
“kau yakin?” Ervan kembali lagi pada Alva. Ervan bertanya seolah olah tidak percaya dengan ucapan sahabatnya itu, ia kembali memberi pertanyaan yang sialnya tidak dijawab oleh pria itu. Itu artinya Alva menjawab dengan benar. Karena Alva hanya akan membuka mulutnya jika pertanyaan dirinya salah. “jadi, maksudmu kau meniduri adelia? Kau meniduri wanita itu?” Ervan kembali mengulangi pertanyaannya yang sulit dia percayai.
Alva masih tetap melakukan hal yang sama, dia tetap diam, dan itu berhasil membuat Ervan menghela nafas kasar. “oh astaga, aku tidak mengira kau akan melakukannya pada adelia” ucap ervan sambil menepuk keningnya sendiri.
Perasaan aneh menjalar di sana. Alva meniduri Adelia? Otak ervan sangat sulit untuk mempercayainya, diam diam Ervan mengulum senyum. Senyuman yang justru terlihat aneh, “Sejak kapan?” goda ervan.
“tutup mulutmu Van! Pertanyaanmu benar benar tidak pantas” gerutu alva.
“Kenapa? Apa yang salah? Aku hanya bertanya, kenapa kau marah?” canda ervan.
Ervan menatap cukup lama kesana, dia seperti menemukan sosok baru dam diri Alva, tidak bukan baru, tapi sesuatu yang telah lama menghilang dari diri pria itu. Sudah dijelaskan, meskipun alva tidak merubah ekspresinya, tapi Ervan bisa menebak dengan sangat baik jenis perasaan apa saja yang alva alami.
“itu? apa yang terjadi?” tanya Alva setelah dia melihat Ervan dia baru tau jika ada yang aneh dengan pria itu.
“Ah, ini?” Ervan ikut mengalihkan pandangan pada pergelangan tangannya sendiri saat alva menatap kesana, tiba tiba saja ekspresi pria itu berubah sedih tapi dia tetap tersenyum pahit, “Nara mengalami kecelakaan, dia mengeluarkan banyak darah” ungkap ervan.
Keduanya diam untuk beberapa saat. Alva cukup mengerti tanpa harus mendapat penjelasan lebih dari pria itu. Dari yang sudah terlihat, Ervan jelas habis mendonorkan darahnya untuk wanita bernama Nara, sahabat istrinya, “bagaimana bisa terjadi?” tanya alva lagi.
“Apa?”
“kecelakaan itu?” ulang Alva.
Alva kembali melihat ekspresi itu lagi, wajah bersalah milik sahabatnya, dan wajah yang tidak pernah dia lihat, ada raut kesedihan di sana hampir mirip seperti dirinya sekarang.
“dia melihatku dengan wanita lain, wanita itu lari, menjauh dariku dan kecelakaan itu terjadi” ungkap ervan.
Meskipun hanya penjelasan kecil, Alva lagi lagi bisa menangkapnya dengan baik, tak perlu mendapatkan penjelasan panjang lebar untuk mengerti kejadian seperti apa yang Ervan dan Nara alami.
“sepertinya aku butuh minum, aku cukup lemas setelah mendonorkan darahku, kau mau ikut?” tawar Ervan.
Tanpa menjawab, Alva berjalan lebih dulu yang langsung disusul oleh Ervan. Keduanya berjalan beriringan sepanjang Lorong rumah sakit yang sepertinya terasa sangat panjang. Mereka berhasil menemukan perempatan Lorong, lalu berbelok ke arah kanan. Lorong yang kali ini cukup terlihat sepi tapi Alva dan Ervan menemukan sesuatu di sana, keberadaan seseorang yang saat ini berjalan berlawanan arah dengan mereka.
Lalu dengan sendirinya perasaan itu kembali meluap. Emosi dan Kemarahan Alva muncul kembali saat melihat pria bernama Keanu ada dihadapannya. Ketiganya berhenti, Keanu terlihat sedikit membungkukkan kepalanya. Memberi salam pada alva tanpa suara.
Belum sempat Keanu menjawab pertanyaan Ervan, sesuatu sudah berhasil lebih dulu menghempaskan tubuhnya membentur dinding rumah sakit. Pria itu bahkan hampir merosot jatuh jika saja tidak menahan keseimbangan tubuhnya sendiri dengan baik. Ternyata alva tidak dapat menahan emosi yang semakin meluap sejak melihat wajah Keanu, Pukulan yang di layangkan oleh tangan alva benar benar cukup kuat hingga mampu mendorong tubuh kekar pria itu. Tangan yang bahkan keadaan terluka itu mampu menghasilkan tetesan darah di sudut bibir Keanu.
“Alva! Apa yang kau lakukan” Ervan Berteriak cemas dengan Tindakan sahabatnya.
Tidak menghiraukan pertanyaan Ervan, Alva kembali menyerang tubuh Keanu, tangannya sudah menjerat manis kerah kemeja milik Keanu. Pria itu tidak melakukan perlawanan apapun pada Alva, bahkan saat satu pukulan lagi mendarat di wajahnya.
“Alva hentikan! Kau sudah gila?! Apa kesalahan pria itu!” ervan berusaha melerai dua orang itu, walau dia tau alva marah karena kehadiran Keanu di rumah sakit itu, tapi bukankah itu hanya pelukan, cemburu alva memang benar benar kelewatan.
Lagi lagi Alva mengabaikan pria itu, pria yang bahkan sudah dianggapnya melebihi sahabat. Ervan baginya adalah seorang saudara, bahkan Alva selalu mengikuti apa kata pria itu meskipun alva meresponnya dengan buruk, tapi dia tetap menjadi saudara yang penurut saat ervan memberitahunya. Namun untuk kali ini, alva bahkan sulit mengendalikan dirinya sendiri, persetan dengan peringatan Ervan kepadanya.
Mata tajam milik Alva seakan menjadi samurai kasat mata, kemarahan pria itu begitu jelas terbaca di sana, tatapan alva kepada pria di depannya benar benar buas seakan ingin membunuh. Benar, alva sangat ingin membunuh pria itu jika diperbolehkan.
Alva seakan memberi peringatan lewat tatapan matanya. Tanpa melepas cengkraman tangannya kea rah kemeja biru milik Keanu. Alva berniat melayangkan pukulannya lagi, namun tiba tiba tubuhnya tertarik mundur beberapa langkah ke belakang.
“hentikan alva!!” pekik ervan
“Br*ngs*k” alva mengumpat lirih. Bukan pada ervan yang sudah menariknya menjauh, tapi pada pria yang masih berada satu jajar di hadapannya.
“apa yang terjadi Alva?! Apa yang terjadi padamu!”
“Apa yang kau lakukan?!” Alva tidak menjawab pertanyaan ervan, dia justru melayangkan pertanyaan pada pria yang berstatus sebagai mantan kekasih istrinya. Pria yang diketahui sangat dicintai istrinya, ‘tidak aku tidak akan membiarkan adelia bersama pria brengsek ini’ alva membatin kesal.
“Apa? Aku bahkan sama sekali tidak mengerti dengan maksud ucapanmu?” tanya balik Keanu.
“Br*s*k kau!” Alva kembali mendekat. Menghimpit tubuh Keanu lagi ke dinding dengan tubuhnya. Tangannya lagi lagi mencengkram kea rah kemeja Keanu, pria itu terlihat tidak menunjukkan tanda tanda ketakutan atas apa yang dia terima dari alva. Ekspresinya terlalu datar, tetapi keduanya memiliki tatapan yang sama ‘saling tidak menyukai’ dengan kata lain mereka saling membenci.
Benar Keanu membenci Alva. Pria yang sudah berani beraninya menikahi wanita yang hampir menjadi istrinya, dan pria itu bahkan membuat wanita itu berhasil mengalihkan perasaan darinya, padahal sebenarnya kesalahan terletak pada dirinya, pria itu terlalu gengsi untuk mengakui semua itu, setelah kehilangan dia baru menyadari perasaan tulusnya pada adelia. Keanu benar benar marah, dia ingin melakukan apa yang alva lakukan sekarang, menghajar pria itu tanpa ampun bahkan membunuhnya.
Tanpa merubah ekspresi wajahnya, Keanu menghentakkan tangan Alva menjauh dari tubuhnya. Dia berniat memukul Alva meskipun ingin. Keanu berusaha keras untuk menahan itu, “aku tak melakukan apapun kepada wanita itu jika itu yang kau maksud”. Ujar Keanu.
...🎺🎺🎺🎺🎺...