THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 82 Melawan primordial demon



Semua orang yang ada di ruangan itu merinding ketakutan.


Jane, Devin, Reyhan, Fang Jiali, Fang Yin, Red, Hana. Para Dewa.


Mereka juga ikut ketakutan pada saat mereka melihat raja raksasa itu.


Hanya dalam tatapan singkat saja mereka bisa mengetahui betapa kuatnya Raja raksasa itu.


Raja raksasa itu, dia benar-benar terlihat sangat sombong, sangat angkuh.


Semua orang yang ada di ruangan itu, mereka menelan ludah mereka sendiri.


Mereka sekarang menatap ke arah atas menatap raksasa yang akan mereka hadapi.


Orang-orang yang tadinya sombong sekarang menciut ketakutan.


"Ini terlalu Gila." Ucap Ang Wing.


"Ini pertama kalinya dalam hidupku, aku akan menghadapi mimpi terburuk umat manusia." Ucap kakek Max.


Raja raksasa itu yang tengah bersantai di singgah sana nya, dia tersenyum pada semua orang senyuman dia benar-benar sangat mengerikan.


"Kalian semua selamat datang di rumah ku." Ucapnya dengan nada biasa, tapi mengerikan.


"Sebelumnya perkenalkan, aku adalah Primordial demon biru, nama ku adalah Astaroth." Ucap raja raksasa dengan senyuman yang mengerikan.


"Aku lupa seharusnya aku tidak perlu memperkenalkan diri, karena kalian semua akan mati di sini hahahaha." Astaroth yang tertawa mengerikan.


Hanya mendengar dia berbicara semua orang bergidik ketakutan.


Sekarang mereka semua mengerti arti dari kekuatan Primordial demon.


"Apa kau adalah orang yang bernama Zear." Ucap Astaroth sambil menunjuk Zear.


Zear pun tersenyum "Kau benar apa kau memiliki masalah dengan ku."


"Tidak hahahha aku hanya ingin berterima kasih padamu, terima kasih karena telah mempermalukan Azazel."


"Ah dia, dia cukup kuat, bahkan aku merasa dia lebih kuat dari mu." Ucap Zear yang merubah wajah Astaroth menjadi kesal.


Sedangkan di kubu Zear, mereka semua merinding ketakutan dan bertanya-tanya.


Kenapa Zear berani sekali menantang orang yang sangat kuat itu.


Mereka menganggap Zear sudah bodoh.


Namun mereka tidak berani mengatakan nya, karena Zear sangat di hormati oleh para Dewa dan para pemimpin asosiasi hunter.


"Ohhh apa kau yakin dengan apa yang kau katakan." Astaroth sambil menatap tajam Zear.


Dia benar-benar sangat mengerikan.


Tatapan dia saja hampir membuat semua orang di sana merinding, kaki mereka bergemetar tanpa sebab.


Itu semua karena insting di luar nalar mereka mengatakan, bahwa Astaroth adalah orang yang sangat mengerikan.


Namun Zear disini sama sekali tidak merinding ketakutan.


Dia justru menatap balik Astaroth dengan tatapan yang sama.


"Cih.....Aku benci mengakuinya, tapi perkataan Azazel ternyata benar, Zear kau orang yang cukup menarik, seharusnya kau bergabung saja dengan kami." Ucap Astaroth.


"Lagi pula dunia yang kau tinggali sangatlah lemah, sangat tidak menarik dan sangat membosankan, lebih baik kau bergabung dengan kami, dan mengikuti pemimpin ku."


"Aku jamin kau akan merasa senang di sana." Ucap Astaroth.


"Tidak terima kasih, aku tidak ingin berbagung dengan orang lemah seperti mu, lagi pula dunia ku lebih menarik dari pada dunia mu yang membosankan."


Astaroth pun menghentakan kakinya.


Terjadi sebuah ledakan yang sangat dahsyat, dan getaran yang sangat keras di sana.


Hentakan kaki Astaroth, menyebabkan gelombang kejut angin menabrak Zear dan yang lain nya.


Gelombang kejut itu sangat mengerikan.


Bahkan ada sebagian dari mereka yang terhempas, namun tidak jauh.


Mereka semua dapat menahan nya.


Zear disini bukan terkejut pada hentakan kaki Astaroth, tapi Zear terkejut dengan bangunan yang ada di sini.


"Kenapa apa kau terkejut dengan bangunan yang ada di sini? Hahahahha kau harus tau bangunan yang berada di sini di buat oleh pemimpinku, pemimpin dari Primordial demon."


"Zear apa kau yakin tidak ingin bergabung?" Tanya Astaroth.


"Tidak terima kasih aku tidak tertarik sama sekali." Ucap Zear dengan tatapan yang mengerikan kepada Astaroth.


"Sebenarnya siapa pemimpin dari primordial demon, apa dia benar-benar sangat mengerikan, sampai-sampai para primordial demon patuh kepadanya." Batin Zear.


"Tapi lupakan hal itu, sekarang aku harus fokus pada Astaroth, kekuatan dia lebih mengerikan dari pada Azazel, sialaan aku takut ini akan menjadi mimpi buruk bagi semua orang yang ada di sini" Batin Zear.


"Aku tidak khawatir pada Reyhan dan yang lain nya, tapi aku khawatir pada para Dewa dan yang lain nya." Batin Zear.


"Sudahlah lupakan aku tidak perlu mengkhawatirkan mereka, yang perlu aku fokuskan sekarang adalah bagaimana mengalahkan bajingan 1 ini." Batin Zear.


"Rupanya Azazel benar, Zear kau sangat menyebalkan, jangan sampai menyesal pada pilihan mu sendiri." Astaroth yang merubah posisi duduknya menjadi serius.


Zear pun menatap tajam kembali Astaroth.


"Tidak aku tidak akan menyesalinya."


"Sayang sekali padahal kau bagus untuk jadi kandidat Primordial demon, ya mau bagaimana lagi kau menolaknya dan aku sekarang harus membunuhmu, kau adalah ancaman bagi kami! SEMUANYA SERANG!!!" Ucap Astaroth.


100 raksasa itu pun berlarian dan ingin menyerang Zear dan yang lain nya.


Zear mengeluarkan pasukan bayangan nya, "HABISI MEREKA SEMUA."


"Baik tuan."


Para pasukan bayangan pun langsung melesat pergi kearah musuh.


Red dia berubah menjadi mode besar nya.


Ukuran dia sekarang panjang nya bisa mencapai 150 meter, dan lebar dia bisa mencapai 120 meter.


Dia benar-benar sangat besar.


Perubahan Red membuat para raksasa terkejut, terutama Astaroth.


Sepertinya dia mengetahui siapa Red sebenar nya.


Bukan para raksasa saja yang terkejut, tapi aliansi Zear juga terkejut.


Mereka syok dan tidak menyangka sama sekali.


Jane dan Red pun melompat kearah punggung Red.


"APA KALIAN SEMUA SIAP?" Tanya Zear pada 8 iblis tak berperasaan.


"Dari awal kami sudah siap kak Zear." Ucap Devin.


"Jangan tanyakan hal itu kami semua tentu nya sudah siap." Ucap Fang Yin.


"Selamat bersenang-senang." Ucap Reyhan.


Mereka semua bukan nya takut, tapi merasa senang dan tersenyum.


Untuk sesaat semua orang yang ada di sana merinding ketakutan, ketika melihat senyuman 8 iblis tak berperasaan.


8 iblis tak berperasaan pun maju terlebih dahulu, di ikuti oleh Leonard dan Silvi.


Mereka berdua juga sudah sama gilanya seperti 8 iblis tak berperasaan.


Bahkan mereka juga terlihat sangat senang, dan tersenyum, ketika mereka ingin melawan raksasa-raksasa itu.


Para Dewa juga sama seperti 8 iblis tak berperasaan.


Mereka semua sudah maju di depan barengan dengan Zear dan yang lain nya.


Sedangkan yang lain nya, mereka masih merinding ketakutan. Mereka tak habis pikir dengan orang-orang terkuat di bumi.


Mereka benar-benar seperti orang gila.


Para pemimpin Asosiasi hunter pun menyuruh mereka untuk melihat Zear dan yang lain nya.


Gara-gara mereka melihat Zear dan yang lainnya yang sama sekali tidak takut akan kematian, membuat mereka menjadi tiba-tiba bersemangat dan mereka semua ikut menyerang juga.


Pertempuran terbesar akan terjadi disana.


Orang-orang terkuat di bumi melawan PRIMORDIAL DEMON ASTAROTH.