Trapped in Love

Trapped in Love
40. Ervan Merusuh



‘PERNIKAHAN ALVA DENGAN WANITA BERNAMA ADELIA TELAH MENGHANCURKAN RUMOR BURUK TENTANG ALVA’


“kak jeremy! Pokoknya aku mau pulang sekarang!” teriak luna, sambil membanting majalah yang


“tenang luna, pekerjaan kakak masih banyak disini, kita tidak bisa pulang begitu saja” Jeremi berusaha menenangkan adiknya yang terlihat murka, sangking marahnya Luna bahkan meninggalkan semua pekerjaannya sebagai model.


“Tidak! Aku mau sekarang juga kita pulang ke Indonesia! Kau harusnya memastikan bahwa alva hanya mencintai lana! Kenapa dia bisa mencintai wanita lain?! Kenapa kau tidak membuat alva bersumpah untuk hanya mencintai Lana!” bentak Luna kesal.


“Kau liat sendiri bahwa Alva sangat mencintai Lana, dia bahkan menolakmu juga walau wajah kalian berdua sama bukan” bentak Jeremy kesal.


“pokoknya aku gak mau tau! Alva harus menjadi milikku, kakak mau Lana bersedih karena pria itu mencintai wanita lain?” pekik Luna.


“Iya kamu tau sendiri sangking cintanya pada Lana dia bahkan tidak menerima perasaanmu yang memiliki wajah yang sama dengan Lana, karena itu aku pikir dia tidak akan mencintai wanita lain” jawab Jeremy.


Luna mengacak rambutnya frustasi, dia menyesal ikut pindah dengan abangnya ke New York, sebenarnya tujuan gadis itu ikut Jeremy ke new york adalah untuk melakukan operasi plastic agar wajahnya benar benar mirip dan bisa dibilang sama dengan Lana, karena wajah luna dan lana sedikit berbeda, dan juga lana memiliki tahi lalat di dekat matanya, sedangkan Luna tidak memilikinya.


Selain itu Luna juga ingin menyiksa Alva lebih dulu lalu setelah itu rencananya dia akan muncul dengan wajah wanita yang dicintai Alva, dengan begitu luna berpikir alva akan mencintai dia dan menerima lamarannya, tapi sayang rencananya harus berjalan lama karena luna mulai suka hidup di new york. Dia juga sebenarnya sudah memiliki pekerjaan tetap sebagai model di New York.


Jangan tanya apa dia sudah punya pacar jawabannya adalah iya, karena Luna sudah terpengaruh hidup di New York, berganti ganti pasangan dan one night stand juga sering dia lakukan, dan kenapa dia masih mengejar Alva? Jawabannya hanya satu, sejak kecil Luna merasakan persaingan dengan saudara kembarnya sendiri.


Sejak kecil apa yang dimiliki Lana ingin dia miliki, malah dia ingin semua kasih sayang hanya tertuju padanya, kecelakaan yang menyebabkan Lana meninggal murni karena kecelakaan, tapi itu adalah hari terindah bagi luna karena saudaranya meninggal. Semua perhatian kini tertuju pada Luna karena Lana telah mati.


Namun sayang, Alva tidak mau menerima cintanya saat Luna menyatakan perasaan padanya, pria itu tetap setia pada Lana, walau sebenarnya alva dan Lana belum pernah mengesahkan hubungan mereka sebagai pasangan kekasih tapi Luna tau alva sangat mencintai Lana.


Hal itu yang membuat gadis itu menjadi obsesi pada Alva, dan ingin memiliki alva. Jangan tanyakan sudah berapa kali alva menolaknya hal itu juga yang membuat dia membuat rumor buruk tentang alva dengan begitu alva akan tersiksa dan menerima tawarannya.


Bagi luna memiliki alva adalah impiannya hanya itu, dia tidak cinta hanya obsesi yang berlebihan.


...🎸🎸🎸🎸🎸...


Seperti permintaan Alva kemarin, adelia memasak sarapan untuk dua orang pria tampan, satu pria sedang duduk di sofa sedang membaca buku kesukaannya seperti biasa, sedangkan satu pria tampan lagi masih belum datang, mungkin masih dalam perjalanan.


“menyebalkan, emang aku babu apa? Suruh buatkan sarapan untuk kekasihnya yang mau datang, dasar sial” umpat adelia dengan suara yang kecil agar alva tidak mendengar suaranya.


Berkat Ervan omelan buruk dari adelia kembali telotarkan. Padahal menurut adelia, Alva dan dia sudah mulai dekat, tapi ternyata Adelia salah, menurut gadis itu cinta Alva pada Ervan tidak akan pernah tergantikan.


Alva juga bersikap biasa mendengar omelannya, benar benar membuat adelia semakin murka dan kesal dengan sikap pria kulkas dua pintu itu.


Adelia kemarin mendapat kabar dari Nara, bahwa Ervan mengajaknya makan malam romantic dan berbicara hal hal romantic lainnya tapi sekarang Adelia curiga, apa ervan hanya memanfaatkan Nara sebagai pelariannya atau dia ingin membuat Alva cemburu, karena saat hari libur alva lebih banyak menghabiskan waktu bersama dia dan bukan ervan.


Memikirkan itu semua adelia semakin murka, dia berkali kali mengomel dan mengumpat kesal.


‘Ting tong ting tong’ bunyi bel pintu menandakan Ervan telah datang dan itu berarti Adelia tidak bisa bermanja pada alva untuk minggu ini.


“Adel tolong bukakan pintu!” teriak Alva dari sofa.


Adelia mendengus kesal, karena posisi yang sangat dekat dengan pintu adalah alva tetapi pria itu sangat malas untuk berpindah dari posisinya dan malah menyuruh dirinya.


Dengan hentakan kaki yang kuat adelia berjalan menuju pintu, wajah gadis itu sudah ditekuk cemberut karena Alva benar benar menganggap dia sebagai pembantu kali ini.


“hai cantik, mana alva?” sapa Ervan yang langsung menyelonong masuk.


Adelia memejamkan mata sambil mengambil nafas panjang, berharap bahwa pria bernama Ervan itu untuk tidak pernah hadir dalam hidupnya dan alva.


“del apa sarapannya sudah siap?” tanya alva.


“Ha?? SEBENTAR LAGI!” jawab adelia dalam mode marah. Gadis itu kembali berjalan sambil menghentak hentakkan kakinya kesal ke lantai.


Ervan terkikik geli sambil mengambil duduk disebelah Alva, pria itu kembali mengerjai adelia dengan berpura pura bersikap mesra pada Alva.


‘Brak’ Adelia menghempaskan dua buah piring berisi nasi goreng lengkap dengan telor ditambah satu buah kopi dan satu buah jus jeruk di meja tepat di hadapan alva dan Ervan.


“makasih del, kamu gak ikut makan disini?” tanya Alva.


Adelia menatap sinis alva. “enggak” jawab adelia dengan dingin. Dia kesal melihat kemesraan antara Ervan dan Alva sementara dirinya dijadikan babu oleh suaminya sendiri.


‘tidak bisakah mereka melakukan kegiatan romantic itu diluar jangan di dalam rumah dimana aku ada disitu, kenapa harus di rumah ini!’ pekik adelia dalam hati.


Sebenarnya itu adalah khayalan adelia saja karena Ervan hanya duduk bersebelahan dengan alva dengan bahu yang saling menempel dengan alva malah membuat gadis itu cemburu dan mengartikan itu sebagai tontonan menjijikkan matanya di pagi hari. Dan saat Adelia muncul ervan sengaja membuat adelia cemburu dengan memberi pijatan pada bahu alva, dimana alva diam saja saat sahabatnya itu menyentuh badannya.


‘Brak’ adelia menutup pintu kamar dengan kencang hingga menimbulkan suara yang sangat besar dan membuat Alva dan Ervan cukup terkejut lalu beberapa detik kemudian mereka berdua tertawa kecil.


“hehehhe istrimu lucu” bisik ervan begitu dia yakin adelia tidak ada di dekat mereka.


“berhenti memanasinya, apa yang ingin kau katakan padaku?” tanya Alva.


...🧩🧩🧩🧩🧩...