
Siang itu juga Adelia pulang ke rumah. Dia terus memaksa dan membujuk Alva untuk mau menyetujui keinginannya. Lagi pula dia sudah cukup merasa sangat baik. Tidak ada yang perlu di khawatirkan selain dirinya yang harus lebih hati-hati menjaga kandungannya. Hamil muda rentan akan hal-hal mengerikan seperti keguguran, apa lagi di kehamilan pertama dan itu adalah kembar, entah siapa dari keturunan mereka yang punya sindrom kembar, tapi kali ini Alva dan adelia beruntung memiliki anak kembar.
Adelia memang sengaja meminta Alva untuk jangan memberi tau orang tuanya kalau dia sedang ada di rumah sakit, dia tidak mau kalau kedua orang tuanya atau abangnya akan khawatir dan jika mereka tau alasan kenapa adelia berada di rumah sakit adelia tidak bisa membayangkan apa yang akan mereka lakukan, adelia takut dia akan dijauhkan dari suaminya.
Sebelum pulang Adelia berniat melihat kondisi Nara dan Fira terlebih dulu. Alva sudah memberitahu perihal kedua sahabatnya yang masuk rumah sakit, Tapi Alva melarangnya dengan alasan mereka belum bisa di besuk, Mungkin lain waktu, alasan itu yang selalu alva ucapkan untuk membujuk adelia yang ingin membesuk.
Siapa yang membuat peraturan seperti itu. Rasanya Adelia ingin mengutuk orang itu tanpa ampun, padahal itu hanya alasan yang dibuat oleh Alva saja, alva tidak tau sama sekali kalau Jelas-jelas adelia khawatir, terlebih dengan keadaan sahabatnya Nara. Dia juga benar benar geram, jika bukan karena pria bernama Ervan pasti sahabatnya tidak akan terbaring di rumah sakit. Jika Alva tidak memberitahunya, Adelia mungkin juga tidak akan tahu tentang keberadaan Nara di sana. Astaga, apa yang akan terjadi jika keluarga Nara mengetahui kondisi anak mereka, alva mengatakan Nara melarang Siapapun untuk memberitahu keluarganya, dia tidak mau keluarganya khawatir.
“Apa yang kau pikirkan?” tanya alva lembut.
Adelia menoleh kesamping. Dia hampir lupa jika saat ini dia ada disamping Alva di dalam mobil yang akan membawanya pulang. Pria itu dengan wajah datarnya yang khas ikut menatapnya tanpa harus kehilangan fokus mengemudi.
“Aku hanya memikirkan kondisi Nara dan Fira” gumam adelia pelan, walau fira sudah pernah mengkhianatinya, adelia tetap masih menganggap dia adalah sahabat.
“Mereka baik-baik saja. Fira bahkan sadar lebih dulu dari mu di malam hari. Sedangkan Nara, dia sadar satu jam sebelum kita pulang” jelas Alva.
“Seharusnya kita melihat mereka sebelum pulang” keluh adelia sedikit kesal.
Alva mendengar nada sedih di sana, keluar dari bibir istrinya. Dia bukannya tidak mengijinkan wanita ini bertemu dengan Nara ataupun Fira. Dari apa yang Alva lihat saat akan melihat kondisi Nara dan keadaan Ervan, Alva mengurungkan niatnya untuk membawa Adelia kesana saat dia menemukan keberadaan kedua orang itu di dalam kamar dalam kondisi Nara yang menangis di pelukan Ervan. Sepertinya mereka butuh waktu untuk menyelesaikan masalah mereka terlebih dahulu.
Lalu kalau soal Fira, menurut Alva sendiri, Adelia belum saatnya bertemu dengan wanita itu. Fira pasti masih dalam kondisi yang tidak menyukai Adelia, karena alva tau bagaimana masalah mereka.
Sebenarnya Alva sempat terlibat lagi pembicaraan panas dengan Keanu saat dia melihat kondisi sahabatnya adelia, dia tau adelia bukan wanita jahat, dia yakin adelia pasti akan menemui fira begitu tau kondisi wanita itu yang sudah melahirkan, saat itu Keanu mengajak Alva kembali berbicara. Beruntung tidak ada lagi keributan di sana.
Keanu menjelaskan banyak hal. Tentang kesalahpahaman antara mereka, perasaannya terhadap Adelia ataupun Fira, pernikahan yang tidak ingin ia lakukan lagi, kehamilan yang tidak di sembunyikan oleh calon istrinya, rencana dia untuk mengambil alih kekayaan adelia, hingga karma yang dia terima, lalu cintanya yang begitu besar terhadap Adelia, yang baru dia sadari. Kalimat terakhir cukup mengundang amarah Alva saat itu, tapi dia menahannya. Mendengar lebih lanjut apa saja yang ingin disampaikan Keanu.
‘Dia sudah tidak mencintaiku.’
Kalimat itu masih terngiang jelas dalam ingatan Alva. Benarkah Adelia sudah tidak mencintai pria itu? Tapi kenapa? bukankah cintanya terhadap Keanu begitu besar. Tapi dari apa yang pria itu sampaikan, Alva tidak menemukan kebohongan sedikitpun di sana. Pria itu bahkan mengucapkan maaf atas kelancangannya mengajak Adelia bertemu, memeluk wanita itu, memintanya untuk kembali dalam pelukan Keanu.
‘Sebenarnya aku hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya hari itu. Hanya saja aku tidak bisa mengontrol perasaanku untuk tidak bertindak lebih. Maafkan aku, aku terlalu terbawa perasaanku saat melihatnya.’
Jadi kemarin itu ulang tahunnya. Bodoh, dihari ulang tahunnya Alva justru membuat wanita ini terluka. Mengucapkan perpisahan sebagai hadiah.
Alva tidak menjawab, pria itu hanya melakukan apa yang istrinya perintahkan. Melihat jalan dan lebih berhati-hati mengemudikan mobilnya. Ada tiga nyawa yang harus dia lindungi sekarang. Wanita ini, dan juga dua malaikat kecil mereka.
“Adelia~ apa kau menginginkan sesuatu?” tanya alva tiba tiba.
“Apa?” adelia menoleh karena sedikit terkejut dengan pertanyaan random dari suaminya.
“Apa kau menginginkan sesuatu? Apapun itu? Akan aku kabulkan” ulang alva lebih jelas lagi.
Adelia terlihat berpikir beberapa saat untuk memberi jawaban pada Alva. Tapi rasanya dia tidak menemukan jawaban untuk pertanyaan pria itu. “Aku sudah memiliki semuanya” ujar adelia polos.
“Semuanya?” beo alva.
“Benar, memangnya apa lagi. Rumah, mobil, perhiasan, baju bagus, tas mahal, sepatu bermerk, makanan enak. Kau sudah memberikan semuanya padaku, dan rasanya itu tidak cukup berarti untukku” ungkap adelia.
“Tidak berarti?” Alva mengulang ragu pernyataan wanita itu. Adelia mengangguk membenarkan. “Lalu apa sesuatu yang membuatmu berarti?” Setidaknya jika Alva tahu dia akan memberikan sesuatu itu untuk Adelia sebagai kado ulang tahun.
“Kau, cinta, bayi kita” ungkap adelia sambil tersenyum manis.
“Apa?” seru alva terkejut.
Adelia tersenyum polos menyaksikan air muka Alva yang datar berubah menjadi cukup mengemaskan. Sama sekali bukan pembawaan Alva. Kenapa pria ini sebenarnya. Alva bersikap aneh saat ini. “Benar. Kau, cinta dan bayi kita. Itulah yang membuatnya berarti” ulang adelia sekali lagi.
Cinta? Adelia dan Alva sama-sama memikirkan kata itu. Satu kata yang bahkan sulit mereka pecahkan jenis kondisinya. Satu kata yang masih mereka cari keberadaannya dalam diri masing-masing.
Lalu kenapa kau meminta cinta pada pria ini, adelia.
“Aku akan tidur sebentar, bangunkan aku jika sudah sampai” ujar adelia berusaha mengalihkan diri dari keadaan canggung yang tiba tiba muncul di antara dia dan Alva.
Alva menganggukkan kepalanya pelan, sebelah tangannya dia arahkan kepada kepala adelia dan mengelus puncak kepala istrinya dengan lembut, “tidurlah, akan aku bangunkan nanti” balas alva lembut.
...🧩🧩🧩🧩🧩...