
Jane dan Mina mereka sekarang sedang melihat pertarungan Zear dan yang lain nya di atas tembok es yang di buat oleh Jane.
Mina dan Jane sudah beberapa kali bulak-balik dari hotel kemudian ke atas tembok es.
Mina masihlah kecil jadi dia butuh istritahat yang cukup, makanan yang cukup, dan kebutuhan yang lain nya.
Jadi mereka selalu bulak-balik.
"Nyonya Jane dan nona Mina, permisi apa saya dapat bertanya mengenai sesuatu." Ucap Mirco dengan sangat sopan.
Dia membawa rombongan rangker terkuat di dunia lain nya.
Jane yang mendengar suara itu dia langsung menoleh.
"Tentu." Ucap Jane sambil memasang raut wajah keheranan.
"Kapan peperangan ini akan berakhir?"
"Sampai bos monsternya keluar dari portal, aku juga tidak tau kenapa Zear dan yang lain nya tidak langsung masuk ke portal dan mengalahkan bos nya, tapi aku rasa suamiku mempunyai suatu alasan yang kuat, yang membuat suamiku, dan mereka semua tidak melakukan itu." Ucap Jane.
"Kalau begitu apa ada kemungkinan hal ini akan terus berlanjut?" Tanya salah seorang teman nya.
"Iya sampai semau monster di bantai habis, atau bos monster nya langsung keluar, tapi aku sama sekali tidak tau berapa banyak monster lagi yang akan mereka lawan."
"Kalau tidak ada papah mamah dan yang lain nya, entah kenapa Mina merasa bahwa sekarang adalah akhir dari dunia ini." Ucap Mina.
"Nona Mina benar, kami semua menyadari hal itu." Sahut Mirco sambil menatap ke arah bawah.
Dia merasa bersalah selain mereka juga terdapat rangker yang lain nya, yang merasa bertanggung jawab atas ini semua.
Sekarang mereka semua ada dalam fase merasa tidak berguna sama sekali.
"Kalian semua bantulah aku sesuai kemampuan kalian, jika ada serangan yang datang ke kota ini, kalian harus menghentikan nya, tapi ingat utamakan kesalamatan kalian." Ucap Jane.
"Baik nyonya Jane." Ucap mereka semua yang sangat sopan dan menundukan kepala mereka.
Mendengar itu mereka semua terlihat cukup senang dan mereka semua langsung pergi dari sana berpencar untuk melindungi kota Miami.
"Mamah apa papah dan yang lain nya sama sekali tidak kelelahan?" Tanya Mina.
"Tentu saja mereka kelelahan sayang, tapi mau bagaimana lagi mereka hanyalah satu-satunya harapan dunia ini."
"Menjadi papah, mamah, dan yang lain nya sangat berat yah." Ucap Mina.
Jane pun mengelus kepala Mina dan tersenyum.
***
"Sebelum monster-monster keluar itu aku akan mencoba sesuatu." Batin Zear.
Zear pun memejamkan matanya, dia mengeluarkan energinya.
Dan Zear sekarang terselimuti aura biru muda yang sangat pekat.
[Great Sword] Zear pun membuka matanya dan seketika itu juga tiba-tiba muncul sebuah pedang yang sangat besar di atas kepala Zear.
Pedang itu memiliki panjang 150 meter dengan lebar 50 meter.
Pedang itu benar-benar sangat besar, pedang itu berwarna biru dan mengeluarkan aura berwarna biru yang sangat pekat.
Para Dewa, 8 iblis tak berperasaan, rangker terkuat di dunia, seluruh dunia.
Intinya semua orang sekarang sedang terpana melihat skill yang di keluarkan Zear.
"A-APAA ITU?" Mereka semua yang terkejut.
"SKILL APA ITU?"
"BUKAN NYA ITU TERLALU GILA."
"HAH APA TUNGGU ITU TIDAK MASUK AKAL SAMA SEKALI."
"INI TERLALU GILA."
"Ya namanya juga Zear dia adalah alien dia selalu membuat semua orang terkejut."
"Jika tidak membuat semua orang terkejut bukan kak Zear namanya."
"Habislah sudah para monster itu."
Mereka sama sekali tidak mengalihkan mata mereka kepada serangan yang akan Zear lakukan.
Mereka takjub, merinding ngeri, sekaligus terkejut.
Monster pun mulai keluar dari portal besar itu.
Pedang besar Zear pun melesat dengan kencang dan menghabisi semua monster yang ada.
Terdengar jeritan para monster yang kesakitan ketika terkena serangan Zear.
Serangan Zear bahkan sampai masuk ke arah portal itu.
Dan menghabisi para monster yang ada di dalam nya.
Zear sama sekali tidak peduli jika energinya berkurang sangat banyak, itu semua karena energi Zear sangatlah banyak.
Zear melakukan ini semua agar peperangan panjang itu berakhir.
***
"Hhahahahahahah menarik menarik menarik aku tidak menyangka sama sekali di bumi, ada mahluk sekuat dia, tadi dia mengeluarkan serangan panah yang cukup kuat, dan sekarang dia mengeluarkan sesuatu yang lebih menarik dari itu."
"Hmmmm sekarang aku mengerti kenapa para bawahan ku tidak bisa menaklukan bumi dengan cepat. Ya lagi pula sebenarnya aku tidak terlalu terburu-buru juga jadi tidak masalah."
"Ah serangan dia akhirnya datang juga yah." Ucap pemimpin Primordial demon sambil menahan serangan Zear yang melesat dengan cepat menggunakan lengan kanan nya.
Pedang Zear sama sekali tidak bisa menyentuh kulit dari pemimpin Primordial demon.
Serangan Zear seperti terhenti oleh sesuatu yang tidak kasat mata.
Pemimpin Primordial demon itu pun mengepalkan lengan kanan nya, dan tiba-tiba saja pedang besar Zear hancur berkeping-keping dan menghilang.
***
Zear pun tersenyum ketakutan "MENGERIKAN." Batin Zear.
Semua orang pun merasa keanehan dengan ekspresi yang di berikan oleh Zear.
"Kenapa Zear?" Tanya Leonard.
"Seranganku sama sekali tidak bisa melukai bajingan kuat itu." Ucap Zear sambil mengepalkan lengan nya dan tersenyum ketakutan.
Semua orang sama sekali tidak terkejut dengan hal itu.
Karena mereka semua sudah mengetahui fakta bahwa pemimpin Primordial demon merupakan eksitensi terkuat di antara yang lain nya.
Jadi wajar saja jika serangan Zear itu sama sekali tidak berpengaruh padanya.
"Red aku sekarang mengetahui seberapa jauh perbedaan kekuatan ku dengan nya." Zear sambil tersenyum ketakutan.
"Perbedaan nya seperti langit dan bumi, benar-benar sangat jauh."
"Dia memang sangat mengerikan tuan." Ucap Red.
***
"Mahluk bumi ini benar-benar sangat pintar, dia sama sekali tidak ingin memasuki portal ini, karena mereka merasa bahwa portal ini sangat berbahaya."
"Selain itu salah satu dari mereka juga bisa setara dengan bawahanku mungkin lebih kuat, aku benar-benar sangat terkejut."
"Aku rasa aku tidak bisa terlalu lama lagi di sini, jika aku terlalu lama disini akan menjadi sangat bahaya."
"Lagi pula aku harus memulihkan terlebih dahulu kekuatan ku sepenuhnya, setelah itu baru aku bisa melakukan semau ku."
"Yah sebagai hadiah dariku untuk manusia 1 ini, karena dia bisa mengejutkan ku, aku akan memberikan sebuah kejutan yang menarik untuknya."
"Drafa!"
Sebuah portal pun muncul di sebelah pemimpin Primordial demon, dari sebuah portal yang sangat besar itu.
Munculah seseorang dengan wujud manusia namun dia terlihat sangat kuat.
Dia berasal dari ras salamander namun dia sudah berevolusi ke tingkat tinggi.
Bahkan dia bisa setara dengan naga.
"Ya rajaku, kenapa anda memanggilku kemari?" Tanya nya.
"Aku punya tugas untuk mu habisi mereka."
Tanpa bertanya.
Dia langsung menganggukan kepalanya.
"Baik rajaku aku akan melakasana kan perintahmu dengan baik."
"Semoga berhasil." Ucap pemimpin Primordial demon yang tiba-tiba saja menghilang dari sana.