
Nara terlihat begitu senang memasuki gedung besar yang merupakan kantor milik Alva. Gadis itu mendekati meja resepsionis menanyakan keberadaan pria itu terlebih dahulu. Dia memang berniat untuk memberi kejutan kepada pria itu tanpa memberitahu kedatangannya terlebih dahulu. Dia memang berniat memberi kejutan kepada pria itu tanpa memberitahu kedatangannya terlebih dahulu kepada Ervan. Jika bukan ervan yang selalu menyuruhnya mengunjungi pria itu, tentu Nara tidak akan sepercaya diri seperti sekarang ini.
Setelah mendapat petunjuk dari seorang resepsionis mengenai letak ruangan ervan, Nari kembali melanjutkan langkahnya. Menuju pintu lift dan menekan tombol 19 untuk menuju ruangan Ervan berada, entah ini adalah keuntungan adelia atau palah itu, karena kebetulan sekali ervan memang sedang berada di ruangannya dan tidak ada di ruang kerja alva, Alva tidak tau jika Nara datang ke kantornya.
.
Adelia sampai di tempat janjian dimana tempat itu seperti rumah dan memiliki taman untuk para tamu yang ingin menikmati café itu di luar.
“Sepertinya kau terlihat cukup baik” sapa Keanu begitu melihat adelia.
“Tentu, aku hidup dengan baik bersamanya” balas adelia dingin.
Adelia memang tidak berniat untuk duduk ketika sampai di taman cafe tempat dimana dia menemui Keanu. Pria itu bahkan ikut berdiri ketika wanita di depannya yang tidak juga mau duduk. “Apa yang ingin kau katakana? Cepatlah, katakan dengan cepat” perintah adelia dengan nada datar.
“bagaimana kalau kita memesan minuman lebih dulu atau cemilan untuk kita” tawar Keanu.
“Tidak, aku tidak akan lama, Alva akan mencariku” tolak adelia.
Keanu menghela nafas kasar. Wanita yang dikenalnya selama beberapa tahun ini tidak terlihat sama sekarang, Adelia mulai berubah, dan dia yakin, dia sendirilah yang merubah wanita itu hingga bersikap seperti sekarang ini.
Bodoh, tentu saja adelia berubah, wanita mana yang tidak sakit dan terkhianati saat kekasihnya sendiri meniduri gadis lain, Keanu merutuk kesalahannya sendiri, kesalahan yang begitu dia sesali, kesalahan yang baru dia sadari kalau ternyata yang benar benar dia cintai adalah adelia, sebuah penyesalan memang selalu datang terlambat, sebentar lagi dia akan menikahi wanita yang sudah tidak dia cintai tapi harus dia nikahi karena anak yang sebentar lagi akan lahir, anak atas hasil perbuatan bodohnya sendiri yang hanya ingin memanfaatkan Adelia dan Fira di saat yang bersamaan.
“Keanu?” panggil adelia karena pria di depannya diam.
“Ahh, maaf”
“Kau melamun? Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?”
Keanu mendekatkan tubuhnya lebih dekat ke arah adelia, ke arah wanita yang sudah dia cintai dan berhasil merebut hatinya dari fira tanpa sepengetahuannya. Dengan tiba tiba dia meraih kedua tangan wanita itu dan menggenggamnya, “selamat ulang tahun adel” ucap Keanu. Untung saja café itu sepi jadi perbuatan Keanu pada adelia hanya di lihat beberapa karyawan.
“apa?” adelia mengerjab. Tanggal berapa sekarang?
“Kau bahkan melupakan hari ulang tahunmu sendiri. Ini tanggal 29 januari, kau tidak ingat?” tanya Keanu.
Adelia menggeleng kecil, mungkin karena terlalu senang dan hanyut dengan kebahagian barunya bersama alva dia sampai melupakan hari ini.
“Kean...” adelia berusaha melepaskan tangan Keanu dari tangannya, dia tidak tau kenapa rasanya dia ingin menolak sentuhan pria yang pernah ada di hatinya, pria yang dulunya bahkan selalu adelia peluk ketika wanita itu sedang manja, sentuhan yang selalu adelia rindukan, kehangatan itu justru sekarang dia merasa sangat risih dengan apa yang dilakukan oleh Keanu, dengan mudahnya adelia menolak pria itu sekarang.
“Diamlah” Keanu menahan gerakan adelia yang terus meronta melepaskan genggaman tangannya. Tentu saja tidak berhasil, Keanu menahannya dengan baik agar adelia tidak mudah melepaskannya.
“aku merindukanmu, apa kau tidak merindukanku?” tanya Keanu memelas, dia masih berharap hubungannya yang berlangsung selama beberapa tahun ini masih membekas di hati adelia.
“Kean, aku_”
Adelia menggelengkan kepalanya, “Kean, aku_”
“jadi bisakah kau juga meninggalkan alva untukku?” potong Keanu lagi.
Adelia terdiam beberapa detik, bukan karena dia tertarik dengan penawaran yang ditawarkan Keanu, tapi sekarang otak adelia sedang memikirkan bagaimana kemarahan Alva yang melihat dia dan Keanu sekarang. Adelia menghentakan tangan Keanu, dan dia berhasil melepaskan pegangan pria itu, meninggalkan alva? Adelia merasa sakit dengan hanya mendengar itu, “tidak, aku tidak akan pernah meninggalkannya” ujar Adelia tegas.
“kenapa? Apa karena kau takut padanya? Kau berhutang padanya?” tanya Keanu.
“Tidak” Tekan adelia sekali lagi.
“lalu apa? Kau tidak mungkin menyukainya bukan, aku tahu kau hanya mencintaiku, sejak dulu bahkan sampai saat ini, aku tau kau menikah dengan dia karena terpaksa!” kata Keanu penuh percaya diri.
Adelia menatap dingin ke arah Keanu, kearah pria di depannya, kea rah pria yang baru saja memberi kejutan di hari ulang tahunnya. “kau salah kean, aku sangat menyukai alva, tidak aku sangat mencintainya, bahkan berpikir untuk berpisah dengannya aku tidak sanggup” tekan adelia sekali lagi.
“apa?” Keanu tampak tidak percaya dengan ucapan Adelia.
“kau tidak mengerti dengan ucapanku? Apa perlu aku mengulangnya lagi untukmu? Aku Mencintai alva!” ulang adelia sekali lagi.
Keanu tersenyum sinis bahkan tertawa. Pernyataan Adelia barusan terdengar tidak masuk akal di telinganya. Bahkan sepertinya di telinga adelia sendiri. Wanita itu tidak sadar dengan hasil kalimat yang keluar dari mulutnya.
“Kau pasti sedang membodohiku” ujar Keanu di sela tawa.
“tidak” tekan adelia.
“Bohong, aku tau kau berbohong, kau tidak mungkin mencintainya secepat itu, aku tau bukan dia yang kau cintai, bukan dia juga seharusnya kau cintai, bukan dia, bukan siapapun, bukan juga alva, tapi aku, aku del! Aku adalah orang yang paling kau cintai, aku tahu itu!” ujar Keanu dengan emosi yang sudah emosi.
Keanu layaknya orang bodoh. Berbicara tanpa menguasai dirinya sendiri. Pernyataan adelia yang kesekian kalinya tetap terdengar sama membuat pria ini tertampar begitu keras. Dia bahkan sudah terlihat seperti orang tidak waras dengan ulah tangannya sendiri yang mengacak ngacak rambutnya.
“Kean, apa yang kau lakukan?” adelia mulai terlihat tidak tenang.
“Tarik kembali ucapanmu!” pekik Keanu.
Keanu menekan nada suaranya, adelia merasakan pria itu terluka dalam kemarahannya. Sama seperti saat dirinya kehilangan pria itu, ap aini balasan untuk Keanu. Tapi adelia tidak bisa melihat itu, melihat pria itu terluka cukup membuat adelia merasa kasihan padanya, bagaimanapun dia pernah mencintai pria itu, bahkan hampir menikah dengannya.
Adelia mengulurkan tangannya, menarik pria itu dalam pelukannya, air matanya sudah jatuh sama seperti Keanu, mungkin ini memang takdir mereka berdua, penyesalan memang selalu datang terlambat, mereka sudah tidak bisa bersama lagi.
“Katakan itu tidak benar del, kau tidak mungkin mencintainya, kau tidak akan mencintainya” lirih Keanu.
“maaf, maafkan aku, ini terakhir kalinya aku memelukmu, anggap saja ini pelukan untuk sahabat, berbahagialah bersama Fira, dia wanita yang baik, jangan melihat wanita dari hartanya, sayangi wanita yang sekarang ada di depanmu, karena kamu akan menyesal jika kehilangannya lagi” ucapan Adelia tulus.
...🥍🥍🥍🥍🥍...