Trapped in Love

Trapped in Love
69. Pesan



Pagi hari di hari yang berbeda, Adelia terlihat sibuk ke sana kemari setelah tadi membereskan tempat tidur terlebih dahulu, sekarang dia di sibukkan dengan memungut satu persatu baju yang berserakan dimana mana di dalam kamar mereka. Percintaan mereka yang terjadi setiap malam selalu berakhir dengan berantakannya kamar mereka seperti saat ini, bahkan di ruang tengah dan sofa juga ada bekas percintaan kedua pasangan itu. Mereka seperti tidak mengenal tempat mengingat hanya ada mereka berdua di apartemen itu.


Tiba tiba saja wanita itu mengulum senyumnya. Setelah ungkapan alva yang menginginkan dirinya untuk tetap berada di samping pria itu, Adelia merasakan perubahan yang begitu besar antara dirinya dan juga alva. Mereka menjalani hidup yang baik, mesra, romantic dan normal layaknya sepasang suami istri yang sesungguhnya.


Bunyi suara air yang dari dalam kamar mandi membuat adelia semakin tersenyum lebar, wanita itu menoleh kesana, ke arah pintu kamar mandi yang sekarang sedang alva tempati untuk membersihkan diri, tadi pagi pagi sekali pria itu ingin mengajak Adelia untuk mandi bersama, untung saja adelia bisa menahan dirinya untuk tidak tergoda pada sang suami.


Adelia berharap pria itu akan segera keluar dari sana dan tersenyum kepadanya, senyuman yang sekarang menjadi kesukaan adelia, dan itu selalu saja membuatnya menanti nantikan senyuman manis sang suami, ditambah adelia berharap melihat perut suaminya yang six pack, perut yang setiap malam dia sentuh setiap malam panas mereka.


~Drttt~Drttt~


Lupakan alva yang masih lama di dalam sana, adelia beranjak dari posisinya bergeser kea rah nakas kecil tepat di samping tempat tidur. Ia meraih ponsel nya sendiri yang baru saja berbunyi menandakan pesan masuk.


Kening adelia berkenyit bingung itu adalah pesan dari Keanu. ‘Mau apa lagi pria ini?’ tanya adelia dalam hati.


📩‘Bisakah kita bertemu sebentar? Aku akan menunggumu di tempat bias akita bertemu jam satu siang nanti’ isi pesan yang Keanu kirim pada adelia.


“Apa yang kau lakukan?” suara lembut alva membuyarkan lamunan adelia.


“Apa?” dengan buru buru adelia memasukkan ponselnya sendiri ke dalam saku hotpants. Dia menoleh ke belakang dan menemukan alva sedang berdiri di ambang pintu kamar mandi dengan handuk yang melilit di bagian tubuh bawahnya. Beruntung alva tidak langsung menghampirinya seperti yang biasa pria itu lakukan padanya. “tidak ada, aku akan membuatkan sarapan dan pakaianmu sudah aku siapkan di sana” sambung adelia berusaha mengelak dari pertanyaan alva.


Alva hanya mengangguk kecil, meskipun dia merasakan kegugupan wanita itu saat berbicara, alva tetap membiarkan istrinya keluar begitu saja, biasanya adelia akan mendekat ke arah alva hanya untuk menghirup aroma tubuh pria itu ketika baru selesai mandi.


.


Suasana di meja makan terjadi seperti biasanya. Adelia berusaha mengabaikan pesan masuk yang beberapa menit dikirim oleh Keanu yang tadi sempat membuatnya kebingungan. Tapi apakah dia harus benar benar mengabaikan ajakan pria itu untuk bertemu?


‘Bagaimana jika ada sesuatu hal yang penting yang ingin Keanu sampaikan’ tanya adelia dalam hati. Haruskah dia berbicara pada alva, apa nantinya alva tidak akan salah paham. Adelia menggelengkan kepalanya pelan, ‘ahh tidak, sepertinya ini bukan ide yang bagus’ pikir adelia lagi.


“Al~” panggil adelia pelan.


Alva mengangkat kepalanya dan menatap lekat adelia, “hmmm?”


“Aku ingin pergi keluar hari ini apakah boleh?” tanya adelia


Sejak hubungannya dengan Alva sudah sangat dekat, wanita itu selalu bertanya pada alva sebelum pergi kemanapun, Alva juga selalu mengawal adelia kemana pun wanitanya pergi seperti mengantar adelia ke butik, menjemputnya, atau pergi keluar ketempat lainnya selalu di kawal pria itu, alva tidak ingin ada orang yang mencelakai wanitanya, entah kenapa pria itu merasa adelia sedang di incar oleh seseorang, karena hal itu adelia selalu minta izin pada alva. Wanita itu selalu menuruti segala ucapan alva, tanpa bertanya apapun, ia biasanya tidak akan pergi jika alva tidak mengizinkannya, adelia benar benar menjadi istri yang baik.


“Mau kemana? Aku akan mengantarmu” ucap alva.


“Al~ kali ini saja, aku tidak ingin di antar aku ingin pergi sendiri” rengek adelia.


Adelia kembali memelas, “al~ aku bukan anak kecil, biasanya aku juga pergi sendiri” rengek adelia sekali lagi.


“jika kau merengek, aku tidak akan mengizinkanmu untuk pergi” alva tetap pada keputusannya, dia tidak mau rasa khawatir dan cemas yang dia rasakan benar benar terjadi.


Sedangkan adelia merenggut kesal, dia menghela nafas kasar, jika membawa pengawal dia tidak akan leluasa pergi kemanapun ia inginkan. Pasti nantinya pengawal alva akan melaporkan kejadian apa saja yang adelia alami. “al~ please~ kali ini saja, biarkan aku membawa mobilku sendiri, dia sudah lama mendekam di garasi tidak pernah aku gunakan lagi”.


Alva menoleh, menatap lekat mata adelia, tidak biasanya istrinya itu menentang perintahnya, “kau akan kemana?” tanya alva curiga.


“Aku akan menemui klien bersama Nara” jawab adelia setenang yang ia bisa. ‘Astaga! Kenapa aku seperti sedang melakukan penghianatan pada suamiku sendiri, hanya kali ini saja aku berbohong, aku hanya penasaran apa yang ingin pria itu katakan, maafkan aku sayangku’ adelia membatin. Setidaknya dia hanya akan melakukannya satu kali.


“aku bisa mengantarmu seperti biasa kalau Cuma untuk menemui Nara, atau kau bisa pergi tanpaku tapi harus membawa pengawal” ujar alva sekali lagi dengan sangat tegas.


“Al~ aku mohon kali ini saja, aku tidak suka di kawal, bila itu mengganggu pikiranmu, aku akan memakai topi dan kacamata agar tidak ada yang mengenaliku, dengan begitu aku tidak akan jadi buruan para penculik” alva memang pernah mengatakan pada adelia, dia takut istrinya itu diculik oleh salah satu rekan bisnis alva, tapi sebenarnya bukan hanya itu yang menjadi alasan kenapa alva melarangnya untuk keluar rumah sendirian.


Alva mengulum senyum dalam aktifitas mengunyah makanannya. Adelia benar benar polos, percaya saja dengan alasan alva melarangnya pergi dari rumah sendirian. “Kau akan terlihat seperti seorang buronan kalau keluar seperti itu” ujar alva sambil berusaha menahan senyumannya.


“bukankah itu bagus, jadi para penculik tidak akan ada yang mengira jika aku adalah istri alva seorang milyader dan pengusaha besar dunia” ujar adelia.


“Kau berlebihan adel” kekeh alva.


“Al~ please~ aku janji aku akan menghubungimu jika terjadi sesuatu” mohon adelia sekali lagi.


“baiklah, hanya untuk kali ini saja” alva akhirnya mengalah dengan permintaan istrinya.


“Benarkah? Makasih! Aku janji ini hanya untuk kali ini saja” seru adelia penuh kemenangan.


“dan berjanjilah kau akan baik baik saja sampai kembali ke rumah”.


“iya! Janji” teriak adelia sekali lagi.


“dan jangan lupa bawa jaket yang tebal, sepertinya akan hujan sebentar lagi, cuaca di luar pasti akan terasa dingin”.


“Tentu” seru adelia, dia bersyukur punya suami seperti alva yang selalu menjaga dirinya dengan sangat tulus.


...🎻🎻🎻🎻🎻...