Trapped in Love

Trapped in Love
21. Pernikahan



Hari H akhirnya tiba, pesta pernikahan mewah yang diadakan oleh keluarga Adelia dan keluarga Alva, banyak tamu dari pihak adelia yang bingung kenapa pengantinnya di ganti, tapi melihat foto foto adelia dan Alva yang terpajang di sepanjang jalan menuju tempat pesta membuat tamu tamu sadar bahwa mereka adalah pasangan yang saling mencintai.


Rumor buruk tentang alva juga menghilang begitu melihat foto foto mesra alva dengan Adelia, walau tetap masih banyak keraguan orang orang tentang pernikahan mereka.


Keluarga Alva dan Keluarga Adelia juga mengatakan pada para media akan ada konversi pers setelah adelia dan alva pulang bulan madu, karena itu tidak ada lagi pertanyaan dari orang orang mengenai pernikahan mereka, semuanya tutup mulut menunggu klarifikasi dari pasangan yang akan menikah sebentar lagi.


.


Pemberkatan baru saja selesai, adelia duduk di kamar pengantin menunggu alva yang masih berbicara dengan rekan kerjanya di pesta pernikahan.


Adelia menatap bayangan maya dirinya di depan sebuah cermin besar yang ada di kamarnya. “Cantik” gumamnya pelan, padahal dia berharap itu adalah pernikahan impiannya dimana orang yang dia cintai menjadi pasangannya.


Tapi kenyataannya, Alva pria yang tidak dia cintai yang menjadi suaminya, pria itu sangat dingin, dan irit bicara tidak seperti Keanu yang sangat lembut dan perhatian padanya. Adelia menatap detail gaun pengantin yang dia gunakan, gaun yang dia rancang sendiri, dan jelas bersama pakaian pasangannya, tapi sayang sekali lagi yang menggunakan adalah alva.


Mengingat Keanu, Adelia kembali menjadi sedih, pria itu tidak datang ke acara pernikahannya, begitupun dengan Fira, padahal adelia sudah mengirimkan undangan pada keduanya.


Usut punya usut, adelia mengetahui tidak hadirnya dua orang itu ternyata karena abangnya Gilang mengancam Keanu untuk datang, Gilang memang sangat menakutkan bagi Keanu karena hari setelah adelia mengungkapkan semuanya dia menghajar keanu, untung saja tidak sampai mati dan masuk rumah sakit.


“Apakah semua ini mimpi?” tanya adelia pelan. “mana mungkin mimpi ini semua nyata bodoh” jawab adelia lagi. Pernikahan, janji di depan altar lalu ciuman, wajah adelia langsung merona merah mengingat ciuman antara dia dan Alva di altar tadi.


Ciuman itu hangat, lembut dan tidak menuntut, itu adalah ciuman pertama adelia dan juga ciuman pertama alva, walau adelia tidak tau.


‘plak’ adelia memukul kepalanya sendiri ketika mengingat ciuman dia dengan alva agar menyadarkan dirinya pada kenyataan. “apa Ervan cemburu ya? Aku tidak siap jika harus menerima amukan Ervan, kata orang orang cemburunya pria pada pasangan prianya lebih mengerikan dari pada cemburunya wanita, apa aku akan mati?” adelia memegangi lehernya sendiri tanpa sadar.


“Ervan tidak akan cemburu” suara dingin dan berat itu menyadarkan Adelia dari lamunannya.


“kau mengejutkanku, benar juga ervan tidak akan cemburu, kan dia juga yang memaksa pernikahan ini, dia pasti sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi itukan” ujar adelia dengan riang, gadis itu langsung mengambil kesimpulan sendiri.


“kau tidak mengganti baju?” tanya Alva.


Adelia menatap dress pernikahan yang masih dia gunakan, gadis itu lalu tersenyum lebar, “tanganku pendek dan tidak sampai untuk menggapai punggungku, apa kau bisa membantuku?” Adelia dengan cepat mendekati alva dan mengangkat rambutnya agar alva bisa melihat retsleting di punggungnya dengan jelas.


Namun upaya adelia justru membuat alva merona malu, tanpa sadar pria itu meneguk saliva nya begitu melihat leher jenjang Adelia.


“kau bisa melihatnya?” tanya adelia lagi karena Alva tidak juga menempelkan tangannya pada gaun yang adelia gunakan.


“Ahh iya kelihatan” alva cepat cepat menarik retsleting itu dan segera memalingkan wajahnya agar tidak melihat punggung putih mulus milik istrinya.


Alva terdiam dan mengerjap, lalu pria itu duduk di pinggiran kasur sambil memegangi jantungnya yang mulai terasa aneh, karena berdetak sangat cepat.


'Deg Deg Deg'


“apa aku sakit ya” gumam alva pelan masih sambil memegangi jantungnya.


“alva! Bisa tolong ambilkan Baju yang sudah mama siapkan di meja?” kepala adelia muncul di balik celah pintu, gadis itu nyengir ke arah alva, “aku sudah melepas semua gaun yang aku gunakan, tolong ambilkan ya” lanjut gadis itu.


‘Deg deg deg’ kembali detak jantung alva bergemuruh cepat dan kuat hingga alva tidak terlalu mendengar ucapan Adelia, karena terlalu fokus merasakan detak jantungnya yang terasa aneh.


“Alva~ bisa tolong ambilkan bajuku” tanya adelia sekali lagi. Untung saja ucapan yang ini dapat alva dengar, sehingga pria itu sedikit berlari mengambilkan baju milik adelia.


‘glek’ sekali lagi alva meneguk salivanya begitu melihat dan memegang lingeri dan pakaian dalam yang di siapkan oleh mertuanya.


‘ni cewek ingin menggodaku ya’ alva membatin, dia mulai merasa gelisah dan keringat dingin.


Jangan tanya bagaimana detak jantung dan perasaannya sekarang, alva langsung menyalakan ac dengan suhu yang sangat dingin, karena sekarang dia merasa sangat kepanasan.


‘Ting’ alva mengeluarkan ponselnya dan membaca pesan yang dikirimkan oleh Ervan.


📩‘Selamat menahan diri di malam pertama tuan tidak sempurna’ ledek Ervan.


Ingin rasanya alva mengumpat dan membanting ponsel miliknya, mengingat itu adalah malam pertamanya membuat alva semakin merasa panas, dan cemas, apa lagi ketika dia membayangkan baju tidur yang mertuanya siapkan, tanpa sadar alva merasakan celananya mulai terasa sesak.


“Huuuu haaaa huuu haaa” Alva berkali kali mengatur pernapasan untuk membuat juniornya yang mulai menegang untuk tidur kembali.


Perlu waktu sekitar 30 menit untuk membuat adik kecilnya tenang, namun baru saja tenang si pembuat ulah sudah muncul dengan menggunakan kimono sexy yang tidak sepenuhnya bisa menutupi paha wanita itu, bahkan alva bisa melihat gunung kembar adelia yang tidak bisa tertutupi sepenuhnya.


“Aku sudah_” belum selesai adelia berbicara alva sudah berlari menuju kamar mandi tanpa suara dan dengan gerakan cepat. “Alva! Pakaian dalamku masih ada di dalam sana!” teriak adelia kencang tapi alva tidak juga menyahut. “apa dia kebelet ya, makanya buru buru” gumam adelia pelan lalu berjalan menuju meja rias untuk mengeringkan rambutnya.


Adelia sama sekali tidak tau di dalam kamar mandi alva sedang melakukan hal yang tidak akan pernah dia duga, untung suara hairdryer membuat telinga adelia tidak mendengar suara de_sa_han alva di dalam kamar mandi. Entah bagaimana fantasi pria itu tapi berkat adelia alva kembali menjadi pria yang sesungguhnya.


...🥍🥍🥍🥍🥍...