
“Alva apa masih jauh?” tanya adelia berkali kali.
“hmmm” dan berkali kali pula alva menjawab dengan berdeham, dia sudah capek menjelaskan seberapa jauh perjalanan mereka, dan adelia selalu mempertanyakan pertanyaan yang sama.
“Alva bagaimana untuk menghilangkan kebosanan kita berlatih acting?” pinta adelia tiba tiba, gadis itu sebenarnya merasa bosan, karena perjalanan yang jauh dan dia lupa mengecas ponselnya hingga dia tidak bisa menggunakannya sekarang.
“akting?” beo alva.
Adelia mengangguk cepat, dia menangkup wajah alva dan tersenyum manis, “alva pintar, kita harus berlatih acting agar nenek percaya kalau kita pasangan sungguhan” seru adelia senang, sebenarnya itu hanya akal akalan gadis itu saja, dia ingin bermanja pada alva dan pria itu selalu menurutinya ketika adelia menyuruhnya acting.
“seperti apa?”
“Seperti ini” adelia memeluk badan alva dan menyandarkan kepalanya dibahu alva, “kita harus berlatih skinship agar tidak canggung di depan nenak nantinya”.
“hmm” alva membiarkannya saja, dan balas memegang bahu adelia agar menjaga tubuh gadis itu tidak jatuh.
“Aku sangat lelah~” gumam adelia pelan.
“tidur lah, nanti akan aku bangunkan” ujar alva.
“baiklah” adelia Bersiap siap untuk melepas pelukannya, tapi alva menahannya.
“biar saja seperti ini, bukankah harus terbiasa” ujar alva.
Adelia tersenyum senang sambil memejamkan matanya, ‘andai kau pria normal aku akan sangat senang’ batin adelia.
Tidak lama adelia benar benar tertidur, hingga sampai ketempat tujuan, alva perlahan membangunkan wanita itu dengan lembut.
Adelia yang bangun hanya menguap pelan, hal itu membuat alva gemas, ingin sekali dia mencubit pipi adelia namun segera dia urungkan.
“masih mengantuk?” Tanya alva.
“hmm sedikit” adelia bergelantung manja pada lengan alva, sesekali gadis itu menatap alva dan tersenyum miris, ‘andai kau adalah pria normal, aku pasti akan sangat senang sekali’ adelia kembali membatinkan hal yang sama.
Selama dia mengenal alva, adelia tau alva adalah pria yang baik dan lembut hanya saja dia dingin dan irit bicara, kalau dia normal sudah pasti banyak wanita yang tergila gila padanya. Alva tidak pernah membentaknya keras apa lagi memarahinya atau bermain tangan padanya, berbeda dari Keanu yang pernah bermain tangan dan membentaknya dengan keras.
...🎸🎸🎸🎸🎸...
Kedatangan adelia di sambut baik oleh keluarga alva yang ada di china. mereka bahkan sudah mempersiapkan banyak makanan untuk adelia dan alva.
Menunggu makan malam adelia beristirahat di dalam kamarnya, alva ada di luar berbincang dengan keluarganya tentang beberapa bisnis, sementara adelia tidur di kamar, beristirahat dan berganti baju.
Iseng iseng gadis itu mencari di google pencarian.
‘Bisakah pria gay menjadi pria normal?’ Adelia langsung duduk membaca artikel yang dia temukan dengan sangat serius.
‘Banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi gay, seperti kondisi biologis sejak dilahirkan atau kondisi sosial dan psikologi nya, dari kondisi sosial bisa dicontohkan dengan satu grup yang di dalamnya banyak ho_mos_eksual, anggota grup yang awalnya tidak homo bisa menjadi homo. Bisa juga disebabkan oleh perubahan hormonal yang menyebabkan seseorang awalnya heteros_eks_ual beruba menjadi ho_mos_eksual. Lalu bagaimana cara mengobatinya? Didalam dunia psikolog sebutannya tidak mengobati tetapi memberikan treatment atau perlakuan_’ isi artikel yang adelia baca.
Lalu pikiran adelia langsung melayang pada alva, sama sekali tidak ada ciri ciri wanita dalam tubuh alva, tapi dia tidak pernah berdekatan dengan wanita, tidak ada karyawan wanita di dekat dia bekerja.
“apa alva memiliki trauma dengan hubungan pria dan wanita?” gumam adelia pelan. “apa aku harus menggodanya? Memberinya terapi atau treatment” ide gila muncul dalam kepala gadis itu.
Adelia segera berlari kearah koper dan mengeluarkan lingerie merah yang menurutnya sangat sexy.
“bagaimana kalau aku memakai ini? dan menggodanya?” adelia berlari lagi kearah kamar mandi untuk menggunakan lingerie sexy yang baru dia temukan, dia bersyukur mama dan mertuanya mengganti semua baju tidur miliknya menjadi lingerie.
“apa aku sudah sexy?” tanya adelia sambil menatap dirinya dari pantulan cermin.
Kepalanya segera menggeleng dan mengganti pose lainnya. “Apa alva akan tertarik melihat pose sexy yang seperti ini?” tanyanya lagi sambil menatap dirinya dari cermin. “wahhhh yang ada alva bisa lari terbirit birit melihat aku yang seperti ini” kata adelia sambil tertawa kecil.
“memberi treatment itu seperti apa ya? Apa harus memijatnya, atau belajar memberikan rangsangan padanya? Oke nanti malam aku akan mencoba salah satu cara yang dapat aku pikirkan” gumam adelia pelan.
Tanpa adelia sadari dari tadi alva mengintip apa yang yang adelia lakukan, pria itu tersenyum dan menahan tawanya melihat adelia yang berpose sexy layaknya model majalah, dia juga hampir tertawa keras saat mendengar gumaman adelia yang ditujukan untuknya.
Padalah adelia tidak perlu berpose sexy, alva sudah mulai tertarik padanya. Dalam hati alva menantikan treatment yang akan diberikan istri nakalnya.
...🎻🎻🎻🎻🎻...
Makan malam itu berlangsung sangat khidmat, alva sesekali melirik istri nakalnya yang terus berbincang dengan neneknya, gadis itu mudah dekat dengan orang yang baru dia temui berbeda dengan alva yang memerlukan waktu untuk penyesuaian terhadap orang orang baru.
Sangking dekatnya dengan nenek alva, adelia bahkan menunggu nenek alva selesai makan, dimana yang lainnya sudah mulai menghilang termasuk alva yang di panggil pergi sebentar keluar.
Selama alva pergi adelia yang berbincang dengan nenek alva, gadis itu berkenalan dengan kucing peliharaan nenek dan berbincang panjang.
“masih bicara dengan adel nek?” tanya alva.
“masih, sini kamu juga ikut” ajak nenek alva.
“Al liat lucu kan?” adelia menggendong kucing kesayangan nenek alva dan menunjukkan pada pria itu.
“iya lucu” jawab alva.
“kalian berdua harusnya lebih lama disini, nenek masih mau bercerita dengan istrimu alva” ujar nenek alva.
“nek~ kami ini bulan madu, nenek mau cepat lihat cicit kan? jadi nenek biarkan kami berduaan dong masak nenek monopoli istri alva” canda alva. Pria itu memang sangat hangat dan banyak bicara jika berbicara dengan orang yang akrab dengannya.
“Iya nek, adel janji akan sering kesini mengunjungi nenek, jadi nenek harus sehat terus untuk memastikan, nenek bisa melihat cicit nenek nanti” tambah adelia.
“awas ya kalau kalian tidak kesini membawa cicit nenek, akan nenek kejar terus janji kalian” ancam nenek alva.
Adelia langsung melotot menatap alva, lalu melihat kearah bawah alva. ‘doakan aja nek rencanaku berhasil untuk menggoda adik kecil alva, semoga bentuk tubuhku membuat adik kecil alva tertarik nek’ doa adelia dalam hatinya. Gadis itu sudah mulai bertekad untuk membangunkan adik kecil alva dengan segala rencana liciknya.
...🎺🎺🎺🎺🎺...
Bonus Pict
Alva dan Adelia di dalam bus
Adelia sedang berpose menggoda(bagaimana apakah sexy??)
Adelia dan Alva bersama Nenek