
Pukul 12.30 am.
Setelah Bersiap siap kurang dari lima belas menit, adelia bergegas keluar dari apartemen, ia tidak lupa menyambar salah satu kunci mobil koleksi alva yang terparkir berjejer di area khusus milik alva sendiri di apartemen itu, malas menggunakan mobil miliknya sendiri adelia memilih untuk menggunakan mobil suaminya. Adelia berani bertaruh apapun itu, bahwa gedung apartemen yang dia tempati saat ini adalah salah satu gedung gedung yang dimiliki oleh alva. Entah seberapa kayanya pria itu, adelia tidak mau memikirkannya karena dia akan terlihat seperti wanita mata duitan yang menikah dengan alva.
Tapi bolehkan adelia bersyukur, bukan untuk kekayaan pria itu, melainkan untuk berita mengenai pria itu yang digosipkan seorang pria yang tidak normal, dengan adanya gossip itu, kemungkinan kecil wanita mau mendekat alva, tidak aka nada wanita yang berusaha menunjukkan tubuh sexy mereka dihadapan alva karena alva di rumorkan gay.
Adelia tersenyum sinis, dia melupakan kejadian di malam itu, di salah satu hotel tepat saat pertemuan para pengusaha besar. Bukankah berita besar itu sudah tersebar luas di penjuru dunia. Berita yang menegaskan jika alva adalah seorang pria normal. Bahkan di berita itu tercantum juga foto foto yang memperjelas pernyataan tersebut. Foto saat alva mencium adelia di depan para tamu undangan.
Jadi, Apa sekarang adelia harus berhati hati untuk mempertahankan pria itu agar tetap berada di sampingnya. Sepertinya sekarang dia mulai terancam oleh satu hal. Bahkan Adelia tahu sendiri, sejak berita itu muncul, banyak pengusaha yang berniat menjodohkan putri mereka dengan alva, mereka bahkan tidak mempermasalahkan jika menjadi istri kedua sekalipun, tidak hanya itu adelia juga takut alva mengejar saudara kembar Lana, adelia takut pria itu jatuh cinta pada saudara kembar lana karena wajah mirip seperti kata Ervan.
‘Ahhh sial apa wanita wanita itu gila, mau menjadi yang kedua dan mau merebut pria yang sudah mempunyai istri’ Pikiran itu mengantarkan Adelia tanpa sadar di tempat parkir khusus di mana mobil mobil milik alva berjejer rapi. Dia sudah memutuskan untuk membawa mobil yang paling biasa saja, beruntung alva memiliki mobil itu masih bisa terlihat normal untuk kalangan biasa. Sebuah mobil audi sport bewarna putih menjadi pilihan adelia untuk dia gunakan.
Pakaiannya juga cukup cocok digunakan untuk mobil itu, tidak lupa dia juga memakai mantel seperti permintaan suaminya.
Setelah selesai mengaktifkan GPS pada mobil yang akan dia gunakan, Adelia berniat langsung melesatkan audi putih itu keluar dari area apartemen. Namun sesuatu di dalam tas menghentikan gerakan wanita itu. Ponselnya berdering menandakan panggilan masuk.
‘Nara melakukan panggilan video call’
📲“Kenapa nar?” tanya adelia begitu membuka panggilan dari Nara.
📲“Adel~ kamu dimana? Sepertinya kau sedang ada di dalam mobil” tebak Nara.
📲“benar, ada apa nar? Kenapa tiba tiba melakukan panggilan video call, tidak ada klient yang ingin bertemu denganku kan? dan juga bukannya hari ini kamu mengambil cuti?” tanya adelia beruntun.
📲“maaf del, aku hanya akan mengganggumu sebentar untuk meminta pendapat, apa boleh?”
📲“Tentang apa?”
“📲menurutmu mana yang harus aku pakai? Yang ini? apa yang ini? atau mungkin yang satu ini?”
Nara terlihat menunjukkan beberapa baju ke arah ponselnya agar dapat dilihat adelia, dari mulai baju casual yang cukup terlihat lucu, lalu dress baby pink yang manis, sampai baju yang terlihat berlebihan di mata adelia itu ditunjukkan tanpa jeda ke arah layar ponselnya.
📲“Cukup Nar, aku rasa flower dress berwarna hijau tadi bagus” usul adelia.
📲“yang pertama lebih cocok dengan flower dress hijaumu” usul adelia sekali lagi. Adelia masih memberi ide seperti biasanya, karena wanita itu memang biasa memberikan usul baju yang nara kenakan jika gadis itu sedan gada meeting penting. ‘Tapi mau kemana dia?’ tanya adelia dalam hati.
📲“Oke, thank you soo much baby, you always the best!”
📲“tunggu bentar nar? Kamu mengambil cuti, sebenarnya mau kemana? Sepertinya acara yang cukup penting, ahhh bentar coba aku tebak, apa kau akan pergi berkencan?” tebak adelia. Wanita itu tersenyum bahkan tertawa kecil menggoda Nara, gadis polos yang tidak pernah terlihat berkencan dengan siapapun sekarang dia bahkan kembali kesulitan untuk memilih pakaian yang akan dia gunakan untuk melakukan kencan.
📲“hayoo, dengan siapa??” goda adelia sekali lagi.
📲“Tidak! Ini bukan kencan, aku hanya berniat pergi mengunjungi Kak Ervan ke kantornya dan mengajaknya makan siang di luar” ungkap nara dengan polosnya.
📲“Apa??! Siapa?! Ervan?!!” suara adelia menggema bebas di dalam mobilnya, suaranya benar benar tidak terelakkan. Beruntung ini area parkir khusus. Jadi tidak aka nada yang mendengar teriakan itu.
📲“Apa kamu sudah gila?! Aku memang pernah menyuruhmu mendekatinya, tapi Nar sudah pernah aku ceritakan bukan kalau dia bukan pria baik baik, Alva sendiri yang mengatakan itu padaku!” teriak Adelia sekali lagi.
Tidak mau meladeni kemarahan adelia, Nara dengan sangat tidak sopan menutup panggilan video call secara sepihak tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu. Wanita itu tahu persis apa yang akan terjadi jika tetap membiarkan panggilan video call itu tetap tersambung. Adelia sudah pasti akan terus meneriakinya dan menyuruhnya untuk menjauhi pria bernama Ervan itu, apa lagi kebencian adelia tidak pernah hilang pada pria itu sejak pertama bertemu hingga sekarang.
“haaahh! Nara! Awas saja kau!” adelia merutuk kesal, stir mobil yang tidak bersalah menjadi sasaran kemarahannya. ‘baiklah, lihat saja nanti, aku akan pergi sekarang dan menyelesaikan urusanku terlebih dahulu, setelah itu tak akan ku izinkan kau lolos dari amukanku nara’ umpat adelia dalam hatinya.
Mata wanita itu tiba tiba terbuka lebar dia ingat kalau izin pada alva untuk bertemu dengan Nara, bagaimana jadinya jika Alva melihat nara yang menemui Ervan, bisa mati dia juka ketahuan alva, apalagi dia akan menemui Keanu pria yang pernah menjalin hubungan dengannya.
“apa aku batalkan saja ya?” gumam adelia pelan.
‘Drtt Drtt’ kembali bunyi pesan masuk memasuki ponselnya.
Pesan dari Keanu yang kembali membuat wanita itu semakin penasaran untuk bertemu.
📩‘Aku ingin bicara hal penting del, bisakah kita bertemu? Anggap saja ini pertemuan kita untuk terakhir kalinya, setelah itu aku tidak akan mengganggumu lagi del’
Adelia menghembuskan nafas berat, “baiklah ini untuk yang terakhir” gumam adelia pelan. Wanita itu mulai menjalankan mobilnya, akhirnya mobil itu melesat keluar dari tempat parkiran.
...🏑🏑🏑🏑🏑...