Trapped in Love

Trapped in Love
14. Persyaratan



Ervan menahan senyum dan tawanya sekali lagi dengan menundukkan kepala, dia tau ekspresi Adelia dan nara saat ini terlihat sangat lucu di matanya, Ervan sangat menikmati aktingnya dalam membuat Adelia percaya bahwa dia dan Alva memiliki hubungan kekasih, walau kenyataannya tidak, apa lagi manusia dingin di sebelahnya tidak membantah ataupun merubah ekspresinya, itu semakin membantu acting ervan.


Ervan sudah mengangkat kepalanya menatap Adelia, “Adel, aku percaya padamu, maka dari itu aku menyerahkan dia di sisimu”.


Baiklah ini mulai tidak normal, apa dia juga harus ikut larut dan menanggapi pembicaraan gila ini, pikir adelia.


Belum sempat adelia membuka mulutnya, tiba tiba saja Ervan menggenggam tangan adelia, menatapnya penuh harap, “kau tidak mencintai alva bukan?” tanya Ervan.


Spontan kepala Adelia mengangguk dengan polosnya.


“dia juga tidak mencintaimu, jadi apa yang kau takutkan, kau akan hidup bebas, bukankah kau hanya butuh pengganti calon suami agar pernikahanmu tetap berjalan?”


‘Justru itu bebanku bodoh’ Adelia merutuki Ervan dalam hatinya. Sekarang yang adelia pikirkan adalah ‘apa dia akan hidup selamanya dengan kondisi dimana suami yang tidak mencintainya, hidup tanpa cinta selamanya sesungguhnya adelia masih sedikit berharap untuk mencintai seseorang di kemudian hari setelah pengakuannya pada kedua orang tua, apa dia akan menjadi perawan tua selamanya karena suami jelas tidak bisa menggunakan senjatanya?’ pikir adelia.


“Jika pada akhirnya kalian merasa tidak cocok, kalian bisa bercerai bukan?” ujar Ervan lagi.


Kali ini Adelia menatap sendu Ervan. “benar, kau benar, tapi aku sudah tidak mau mempermainkan pernikahan”.


“Bukan, maksudku adalah, diluar sana banyak yang menikah karena saling cinta tapi berakhir dengan perceraian dengan alasan yang tidak masuk akal, sudah tidak cocok, harusnya kalau memang tidak cocok, jangan menikah sajakan? Jangan bilang cinta” ralat Ervan.


“Itu berbeda Ervan” bantah Adelia.


“sama” balas Ervan. Pria itu masih pada pendiriannya, untuk meyakinkan Adelia agar mau menyetujui pernikahan itu. Dia terus menatap adelia memohon sambil menggenggam tangan gadis itu sampai sesuatu menyadarkannya.


Sesuatu itu melayang dengan bebas dan mendarat di kepalanya. Alva, pria itu melempar beberapa permen yang ada di meja ke arah Ervan. Memberitau melalui ekspresi wajahnya jika dia sedang emosi pada Ervan.


“Kalau dia tidak mau jangan di paksa, sudahlah aku juga tidak butuh dia, aku bisa melakukan seperti biasanya, sebenarnya yang akan menikah itu aku dan dia atau kau dan dia?!” omel Alva.


Ervan mengerjab tak percaya, jarang jarang sahabatnya berbicara lebih dari sepuluh kata di depan orang asing selain dirinya, dan itu terjadi karena perdebatannya dengan adelia.


‘Adelia memang penyelamat’ pikir Ervan.


Ervan semakin erat menggenggam tangan Adelia, sementara adelia menatap Alva lalu menatap Ervan kembali dengan gundah. Ervan berpikir sekarang fokusnya adalah mendapat persetujuan dari adelia. Kalau alva dia bisa menangani pria itu dnegan mudah, karena pada dasarnya pria itu selalu sulit menolak permintaan ervan kecuali menikah namun bukankah tadi dia sudah setuju untuk menikah jadi sekarang adelia adalah prioritas utama.


“Sudahlah Ervan, jika dia tidak mau, jangan memaksanya lagi, itu tidak akan berguna, bahkan kita hanya membuang waktu dengan datang kesini, lagi pula aku juga tidak terlalu mau menikah dengannya” ucap Alva lagi.


Ervan mengerjab sekali lagi dan tersenyum ke arah Alva, “kau melakukannya lagi alva”


“apa?” balas Alva.


“bicara lebih dari sepuluh kata” ucap ervan.


Dan alva kembali melempar permen yang tadi dia lempar ke arah ervan, “dasar pria gila, aku sedang tidak bercanda bodoh” umpat alva kesal.


“iya iya iya, aku tau itu, nanti saja kita berdebatnya, buang jauh jauh rasa cemburumu untuk saat ini biarkan aku menangani gadis ini terlebih dahulu” gumam Ervan.


Ervan kembali menatap Adelia, mengabaikan lagi pria yang saat ini justru sudah terlihat muak dengan kondisi itu. “Jadi kapan kita menentukan tanggal pernikahannya?” ucap ervan to the point.


Ervan mendengus kesal, “seperti kata sahabatmu, kau harus bertanggung jawab dengan perbuatanmu, karenamu masalah aku dan alva menjadi semakin besar, bagaimana caramu memperbaiki masalah yang sudah kamu buat itu? aku sampai takut keluar rumah, mereka semua memandangku hina”


Adelia menatap Nara lalu menatap ervan dengan memelas, “tidak bisa jalan lain dengan aku yang berbicara pada media untuk memperbaikinya?” lirih Adelia.


Ervan menggelengkan kepala, “tidak akan berhasil, yang ada akan semakin besar” bantah ervan.


“baiklah” ucap adelia pasrah, “tapi aku punya syarat” tambah adelia cepat.


“apa syaratnya?” tanya ervan.


“Sebenarnya aku akan menikah beberapa minggu lagi, tapi pernikahanku akan batal karena calon suamiku berselingkuh”


“ya aku tau” angguk ervan.


“lalu aku ingin membuat drama bahwa sebenarnya selama ini Alva yang mengejar ngejar aku, makanya pernikahan ini terjadi” ujar adelia.


“apa?! Tidak mau” protes Alva cepat.


“Orang orang Taunya aku akan menikah dengan Keanu, apa jadinya kalau pengantinnya berubah? Sudah jelas calon suamiku berselingkuh, apa kata orang kalau calonnya ganti? berarti aku juga selingkuh” balas Adelia.


“sebenarnya yang dikatakan Adelia ada benarnya Alva, kita bisa membuat sandiwara di mana kamu selama ini mengejar ngejar adelia tapi karena adelia mencintai orang lain kamu bahkan bersedia menerima semua rumor buruk karena menunggu adelia, malam kemarin adalah di mana kamu terpuruk karena mengetahui adelia akan menikah, tapi ternyata calonnya adelia berselingkuh dan kamu maju lebih dulu untuk melindunginya hingga akhirnya pernikahan kalian terjadi, dengan begini nama baik kalian berdua akan terjaga” jelas Ervan.


“van~ kau taukan aku_”


“ini hanya sandiwara alva, tidak benaran, kalian berdua bukannya sama sama tidak saling mencintai” potong Ervan.


Alva menatap sinis ervan kemudian pria itu mendengus kesal, “aku menyerah, terserah mu mau membuat sandiwara seperti apa” ucap alva pasrah.


“Wahhhh Alva pintar!” pekik Ervan senang, “bagaimana adel? Bukannya dia sudah setuju dengan syaratmu atau jangan bilang ada syarat lainnya?” lanjut ervan.


“hehehhe ada” kekeh Adelia.


“apa itu?” tanya ervan pasrah, pria itu harus mau menerima syarat adelia karena dia tau adelia tidak akan bisa dibujuk dengan uang, karena adelia bukanlah gadis miskin.


“Aku ingin dia dan aku melakukan foto pre-wedding, karena di tempat pernikahan itu diisi dengan foto foto kenangan aku bersama Keanu, jadi untuk mengganti fotonya aku dan alva harus melakukan foto pre wedding secepatnya untuk mengganti foto foto yang di pajang di pesta pernikahan” ujar adelia dengan suara pelan.


“baiklah, dia akan melakukannya” angguk ervan pasrah.


“yang melakukannya aku kenapa kau yang menyetujuinya bodoh! Harusnya aku kan yang menjawab” bantah Alva.


“aku atau kau tidak ada bedanya kita ini satu” balas Ervan.


“Ehem, apa alva tidak masalah berakting mesra denganku?” tanya Adelia malu malu.


...🥍🥍🥍🥍🥍...