
Selama perjalanan Nara terus mencuri curi pandang ke arah Ervan, sesekali matanya menatap ke arah paha Ervan lalu pada wajahnya.
“kenapa?” Ervan yang menyadari pandangan Nara, langsung bertanya pada gadis itu sambil menahan senyumannya.
“Hah? Gak ada” Nara yang kepergok segera memalingkan wajahnya untuk melihat ke arah jendela.
“Mau tanya apa, tanya aja aku akan jawab” ujar Ervan.
“hmm.. itu, kalian pacaran sejak kapan?” tanya Nara takut takut.
Ervan sedikit menghembuskan nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Nara, “dari banyak pertanyaan kenapa harus bertanya itu? Kenapa? Sangat penasaran ya?”
“Sedikit, kalau tidak mau di jawab juga tidak apa” ujar Nara berpura pura tidak penasaran.
“Kalau gitu aku pas, pertanyaan lainnya” kata ervan.
“hmmm… kamu pernah pacaran dengan wanita?” tanya Nara.
Ervan tersenyum dan mengangguk pelan, “pernah” jawab Ervan singkat.
“Ahhh sekarang aku mengerti, kamu trauma dengan wanita dan memilih pria sekarang, berarti kamu b*s*ksual?” tebak Nara.
Kali ini Ervan hanya menjawab dengan mengedikkan bahu. Dia memang sengaja tidak menjawab tentang dirinya yang benaran penyuka sesama atau suka dua dua nya, Ervan hanya akan membongkar rahasia saat mereka sudah sangat akrab dan kenal cukup jauh, untuk sementara Ervan hanya akan menjawab dengan ambigu sehingga Nara dan Adelia masih salah paham dengan dia dan Alva.
“kalau gitu apa Alva pernah pacaran dengan wanita juga?” tanya Nara lagi.
“Entahlah, bukankah itu adalah privasi alva, nanti kamu akan mengadukannya pada Adelia, dan percuma kan buat surat perjanjian jika adelia sudah tau urusan pribadi alva” balas Ervan.
“baiklah aku akan menyerah bertanya lagi, apa menurutmu mereka bisa bekerja sama?” Nara mulai mengganti topiknya karena ervan terlihat tidak suka dengan topik pembicaraan mereka yang awal.
“Siapa?” tanya balik ervan belum mengerti.
“Adel dan Alva, apa mereka bisa bekerja sama untuk merahasiakan pernikahan mereka, sekarang saja mereka tampak canggung, coba saja bayangkan jika public sudah tau hubungan mereka” kata Nara.
“Menurutku mereka bisa, buktinya mereka mendapatkan restu dari kedua orang tua mereka, tanpa acting yang meyakinkan restu dari orang tua mereka tidak akan dapat” ungkap Ervan.
“benar juga, tapi kenapa tadi mereka sangat canggung ya, gak nampak sama sekali mereka bisa acting mesra” gumam Nara pelan.
‘itu karena cinta mulai tumbuh di antara mereka’ gumam Ervan dalam hati tapi dia sengaja tidak ikut membalas ucapan Nara.
📳📳📳📳
Tiba tiba dering ponsel nara mengagetkan Ervan dan Nara, gadis itu tersenyum canggung sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam saku. Terlihat nama Fira sedang memanggil.
“Ngapain lagi sih ni anak telepon” gerutu Nara, tapi dia tetap mengangkat telepon dari Fira.
📲“Halo Fir” jawab Nara.
📲“Hai Nar, maaf gue telepon elo, apa adel ada di sana?” tanya Fira.
📲“adel? Kenapa lo mencari adel?” Nara mulai emosi ketika Fira mencari adelia.
📲“Gue yang suruh, gue gak mau lo dan Keanu menyakiti adel, dengan alasan gak guna kalian, jadi kenapa lo mau telepon adel?” nara mulai pasang badan untuk sahabatnya.
Ervan yang mendengar ucapan Nara, tersenyum kecil, dia merasa persahabatan adelia dan nara itu sama seperti persahabatan dia dan Alva.
📲“Gue mau bicara sama Adel, tadi gue datang ke kantornya, katanya adel gak ada sedang pergi sama elo, makanya gue telepon elo, adelnya ada?”
📲“Adel lagi gak sama gue, mau bicara apa nanti gue sampaikan” kata Nara dingin.
📲“A-anu… i-itu..”
📲“Langsung aja Fir, gue gak bakal ngerti kalau elo ngomong gitu, gue banyak urusan” potong Nara.
📲“Gue udah gak vi_rgin jadi gue gak akan minta tanggung jawab pada Keanu, bilang ke adel gue gak apa apa, gue ini model, dunia gue memang biasa seperti itu, jadi Keanu tidak perlu tanggung jawab sama gue, adel tetap bisa melanjutkan pernikahan dia dengan Keanu, gue kasian sama dia, dia sangat mencintai adel, gara gara gue mereka harus membatalkan pernikahan” ujar Fira panjang lebar.
📲“Lo sedang di ancam ya Fir? Adel udah bilang pada Keanu mau lo masih vi_rgin atau tidak, mau itu disengaja ataupun tidak, dia tetap tidak akan mau kembali pada Keanu, mungkin takdir adel dan Keanu memang tidak bersama, jangan memaksa adel untuk kembali pada pria itu, sejak awal aku tau Keanu hanya menginginkan kekayaan Adel, tidak lebih dari itu, kalau kamu sahabatnya seharusnya kamu bisa tau itu” balas Nara dingin.
📲“Tapi Nar, gue merasa bersalah sudah memisahkan sepasang kekasih yang akan menikah, Keanu berjanji hal seperti itu tidak akan terjadi lagi, aku tau Adel masih sangat mencintai Keanu” Fira masih mencoba membujuk Nara untuk menyatukan Keanu dan Adelia kembali.
📲“ sekali lagi gue bilang, Kalau elo sahabatnya adel, lo gak akan memaksa adel bersama dengan pria seperti Keanu, adel sudah mendapatkan pengganti Keanu, dan tolong bilang pada Keanu kalau adel berharab Keanu dan elo yang menikah, orang tua adel juga berharap kalian menikah dan jangan mengganggu hidup adel lagi, liat saja kalau Keanu masih mengganggu hidup adel dia akan mati di tangan kak gilang” jelas Nara.
📲“Apa papa adel ingin aku menikah dengan Keanu? Dia tidak marah padaku yang sudah menghancurkan hubungan putrinya?”
📲“tidak, papa adel tidak sejahat itu, setidaknya dia tidak ingin Keanu mengganggu hidup adel lagi, adel sudah mendapatkan pengganti Keanu” ulang Nara.
📲“Apa orang itu adalah orang yang di cari oleh orang tua adel?” tanya Fira penasaran.
📲“Gak penting siapa itu, tapi aku yakin dia tidak akan mengkhianati adel tidak seperti Keanu yang tidak bisa menahan dirinya hanya dengan sedikit obat” sindir Nara.
📲“Baiklah aku akan menyampaikannya, dan tolong sampaikan maafku pada adel, aku menyesal membuat mereka berpisah”.
📲“Ya akan aku sampaikan” setelah berkata begitu nara mematikan ponselnya. “maaf aku marah marah tadi” lanjut nara pada Ervan.
“kalau aku boleh tau itu selingkuhannya pacar adelia?” tanya ervan.
“No comment, ini privasi adelia” balas Nara dengan tersenyum jahil pada ervan.
“baiklah, dasar jahat” kekeh Ervan.
“Biarin” balas Nara sambil tertawa kecil.
Ervan ikutan tertawa dan tanpa sadar pria itu mencubit gemas pipi Nara yang sedang menertawakannya. “oohh maaf nar” ucap ervan cepat.
“santai aja, kita temankan, mulai sekarang kita akan sering bertemu, jadi kalau kita kaku terus akan susah untuk berhubungan kedepannya” balas Nara berusaha bersikap santai padahal saat ini jantungnya sedang berdisko, karena Ervan adalah pria pertama yang pernah menyentuhnya, selama ini Nara tidak pernah berpacaran ataupun memiliki sahabat cowok, makanya dia merasa canggung dan grogi berada satu mobil bersama Ervan.
“Baiklah mulai sekarang kita teman” angguk ervan.
...🪕🪕🪕🪕🪕...