Trapped in Love

Trapped in Love
23. Cobaan Berat



Pukul 7 pagi Adelia baru bangun, gadis itu merentangkan tangannya untuk merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku.


“Astaga!” pekik adelia saat melihat Alva yang sedang diam minum kopi di sofa. “alva kau kah itu?” tanya adelia.


“Hmm” alva hanya berdeham sambil menyesap kopi yang dia buat sendiri.


“Alva, apa kamu selalu bangun pagi?” tanya adelia lagi.


Alva hanya dia tidak menjawab dan hanya melihat ke arah adelia yang sedang menutupi tubuhnya menggunakan selimut, jangan tanya apa alva bangun pagi, karena sejak semalaman dia tidak bisa tidur ulah siapa lagi kalau bukan karena istri barunya yang membuat jantungnya terus berdisko sepanjang malam apa lagi mengingat apa yang dia lakukan pada adelia tadi malam semakin membuat otak alva berasa mau pecah.


Adelia hanya mendengus kesal karena Alva tidak menjawab apapun, adelia berfikir alva marah padanya karena dia telat bangun pagi. “Al bisa pejamkan mata gak?”


“kenapa?” akhirnya alva mengeluarkan suara juga tapi bukannya mengikuti keinginan adelia dia malah balik bertanya.


“Aku pakai lingerie yang saaanggaaattt sexy, aku malu” ujar Adelia sengaja menekankan kata sangat dan sexy.


“Sekarang baru malu? Sejak tadi malam kamu pakai baju itu dan sekarang baru malunya? Kamu berniat menggodaku kan? Kamu pik_”


“benar juga alva kan gak tertarik sama cewek, aku kan cewek, hehehe sorry Al” kekeh adelia dan dengan santainya keluar dari dalam selimut hingga alva bisa melihat lekuk tubuhnya dari jarak yang cukup jauh tapi alva bisa melihat seluruhnya, gunung kembar yang tadi malam dia remas dan pantat bulat adelia yang sialnya membuat gairah alva kembali naik.


Alva memejamkan matanya sambil berusaha mengatur nafas dan sedang memikirkan domba domba yang berlarian kesana kemari, alva bersyukur saat ini selimut yang dia ambil dari lemari menutupi bagian bawahnya, karena selimut itu mampu menyembunyikan adik kecil alva yang kembali menegang sempurna.


'Terima kasih selimut' alva bersyukur di dalam hatinya


“cari apa del?” tanya alva yang masih memejamkan mata, pasalnya gadis itu sedang berjalan kesana kemari seperti mencari sesuatu.


“Handuk kimono ku dan ponselku” ujar adelia masih terus membongkar selimut tempat dia tidur, membuat gerakan kecil pada gundukannya dan juga pantatnya. Alva yang baru membuka mata sedikit langsung kembali memejamkan mata takut dirinya kelepasan lagi seperti tadi malam.


‘awas saja nanti malam akan aku balas’ lagi lagi alva hanya bisa membatin kesal dalam hati.


“dalam lemari dan di dekat meja tidur” ujar alva singkat.


Tadi malam memang dia melihat handuk yang diletakkan adelia secara sembarangan di lantai lalu dia melihat ponsel adelia di sofa, karena alva orangnya sangat rapi pria itu yang meletakkan handuk kimono itu kembali ke dalam lemari lalu dia yang meletakkan ponsel milik adelia di dekat meja, sebenarnya kedua orang itu sangat bertolak belakang, seperti alva yang rapi tapi adelia yang berantakan, adelia cerewet dan alva irit bicara alias pendiam.


Adelia segera mengambil handuk dan ponselnya tanpa bertanya lagi.


“kenapa masih di sini del?” tanya Alva, karena saat dia membuka mata dia masih melihat adelia yang sudah menggunakan handuk kimono sambil memegang ponsel dan itu membuat Alva kembali menutup matanya.


“Mau tanya mama, kapan antar koper, aku kan gak punya baju ganti, nanti kalau mandi gak mungkin kan pakai dress yang kemarin aku pakai?” jawab adelia masih fokus pada ponselnya. Tidak tau saja si adelia kalau Alva suda ngap ngapan menahan nafas dan pejam mata. “Al! kamu kenapa?!” pekik adelia melihat alva yang memejamkan mata.


“Masih ngantuk ya? Makanya jangan bangun pagi-pagi, aku duluan mandi, nanti kalau mama antarkan koper kasih tau ya” ujar adelia sambil berjalan menuju kamar mandi.


Begitu adelia masuk ke dalam kamar mandi alva baru menghembuskan nafasnya dengan panjang. “tu cewek emang cobaan berat buat aku” gumam alva pelan.


Tidak lama adelia dalam kamar mandi mama mertua dan mama nya sendiri datang mengantarkan koper adelia dan alva. Memang mereka akan berangkat bulan madu nanti jam 1 siang, tapi alva sama sekali tidak menyangka mama nya yang mengantarkan koper miliknya.


“kok mama yang antar, tadi alva mintanya sama ervan” tanya alva lembut.


“mama mau sekalian liat menantu mama, mana menantu mama” tanya mama Cyntia sambil tersenyum lebar.


“ada di kamar mandi dia bangun telat soalnya kecapekan” jawab alva spontan, dia tidak tau jawabannya baru saja membuat kedua ibu nya saling pandang dengan senyuman lebar.


“ya udah ini koper kalian, alva ingat ingat kondisi istri kamu ya, jangan di gas poll terus kasian istri kamu” kekeh mama Cyntia.


“Hah?! Tapi ma_”


“aduh jeng, gak tau anak muda aja, gak apa di gas poll biar kita cepat dapat cucu, ya udah kami tinggal dulu ya” potong mama Santi.


Alva hanya bisa melongo mendengar kedua ibu ibu itu berbicara panjang lebar dan terus salah paham. Sambil menghela nafas panjang alva memasukkan dua koper besar yang dibawa ibu ibu tadi.


“Adel! Kopernya sudah datang!” teriak alva.


“Iya!” jawab adelia dari kamar mandi, terdengar suara shower air yang mengalir, fantasi alva kembali muncul, dan dengan cepat pria itu mengusap wajahnya dengan kasar.


...🎤🎤🎤🎤🎤...


Alva ingin sekali mengumpat kesal saat ini, karena adelia keluar dari kamar mandi masih menggunakan kimono yang sama tapi bedanya dibalik kimono itu sudah tidak ada apapun, kenapa alva yakin sekali dengan itu, karena adelia menenteng lingerie dan pakaian dalamnya keluar dari kamar mandi dan langsung memasukkannya ke dalam kantong baju. Gadis itu berjalan ke arah koper seperti sedang mencari cari baju ganti, baru saja dia mau berjalan kembali masuk alva sudah mendahuluinya.


Alva mengambil nafas dalam dalam sebelum mempercepat langkahnya menuju kamar mandi sampai di dalam kamar mandi pria itu langsung menenggelamkan wajahnya ke dalam air.


Sementara adelia yang tadi mau balik ke kamar mandi langsung terbengong melihat alva yang sudah lebih dulu memasuki kamar mandi, padahal dia berencana memakai bajunya dalam kamar mandi sekarang mau tidak mau dia harus secepat mungkin mengganti baju di tempat itu.


Walau dia yakin alva tidak akan tertarik melihat tubuhnya, adelia masih memiliki malu jika tidak memakai apapun di depan orang lain, kalau lingerie dan pakaian dalam bisa dia anggap dia sedang menggunakan pakaian renang tapi kalau tanpa busana hanya akan adelia lakukan di depan suami yang benar benar suami yang mencintainya, bukan suaminya yang sekarang.


...🎷🎷🎷🎷🎷...