanita itu ikutan bersandar pada pinggir tempat tidur dan menempelkan kepalanya pada bahu alva.
“Jadi waktu bulan madu itu kamu tertarik untuk membuka pakaianku?” tanya adelia penasaran.
Alva yang sedang memejamkan mata, perlahan membukanya dan menoleh sedikit pada adelia, “hmm, aku terlalu gengsi untuk menyentuhmu, dan kau tau bekas nyamuk yang kamu bilang adalah bekas yang aku buat saat kamu tertidur” aku alva.
Mata adelia melotot, wanita itu memberikan beberapa pukulan pada alva, “kau jahat alva, kau tau aku pikir aku tidak memiliki daya tarik sebagai perempuan!” gerutu adelia.
Alva menahan kedua tangan adelia dan tersenyum pada wanita itu dengan sangat tulus,”Kamu diam seperti ini saja sudah membuatku tertarik, apa lagi bergaya seperti model” ujar alva.
Adelia mulai mengingat car acara yang dia lakukan untuk menggoda suaminya sendiri, wajahnya langsung memerah dan memanas karena malu. Wanita itu dengan cepat menutup wajahnya dengan kedua tangannya. “Jangan jangan kau melihatnya?” tanya adelia sambil melihat alva dari sela sela jarinya.
“Ya aku melihat itu, dan itu sangat menggemaskan” kekeh adelia.
”Aaaaa!” adelia cepat cepat menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut itu.
Alva tertawa gemas melihat adelia yang langsung malu. “Del, kok ditutup sih” kekeh alva.
“jangan lihat aku dulu untuk sekarang ini! aku sangat malu” teriak adelia dari dalam selimut.
Alva menarik selimut yang menutupi tubuh adelia, pria itu menahan kedua tangan adelia dan menindih tubuh kecil itu dibawahnya, “kamu tidak perlu malu, aku sudah melihat semuanya” ujar alva. Wajah pria itu semakin mendekat dan adelia ikut memejamkan mata menunggu alva menciumnya.
Malam itu keduanya kembali menikmati malam yang panas bersama.
...🎺🎺🎺🎺🎺...
Bantu like dan vote nya dong, author sedih gak banyak yang suka sama novel ini, apa author cepatkan aja ya selesaikannya setelah itu author bakal rehat dalam waktu yang gak di tentukan, sejak sistemnya berubah pendapatan author turun jadi mohon banget bantu like dan vote nya ya 🙏🙏🙏🙏
Bonus pict