
“Ahh baiklah semoga kita bisa bekerja sama di kemudian hari pak Yanto” ucap Alva sopan. Walau kesal dengan hasil keputusan yang dia dapat alva hanya bisa pasrah semua itu karena rumor menjijikkan yang semakin heboh di dunia maya.
“hahahaha liat udah aku bilang kau harus menikah alva” ledek Ervan begitu orang orang yang tadi meeting dengan mereka sudah tidak ada di ruang makan VIP itu lagi.
Alva menatap sendu Ervan, “kau tau alasan kenapa aku tidak mau menikah bukan”.
Ervan menghela nafas panjang sambil geleng geleng kepala, “ya aku tau, tapi kau tidak bisa selamanya seperti itu! Kau tidak memikirkan bagaimana perasaan orang tuamu menghadapi berita miring tentangmu, mereka memang tidak mengatakan padamu secara langsung tapi aku tau kegelisahan dan rasa malu yang mereka terima”.
“lalu kau mau menerima pinanganku” goda Alva.
“huh! Kau mulai lagi teman! Ayolah jangan menganggap rumor itu masalah sepele, ini semua karena kau mendiamkan satu rumor hingga kini beredar ribuan rumor tentang dirimu yang tidak dapat kau tahan lagi” omel Ervan kesal, Alva masih saja keras kepala dengan keputusannya.
“Aku sudah biasa, mereka akan menyesal menolak kerja sama denganku” bohong alva.
“Alva! Kau membuatku kesal tau, setidaknya kau harus membiarkan karyawan wanita sebagai sekretaris mu, kau hanya menerima sekertaris pria dan asisten pria, bagaimana rumor itu hilang sementara kau masih tetap sama alva!” gerutu Ervan.
Selama ini Alva memang hanya menerima karyawan pria untuk menempati posisi yang bersinggungan dengannya, seperti manager, sekretaris, atau asisten, para karyawan wanita tidak ada yang pernah bertemu dengan Alva, karena alva memang sengaja menghindari wanita karena alasan tertentu.
Bukan alergi, tapi memang ada alasan khusus yang menyebabkan Alva tidak mau berdekatan dengan wanita. Bahkan orang tua alva tidak tau alasan yang mendasari itu hanya Ervan dan teman dekat alva yang lain yang mengetahui itu.
“Bagaimana dengan meeting yang lainnya” Alva sengaja mengacuhkan ucapan Ervan, membuat Ervan mendengus kesal.
“tidak ada” ervan menepuk tangannya dan tersenyum sinis pada alva, “Selamat berkat rumor kita tidak ada lagi orang yang mau berdekatan dengan kita” sambung Ervan dengan nada sinis.
“waahhh bagus lah tidak ada penjilat lagi yang berusaha mendekatiku, aku juga tidak perlu kerja keras” angguk Alva sambil menikmati makan siang nya.
“kau bahagia? Dengan itu semua? Kalau kau bangkrut aku akan meninggalkanmu dan membuka perusahaan ku sendiri” ujar Ervan kesal. Dia sebenarnya sudah mampu membuat perusahaan miliknya sendiri, namun karena memang kasian dengan alva, dia memilih menjadi asisten alva, lagian ervan memiliki asisten yang membantunya juga.
“wow baru kali ini ada asisten yang angkuhnya melebihi bos, hebat hebat” ledek Alva.
“Kalau mau pecat silahkan, bayar pesangon ku yang sangat banyak itu, aku bekerja padamu sejak umur 3 tahun” kekeh Ervan.
Alva tertawa kecil, “dasar mata duitan, sejak kapan pertemanan kita kau jadikan pekerjaan”.
“Sejak hari ini, capek banget punya bos tapi gak bisa di nasehati itu membuat aku sangat kesal” umpat Ervan kesal.
“Dari pada kesal, bagaimana kalau kita ke klub aja nanti malam” usul alva.
“Mau cari sugar daddy baru?” ledek Ervan.
“Iya aku mau cari asisten baru yang hobinya tidak mengoceh tentang pernikahanku” balas Alva kesal.
Ervan ikutan tertawa kecil, “oke aku setuju, mana bisa aku membiarkan kau memilih sendiri”.
“kenapa cemburu?” canda Alva.
Ervan mengedikkan bahu acuh, dia menopang dagu dengan kedua tangannya, hampir terlihat seperti seorang penggoda dengan senyuman yang saat ini keluar dari bibirnya, menatap alva dengan pandangan menjijikkan bagi siapapun yang melihatnya, “tentu, bukankah aku kekasihmu” balas Ervan dengan mengedipkan sebelah matanya.
“Hueeekkk, sialan ervan! Kau menjijikkan!” umpat Alva kesal.
Ervan tertawa begitu keras untung saja ruangan mereka adalah ruang makan VIP dimana hanya ada mereka didalamnya dan suara mereka tidak akan terdengar keluar, “Makanya jangan bercanda denganku terus” balas Ervan.
Nara dan Adelia sampai di sebuah klub malam yang cukup terkenal di kota mereka, Nara memang sengaja mencari tempat yang penuh dengan orang orang agar Adelia tidak terpuruk dengan keadaannya sekarang.
Begitu memasuki Klub malam suara music yang sangat berisik langsung memekakkan telinga mereka, Nara dan Adelia langsung memilih lantai dua dimana suara music tidak terlalu mengganggu pembicaraan mereka walau mereka harus mengeluarkan uang sedikit lebih banyak untuk memasuki wilayah di lantai dua.
Langkah kaki Adelia sedikit berhenti saat melihat sosok pria yang seperti pernah dia lihat sebelumnya, namun sedetik kemudian Adelia dan Nara tersenyum canggung saat mendapati tatapan sinis teman pria di sebelahnya.
“Nar, lo kenal pria di belakang kita?” bisik Adelia begitu mengambil tempat duduk tepat di belakang pria yang tadi membuat dia penasaran.
“Lo gak tau pasangan Gay yang sangat terkenal itu?” bisik Nara, dia cukup update dengan berita berita yang sangat terkenal dan membuat heboh orang orang.
“Gay?” pekik Adelia tertahan. Untung saja dua pria di belakangnya tidak mendengar ucapan Adelia karena Nara langsung membekap mulut sahabatnya itu.
Nara mengeluarkan ponselnya dan segera mencari berita yang baru baru ini menjadi topik hangat di dunia.
‘PENGUSAHA SUKSES DAN TERMUDA YANG SANGAT DIKENAL DI SELURUH PENJURU DUNIA KEMBALI MENGGEMPARKAN DUNIA PERINDUSTRIAN BISNIS. PASALNYA PENGUSAHA YANG DIKENAL DENGAN STATUS GAY -NYA ITU BERHASIL MENCIPTAKAN SEBUAH PERINDUSTRIAN BARU DALAM DUNIA BISNIS DAN SEKARANG SEDANG BERENCANA MELAUNCINGKAN HASIL KERJANYA DALAM WAKTU DEKAT.
MAMPUKAH PRODUK YANG DIA BUAT MENJADI BOOMING DENGAN STATUS GAY YANG SELALU MEMBUATNYA TERKENAL ITU?
SEPERTI YANG KITA KETAHUI BARU BARU INI PRIA MUDA ITU KEMBALI TERLIHAT BERJALAN DENGAN SEORANG PRIA TAMPAN, MEREKA TERLIHAT BEGITU MESRA LAYAKNYA PASANGAN KEKASIH PADA UMUMNYA.’
Adelia menutup mulutnya yang sudah terbuka lebar saat membawa berita di media sosial yang di tunjukkan oleh Nara.
Adelia membaca ulang berita dan memperhatikan foto yang di perlihatkan di sana dengan sangat teliti, padahal foto yang ditampilkan terlihat biasa saja, hanya dua orang pria yang terlihat berjalan bersama sambil tertawa, tidak ada rangkulan mesra atau ciuman, hanya berjalan beriringan sambil tertawa, dari mana nya di bilang mesra seperti pasangan kekasih. Emang berita seperti itu tidak bisa kita percaya sepenuhnya.
Tapi sekarang bagaimana?
Kepala Adelia segera menoleh kebelakang dan telinganya sengaja dia buka lebar lebar untuk mendengarkan percakapan antara Alva dan Ervan
.
“Sial sejak tadi pembicaraan tentang rumor itu terus menerus membuat kepalaku pusing!” umpat alva kesal.
“Makanya cepat menikah!” celetuk Ervan.
“denganmu?” kekeh Alva.
“Hah?! Kau masih saja mengajak bercanda Alva! Maksud aku itu menikah deng_”
“Bagaimana denganku?” Alva dan Ervan terkejut saat melihat seorang gadis cantik tiba tiba muncul di depan mereka memotong ucapan Ervan.
...🎻🎻🎻🎻🎻...
Bonus pict
nara dan Adelia siap siap ke klub malam (Adelia habis menangis mata bengkak)