THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 97 Bersama keluarga



Zear dan Jane sekarang sudah kembali ke Paradise island.


Jane mengangkat kedua tangan nya ke atas dan menarik nafasnya.


"Akhirnya kita pulang ke rumah juga." Ucap Jane yang tersenyum lebar.


Senyuman Jane selalu membuat Zear terpana.


"Ayo kita cepat masuk dan bertemu dengan Mina dan yang lain nya." Ucap Jane sambil menarik tangan Zear.


Zear pun hanya tersenyum.


Mereka berdua pun akhirnya masuk ke istana yang mereka buat sendiri, istana Licht yang dulu sekarang berubah menjadi lebih baik lagi.


Intinya seluruh Death island, sekarang sudah berubah sepenuhnya menjadi Paradise island.


Sekarang pembangunan Paradise island hampir sepenuhnya selesai.


Hiburan, sekolah, bangunan tempat tinggal, hotel, dan yang lain nya. Semuanya hampir selesai.


Sekarang Paradise island benar-benar sebuah pulau impian bagi banyak orang.


Di tengah-tengah kota Paradise island terdapat 8 patung yang berbentuk seperti Zear dan yang lain nya.


Itu melambangkan bahwa pulau ini milik mereka berdelapan.


Pulau ini belum di buka secara umum, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mengunjungi pulau Paradise island.


Zear dan yang lain nya belum memutuskan kapan Paradise island di buka secara umum.


Mereka semua belum memutuskan karena mereka sibuk mengurusi banyak hal.


Apalagi akhir-akhir ini mereka selalu mengalami banyak hal buruk.


Zear dan Jane diam-diam mendekati Mina yang sedang bermain sendiri.


Jane kemudian menutup mata Mina dari belakang.


Mina pun terkejut.


"Aaaa Siapa ini?" Tanya Mina.


"Ayo coba tebak siapa."


"PAPAH MAMAH!!!!!!!"


Mina yang langsung memeluk Zear dan Jane.


"Hikss..Hiks....."


"Mina kenapa menangis?" Tanya Jane.


"Mina sangat merindukan papah dan mamah, kenapa kalian pergi begitu lama, Mina sangat mengkhawatirkan papah dan mamah."


"Mina tau papah dan mamah kerja, tapi masalahnya pekerjaan papah dan mamah sangat berbahaya."


"Papah dan mamah habis pergi ke portal yang di berita itu kan." Ucap Mina.


"Ya itu semua benar Mina, tapi mau bagaimana lagi sayang, jika papah dan mamah tidak ikut kesana mungkin dunia ini akan hancur." Ucap Jane.


"Iya benar juga, tapi Mina takut di tinggalkan lagi." Ucap Mina.


"Tenang saja Mina, papah dan mamah berjanji tidak akan meninggalkan Mina, tanpa memberitahu Mina terlebih dahulu." Ucap Zear.


"Dah Mina jangan menangis lagi, Mina jelek tau kalau nangis." Ucap Jane.


"Heem iya mamah heeheh." Ucap Mina.


Mina adalah anak yang cerdas, Zear dan Jane di sini semakin kebingungan.


Apa mereka harus memberitahu Mina, atau tidak tentang keluarga dia yang sudah meninggal semua.


"ZEAR JANE Apa kalian sudah kembali?" Tanya ibunya Zear yang terkejut karena kepulangan anak dan menantu nya itu.


"Ayah ibu." Ucap Zear dan Jane sambil memeluk mereka.


"Iya kami baru saja kembali." Ucap Zear.


"Syukurlah kalian berdua kembali dengan selamat." Ucap ibunya Zear yang terlihat sangat khawatir.


"Oh iya ayah sudah melihat berita tentang kalian, humu ayah bangga kepada kalian hahaha." Ucap ayahnya Zear yang mencoba untuk mencairkan suasana.


"Zear, Jane. Kalian tidak bisa yah menyerahkan pekerjaan kalian pada orang lain, ibu sangat khawatir pada kalian berdua." Ucap ibunya Zear.


Suasana di sana tampak sedih meskipun ayahnya Zear sudah mencoba untuk merubah suasana nya.


"Nenek ayah dan ibu memiliki tanggung jawab yang besar, dan mereka tidak bisa begitu saja meninggalkan tanggung jawab nya." Ucap Mina.


"Hehhehe."


"Zear, Jane. Ibu sangat bangga pada kalian berdua, ibu dan ayah ucapkan selamat untuk kalian, karena mendapatkan pencapaian yang sangat luar biasa."


"Tapi ibu..... Zear, Jane sebenarnya ibu tidak tidak peduli dengan hal itu, yang terpenting bagi ibu kalian berdua selamat," Ucap Ibunya Zear.


"Ayah juga setuju dengan ibu mu Zear, Jane."


"Ayah dan ibu tidak perlu khawatir, kami berdua pasti akan baik-baik saja." Ucap Jane.


"Humu nenek harus percaya kepada kekuatan papah dan mamah, nenek dan kakek juga sudah menonton bukan kehebatan papah dan mamah." Ucap Mina.


"Iya sudah cucu ku tersayang, bukan nya kita nonton bersama waktu itu, kakek dan nenek bukan nya tidak percaya, hanya saja kakek dan nenek mengkhawatirkan papah dan mamah kamu." Ucap ayahnya Zear.


"Berarti sama seperti Mina ya, tapi kakek nenek tidak boleh melarang papah dan mamah, melakukan pekerjaan nya."


"HAHAHAHAHA Mina, Mina, Mina cucuku tersayang yang cantik, nenek dan kakek tidak akan pernah melarang papah dan mamah mu, melakukan pekerjaan mereka kok."


Mina pun tersenyum dengan sangat imut "Kalau begitu bagus."


"Apa kalian berdua lapar?" Tanya ibunya Zear.


"Iya ibu." Ucap Zear dan Jane.


Yang mengetahui bahwa ibu mereka sudah memasak sesuatu yang enak untuk mereka berdua.


"Kalau begitu kebetulan sekali ibu sudah memasak, masakan kesukaan kalian berdua, Mina sayang apa kamu mau makan lagi." Ucap ibunya Jane.


"Iya aku ingin makan bersama dengan papah dan mamah."


"Sayang aku juga akan ikut makan lagi." Ucap ayahnya Zear.


Mereka akhirnya pun makan bersama dengan senyuman di wajah mereka.


Mereka terlihat seperti keluarga lengkap.


Yang kurang hanya mertua Zear saja.


***


Setelah meluangkan banyak waktu dengan keluarga.


Kini Zear dan Jane sedang berada di rooftop yang terbuka sambil tiduran di sebuah kasur yang sudah tersedia di sana.


Mereka berdua memandangi bintang yang sangat indah yang terlihat sangat jelas di sana.


Sedangkan Mina, dia sudah tertidur pulas.


"Ketika aku melihat bintang seperti ini, aku jadi teringat moment, ketika kamu menyelamatkan ku, kemudian kita pergi dari sana dan menaiki Red."


"Kita melihat kota kelahiran kita yang sangat indah dan, kita juga melihat bintang yang indah seperti sekarang."


"Aku jadi bernostalgia, kamu tau ketika waktu itu, aku baru menyadari satu hal, bahwa aku benar-benar sangat mencintai mu." Ucap Jane sambil memandang wajah Zear.


Zear pun tersenyum.


"Terima kasih karena sudah mencitai ku." Ucap Zear.


"Tidak tidak tidak seharusnya akulah yang berkata seperti itu." Ucap Jane.


"Ehem ehem ehem." Mina yang ternyata pura-pura tidur.


Zear dan Jane pun menggelitiki Mina sampai dia terbangun dan tertawa terbahak-bahak.


"Hahhaha papah dan mamah sangat romantis yah, meskipun papah dan mamah sudah tua hahahaah." Mina yang mengejek Zear dan Jane.


"Hmmm begitu jadi Mina sudah menyatakan perang." Ucap Jane.


"Sayang bersiaplah lancarkan serangan pertama." Ucap Jane.


"Siap kapten serangan bantal pertama meluncur!!!!"


"AAAAAA LARI!!!!!!!" Mina sambil tertawa dan berlarian.


Mereka bertiga pun tertawa.


Moment seperti ini lah yang membuat Zear sangat senang.


Di masa lalunya dia pernah mengalami nya, namun hanya sesaat.


Tidak lama setelah itu semuanya hancur.


Itu semua karena Zear ketika waktu itu lemah, tidak sekuat sekarang.