Trapped in Love

Trapped in Love
17. Minta Restu Camer



Alva merasa canggung saat bertemu dengan kedua orang tua adelia, pasalnya keluarga adelia malah menyambut hangat kedatangannya dan hal itu malah membuat Alva menjadi kaku.


“Pa, ma ini Alva” adelia memperkenalkan alva kepada kedua orang tuanya.


“Selamat malam om, tante, ini ada oleh oleh untuk oom dan tante” ujar alva sopan.


“ya ampun alva, kamu gak usah susah susah melakukan itu, kamu mau datang kesini saja mama sudah senang, dan jangan panggil tante tapi mama dan papa” ralat mama santi.


“baik tan, eh mama” ralat Alva cepat.


“ayo masuk, makan malamnya sudah siap” ajak mama Santi.


Alva mengangguk dan berusaha tersenyum walau terlihat sangat kaku, tapi dimata mama santi dan papa Aditama malah terlihat seperti alva sedang grogi.


.


“Pa, ma, alva kesini ingin meminta putri kalian untuk menjadi istri alva, apakah mama dan papa bersedia menyerahkan putri kalian pada alva?” ucap alva to the point sambil menggenggam tangan adelia dengan sebelah tangannya, lalu menatap kedua orang tua adelia dengan serius.


“Nanti saja kita bicara itu, bagaimana kalau kita makan dulu baru bicara lagi nanti” gumam papa aditama.


Alva dengan cepat mengangguk dan segera melepaskan tangan adelia. Sedangkan adelia yang tangannya tadi di pegang alva langsung merona malu, entah kenapa sentuhan alva yang tiba tiba membuat gadis itu merasa berdebar apa lagi ucapan alva pada kedua orang tuanya, seandainya alva normal adelia mungkin akan jatuh hati pada alva.


.


“Apa kamu serius menyukai putriku?”


Setelah makan malam, papa Aditama baru berbicara serius dengan alva di ruang tengah.


“Ya, pa, alva serius” bohong alva.


“Kamu tau putriku baru saja di khianati pria yang dicintainya, apa kamu serius mencintai dan menyayangi putriku?” tanya papa Aditama sekali lagi.


“Ya tolong restui kami pa” ujar alva lagi.


“putriku itu nakal, dia juga egois, bukan hanya itu dia sangat manja, dia sangat mudah menangis, apa kamu bisa menerima semua sikap jelek putriku?”


Alva menatap adelia sekilas dan memegang tangan gadis itu, dalam hati dia sedang memikirkan orang lain saat menatap Adelia, “Ya aku sangat mencintainya” ucapan itu terdengar tulus dan penuh perasaan tentu saja tulus karena Alva mengatakan cinta yang sebenarnya tapi bukan untuk Adelia, melainkan untuk seseorang yang ada di dalam pikirannya.


‘Deg’ Adelia kembali merona malu, ditambah detak jantungnya langsung berdetak aneh begitu mendengar ucapan dari Alva.


‘Adel sadar, alva hanya acting, itu hanya kebohongan yang alva lakukan, dia tidak akan benar benar mencintaimu adel, apa yang terjadi kenapa dengan mudahnya kamu tersipu malu dengan ucapan pria itu, jangan menjadi wanita murahan adel’ omel adelia pada dirinya sendiri di dalam hati.


“Apa kamu bisa berjanji padaku jangan pernah membuat putriku menangis, dan kau harus menjaga putriku seperti aku menjaganya?” ucap papa aditama tegas tidak terbantahkan.


Alva mengangguk cepat dan menatap mata papa aditama lekat, “saya berjanji” kali ini ucapan alva tulus diucapkan untuk Adelia, setidaknya jika dia tidak bisa mencintai wanita itu, dia ingin menjaga adelia seperti janjinya pada papa aditama.


“Baiklah, aku membolehkan kalian berdua menikah” ucap papa Aditama.


“makasih pa, ma” ucap adelia sambil tersenyum.


“terima kasih pa, ma, saya berjanji akan menjaga adelia seperti kalian menjaganya” ujar alva.


“Apa kalian sudah mempersiapkan pernikahannya? Apa mau papa tunda acara pernikahan yang akan diadakan beberapa minggu lagi?” tanya papa aditama.


“gak perlu pa, Cuma ganti surat undangan yang untungnya belum diantar ke orang orang, dan mengganti sedikit pernak Pernik pernikahan seperti foto papan nama dan yang lainnya” sela adelia.


.


Setelah izin dari keluarga adelia keluar, Alva menyempatkan adelia untuk datang ke rumahnya untuk membuat ibunya tenang karena masalah rumor alva ternyata tidak benar.


Mama Cyntia terus memeluk dan mencium pipi adelia dengan sayang karena ternyata putranya tidak seperti yang dikatakan di rumor rumor.


“Alva, papa ingin pernikahanmu disiarkan di TV jadi orang orang yang melihat tahu bahwa rumor tentang kamu itu palsu” ujar papa Fajri.


“Pa alva akan membersihkan nama alva, tidak perlu disiarkan di tv segala, alva bukan actor atau celebrity, alva hanya seorang pengusaha muda” ujar alva.


“Setelah menikah kami akan mengadakan konfersi pers pa, papa tenang saja” tambah adelia membantu alva menjelaskan pada papa nya.


“Janji ya sayang, kalian harus membersihkan nama baik alva, lalu kalian harus rajin melakukan olahraga malam biar mama bisa cepat punya cucu” ujar mama Cyntia.


Wajah adelia langsung merona merah mendengar ucapan dari orang tua alva.


“mama~ kami menikah masih beberapa minggu lagi, kenapa mama sudah minta cucu” protes alva.


“ya mama Cuma mengingatkan, siapa tau kamu Cuma pura pura menikah dengan adel” selidik mama Cyntia.


“ma~ kan alva sudah menjelaskan pada mama, alva saja terkejut dia mau menerima alva” bohong alva.


Alva dan adelia kembali menceritakan drama bodoh yang di karang adelia tentang alva yang mencintainya, dan mengejar ngejar dia, alva bahkan sudah hapal di luar kepala teks drama yang adelia karang untuk melengkapi sandiwara pernikahan yang mereka buat.


“harusnya kamu belajar dari papa cara mendapatkan wanita, jadi tidak seperti in ikan, untung adelia membatalkan pernikahannya bagaimana jika dia lanjut menikah?” ledek papa Fajri.


“emang papa dulu playboy ya? Hingga bisa bilang gitu” balas alva.


“Papa bukan playboy, tapi papa setidaknya papa sudah mendapatkan mama mu dengan itu bisa menjadi bukti papa punya cara untuk mendapatkan wania bukan?” kekeh papa fajri.


“Jadi maksud papa alva harus merebut wanita yang sudah dimiliki orang lain gitu?”


“sebelum janur kuning melengkung wanita masih bisa ditikung alva” tawa papa fajri kembali terdengar.


“Papamu itu sangat mempesona alva, mama dulu primadona di sekolah loh, dan mama terpesona oleh papamu, masak putranya kalah sih” ledek mama Cyntia.


Alva menghela nafas berat, ”iya iya alva salah, tapi sekarang alva kan yang berhasil mendapatkan adelia, jadi alva dong pemenangnya” ujar alva sambil tertawa dan memperlihatkan senyumannya.


‘deg deg’ adelia memegangi jantungnya yang kembali berdetak aneh saat melihat senyuman alva. Pria dingin yang irit bicara itu bisa banyak bicara jika bersama orang yang dia kenal, dia juga bisa bersikap hangat dan bahkan tertawa dan tersenyum, ketampanan pria itu semakin tinggi ketika dia tersenyum, dan itu membuat adelia gugup.


“ini menantu mama kok diam aja, jangan malu malu dengan mama, mama senang kamu menerima putra mama, janji jangan pernah tinggalkan alva ya sayang” pinta mama Cyntia.


“iya ma” angguk adelia.


...🎸🎸🎸🎸🎸...


Bonus Pict


Alva datang ke rumah adel minta restu