Trapped in Love

Trapped in Love
62. Saling Membutuhkan



Adelia dan Alva saling tatap dalam keheningan, keduanya benar benar ahli dalam menyembunyikan perasaan masing masing. Adelia memang seorang wanita yang periang, tapi dia akan lebih suka diam jika menyangkut perasaannya sendiri. Perasaan yang sampai saat ini masih belum jelas apa jenisnya, karena Adelia masih ingin menyangkal perasaan itu.


Kedua mata adelia dan alva masih saling tatap, sorot mata yang dapat orang nilai artinya itu tapi tidak mereka sadari atau memang sengaja mereka sangkal karena alasan masing masing.


“Dengarkan aku, mungkin ini akan terdengar gila, tapi kamu sudah membuat aku benar benar gila aku tidak ingin kehilanganmu, maka dari itu bisakah aku memintamu untuk tetap berada di sampingku” ucap alva akhirnya mulutnya mengeluarkan suara juga, dia sudah tidak tau lagi apa yang akan adelia katakan tapi satu hal yang alva Yakini, dia akan menahan adelia bagaimanapun caranya agar wanita itu tidak menjauh darinya.


“Apa?” pekik adelia tidak percaya dengan ucapan alva.


‘Apa yang sebenarnya pria ini pikirkan?’ pekik adelia dalam hati. Adelia benar benar tidak mengerti sama sekali maksud dari ucapan yang barusan alva katakana padanya, karena terlalu mendadak. Memintanya untuk tetap di samping pria itu? Apa maksudnya coba?


“Aghh lupakan ucapanku” ujar alva lagi karena adelia terlihat terkejut, alva mengacak rambutnya frustasi, pria ini merasa dirinya akan benar benar gila sekarang. Jangankan Adelia, dia sendiri saja tidak mengerti dengan maksud ucapannya tadi. ‘Apa yang sebenarnya ingin kau katakana alva, dasar bodoh, apa benar kalimat tadi yang ingin kau sampaikan pada wanita ini? rasanya bukan itu’ gumam alva dalam hatinya.


Akhirnya alva beranjak lagi dari atas sofa. Pria itu benar benar menyerah sekarang. Dia tidak pandai berbicara apa lagi mengungkapkan isi hati, apa lagi setiap menatap wajah adelia kepalanya rasanya blank, alva benar benar tidak pandai dalam bersosialisasi, dia juga tidak tau bagaimana cara memulai percakapan atau mengatakan ungkapan untuk memuji atau meminta bukan karena gengsi, dia memang tidak pandai berbicara. Kosa kata dalam otaknya hanya berisi tentang bagaimana memperbesar usaha bisnis saja tidak ad acara untuk berbicara pada wanita, pria itu terlalu bodoh untuk menghadapi urusan asmara.


Alva mulai melangkahkan kakinya hendak beranjak dari tempat itu, langkah pria itu terhenti saat merasakan pergelangan tangannya tertahan. Dia menatap kesana, ke pergelangan tangannya dan ke arah wanita yang memegang tangannya. Adelia membalas tatapan Alva. Tatapan yang sama sekali tidak bisa alva artikan.


“Aku .. Akan melakukannya .. berada di sampingmu … Aku akan melakukannya” ucap adelia dengan suara pelan. ‘hah! Masa bodoh lah, ni cowok udah beranikan diri untuk bertanya, lebih baik aku jujur’ ujar adelia dalam hati.


Mata Alva terbelalak kaget, pria itu terdiam beberapa saat sebelum dia menerjang tubuh adelia untuk memeluknya. Wanita itu. “Benar ya del, jangan pernah pergi dariku, tetap di sampingku” gumam Alva.


“iya, tapi jangan pernah menyuruhku pergi” balas adelia sambil mengulum senyumnya.


Alva melepaskan sebentar pelukannya pria itu menempelkan bibirnya pada bibir adelia untuk menci-um istrinya, walau awalnya terkejut adelia akhirnya memejamkan mata ikut menikmati ciuman itu.


...🎸🎸🎸🎸🎸...


Pagi hari, alva terbangun dengan keadaan memeluk istrinya, pria itu tersenyum menatap wajah adelia yang masih terpejam.


‘sekarang aku tidak perlu sembunyi sembunyi lagi menciummu’ gumam alva dalam hatinya. Pria itu duduk dan mencium kening serta pipi Adelia.


“sayang~ bangun” panggil alva lembut. “Adelia, bangun” ulang alva sekali lagi karena istrinya masih terlelap tidur sambil memeluk badannya. “hey sayang~ bangun, udah pagi” alva kali ini mencoba membangunkan adelia sambil menyentuh pipinya dan sesekali memberikan ciuman pada wanita itu.


“eeuugghhh, aku berangkat siang aja, kamu duluan aja” ujar adelia yang masih memejamkan mata, entah gadis itu sudah terbangun atau dia sedang mengigau alva tidak tau.


“beneran? Gak mau bangun? Aku akan antar ke kantor” ajak alva sekali lagi sambil memberikan kecupan pada kening adelia.


“hmm, gak apa, rasanya capek banget” ujar adelia. Alva mengulum senyumnya mendengar ucapan yang barusan adelia ucapkan, dia tau kenapa istrinya kecapekan, karena tadi malam mereka melakukan hubungan suami istri dalam keadaan sadar dan tidak ada tekanan sama sekali. Buktinya dapat dilihat di tubuh adelia yang penuh bercak merah keunguan jejak tanda cinta yang alva buat.


“ya sudah, aku mandi dulu dan memasak sarapan” ujar alva.


“Ahh iya aku belum buat sarapan buat kita” pekik adelia, kini mata gadis itu langsung membulat sempurna mendengar kata sarapan.


“gak apa aku saja yang memasak, kamu tidur saja dulu, atau aku yang akan makan kamu lagi” ancam alva sambil tersenyum manis pada adelia.


...🩰🩰🩰🩰🩰...


Begitu keluar dari kamar mandi, alva melihat adelia yang kembali tertidur nyenyak, pria itu segera membuka jasnya mengganti dengan pakaian rumah biasanya, dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Ervan.


“Van, hari ini semua pekerjaan kamu yang handle dulu” ujar alva tidak terbantahkan.


“Kenapa? Pekerjaan kamu itu banyak, kamu masih sakit?” tanya ervan sedikit ketus.


“kalau gitu aku berangkat siang saja, undur saja semua pekerjaan sampai nanti siang, aku ada urusan penting” tanpa menunggu jawaban dari ervan alva segera mematikan ponsel itu secara sepihak.


Alva segera berjalan menuju dapur untuk memasakkan sarapan bagi istrinya yang sedang kelelahan.


.


Adelia perlahan membuka matanya, karena mencium wangi masakan, wanita itu segera mandi dan berjalan keluar kamar.


Adelia menghela nafas berat melihat suaminya yang memasak, padahal tadi dia sudah menyuruh suaminya tidak usah memasak, tapi yang ada alva malah memasak untuknya.


“Suami aku soo sweet banget sih masak buat istrinya” puji adelia.


“Udah bangun? Ini masakan simple, kita sarapan dulu baru nanti pergi kerja bareng” ujar alva yang masih fokus memotong bahan masakan.


“kamu gak kerja?” tanya adelia.


“Aku adalah bos jadi tidak masalah datang telat, siapa yang akan memecat bos” balas alva.


Adelia tersenyum dan mengambil celemek yang ada di dekat dapur, “pakai ini, biar gak bau bajunya” ujar adelia.


Alva hanya membiarkan adelia memasangkan celemek itu padanya, lalu kembali fokus memasak, adelia yang masih ada dibelakang alva tiba tiba memeluk pria itu dari belakang. Alva menghentikan aktifitasnya, pria itu berbalik dan tersenyum menatap adelia.


“Kenapa?” tanya alva lembut.


...🎭🎭🎭🎭🎭...


Mohon like, comment dan vote nya dong biar author semangat up sampai 5 chapter


Bonus pict