
Alva sudah ganti baju tidur, karena dia memilih mandi duluan tadi, sekarang pria itu sedang menahan tawanya melihat adelia yang sibuk membongkar kopernya dan mencari lingerie merah yang tadi rencananya akan dia gunakan untuk menggoda alva.
“cari apa del?” alva berusaha berkata dengan datar dan menyembunyikan tawanya.
“Lingerie merahku, al kamu melihatnya? Tadi aku yakin meletakkannya di kasur, tapi sekarang tidak ada” adelia berkata sambil terus mengeluarkan lingerie yang ada di dalam kopernya.
“Tidak, emang kenapa kamu mengeluarkan lingerie itu mau menggodaku?” kata alva.
“Iya aku mau_” adelia cepat cepat menghentikan ucapannya yang spontan saja keluar, “maksudku aku mau memakainya makanya aku keluarkan eh sekarang hilang, apa di sini ada pencuri lingerie?” adelia langsung menoleh ke arah alva dan memicing ke arah pria itu.
“Apa?” alva langsung bertanya pada adelia karena tatapan gadis itu terasa menusuknya.
“kamu tidak punya fantasi ingin memakai lingerie ku kan alva?” adelia berkata sambil menatap curiga alva, bibir gadis itu sedikit terangkat karena sedang menahan senyum.
“Hah?! Apa?! Fantasi memakai lingerie milikmu! Aku ini cowok adel” protes alva cepat.
Adelia kembali merubah ekspresinya menjadi datar, “kan aku cuma tanya alva, kamu aja suka sesama jenis, jadi bisa dong kamu bertingkah seperti wanita” ledek adelia.
“Aku ini pria adelia!” teriak alva tegas.
“Ohhh” adelia mengangguk anggukkan kepalanya, “jadi yang berperan jadi ceweknya dalam hubungan kalian itu adalah Ervan” lanjut adelia dengan suara pelan.
Alva memejamkan matanya sejenak dan mengambil nafas dalam dalam, harusnya adelia yang kesal karena kehilangan lingerie tapi sekarang malah dia yang kesal dengan ucapan adelia, emang di otak cewek itu alva terlihat seperti banci atau pria g_ay?
“Lingerie nya warnah merah?” tanya alva.
“iya benar!” jawab adelia cepat.
“kalau gitu ucapkan selamat tinggal pada lingerie mu, aku melihat kucing nenek menggigitnya dan menyeretnya keluar entah kemana sekarang” terang alva, padahal sebenarnya alva yang mengambil lingerie itu agar adelia tidak bisa menggunakan lingerie sexy berwarna merah, bukan apa apa, alva tidak mau masuk perangkap nakal istrinya, kalau ketahuan dia normal, dia yakin adelia akan terus terusan mengejarnya.
“Apa?! Itu pakaian bukan lap lantai, hah~ pakai apa dong” lirih adelia.
“emang gak ada yang lain, kan banyak, itu yang warna hitam ada corak bulan sabit bagus tu” tunjuk alva pada lingerie yang menurutnya agak aman.
“ini bukan hilang ini warna biru dongker, ya udah ini aja deh” dengan malas adelia mengambil baju yang alva pilih dan bergegas ke kamar mandi.
.
“Ahhh gagal, merah meronaku~” adelia masih tidak terima dengan lingerie sexy nya yang hilang entah kemana.
“gak gak adel, kamu gak boleh nyerah, siapa tau masih ada sisa kejantanan alva, mungkin dia akan tertarik padamu jika melihat mu menggodanya” gumam adeia pelan. Gadis itu kembali dengan semangat barunya, jangan tanya kenapa adelia begitu, memang sudah sifatnya pantang menyerah terbukti dengan terjadinya pernikahan dirinya dengan alva, adelia selalu bertindak implusif seperti itu. Tindakan cepat tanpa memikirkan bagaimana sebab akibatnya nanti.
Dengan semangat tinggi adelia membersihkan badannya dan cepat cepat memakai baju yang tadi di pilih alva.
Dia sudah Bersiap siap untuk melakukan pose jalan yang sexy. Adelia membuka pintu kamar mandi, dan berjalan layaknya model, melenggok lenggokkan badannya bahkan dia duduk di atas meja rias serta menggunakan hair dryer ke wajahnya agar terlihat seolah olah rambutnya berterbangan secara alami.
“Alva~” Panggil adelia dengan lembut.
“Hmm?” Alva hanya berdeham menjawab panggilan adelia.
“Alva~” panggil adelia sekali lagi dengan membuat pose sexy yang menurutnya akan bisa menggoda alva.
“Hmm?” lagi lagi alva menjawab dengan dehaman saja.
Adelia sedikit menoleh sambil sekali lagi memanggil alva, “Al_” bibir gadis itu langsung terkatup rapat melihat alva, bagaimana dia tidak terkejut ternyata alva bukannya sedang melihatnya, tapi alva sedang bermain kucing dan sejak tadi dia tidak melihat ke arah adelia.
Sebenarnya alva sudah melihat saat adelia keluar dari kamar mandi, untung saja ada kucing nenek yang melintas dan segera dia ambil untuk menjadi bahan dia mengabaikan rencana nakal istrinya.
“Aku ? gak apa gak ada apa apa Cuma mau tau aja ketahanan meja ini, kuat gak kalau aku duduki” elak adelia.
“kalau hancur aku kasih tau nenek, kamu yang hancurkan” ancam alva.
“ja-jangan dong!” adelia cepat cepat turun dari meja dan tersenyum lebar pada alva.
“Sekarang ngapain senyum senyum?” tanya alva lagi.
“gak ada, emang gak boleh senyum?” elak adelia sekali lagi.
Alva kembali melihat dan mengelus kucing yang masih berada di tangannya, “senyum mu aneh adel, seperti sedang merencanakan sesuatu” kata alva to the point.
Adelia mengepalkan tangannya seperti mau meninju ninju alva, tapi saat alva menoleh melihatnya adelia melakukan posisi defend seperti para petinju.
‘ini juga karena ingin menormalkan dirimu alva!’ adelia berteriak di dalam hatinya.
“sekarang kamu ngapain del?” tanya alva lagi.
“Olahraga emang gak boleh olah raga?” tantang adelia.
“Boleh aja sih, tapi yakin mau berkeringat lagi, kamu kan habis mandi”.
Adelia tiba tiba tersenyum lebar, “Al, mau ikut olahraga malam gak?” tawar adelia, saat ini ide gila kembali muncul dalam otak adelia.
“Olahraga malam? Gak ah malas keluar malam malam” tolak alva.
“Ada loh olahraga yang dilakukan di kamar saja, mau ya ikut” bujuk adelia, sekarang dari seorang desainer profesinya berubah menjadi mbak mbak sales dan marketing.
“Di dalam rumah gak ada alat olah raga adel, udah tidur aja” alva mengeluarkan kucing milik nenek, setelah itu berbaring di tempat tidurnya.
Adelia duduk di pinggiran kasur sambil menatap alva dengan berbinar binar, “Gak pakai alat, untuk olah raga malam, hanya butuh sepasang suami istri” ujar adelia seduktif.
📲“Halo, kenapa menelpon van?”
Wajah adelia langsung bersungut kesal karena alva ternyata sedang menelpon Ervan dengan ponsel yang menempel pada telinganya.
.
“tadi kamu ngomong apa del?” tanya alva.
“gak jadi, udah gak mood olah raganya” adelia ikutan masuk selimut sambil memunggungi alva.
Senyum mengembang dari bibir alva melihat punggung istrinya, sebenarnya dia juga mau melakukan seperti permintaan adelia, tapi alva masih memiliki beban di dalam hatinya sehingga dia masih tetap mempertahankan ego nya untuk tidak membawa adelia masuk lebih dalam ke dalam dunia nya.
...🥁🥁🥁🥁🥁...
Bonus pict
Adelia dikacangin oleh suaminya