Trapped in Love

Trapped in Love
20. Sesi Foto lanjut!



“kenapa sekarang aku harus memakai jaz dokter?” tanya Alva penasaran setelah mengganti baju yang di kenakan.


Adelia tersenyum senang sambil merapikan jas dokter yang Alva kenakan, “aku dulu punya impian ingin mempunyai suami dokter, keren saja membayangkan suami yang selalu menolong orang yang sakit lalu suamiku menyembuhkan aku yang sedang sakit, bukankan itu romantis”.


‘Tak’ Alva baru saja menjitak kening Adelia sambil menahan senyumnya. “jangan terlalu banyak bermimpi, nanti jatuhnya sakit”.


Sambil memegangi keningnya yang terasa sakit Adelia mendengus kesal pada Alva. “Cuma hayalan aja, kamu keren kok pakai ini” puji Adelia masih sambil memegangi keningnya.


“emang keren” jawab alva singkat.


“hus sombong, percuma keren kalau melenceng” balas Adelia lalu tertawa kecil, alva sendiri hanya geleng geleng kepala mendengar ucapan Adelia.


“Gitu dong, udah akrab, ayo kita foto lagi kalian berdua udah oke pakai baju itu, ayo keluar” Nara tiba tiba muncul dan menarik Adelia keluar, sedangkan alva hanya mengikuti saja.


.


Sesi potret memotret terus berjalan sudah dapat dilihat alva dan adelia mulai tidak canggung dan mulai lancar ketika diberi perintah oleh Ervan dan nara, dari berbagai pose dari mendekatkan kening dan tertawa lalu pose pose lainnya, mereka berdua sangat mirip seperti seorang model karena sama sama cantik dan tampan.


“Apakah ini sudah selesai?” Tanya Alva sambil berusaha mengendorkan dasi yang dia gunakan.


“belum masih banyak kostum yang belum kita coba” adelia tertawa senang sambil menarik tangan alva untuk kembali masuk ke dalam rumah dan mengganti kostum selanjutnya.


Alva hanya bisa pasrah, entah kenapa dia mulai terbiasa menuruti keinginan adelia, awalnya dia memang terlihat malas tapi lama kelamaan alva mulai nyaman dan terbiasa dengan kehadiran adelia.


“sekarang tema apa lagi?” keluh alva, pria itu menunggu adelia mencari cari baju lainnya yang akan alva gunakan.


Adelia mengangkat baju tidur dan baju lainnya, Sisa dua, “temanya kehidupan sehari hari sepasang kekasih” Seru adelia sambil tersenyum senang.


“jadi akan ada adegan ranjang?” goda ervan.


Adelia berhenti sebentar untuk berpikir wajahnya langsung merona merah, dia cepat cepat menggelengkan kepala, “tidak hanya berbaring saja di ranjang, seperti sepasang kekasih yang bercerita dan menikmati waktu berdua mereka” kekeh Adelia. ‘emang burung si alva bisa bangun kalau aku goda, ni orang ada ada saja, apa dia cemburu melihat aku dan alva dekat?’ pikir adelia dalam hati.


Mau tidak mau senyuman adelia tertular pada alva, pria itu mengambil baju dari tangan adelia dan kembali ke kamar mandi untuk menggantinya.


Semua yang terjadi pada alva terus di perhatikan Ervan dalam diam, pria itu senang alva sudah mulai terbiasa dengan adelia, mungkin adelia lah jawaban untuk masalah alva selama ini, Ervan sangat bersyukur mengajak Alva ke klub malam itu dan mempertemukan Adelia dan alva, ervan juga sangat suka dengan sikap adelia yang bertindak tanpa berpikir panjang, hingga gadis itu berhasil dia jebak untuk masuk dalam pernikahan dengan Alva.


‘Tenang saja adel, aku yakin alva akan mulai mencintaimu, dan pernikahan ini tidak lagi menjadi pernikahan kontrak’ ucap Ervan dalam hati.


**


Alva dan Ervan sampai di apartemen milik Alva pukul 9 malam, pemotretan itu berlangsung sangat lama dan mereka pun sempat makan malam disana tadi.


Alva tidak menyangka Adelia yang seorang pekerja keras dan anak dari pengusaha kaya raya masih bisa memiliki kemampuan lain yaitu memasak makanan.


Pria itu langsung berbaring di sofa memejamkan matanya, membiarkan Ervan ikutan mengambil sofa untuk mengistirahatkan tubuhnya.


“Apa yang sedang kau pikirkan Al?” tanya Ervan tiba tiba.


“bukankah itu bagus? Ini demi kebaikan semuanya al, kau lihat bagaimana kebahagiaan kedua orang tuamu, selama ini mereka diam bukan berarti mereka tidak cemas, mereka hanya tidak mau membuatmu semakin tersiksa, ini adalah rencana paling bagus untuk menghilangkan segala rumor rumor itu, bahkan aku akan bertepuk tangan mengucapkan selamat padamu” kekeh Ervan.


“ERVAN!” bentak Alva sekarang pria itu duduk tegap sambil menatap Ervan.


“Apa?! Berhenti berteriak dan marah marah pernikahanmu memang akan terjadi” balas Ervan.


“Berhenti bercanda! Aku benaran_” alva menghentikan ucapannya dan dia kembali menutup matanya dengan tangannya.


Ervan kini menatap sendu Alva, pria itu tegak dan mendekat kearah alva, “aku tau” ervan mengulurkan tangannya menyentuh Pundak Alva, melingkarkan tangannya disana. Menenangkan pria itu. Dia lebih terlihat seperti seorang ibu sekarang. “percaya padaku dan ikuti saja apa yang aku suruh, ini adalah keputusan yang paling tepat, semua demi kebaikanmu dan kebaikan banyak orang, kau akan keluar dari lingkaran mengerikan itu dan menikahinya” lanjut ervan, dia benar benar mirip seperti seorang ibu yang menasehati anaknya.


“kita akan menyakitinya, aku yang paling bersalah, aku akan menyakiti gadis itu jika aku menyeretnya masuk dalam kehidupanku, aku akan menghancurkan senyumannya van~” lirih Alva.


“jika begitu jangan menyakitinya” jawab ervan simple.


Alva menoleh menatap lekat wajah Ervan. Pria yang selama ini sangat setia padanya, dia bahkan rela menjadi asisten alva padahal dia adalah putra dari pemilik hotel dan restoran yang cukup terkenal di Indonesia, pria yang lebih memilih menjadi asisten alva dari pada menerima warisan dari orang tuanya, dia memberikan semua warisan pada adiknya, dan menjadi kaki tangan alva yang paling setia. Rasanya alva seperti terkena sindrom penurut jika ervan sudah memberikan perintah.


‘Jangan menyakitinya?’ alva membatin. Beberapa detik kemudian dia mendengus, “bagaimana bisa aku tidak menyakitinya, dia akan hidup denganku, berada dalam satu rumah bahkan satu kamar denganku, dengan Alva”.


Ervan menepuk bahu Alva sekilas, “benar, Adelia akan hidup dengan pria bernama alva, pria yang sangat mengerikan, dingin, dan irit bicara” ledek ervan sambil tertawa pelan.


“berhenti tertawa ervan! Ini sama sekali tidak lucu, kau tidak ingat jika kau juga akan kehilanganku” alva mulai ikutan bercanda.


Ervan geleng geleng kepala, lalu menepuk bahu alva sekali lagi, “tenang teman, aku tidak akan kehilanganmu, karena gadis itu tidak mencintaimu teman” ledek Ervan lalu berlari keluar apartemen Alva.


“Dasar ervan sialan!” umpat Alva kesal, lalu beberapa detik kemudian senyum di bibir alva menghilang, “aku benar benar berharap dia tidak akan jatuh cinta padaku, karena aku tidak akan bisa mencintainya, aku hanya bisa menyakiti dia” gumam alva pelan.


...🎮🎮🎮🎮🎮...


Bonus pict


Foto pakai jas dokter






foto kehidupan sehari-hari couple