
Bulan madu alva dan Adelia berjalan dengan lancar, keduanya tampak mulai dekat dan terbiasa dengan kehadiran satu dengan yang lain hanya saja, kebiasaan adelia yang suka menggoda alva menggunakan lingerie masih belum hilang, pernah sekali alva hampir menerkam adelia, beruntungnya Ervan menelpon pria itu membicarakan tentang bisnis, dan akhirnya adelia kembali menyerah, selalu seperti itu.
Jangan tanya bagaimana adelia menggodanya, gadis itu selalu memakai cara yang sama kadang membuat alva ingin tertawa keras melihat istri nakalnya berpose layaknya foto model.
“bagi ice cream nya” adelia berusaha mengambil ice cream yang ada di tangan alva, entah kenapa pria itu hanya membeli satu ice cream untuk dirinya sendiri, sementara adelia tidak dia belikan.
“Tidak mau” tolak alva.
“Bagi~ aku juga mau, masak sama istri sendiri pelit banget” gerutu adelia.
Alva menjauhkan ice cream nya dari jangkauan adelia, “Akan aku berikan tapi berjanji satu hal padaku”.
“apa?” seru adelia.
“Berhenti menggodaku saat malam hari” kata alva.
Adelia langsung memalingkan mukanya ke arah lain, berpura pura tidak mendengar ucapan alva.
“Ini enak loh, yakin gak mau” goda alva sambil sedikit menjilat ice cream yang ada di tangannya.
Adelia melirik dan akhirnya menyerah, “baiklah, berikan padaku, aku mau itu” pinta adelia.
Dengan senang hati alva memberikan ice cream yang ada di tangannya. Dia merasa menang karena adelia menerima permintaan yang dia ajukan, padahal jika dia mengancam tentang surat perjanjian, adelia juga pasti akan menyerah.
“Al, jujur deh sama aku, kamu tergoda juga kan?” goda adelia.
“huk huk huk, tergoda?” beo alva. ‘Bukan tergoda lagi aku ingin memakan mu’ alva membatin kesal.
“Iya, kamu tergoda kan?” ulang adelia sekali lagi.
“Menurutmu?” tanya balik alva.
“gak tau, soalnya aku tidak melihat ke arah bawahmu, aku Cuma penasaran apa pria sepertimu benar benar tidak tergoda olehku, aku kan cantik, sexy lagi, tapi ternyata masih ada yang tidak tergoda denganku, apa aku coba dengan pria lai_”
“dengan siapa?!” potong alva sambil menahan lengan adelia.
“Al sakit”.
“Apa kamu mau mencoba menggoda pria lain?! Ingat adel kamu istriku!” amuk alva, ini adalah ekspresi marah pertama kali yang adelia lihat dari alva, karena alva yang selama ini dia kenal tidak pernah bersikap kasar seperti itu.
“Al sakit” lirih adelia sekali lagi.
“Apa yang mau kamu katakan tadi adel?!” alva masih menggenggam tangan adelia dengan wajah marahnya.
“aku Cuma bercanda al, mana mungkin aku menggoda orang lain sementara aku adalah istri seseorang, aku sudah bertekad tidak akan memberikan tubuhku pada orang yang bukan suamiku, jadi tenang aja selamanya aku akan jadi perawan” ungkap adelia.
Alva baru melepaskan genggaman tangannya dari adelia, “maaf del” ucap alva setelah sadar dengan sikap kasarnya tadi.
“hmm gak apa” balas adelia dengan suara pelan.
“del” panggil alva lembut.
“hmm?” adelia menoleh sambil tersenyum kearah alva, “kenapa?”
“Aku akan menjagamu selama kamu menjadi istriku, akan aku berikan apapun yang kamu mau, tapi maaf aku tidak bisa memberikan cinta padamu dan jangan jatuh cinta padaku, aku mohon jangan mencintaiku adel” kata alva.
Adelia menatap dalam mata alva lalu menganggukkan kepalanya, dia cepat cepat mengalihkan wajahnya menatap jalanan, “beres, memang itukan perjanjiannya” adelia berkata tanpa menatap alva, perasaan gadis itu terasa sakit saat ini, walau dia sudah tau tentang perjanjiannya, entah kenapa adelia merasa menyesal telah menerima pernikahan seperti itu.
Keduanya kembali menikmati waktu jalan jalan mereka tapi kali ini dalam keadaan diam dan tanpa pembicaraan.
“wahhh itu cantik” adelia berjongkok melihat high heel putih yang menurutnya bagus, dia ingin mengalihkan suasana canggung di antara mereka dengan berpura pura tertarik pada high heel yang dia lihat itu. “suamiku, aku boleh membeli ini?” tanya adelia.
“ambil saja” alva mengeluarkan kartu hitamnya dan menyerahkan pada adelia.
“yuhuuu beruntungnya punya suami kaya” kekeh adelia senang.
...🎹🎹🎹🎹🎹🎹...
Gadis itu termenung menatap pemandangan di depannya, salah satu kebiasaan adelia jika sedang dalam mood yang sangat buruk dia akan menyendiri dan akan berdiam diri untuk waktu yang cukup lama.
Padahal cuaca saat itu di china lumayan dingin, tapi adelia tidak menggunakan pakaian tebal, dan hanya duduk di dekat taman saja.
‘ting’
Pesan masuk di ponselnya membuat adelia mengeluarkan ponselnya dengan malas.
📩‘Gimana keadaan lo adel? Aku dengar Fira dan Keanu akan menikah, lo udah tau del?’
Adelia sangat malas untuk mengetik dia segera menekan tombol panggil untuk memberi jawaban atas pesan yang di kirim Nara.
📲‘Gue gak apa nar’
📲‘gue heran kenapa lo tiba tiba telepon, bukannya menjawab pesan gue, lo ada masalah?’ tebak Nara.
📲‘enggak ada, gue cuma sedang malas saja mengetik pesan’ elak adelia.
📲‘hmmm baiklah gue gak akan tanya tanya lagi, ingat ya del, lo udah menikah, lo gak boleh melihat masa lalu lagi’.
📲‘gue gak melihat masa lalu, gue hanya sedang memikirkan masa depan gue, bukan masa lalu’
📲‘Kenapa? Alva jahat sama lo?’ tanya nara.
📲‘enggak dia baik sangat baik, bahkan kebaikkan yang dia berikan membuat gue sakit, nar apa gue bisa bertahan?’
📲‘lo gak seperti biasanya aja del, jadilah adel yang biasanya, gue yakin lo bisa melalui ini semua, lagi pula lo masih bisa berceraikan? Tahan saja selama 2 tahun ini’
📲‘gue takut Nar, gue takut jatuh cinta padanya, dia sangat menjaga gue’
📲‘Del, percaya sama gue, akan ada balasan yang baik kalau lo menerima ini semua dengan baik, jangan menyerah del, gue akan membantu elo’
📲‘makasih nar, untung ada elo’ ucap adelia tulus.
.
Alva memberhentikan mobilnya di depan taman, dia melihat istrinya sedang duduk sendirian di taman itu, pria itu segera mengambil jaket tebal dan berjalan menuju adelia.
“Kenapa disini?” tanya alva.
Adelia tidak menjawab dia hanya tersenyum menatap alva.
“Tegak dulu” pinta alva, dia segera menarik adelia menuju salah satu penjual makanan di pinggir taman, setelah itu alva mulai memasangkan jaket untuk istrinya gunakan, pria itu benar benar menepati janjinya pada papa Aditama untuk menjaga adelia, tangan alva menyentuh pipi adelia untuk merasakan suhu tubuh gadis itu.
“Aku gak apa” gumam adelia pelan.
“suaramu sudah berubah, apa masih bisa bilang tidak apa? Ayo kita pulang” ajak alva, sambil menggenggam tangan adelia.
Adelia mengangguk dan membalas genggaman tangan alva.
Lihat bukan? Bagaimana Adelia tidak terperangkap masuk ke dalam jerat alva, dengan sikapnya yang seperti itu wanita manapun sudah pasti jatuh hati pada alva.
...♟️♟️♟️♟️♟️...
Bonus pict
Alva dan adel lagi berebut ice cream
Alva yang lagi perhatian sama istri