THE GOD OF LEVELING 2

THE GOD OF LEVELING 2
Episode 145 Kematian para Primordial demon



"Hah? Apa? Azazel kenapa dia mati dengan sangat mudah? Apa yang terjadi padanya sialaan!!!! Dasar bodoh!!! kenapa dia bisa mati." Batin Samael.


"Apa mungkin Azazel mati semudah itu? Aku sama sekali tidak mempercayainya, tapi hawa keberadaan dia sudah menghilang sepenuhnya." Batin Cresil yang merinding ketakutan.


Seluruh Primordial demon tidak mempercayai bahwa Azazel mati semudah itu, namun pada kenyataan nya Azazel memang benar sudah mati.


Para Primordial demon pun merinding ketakutan.


Mereka tidak memandang rendah Azazel, bagi mereka Azazel juga merupakan Primordial demon kuat.


Oleh karena itulah sekarang mereka sangat terkejut dengan kematian Azazel.


Sekarang para Primordial demon sedang terpojokkan, mereka di kejutkan dengan dua hal secara bersamaan.


Sekarang mereka sedang memikirkan kembali rencana mereka.


Terselip di pikiran mereka semua untuk kabur dari sana, karena bagaimana pun juga mereka terlah bertarung cukup lama dengan Reyhan dan yang lain nya.


Dan mereka merasa keluarga Zear tiba-tiba menjadi sangat kuat dan bisa setara dengan mereka.


Mereka sekarang ketakutan, seharusnya mereka tadi mendengarkan semua perkataan Azazel untuk kabur mundur dan meminta bantuan Elathan atau pemimpin Primordial demon.


Mereka pun para Primordial demon mencoba membuat portal kabur namun sama seperti Azazel, mereka tidak bisa melakukan nya.


Mereka pun sekarang ketakutan, dan mereka memikirkan kembali agar mereka bisa keluar dari sini.


Sekarang para Primordial demon di pojokkan oleh Zear dan yang lain nya.


Mereka pun berniat untuk melakukan transformasi karena satu-satunya cara untuk keluar dari keadaan ini hanya itu saja.


Namun sayang nya mereka semua tidak bisa melakukan transformasi itu semua karena mereka sekarang terus di serang oleh Reyhan dan yang lain nya.


Jane yang berada di dekat Zear sekarang dia bertanya.


"Apa peperangan ini akan berakhir?" Tanya Jane.


"Seharusnya seperti itu, aku yakin Reyhan dan yang lain nya sebentar lagi akan mengeluarkan skill mengerikan nya." Jawab Zear.


"Dengan begini masalah kita hanya tersisa satu yaitu pemimpin Primordial demon." Ujar Jane.


"Ya sayang kamu benar, dengan mengalahkan para Primordial demon kita bisa tenang untuk sementara waktu." Ujar Zear.


"NAGA SIALAAN INI SAMA SEKALI TIDAK MEMBERIKAN KU WAKTU UNTUK TENANG." Samael yang terlihat kesal.


Samael disini terus menghindari serangan jarak jauh milik Red.


Tempat mereka bertarung sekarang penuh dengan cekungan-cekungan yang sangat dalam tempat mereka bertarung hancur sepenuhnya.


Samael membalas serangan Red dengan serangan jarak jauh miliknya.


Serangan mereka sering beradu di udara, dan terkadang serangan mereka berdua seri.


Atau kalau tidak serangan Red lah yang menang, Samael dari tadi sangat di pojokkan oleh Red.


Dia termasuk orang yang beruntung karena dapat bertahan melawan Red.


Tapi jika dia bertransformasi ada kemungkinan Samael bisa mengalahkan Red tapi kemungkinan itu sangat kecil.


Yang kemungkinan terjadi adalah kekuatan mereka bisa setara.


Tapi sayangnya Samael sama sekali tidak bisa bertransformasi, karena Red terus menyerang dirinya.


Samael pun berpikir dan dia pun memutuskan sesuatu.


Dia akan melancarkan serangan terkuat miliknya dan membuat Red berhenti menyerang nya untuk sementara dan kemudian dia barulah bisa melakukan transformasi.


Samael pun mengangkat kedua tangan nya ke atas, dan dia mengeluarkan energinya ke tangan nya danĀ  menciptakan sebuah bola yang sangat besar.


Dan kemudian bola itu melesatkan sebuah laser yang sangat besar dan sangat dahsyat berwarna abu.


Red yang sudah tau dari awal bahwa Samael akan melakukan serangan mengerikan.


Dia juga sudah bersiap Red pun membuka mulutnya dan tiba-tiba saja bola besar yang sudah ia buat di mulutnya melesatkan laser.


Serangan mereka berdua pun berbenturan di udara dan menyebabkan perhatian banyak orang.


Serangan mereka berdua sangatlah dahsyat di sini keduanya sama sekali tidak ingin mengalah.


Serangan laser Red yang berwarna putih itu terus mendorong serangan Samael.


Samael disini berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang dia mengeluarkan semuanya.


Namun sayangnya dia sama sekali tidak bisa mendorong serangan Red.


Samael pun akhirnya terkena serangan Red untuk pertama kalinya, dan kemungkinan juga untuk terakhir kalinya.


Samael pun berteriak di barengi dengan suara ledakan yang sangat besar.


Serangan Red itu pun berhasil membuat Samael mati dan membuat sekitaran di sana menjadi lebih hancur dari sebelumnya.


Red pun terlihat sangat senang karena dia dapat mengalahkan Samael.


Samael yang tubuhnya sekarang sudah berubah menjadi butiran cahaya masuk kedalam tubuh Red.


Red, Zear, dan yang lain nya pun bertambah lebih kuat lagi.


Kematian Samael pun di ketahui seluruh Primordial demon disana.


Mereka sama sekali tidak mempercayai bahwa orang yang terkuat selain Aphophis juga ikut di kalahkan.


Mereka sekarang kepanikan ketakutan dan menyesali pilihan mereka.


Sekali lagi mereka menyesal karena tidak mendengarkan perkataan Azazel.


Mereka pun sekarang bingung harus bagaiamana.


Masalahnya Samael telah di bunuh oleh keluarga Zear.


Mereka semua pun sekarang terlihat sangat pasrah dan tidak memiliki harapan lagi.


Walaupun seperti itu mereka masih tetap melawan keluarga Zear dengan sekuat tenaga berharap bantuan akan tiba.


Namun sayangnya bantuan tidak akan pernah tiba, karena tempat mereka sekarang sudah di beri skill dominasi dewa oleh Zear.


Sehingga siapapun tidak bisa masuk maupun keluar dari tempat tersebut.


Kecuali dengan izin Zear.


Para Primordial demon di sini ingin melakukan transformasi namun sayangnya hal itu tidak bisa di lakukan.


Karena Reyhan dan yang lain nya mereka terus menyerang Primordial demon tanpa henti.


Mereka seperti memiliki energi dan kekuatan yang tidak terbatas.


Sama seperti dengan para Primordial demon.


Para Primordial demon sekarang benar-benar sangat ketakutan mereka sekarang dalam pertarungan melakukan banyak kesalahan.


Dan memberikan celah untuk di serang oleh Reyhan dan yang lainnya.


Reyhan dan yang lainnya menyiksa para Primordial demon dengan serangan mereka.


Sampai akhirnya mereka puas dan mereka pun membunuh semua para Primordial demon dengan serangan terkuat milik mereka.


Para Primordial demon mati di tangan 8 iblis tak berperasaan.


Mereka sama sekali tidak melakukan apapun, mereka hanya melukai sedikit Jane dan yang lain nya.


Para Primordial demon sama sekali tidak berkutik di hadapan 8 iblis tak berperasaan.


Dan sekarang Zear dan yang lain nya mereka bertambah jauh lebih kuat saat setelah mengalahkan semua Primordial demon.


Tanpa campur tangan Zear Jane dan yang lain nya dapat mengalahkan Primordial demon seorang diri dan mereka terlihat sangat senang dan bangga.


Dan ini juga akan menjadi pukulan yang sangat berat bagi pemimpin Primordial demon.


Zear dan yang lainnya pun berkumpul dan mereka semua terlihat sangat senang karena akhirnya mereka dapat mengalahkan salah satu musuh terkuat yaitu Primordial demon.


Dan akhirnya mereka juga bisa menjadi sangat kuat, walaupun kekuatan mereka tidak bisa menyamai Zear.


Tapi mereka tetap senang karena bisa mengalahkan Primordial demon.


Musuh yang benar-benar mereka ingin kalahkan.