
Beberapa hari setelah mendapat persetujuan dari kedua orang tua alva dan adelia, mereka mulai melakukan pemotretan untuk foto foto pernikahan mereka.
“tidak bisa aku memakai baju ini saja?” tanya alva. Dia menatap horror koper besar yang adelia bawa, di dalamnya ada banyak pakaian cowok yang sudah adelia persiapkan. Bukan hanya satu koper besar tapi ada banyak koper yang dibawa Adelia seperti orang yang mau pergi liburan.
“Tidak bisa! Satu baju mana cukup, Alva pakai baju ini” Adelia menyodorkan satu baju dan celana pada Alva.
“ini hanya pernikahan kontrak kenapa mesti sesusah ini sih” protes alva.
‘Plak Adelia dengan cepat memukul lengan alva, “Mulai sekarang jangan pernah bilang tentang pernikahan kontrak nanti mulut kamu biasa mengatakannya dan bisa kelepasan di depan banyak orang, bisa bahaya” peringat adelia.
“Dia benar Al, jangan mengatakan itu” tambah ervan.
“Iya iya maaf, tapi mau seberapa banyak foto yang di ambil?” protes alva lagi.
Alva menatap ervan yang sedang menahan tawa di sebelahnya, “udah pakai aja dulu, kamu udah setuju untuk mengambil foto pra-wedding” Ervan mengambil baju yang diberikan Adelia dan mendorong alva menuju kamar mandi, “atau perlu aku gantikan?” candaan Ervan membuat adelia dan Nara sontak melotot, tapi alva tidak bereaksi sama sekali dia hanya mengambil baju dan langsung menutup keras pintu kamar mandi.
“Ahh aku juga harus ganti baju” Adelia cepat cepat mengambil baju couple yang senada dengan yang dia berikan pada Alva.
.
“Sekarang aku harus ngapain?” tanya Alva setelah mengganti bajunya.
“bentar al, ini adelnya masih di dandani dulu” ujar Nara sambil merapikan rambut adelia.
Alva terdiam menatap tampilan Adelia yang sudah mengganti baju dan terlihat lebih cantik. “ehem” deham Ervan pelan sambil menyenggol lengan alva.
“Apaan sih” balas alva dengan suara pelan sambil memalingkan wajahnya dari adelia.
“Gak ada Cuma tadi aku melihat ada pria yang sedang termenung menatap wanita berdandan” ledek Ervan dengan suara pelan.
“Salah lihat ucap alva dingin sambil duduk di sofa menunggu adelia.
Tidak lama kemudian adelia siap dan duduk di sofa bersama Alva.
“maaf agak lama” ujar adelia dengan senyum manisnya, semakin membuat Alva terdiam dan salah tingkah.
“Oke sekarang kalian ambil pose, karena kami akan mengambil foto” ujar Ervan.
Adelia dan Alva sama sama menatap kea rah kamera yang dipegang Ervan dengan wajah yang masih kaku.
“Ehh bodoh! Kalian berdua kenapa bengong gitu niat foto gak sih?” omel Ervan Kesal.
“terus harus seperti apa?” tanya Adelia.
“Senyum adel, pose candid gitu biar kita bisa ambil foto foto yang keren” ujar Nara.
“Oke kita mulai lagi, satuuu duua tiga!” ucap Ervan dengan suara kuat dan mengambil foto Adelia dan arvan yang duduk di sofa. “Ehh g*bl*k kenapa kalian kaku gitu! udah dibilang senyum! Malah kayak foto ktp!” Ervan kembali mengumpat kesal dengan tingkah Adelia dan Alva yang masih kaku sekali, rasanya dia ingin menempelkan kepala keduanya dengan keras.
Nara tertawa sambil menepuk jidatnya, jangan tanya kenapa Nara dan Ervan yang menjadi fotographer, penata rias dan penata busana mereka, di lihat sekarang saja adelia dan Alva masih canggung, akan sangat mudah ketahuan oleh orang orang kalau Adelia dan alva menikah kontrak, sama sekali tidak terlihat keromantisan dua pasangan itu.
“Al kamu bisa senyum gak sih? Angkat bibir kamu dua senti ke atas alva, dan kamu juga adel!” Nara ikutan mengumpat pada dua pasangan kaku di depannya.
“Dari pada kalian ribut ribut mending kalian contohkan” ujar Alva.
“Benar itu, katanya candid jadi contohnya seperti apa?” ujar adelia.
Ervan dan Nara saling berpandangan lalu duduk di sofa yang ada di dekat mereka, keduanya membuat pose yang sangat natural dan bagus hingga membuat adelia dan Alva terbengong.
“Hah! Bisa serius gak sih!” keluh Nara.
“Ayo kita mulai lagi, Alva ambil popcorn itu dan berpura pura makan” perintah Ervan.
Alva segera mengambil popcorn yang memang ada di sana dan mengambil beberapa, “boleh makan benaran kan?” tanya alva spontan.
Ervan mengambil nafas panjang dan hendak mengumpat tapi segera ditahan Nara, “sabar, kalau marah marah terus gak bakal kelar”.
Ervan lalu menghembuskan nafas panjang, “terserah boleh kalian makan atau buang sekalian” kesal ervan.
“Adel kamu jangan diam aja, pura pura ngomong dengan Alva, atau ikutan makan popcorn yang di makan alva” perintah nara.
Adelia segera mengikuti perintah Nara, dan ikutan makan, kedua orang itu terus mematuhi nara dan ervan yang terus memberi perintah dari, adelia berpura pura membersihkan noda di dekat wajah alva, yang nyatanya tidak ada, lalu berpura pura membaca tulisan yang ada di tempat popcorn yang di dipegang alva. Tapi nara dan Ervan masih saja kurang puas dengan hasil yang mereka dapat.
“berhenti, kalau kalian masih saja kaku seperti ini nanti pas upacara pernikahan tinggal menunggu waktu saja kalau kalian ketahuan menikah kontrak!” gerutu ervan.
“Lalu kami harus seperti apa?!” balas adelia yang sudah mulai ikutan emosi.
“Kami berdua akan pergi mencari makan siang, kalian akan berganti kostum dengan yang baru dan kalian harus berteman serta berkenalan agar kalian tidak tampak kaku begitu” ujar Ervan.
“benar aku setuju, manfaatkan waktu selama kami pergi, pokoknya selama kami pergi kalau kalian masih kaku akan kami tinggalkan kalian berdua dalam kamar terkunci” tambah nara.
“Ide bagus, ayo nara” angguk Ervan lalu berlalu pergi meninggalkan dua orang asing yang sebentar lagi akan menikah.
.
Selepas Ervan dan Nara pergi, Alva dan Adelia saling pandang pandangan lalu serentak membuang muka. Adelia yang lebih dulu menyodorkan tangannya pada Alva.
“apa ini?” tanya Alva dingin.
“kenalan, tadi Nara dan Ervan bukannya menyuruh begitu” gumam Adelia.
“iya di suruh kenalan maksudnya biar kita bisa akrab seperti teman” jawab Alva dingin tapi dia tetap menyambut jabatan tangan dari adelia. Kedua orang itu saling bertatapan lalu sama sama tersenyum.
“Kalau gitu sekarang kita berteman?” tanya Adelia.
“hmm” alva kembali dengan sikap dinginnya dan jawaban singat, membuat adelia kembali mendengus kesal.
“kenapa gak jawab iya jangan hanya berdeham” gerutu adelia kesal.
“Kalau gitu aku tanya kenapa harus pakai foto foto seperti ini bikin susah aja” balas Alva.
Adelia langsung cemberut menatap Alva, “ini pernikahan pertamaku, walau hanya kontrak ini tetap pernikahan yang sah dimata hukum dan agama, kita juga gak tau bakal cerai atau tidak karena pernikahan inikan untuk mendapatkan status, dan aku sudah pasti tidak akan bercerai, dan kamu juga begitu bukan, karena tidak mungkin mau menikahi pria” ujar adelia.
“baiklah aku akan berusaha untuk mewujudkan pernikahan yang kamu inginkan tapi jangan berharap dengan cinta, karena aku tidak bisa memberikannya” ujar Alva.
‘Deg’ Adelia membalas alva dengan senyuman manis walau entah kenapa hatinya merasa sakit dengan jawaban yang diberikan alva.
...🎤🎤🎤🎤🎤...
Bonus Pict
Si kaku adelia dan Alva