
Amukan Red membuat seluruh dunia dan semua orang yang ada di sekitaran nya kebingungan.
Red naga milik Zear, kenapa dia mengamuk secara tiba-tiba, semua orang yang bertanya-tanya.
Hal ini merupakan hal yang sangat aneh bagi mereka semua, Red yang biasanya tenang dalam segala kondisi tiba-tiba saja mengamuk seperti itu.
"Sudah aku duga serangan panahku tidak akan berpengaruh padanya, sebentar lagi bos monster sialan itu akan keluar dari portal."
"Kekuatan dia sama mengerikan nya seperti Primordial demon, atau bisa jadi lebih aku tidak bisa memperkirakan nya sebelum melihat nya." Batin Zear.
"Tunggu Red....."
Zear yang baru menyadari Red yang sedang mengamuk Zear langsung berteleport dan menyentuh kepala Red kemudian mengelusnya.
"Tenanglah Red, apa yang terjadi padamu?" Tanya Zear.
Red yang masih meraung dengan sangat kencang itu tiba-tiba saja berhenti karena di elus oleh Zear.
"Tuan ku maafkan aku." Red yang menatap portal itu dengan tatapan yang sangat tajam.
"Kau kenapa Red?" Tanya Zear.
"Red kau kenapa?" Tanya yang lain nya, yang terlihat khawatir.
Red di sini tidak menjawab pertanyaan mereka dan hanya berfokusan menatap portal itu dengan tatapan yang mengerikan.
"Kalian semua hadapilah para monster itu, biarkan aku yang menenangkan Red." Ucap Zear.
"Baik." Ucap mereka semua.
Mereka semua pun kembali bertarung melawan para monster yang sangat banyak.
Pertarungan mereka benar-benar menghancurkan segalanya yang ada di sana.
Untungnya pertarungan mereka di laut, jadi mereka bisa mengurangi kerusakan terhadap kota Miami.
***
"Mamah apa kota ini tidak akan hancur?" Tanya Mina dengan lugu.
"Mamah rasa kota ini akan hancur." Jawab Jane dengan berat hati.
"Yahhh padahal kota ini sangat bagus, kenapa kota ini akan hancur mamah?"
"Tentu saja karena monster sayang."
"Tapi bukan nya papah dan yang lain nya bisa mengalahkan semua monster itu."
"Mina sayang, yang papah lawan dan yang lain nya hanyalah bawahan dari bos monster, sedangkan bos monsternya sendiri belum muncul sayang."
"Kalau begitu bawahan nya saja sudah sekuat mereka apalagi bos nya, ohhh pantas saja mamah memperkirakan bahwa kota ini akan hancur." Ucap Mina.
"Mamah mamah mamah kalau begitu kita harus bertindak cepat, lihat di sana masih banyak warga sipil yang belum pergi meninggalkan kota ini." Ucap Mina.
"Iya kamu benar sayang, kita harus cepat memperingati mereka, agar mereka cepat meninggalkan kota ini." Ucap Jane.
Jane pun menggendong Mina.
"Mina berpeganganlah yang kuat kepada mamah yah dan tutup mata Mina." Ucap Jane.
"Baik mamah." Ucap Mina sambil menutup matanya dan menggenggam Jane dengan erat.
"Mina sayang sekarang kamu sudah bisa membuka mata." Ucap Zear.
"Ehhhhhh.........." Mina yang sudah membuka matanya dan sangat terkejut.
"Kenapa Mina?" Tanya Jane.
"Mamah ki-kita su-sudah sampai di dekat mereka, mamah sebenarnya seberapa cepat mamah, Mina padahal tadi merasa kita berdua masih di gedung dan tiba-tiba saja kita berada di dekat mereka." Mina yang terlihat terkejut.
Sambil terkejut Mina juga sangat takjub pada mamanya itu.
Dia sekarang mengerti alasan kenapa papah dan mamahnya di sebut sebagai orang terkuat di bumi.
"Mamah dan papah sangat hebat yah." Ucap Mina.
Jane pun tersenyum.
"Nanti Mina juga bisa sekuat papah dan mamah." Ucap Jane.
"Benarkah mamah?"
"Iya benar sayang."
Jane pun mengelus kepala Mina sambil tersenyum.
Para warga sipil yang sedang merekam itu, terkejut dengan kedatangan Jane dan anaknya.
Mereka tidak menyangka sama sekali seorang istri dan anak Zear akan langsung menghampiri mereka.
"Ini keadaan yang serius, aku minta kepada kalian untuk cepat pergi dari kota ini." Ucap Jane.
"Tolong dengarkan perkataan mamah ku" Ucap Mina.
"Tapi ini adalah kota kelahiran kami, kami mana mungkin mau meninggalkan kota kami begitu saja." Ucap salah seorang dari mereka.
"Kota kelahiran kalian akan jadi percuma saja jika kalian mati juga, jadi aku mohon jangan keras kepala dan tinggalkan tempat ini secepat mungkin." Ucap Jane.
"Tapi bagaimana mungkin kami bisa mati dan bagaimana mungkin juga kota ini bisa hancur?" Tanya Mereka.
"Apa kau tidak melihat suami mu Zear dan yang lain nya ada di sini, dan bertarung melawan monster yang ada."
"Itu artinya jika ada mereka kita semua akan selamat dan baik-baik saja."
"Terima kasih atas kepercayaan diri kalian kepada kami, tapi sejujurnya yang kita lawan dari tadi hanyalah bidak saja bukan raja nya." Ucap Jane.
"Mamah benar jika bos monster sampai tiba di sini, kita semua tidak akan tau apa yang akan terjadi pada kota ini dan pada kalian semua." Ucap Mina.
Yang membuat mereka semua terkejut.
Mereka semua pun langsung terdiam dan menghadap kearah bawah.
"Aku mohon jangan keras kepala, jika kalian masih di sini saja ada kemungkinan mereka semua Zear dan yang lain nya akan terhalangi, sejujurnya saja kalian hanya akan menjadi beban, kuharap kalian mengerti ini bukan saatnya kalian merasa tenang dan aman." Ucap Jane.
"Sebagai gantinya jika kalian menuruti apa permintaan ku, aku akan melindungi kota ini dengan segenap kemampuan ku." Ucap Jane.
Mendengar perkataan Jane mereka serasa di tampar dengan sesuatu yang sangat keras.
"Maafkan kami." Ucap mereka semua yang langsung pergi dari sana.
"Kalian tidak perlu melindungi kota ini, kami hanya berharap kalian dapat selamat." Ucap mereka yang mengkhawatirkan Zear dan yang lain nya.
"Ya sekali lagi terima kasih karena telah mengerti keadaan nya." Ucap Jane.
Setelah mereka semua pergi, Jane dan Mina pergi ke dekat pantai.
"Mamah Red kenapa dia terlihat sedang marah?" Tanya Mina.
"Mamah pun tidak tau sayang, ini baru pertama kalinya Red seperti itu." Ucap Jane yang terlihat sangat khawatir.
"Mamah tenanglah Red dia akan baik-baik saja lagi pula di sana ada papah." Mina yang mencoba menenangkan Jane.
"Kamu benar sayang, baiklah kalau begitu mamah akan menggunakan skill mamah untuk melindungi kota ini." Ucap Jane.
"EHhhh benarkah bagaimana caranya mamah?" Mina yang terlihat senang dan bersemangat.
"Tentu saja benar, mamah tidak berkata bohong kepada mereka." Ucap Jane.
"Mina tunggu di sini dan lihat bagaimana mamah melakukan nya."
"Humu humu." Mina yang mengangguk patuh.
Jane pun mengeluarkan aura berwarna biru es dari dalam tubuhnya.
[Angel Wall] Dan tiba-tiba saja muncul sebuah tembok es yang sangat besar dan sangat panjang.
Yang ukuran tembok itu lebih besar dari monster-monster di sana.
Dan tembok itu sangat panjang juga melindungi seluruh kota Miami.
Selain itu tembok es yang di buat oleh Jane juga sangatlah tebal kokoh dan sangat kuat.
Ini adalah tembok es terkuat yang pernah di buat oleh Jane.
Dengan begini kemungkinan kota Miami tidak akan hancur parah.
Seluruh dunia melihat kekuatan yang di tunjukkan oleh Jane.
Dan mereka semua berdecak kagum, mereka semua terkejut dan sangat syok.
Jangankan mereka Mina saja anaknya dia sangat kagum terhadap mamahnya tersebut.
Mina dia terus takjub dengan kekuatan yang di miliki oleh papah dan mamahnya tersebut.
Hari ini keknya up 1 doang kwkwkw