Trapped in Love

Trapped in Love
44. Alva tidak melawan



“Salah! Seharusnya kau menikah dengan Luna, bukan dengan wanita itu! Luna adalah saudara Lana, jika kau menikah dengannya Lana tidak akan menolaknya!” maki Jeremy.


Ervan tertawa keras sambil memegangi perutnya. “begitukah? Apa kau bisa berbicara pada hantu?! Atau kau bisa membangkitkan Lana yang sudah mati?! Siapa yang menentukan Lana bahagia melihat alva menikah dengan saudara kembarnya dibanding dengan wanita lain?” sindir ervan di sela tawanya.


Wajah Luna dan Jeremy berubah merah mendengar ucapan Ervan.


Sementara Alva hanya membiarkan dirinya terbaring di lantai menikmati rasa sakit yang sedang menderanya.


“Kau aneh sekali Jeremy, kenapa alva tidak boleh melanjutkan hidupnya hanya karena kematian Lana? Sudah cukup dia tersiksa selama ini, kemana kalian saat dia tersiksa?! Apa kalian ada bersamanya? Kalian pergi meninggalkan Alva setelah kematian Lana, kalian meninggalkan alva menikmati rasa sakitnya sendiri, kalian menyalahkan dia atas kematian Lana, lalu saat dia mendapatkan kebahagian kenapa kalian tidak membolehkan dia menatap masa depan dengan wanita yang dia cintai?” sindir Ervan sekali lagi.


“Alva! Aku bicara padamu! Apa kau benar benar sudah tidak mencintai adikku lagi?! Kau tega meninggalkan dia?!” pekik Jeremy, pria itu memang sengaja mengabaikan ucapan Ervan, pria itu hanya ingin menambah rasa bersalah pada hati alva.


Bukannya menjawab alva malah tertawa, “aku tidak akan melawan mu, bunuhlah aku kalau itu bisa memuaskan mu atas kematian Lana, aku siap menerima semua kemarahan mu padaku, limpahkan saja semuanya padaku” ujar alva sambil terus tertawa dengan darah yang sudah keluar dari sudut bibirnya, wajah tampannya tidak terlalu babak belur, karena Jeremy banyak memukul perut dari pada wajah.


Jeremy hendak memukul Alva lagi, namun Ervan lebih dulu menahannya, dia tidak mau alva benar benar mati seperti ucapan pria itu. “JEREMY! Ingat bukan alva yang mendorong Lana untuk mati! Bukan Alva yang meminta wanita yang dia cintai untuk mati! Sudah berapa kali pria itu mau bunuh diri mengikuti Lana, biarkan dia bahagia sekarang Jeremy, biarkan dia hidup tanpa penyesalan, kematian lana sudah lama terjadi, tolong biarkan alva menata masa depannya”.


“tapi kasian kak Lana” sela Luna. Jeremy yang sudah diam dan mulai tenang kembali emosi, mendengar ucapan Luna, wanita itu kembali memprovokasi Jeremy untuk menuntut Alva atas kematian Lana.


‘Bugh’ kali ini bukan alva yang terkena pukulan tetapi Jeremy, dan pelakunya adalah Ervan, pria itu meninju Jeremy dalam satu pukulan dan mendorong pria itu ke dinding.


“Kakak!” pekik Luna histeris karena kakaknya terkena pukulan oleh Ervan.


“Kau luna! Tetap di posisimu dan jangan banyak bicara lagi” bentak Ervan sambil menahan Jeremy dengan tangannya, “kau Jeremy, kau pikir alva tidak bisa melawan, kalau pria itu mati kau akan di tuduh sebagai pembunuh, karena kau yang memukulnya, sudah cukup kasihan pada Lana yang sudah MATI! Mau kalian kasih seperti apapun LANA TIDAK AKAN KEMBALI HIDUP!” Teriak Ervan kuat berusaha menyadarkan Jeremy, memang Lana adalah adik yang sangat dia sayangi melebihi Luna, makanya Jeremy akan emosi setiap mengingat Lana.


“Tapi_”


“TUTUP MULUTMU LUNA!” bentak Ervan dengan suara tinggi, “Aku tau maksud kedatangan kalian kesini! Alva tidak akan bercerai dengan istrinya dan alva tidak akan menikahi mu Luna!” Bentak ervan. Dia melepaskan tangannya dari Jeremy, “jika kau memukulnya lagi aku akan memanggil polisi, tidak peduli kau sahabatku atau musuhku, aku tidak akan membiarkanmu membunuhnya” ancam Ervan.


Ervan berjalan mendekati Alva yang masih terbaring di lantai, pria itu membantu alva untuk duduk.


“sebaiknya kalian pergi dari sini atau aku akan memanggil security untuk mengusir kalian dari sini” sindir Ervan.


Jeremy menatap Ervan dan Alva dengan pandangan sinis, “aku tidak akan membiarkanmu bahagia alva” ucap Jeremy sebelum dia pergi bersama dengan luna.


Sedangkan luna terus menangis keluar dari ruangan itu, dia menangis dalam pelukan abangnya.


“kau tidak apa, ayo ke rumah sakit” ajak ervan.


Alva tidan menjawab hanya mengangguk pelan, dia bersandar pada ervan dan membiarkan pria itu memapah dirinya.


.


“kau yakin tidak memberitahu tentang keadaanmu pada Adelia? Bukankah kemarin kalian bertengkar?” tanya ervan pada alva.


Ervan menghembuskan nafas berat lalu menganggukkan kepalanya pelan. “istirahat saja dan kompres wajahmu, kalau kau tidak pulang juga besok dia akan bertanya tanya apa yang terjadi padamu” ujar ervan sambil memberikan kompres untuk wajah tampan alva yang terkena pukulan.


.


📳📳📳📳


Adelia tersenyum senang saat mendapatkan telepon dari alva, gadis itu segera mengangkatnya pada hitungan detik.


📲“Halo”


📲“Adel, maaf hari ini aku menginap di rumah Ervan, ada sedikit masalah, kamu bisa pulang sendirikan?” ucapan alva baru saja membuat senyuman yang merekah pada bibir adelia kini sirna.


📲“Ahh kau ingin berdua dengannya? Baiklah” jawab adelia datar.


📲“del, aku akan mengatakannya padamu saat aku pulang, tapi tidak bisa sekarang, tolong tunggu aku” ujar alva.


📲“Hmm, aku kan hanya istri kontrak mana berhak tau masalah pribadimu, selamat bersenang senang” ujar adelia lemah.


📲“kau marah padaku?” tanya alva.


📲“tidak” jawab adelia dingin.


📲“maaf tidak bisa menemanimu tidur” kekeh alva.


📲“Aku tidak masalah tuh” ucap adelia dingin lalu dia mematikan teleponnya.


.


“Berhenti menangis Luna!” bentak Jeremy.


“tapi kak, kak alva tidak mau berpisah dari istrinya kakak bilang akan mengabulkan permintaanku, kalau begini lebih baik aku mati saja seperti Lana” isak Luna. Entah itu air mata palsu atau air mata asli, tapi tangisan Luna membuat abangnya merasa bersalah.


Jeremy memeluk lana dan berusaha menenangkannya, “sudahlah kakak akan berusaha memisahkan dia dari istrinya, kamu berhenti menangis kakak akan mencari cara untuk membuat dia bercerai, setelah itu kamu bisa menikah dengan alva” ujar Jeremy dengan lembut.


Luna tersenyum didalam pelukan Jeremy, kematian Lana telah membuat pria itu takut kehilangan Luna, dia jadi berlebihan dalam menjaga dan menyayangi Luna, hingga membuat apapun permintaan Luna akan dia kabulkan termasuk menjadikan Alva menjadi milik Luna, padahal Alva adalah manusia yang tidak bisa diperintah hatinya untuk siapa, tapi bagi Jeremy asal Luna bahagia dia akan melakukan apapun itu.


“kakak harus janji” isakan luna semakin besar.


“iya kakak janji, kalau perlu kakak akan mencari cara untuk membuat istrinya sendiri yang menceraikan alva, dan saat itu kamu yang akan menikah dengan Alva, tenang saja” ujar Jeremy.


...🩰🩰🩰🩰🩰...