Trapped in Love

Trapped in Love
24. Koper tertukar



Adelia menatap heran pada alva yang sedang mengerjakan pekerjaannya walaupun sudah di atas pesawat.


“al, kita mau kemana sih?” tanya adelia, jangan tanyakan kenapa adelia tidak tau, tiket bulan madu yang sudah di beli keluarganya dibatalkan oleh alva dan sekarang mereka sedang berada di dalam pesawat pribadi milik alva entah pergi menuju kemana.


“al~ Alva~” adelia terus terusan memanggil alva tapi pria itu tidak juga menyahutinya. “ALVA!” adelia mulai kesal karena alva tidak juga menjawabnya, setelah berteriak adelia cepat cepat melihat kiri dan kanan, takut pramugari yang ada di pesawat tau kalau dia dan alva kerjanya hanya berkelahi dan tidak ada romantis romantis nya.


Alva yang baru sadar dengan panggilan adelia segera membuka earphone yang ada di telinganya. Adelia langsung menatapnya dengan mata melotot.


“apa?” tanya alva datar.


“Kita mau kemana?!”


“ke rumah nenekku yang ada di China” jawab alva singkat.


“Apa? China? Ngapain bulan madu ketemu nenek alva” lirih adelia sambil memukul mukul keningnya sendiri menggantikan rasa kesalnya pada alva.


“Nenek ingin melihatmu, lagi pula kita tidak akan melakukan itu bukan, jadi lebih enak honeymoon di kampung bukan?” ujar alva, pria itu mengulum senyum melihat wajah kekesalan adelia, sebenarnya alva ingin mengerjai adelia karena dirinya sangat kesal dengan adelia yang membuat dia menjadi gila menahan diri untuk tidak menyentuh adelia.


Padahal sebenarnya kalau alva memberanikan diri untuk meminta malam pertama pada adelia, gadis itu akan memberikannya karena adelia pernah bertekad hanya ingin memberikan mahkotanya pada suaminya, tapi alva yang masih dengan prinsip awalnya tidak mau mencintai wanita manapun dengan sekuat tenaga menahan dirinya untuk tidak menyentuh adelia.


Sebenarnya kedatangan dia ke china juga dalam rangka melihat cabang perusahaan yang ada di sana, alva memiliki banyak perusahaan bahkan ada di beberapa negara di dunia, dan china adalah salah satu tempat alva meletakkan cabang perusahaan dan juga pabriknya.


...🎮🎮🎮🎮🎮...


“Alva!” Adelia cepat cepat menggandeng lengan alva begitu turun dari pesawat membuat alva kebingungan dengan tingkah gadis itu.


“kenapa?” tanya alva, walau dia terkejut alva tetap membiarkan adelia untuk menggandeng lengannya.


Adelia sedikit berjinjit untuk mendekati mulutnya dengan telinga alva, “Dia rah jam 9 ada kamera yang sedang mengincar kita, jangan melihat kesana nanti mereka tau kita sedang bersandiwara”.


Alva tidak mengeluarkan suara hanya mengangguk dan tersenyum sambil mengelus puncak kepala adelia, lalu pria itu merangkul adelia lalu berjalan dengan santai seperti sandiwara yang biasa dia lakukan.


“Al, kamu sudah terbiasa banget ya” gumam adelia pelan, gadis itu mulai merasa grogi dengan tindakan alva, padahal dia tau itu adalah sandiwara, yang mereka lakukan tapi setiap kulit alva menyentuhnya adelia selalu merasa grogi dan salah tingkah.


“Apa?” tanya alva yang tidak terlalu mendengar ucapan adelia.


Adelia cepat cepat menggeleng. “Kita langsung ke rumah nenekmu?” adelia berusaha mencari topik pembicaraan agar dirinya tidak terus terusan grogi.


“makan malam dulu lalu ke hotel” jawab alva.


Adelia sudah terbiasa dengan jawaban alva yang terkesan singkat, sebelumnya ervan sudah memberi peringatan padanya bahwa pria yang sedang merangkulnya itu adalah pria dingin serta irit bicara, jadi dia harus memaklumi karena dia memang seperti itu sejak orok.


“Rumah nenek di hotel?” tanya Adelia penasaran.


“tidak, rumah nenek di daerah terpencil jadi kita harus naik bus kesana, jadi sekarang kita mengumpulkan energi dulu di hotel” jelas alva.


“Bus?! Kita akan pergi ke pedalaman?” pekik adelia tidak percaya, “apa di sana ada lampu ada listrik?” sambung adelia lagi.


“Ada, namanya aja pedalaman, tapi tempatnya cukup modern, aku jamin kamu akan menyukai tempatnya” balas alva.


.


“Al, alva~” panggil adelia terdengar manis.


“wartawan itu masih mengikuti kita, apa perlu kita datangi dia? Sudah beberapa kali dia mengambil foto kita” adelia sedikit mencondongkan wajahnya ke depan agar alva mendengar suaranya yang pelan.


“biarkan saja anggap saja kamu adalah celebrity” balas alva datar.


“tapi menyebalkan tau, apa hidupmu selalu seperti ini?” Adelia mulai penasaran dengan hidup alva.


Alva melirik sekilas pada adelia dan tersenyum, “ini akan menjadi hari hari mu juga, mereka akan mencari cari kesalahanmu, mencari kesalahanku agar namaku jatuh”.


“Maaf, telah membuatmu semakin hancur dulu, aku tidak tau sebesar itu keinginan orang orang untuk menghancurkan mu, tapi kenapa sekarang aku juga ikutan?”


Alva kembali menatap mata adelia lekat sambil mulai membuka mulut, “kamu istriku” jawab alva singkat tapi mampu menimbulkan sejuta kupu kupu di dalam perut adelia. Gadis itu cepat cepat menunduk menutupi kegugupannya karena tatapan mata alva membuatnya berbunga bunga.


.


Adelia terbengong melihat hotel mewah yang mereka masuki, hotel yang alva katakan adalah miliknya, bukan hanya wisatawan local tapi juga banyak wisatawan dari berbagai negara berlalu lalang di dalam hotel itu. Sekarang adelia baru sadar kalau suaminya itu adalah milyader yang sebenarnya, dari pesawat pribadi sampai hotel mewah di beberapa negara dan bahkan ada banyak lagi perusahaan alva di bidang yang lain.


“hah?!” adelia tersentak karena terkejut dengan tangannya yang tiba tiba ditarik oleh Alva. Sebenarnya bukan tiba tiba, adelia saja yang sedang dalam kondisi melamun yang membuatnya cukup kaget dengan Tindakan pria itu.


“Ini sudah hampir tengah malam, aku tidak mau kamu telat bangun, kita besok berangkatnya pagi pagi sekali” ujar alva yang merubah genggaman tangan pada adelia menjadi rangkulan.


“Pagi?! Kenapa tidak siang saja?” protes adelia.


“Untuk menghilang dari para wartawan beberapa saat, kita perlu pergi pagi pagi sekali, karena itu juga aku memilih bus” Mengabaikan protes dari istrinya alva tetap mengiring gadis itu menuju lift yang langsung mengantarkan mereka menuju lantai VVIP.


.


“alva!” Adelia berlari mendekati alva yang ada di bar dalam kamar hotel itu.


“Hmm?” deham alva, dia sudah mulai terbiasa mendengar panggilan manja dari adelia.


“Sepertinya koperku tertukar” ujar adelia.


“apa?! Bagaimana bisa? Kita memakai pesawat pribadi bagaimana bisa kopermu tertukar?” tanya alva bingung.


Adelia tidak memberi alasan dia hanya menarik tangan Alva untuk mengikutinya ke arah koper miliknya. Lalu gadis itu duduk di lantai sambil mengeluarkan baju bajunya.


“ada yang mengganti baju baju yang sudah aku siapkan, ini bajuku tapi tidak ada baju tidurnya, semua hanya lingerie dan pakaian dalam sexy, aku yakin ada yang menukar koperku” adelia menunjukkan berbagai macam lingerie yang ada dalam kopernya membuat alva kembali menelan saliva nya dengan berat.


“Ini benar kopermu, tapi isinya diganti” ujar alva setelah melihat lihat isi dalam koper adelia.


“bagaimana bisa?!” tanya adelia lagi.


...🎸🎸🎸🎸🎸...


Bonus Pict


Alva dan Adelia sedang makan malam bersama