Trapped in Love

Trapped in Love
91. Ervan Pergi



“Berikan aku waktu kak” ujar Nara tiba tiba.


Secara tidak langsung, kalimat itu berhasil menarik perhatian Ervan dari hamparan bunga di depannya. Tatapannya kali ini dia lempar untuk wanita disampingnya, wanita yang justru tidak melihat dirinya. Nara seperti menggantikan mata Ervan menikmati pemandangan indah didepannya.


“kau bicara apa?” tanya ervan bingung.


Gadis itu tersenyum lembut tanpa arti. Akhirnya mereka bertemu dalam satu sorotan mata searah.


“Mencintaiku__ berikan aku waktu untuk itu.” Nara berujar lirih penuh keyakinan. Wanita itu menarik ujung bibirnya tersenyum kecil saat pria di depannya tak menunjukan ekspresi.


Sampai detik inipun, Nara seperti belum bisa mengenal sosok Ervan lebih dalam. Hati pria ini seperti di tutupin banyak perisai hingga benar-benar tidak ada yang bisa melihatnya. Hanya satu fakta yang dia temukan di sana. Pria ini mencintai sahabatnya, ervan mencintai adelia.


Selebihnya, Nara tidak tahu lagi apa yang dirasakan pria ini. Bagaimana dia melewati hidupnya? cara seperti apa yang selalu pria ini lakukan agar terlihat baik-baik saja?


Ervan seperti berkedok dalam ketenangannya. Tak berbeda jauh dengan sahabatnya, Alva.


“Kau akan terluka” gumam ervan pelan.


“Aku sudah terluka kak” Nara mengeluarkan nada suara yang aneh disana. Secara tidak langsung, dia sedang menertawai dirinya sendiri. Selain luka fisik dia juga terluka batin akibat pria kejam itu. “Dan akan sangat tidak adil jika luka ini tidak disembuhkan” lanjut nara lagi.


“Nara____”


“Kau hanya perlu bersikap seperti biasanya, jangan hiraukan aku yang sedang berusaha sampai akhirnya usahaku berhasil. Mendapatkan hatimu” potong nara cepat.


Helaan samar pria itu menjadi akhir tatapannya pada Nara. Ervan kembali membiarkan matanya menatap indahnya taman itu di pagi hari, masih terlihat jelas embun pagi yang ada di bunga bunga yang ada disana, ini mungkin akan menjadi pemandangan terakhirnya di indonesia. “Aku akan pergi Nara” ujar ervan pelan.


“Aku akan menunggu” balas nara tidak mau kalah.


...🎤🎤🎤🎤🎤...


“Hei tuan awass!” suara teriakkan seorang wanita baru saja menyadarkan Jeremy dari lamunannya, pria itu terkejut saat seorang gadis menerjang tubuhnya dan terlihat marah marah padanya. “hei tuan kalau mau mati jangan memilih cara ini! Aku berjualan di jalan ini aku tidak mau pelangganku pergi karena ada orang kecelakaan di depan warungku” omel gadis itu pada Jeremy.


“Siapa bilang aku ingin mati?” tanya Jeremy kesal. Dia hanya sedikit melamun tapi malah dikira mau bunuh diri, memang dia salah melamun di pinggir jalan tapi pria itu tidak pernah mau disalahkan oleh siapapun.


“kau tuan! Matamu seperti orang yang sudah tidak punya semangat hidup! Cobalah kau lihat masih banyak orang yang mau hidup, hidup itu indah jangan di sia sia kan, nanti kau akan menyesal” omel gadis itu.


“Wahhh siapa yang mau menyia nyiakan hidup kau saja yang salah paham, lihat ini tanganku terluka” Jeremy memperlihatkan tangannya yang memang terlihat tergores.


“hah?! Sudah untung anda saya selamatkan kalau tidak anda sudah mati ditabrak oleh kendaraan, dari tadi mobil terus mengklakson anda tapi anda tidak mendengarkan!” seru gadis cantik itu.


“sudah aku bilang aku tidak mau mati nona, jadi anda harus ganti rugi padaku” ujar Jeremy disertai senyum jahilnya.


“Cobalah melepaskan dengan Ikhlas, anda adalah orang yang pintar, seperti sekarang anda yang sangat menyangi luna karena takut kehilangannya seperti lana, cobalah pikirkan ucapanku, adikmu memang kasian karena dia mati hanya untuk melindungi pria yang dia cintai, tapi tidakkah kau pernah berfikir bagaimana jika kau yang ada di posisi adikmu, apa kau akan membiarkan orang yang kau cintai mati di depan matamu atau mengikuti caraku? Kau tidak pernah merasakan cinta makanya kau tidak tau besarnya pengorbanan untuk cinta, carilah kebahagiaan bersama orang yang kau cintai, maka kau akan mengerti artinya mengorbankan hidup demi dia yang kau cinta” perkataan adelia tiba tiba terngiang di kepala pria itu, rasanya dia ingin merasakan bagaimana itu cinta.


Apakah dia akan rela berkorban demi cinta seperti yang dikatakan oleh adelia.


...🩰🩰🩰🩰🩰...


“Bunda Cepat!”


Wanita dibalik balutan dress rumah dan apron ditubuhnya itu terlihat santai menanggapi rengekan bocah kecil disamping tubuhnya, jari-jari kecil itu terus menarik-narik dress yang di pakai wanita itu dengan tidak sabaran.


Gerakan tangannya mengaduk susu melambat yang seketika membuat pemandangan penuh kesal itu muncul di wajah putranya yang lucu. Tampak jelas wanita itu sedang menggoda anaknya sendiri.


“Bunda!!”


“baiklah baiklah, kenapa harus berteriak seperti itu.” Fira membungkuk dan membiarkan dirinya berjongkok didepan putranya. Tangannya terulur memberikan gelas yang isinya dipenuhi susu vanilla kedepan pria kecil dihadapnya. “Setelah ini, bangunkan Ayah Okay?!”


“Okay!!”


.


“Ayah Bangun! Ayahhh…”


“tidak mau”


“Hah AYAHHH!, Bunda akan marah.”


“Biarkan saja.”


Keanu terlihat tetap bertahan dibalik selimutnya. pria kecil berusia dua tahun itu terlihat tidak menyerah meskipun sudah mendapat penolakan berulang kali. Wajahnya yang terlihat seperti duplikat pria dibalik selimut itu merengut lucu, tangan kecilnya bergerak-gerak tidak pasti menarik kain tebal pembungkus tubuh ayahnya.


“Bangun ayah! Cepat bangun Ayah!”


Bocah itu memang memiliki wajah seperti Keanu, tapi sepertinya dia memiliki sikap tidak menyerah seperti ibunya. Diam-diam Keanu tersenyum di balik selimut. Dia sangat suka menggoda putranya bahkan tak jarang sampai membuat anak itu menangis. Astaga benar-benar sosok ayah yang payah.


Tapi sepertinya hari ini Keanu tidak berniat membuat anak itu menangis. Pria itu terlihat menarik selimutnya sedikit hingga membiarkan wajahnya terlihat. Keanu tersenyum sangat lebar. “Dimas”


“kenapa? Cepat bangun Ayah.”


Kepala Keanu menggeleng menyampaikan penolakannya. Dia memasang wajah selugu mungkin di depan anaknya sendiri. Jika di perhatikan, kedua wajah itu benar-benar mirip tak memiliki cela.


Mata Keanu menatap lekat kearah Dimas, anaknya. Dimas terlihat tubuh dengan sangat baik dan pintar, bahkan diusianya yang baru menginjak dua tahun, anak ini sudah sangat fasih dalam berbicara. Dimas anak yang sangat aktif dan penuh karisma sama seperti dirinya. Keanu benar-benar bersyukur.


Bodohnya dulu dia mengabaikan keberadaan wanita yang justru sekarang memberinya kebahagian yang luar biasa. Kebersamaan itu perlahan membawanya pada kesadaran, bagaimana pentingnya wanita itu dan buah hati mereka. Keanu mencintai keduanya. Sangat.


“Ayah akan bangun jika Bunda yang membangunkan.”


Nilai minus pria itu terlihat semakin jelas. Keanu tidak menunjukan sisi seorang ayah dan justru memperlihatkan tingkahnya yang kekanak-kanakan di depan anaknya sendiri. Lihat saja, pria itu kembali menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya hingga keatas kepala. “cepat suruh Bunda kesini untuk membangunkan Ayah.”


Dimas terlihat merengut, bibir mungilnya mencibir lucu yang sayangnya tidak terlihat dimata Keanu. Saat pria kecil itu beringsut turun dari tempat tidur, suara ayahnya menginterupsinya untuk kembali menoleh sebelum dia benar-benar mencapai pintu keluar.


...🪕🪕🪕🪕🪕...